
DUAKKK
AGHHH
Kenneth mendorong tubuh stefy dengan sekuat tenaga hingga usahanya berhasil dan kini stefy tergeletak di lantai marmer memegang dadanya yang sedikit nyeri.
sial, pemuda ini cukup tangguh. Aku bisa merasakan jika kekuatannya sangat besar. Batin stefy.
Kenneth dan stefy mencoba untuk melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, terbukti stefy menerjang kaki Kenneth hingga lagi-lagi tubuh pemuda bermanik hitam itu roboh kebawah.
" sialan !! aku tak akan segan lagi padamu walaupun kau seorang wanita " ucap Kenneth marah menatap sang lawan, stefy menyeringai penuh arti.
" jangan harap anak muda " seringai stefy.
DUAKKK
AGHHH
Kenneth sekali lagi meringis kala wajahnya dihajar begitu saja hingga darah segar keluar dengan sendirinya dari lubang hidung. Stefy berusaha bangkit dan hendak menghajar Kenneth.
BUGHHHHHH
uhukkk
stefy terjungkal ke belakang karena sang lawan menyerang nya tanpa aba-aba hingga tubuh stefy membentur keras dinding yang kokoh hingga keluar darah dari mulutnya.
" Jangan senang dulu wanita tua !! " sinis Kenneth bangkit serta menujuk kan seringai iblis miliknya.
sedangkan Pram dan Asnee kini bekerja sama setelah berhasil melumpuhkan satu orang lelaki berwajah sangar itu, nafas keduanya terlihat tersengal usia tak lagi muda tapi semangat keduanya masih berkobar dan membara layaknya anak muda.
Dua lelaki bertubuh tegap kini menatap Pram dan Asnee dengan sorot mata yang siap membunuh, kedua orang king itu sama-sama siaga dan terlihat waspada dengan senjata yang tergenggam sempurna ditangannya.
satu lawan satu ? imbang bukan, Pram dan Asnee kini melawan satu persatu dari mereka, anak buah stefy cukup kuat dan tangguh walaupun gerakan bela dirinya tak berteknik dan terkesan asal.
BUGHHHHHH
__ADS_1
DORR !!
DODODODOR !!
kedua lelaki yang sedang menyerang Pram dan Asnee seketika tumbang karena mendapatkan tembakan beruntun entah dari siapa, Pram menyipit kala melihat kedatangan seorang lelaki berpakaian rapi di ujung pintu utama.
BUGHHHHHH
AGHHH
jeritan itu sontak membuat Pram dan Asnee menoleh ke sumber suara, dan ternyata Kenneth sedang menyeret stefy dengan cara menjambak rambutnya hingga Kenneth membenturkan kepala stefy ke dinding yang kokoh.
" Sudah ku bilang jangan bermain-main dengan ku, kita tak saling mengenal tapi kau secara terang-terangan mengusik ku dan menganggu ku. " ucap Kenneth bengis tanpa melepaskan cengkraman pada rambut stefy.
wajah stefy malah memerah menatap nyalang Kenneth nafasnya naik turun tak karuan, tubuhnya terasa lunglai karena ulah Kenneth yang menghajarnya dengan beringas.
sialan, aku salah perhitungan. Pemuda ini tak polos yang aku bayangkan. Batin stefy.
Pram menelan ludahnya kasar saat melihat kekejaman tuan mudanya, ini bukan Kenneth seperti ada sosok lain yang sedang mengendalikan tubuh tuan mudanya.
BUGHHHHHH
uhukkk
Ya Sean diam-diam mengikuti Kenneth setelah ia melihat Kenneth pergi menggunakan helikopter bersama dengan yang lainya, Kenneth menatap bengis pada sosok stefy.
" Aku menginginkan dia mati !! " ucap Kenneth dengan suara serak penuh dengan penakanan, hawa iblis nya seketika keluar setelah melihat lawannya tak berdaya dengan darah mengalir hebat pada beberapa bagian tertentu.
" jangan tuan muda. " ucap Sean tenang dan Kenneth menatap nyalang pada Sean karena berani melarangnya, stefy yang sudah setengah linglung berusaha memanfaatkan keadaan untuk lari, karena sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk menangkap musuh.
DUAKKK
AGHHH
rintih Kenneth saat rahangnya dipukul keras oleh stefy, Sean terperanjat kaget begitupun dengan yang lainnya, stefy berusaha untuk menghindari sekumpulan orang-orang king.
__ADS_1
" tuan muda " ucap Sean dan Kenneth menepis tangan Sean yang menyentuh tubuhnya, " kau tak apa ? " tanya Sean dan Kenneth menggeleng dengan pelan.
" mana dia !! " teriak Kenneth lantang dengan mata yang menyalang merah, Asnee dan Pram saling pandang karena mereka tak mengetahui pergerakan stefy yang begitu cepat " ahhh ini semua karena mu " ucap marah Kenneth pada Sean hingga lelaki dewasa itu menjadi sasaran empuk tuan mudanya.
Sean diam saja saat tubuhnya dipukul membabi buta oleh pemuda yang tak lain anak dari tuannya, Asnee yang kasihan pada Sean dengan segera menghentikkan Kenneth yang sedang mengamuk.
" lepaskan !! " teriak Kenneth dengan lantang hingga pegangan Asnee sedikit longgar karena tubuh Kenneth yang memberontak tak karuan.
" tuan muda tolong jangan bersikap seperti ini, kendalikan amarahmu. " ucap Asnee sedikit meninggi hingga Kenneth mulai tenang walaupun nafasnya terasa naik turun.
Sean dibantu Pram untuk bangun, wajahnya lebam-lebam dan nampak membiru di sudut bibir serta dahinya, bahkan hidungnya mengeluarkan cairan berwarna merah yang tak lain adalah darah.
" dia kabur !! ckckck. Kali ini aku biarkan, tapi tidak untuk lain kali. Kita kembali " ucap Kenneth tegas dengan wajah datar tanpa ekspresi.
semuanya hanya bisa mengangguk pasrah, Sean menghembuskan nafasnya secara perlahan ternyata pukulan Kenneth tak main-main Sean merasa ngilu dan sakit pada tubuh yang menjadi sasaran tuan mudanya.
akhirnya rombongan Kenneth pergi meninggalkan tempat itu, waktu hampir mau pagi Kenneth menatap datar pada mansion yang ditinggali oleh stefy, hatinya kesal dan marah karena buruannya kabur begitu saja
*****
" ada apa paman ? " tanya Athena menatap bingung karena sedari tadi Kenov terus memperhatikannya, hari ini Athena dan keluarga akan menghadiri acara ulang tahun perusahaan sang kakek tuan Arzetto, Athena yang memakai gaun long dress tanpa lengan berwarna hitam glamournya tampak memukau yang mengekspos bahu putih nan mulusnya itu.
" tidak Athena kau sangat cantik " ucap Kenov memuji dengan tersenyum manis, Athena tersenyum tipis. Valera dan Remigio datang secara bersamaan mereka tak menyangka jika Athena akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan dewasa.
" Daddy " ucap Athena dan Remigio tersenyum manis. " apakah kakek dan nenek sudah pergi ? " tanya Athena dan Remigio mengangguk " jika begitu ayo kita pergi " ucap Athena antusias.
" Athena kau pergi dengan mobilku saja " ucap Kenov tiba-tiba hingga Remigio menyipitkan matanya seketika, Valera menatap Kenov dengan tatapan penuh curiganya. " kenapa kalian memandangiku seperti ini ? " ucap Kenov menatap polos pada pasangan maut itu, tak lama Silla datang dengan gaun long dress berwana merah yang cukup anggun dan tertutup, maniknya memicing saat melihat gaun Athena yang sedikit seksi dan indah.
" aku akan ikut dengan mommy dan Daddy saja " ucap Athena merangkul kedua lengan orangtuanya, dan menatap Silla dengan tatapan sinis.
Silla mematung saat melihat kepergian Athena, rasanya ia pun ingin satu mobil dengan mereka, tapi Silla tak mau merusak suasana dan pada akhirnya Kenov mengajak Silla untuk segera pergi.
Kenov hanya memperhatikan Silla sekilas entah apa yang lelaki matang itu pikirkan, Kenov sangat mengetahui wanita yang sudah lama ia jaga dan ia duduk sedari kecil.
Kenov menangkap raut kekecewaan serta kemarahan yang terpendam dalam dirinya, sebenarnya Kenov ingin berbicara dengan Silla tapi ia juga harus menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu.
__ADS_1
terlebih besok malam adalah hari terakhir Silla dan Kenov berada di Amerika, mereka akan bertolak menuju new Zealand karena selama ini Silla tinggal di negara itu bersama dengan orang kepercayaan Kenov.