King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Season 3 ~ Kekacauan


__ADS_3

BUGHHHH


BUGHHHH


" sialan! Siapa kau berani sekali berada di kabin Larissa! " teriak lantang Florian saat mendapati seorang lelaki asing tidur disamping tubuh sepupunya itu. Larissa yang mendengar suara kegaduhan dengan cepat membawa tubuh Florian untuk menjauh.


" Flo! Hentikan.. " ucap Larissa panik saat melihat Florian yang marah dan memukul Xavier hingga mengeluarkan cairan berwarna merah dari kedua hidungnya. " Xavier kau tak apa? " panik Larissa namun lengannya ditarik oleh Florian begitu saja.


" Kau mengenalnya? " picing Florian dan Larissa sontak mengangguk.


" Dia..


" Dia wanitaku! " ucap Xavier lantang dengan menyentuh sudut bibirnya yang ikut terluka. Florian terkejut dan bergeming ditempat hingga mata tajamnya menatap Xavier menyelidik. " Sayang ini sakit '' keluh Xavier manja dengan tatapan sendu nya membuat Larissa dengan cepat mendekat kearah Xavier.


Florian terperangah saat melihat Larissa yang membawa Xavier untuk duduk di sisi ranjang dengan mengobati luka di wajah lelaki itu.


" Kau berhutang penjelasan padaku Larissa! " dingin Florian dan Larissa menoleh lalu mengangguk saja dan menatap kepergian Florian yang berwajah serius.


" Xavier aku minta maaf atas sikap Florian '' ucap Larissa gugup.


" Jangan meminta maaf atas kesalahan orang lain sayang! Kau tak bersalah. Wajar saja jika saudara mu bertindak seperti itu karena melihat lelaki asing yang tidur dengan mu '' kekeh Xavier hingga Larissa memukul pelan lengan lelaki yang berstatus kekasihnya.


" Kita tak melakukan apapun Xavier kecuali berciuman. Jangan lupakan hal itu '' ketus Larissa dan Xavier mengangguk saja membenarkan karena mereka tak melakukan hal lebih selain berciuman dan sedikit menyentuh. " Kau lebih baik bersihkan dirimu terlebih dahulu. Aku akan menemui Florian di loby privat milik kakek ku. " ucap Larissa.


" Tidak bisakah kita pergi bersama? " ucap Xavier dan Larissa menggeleng tegas. " kenapa? " kesal Xavier.


" Aku saja. Aku janji tak akan lama.'' ucap Larissa dan akhirnya Xavier mengangguk patuh " jangan pergi kemanapun sebelum aku datang. Kau mengerti Xavier? " tekan Larissa mengingatkan.


" Yes mam " ucap Xavier mengerlingkan satu matanya seolah sedang menggoda wanitanya. Larissa diam saat melihat itu semua sebelum dirinya beranjak dan berlalu dari ruangan miliknya.


Disini disebuah ruangan loby privat milik Asyur berada Larissa melihat jika Florian sedang duduk menunggunya. Florian melirik dan melihat kedatangan Larissa dengan tajam.


" Siapa dia ? " ucap Florian lagi.


" Kekasihku! " ketua Larissa.


" What! bagaimana bisa? " ucap Florian lagi.

__ADS_1


" Tentu saja bisa Flo! Xavier Wang ingat itu namanya " ucap Larissa lagi dan Florian semakin terkejut karena mendengar jelas siapa lelaki itu. Larissa terdiam karena dia pun mengetahui jika Florian kerap mengingat gadis yang bersama dengan nya di Afrika kala itu. Andai saja Aslan tak mengungkap nya mungkin Larissa pun tidak akan pernah tau nama dari wanita itu. " Ada apa Flo? " tanya Larissa tenang.


" Tidak " ucap Florian cepat. " Tapi apakah secepat itu? maksud ku.. secepat itu kau menjadikan nya kekasih '' living Florian lagi.


" Akan aku coba Flo. Dia memberikan peluang untuk kami saling mengenal begitupun dengan diriku yang memberikan kesempatan untuk Xavier mengenal diriku. '' terang Larissa lagi menatap pada sekumpulan anak buah kakek nya yang berada di luar sana hanya untuk berjaga-jaga. " Bagaimana menurut mu Flo. Bukankah dia tampan ? " ucap Larissa lagi tersenyum membayangkan betapa indahnya tubuh sispek milik Xavier tadi malam.


" Hmm " ucap Florian seraya berdehem karena malas memberikan jawaban atas perkataan Larissa itu. '' tapi tetap saja kau harus berhati-hati Larissa. Apa kau tak takut jika dia memanfaatkan mu atas kematian kekasihnya itu '' ucap Florian hingga Larissa menatap tajam pada sepupunya itu.


" Tidak akan ku biarkan itu terjadi Flo! Aku akan membuat Xavier hanya menatap ku seorang. '' tegas Larissa hingga Florian tertawa kecil dibuatnya. '' ingat Flo. Sekarang dia kekasihku kau pun harus ku peringatkan untuk selalu berhati-hati. Dan Semoga kau menemukan Xenya Wang secepatnya. Apa aku harus meminta bantuan pada Xavier ? '' ledek Larissa.


" Kau!! " pekik Florian kesal dan Larissa tersenyum lalu mengusap lembut pipi Florian dengan perasaan kasih sayang. '' semoga kita semua selalu dilimpahkan keberuntungan dan kebahagiaan '' ucap Larissa lagi dengan beranjak meninggalkan ruangan itu disertasi tundukkan hormat anak buah Asyur pada sosok Larissa Dutton.


Larissa dengan cepat kembali kedalam kabin pribadi miliknya. Entah mengapa Larissa begitu penasaran akan sosok Xavier Wang yang diketahui merupakan seorang pengidap psikopat akut yang sangat dikenal di dunia hitam seperti dirinya.


namun pada saat Larissa hendak membuka pintu tiba-tiba ia merasakan jika kapal pesiar mewah ini berguncang hebat seperti dihantam sebuah benda entah apa gerangan.


TITTTT


Suara dengungan yang mirip seperti sebuah terompet itu terdengar hampir di seluruh ruangan. Larissa dengan cepat membuka pintu hingga ia dapat melihat wajah kecemasan dari seorang Xavier.


" Apa yang terjadi? " ucap Xavier lagi. Namun tiba-tiba " Larissa! " teriak Xavier saat melihat tubuh kekasihnya terjatuh karena kapal yang mereka tumpangi oleng dengan hebat.


Suara kegaduhan para penghuni kapal pesiar mewah itu mulai terdengar, teriakan ketakutan mulai saling bersahutan didalam sana. Tak lama Florian datang dengan langkah tergesa.


" Flo ada apa ini? " ucap Larissa saat melihat kehadiran saudaranya itu.


" Kapal kita dibajak! " ucap Florian lagi.


" Dibajak? " ulang Larissa yang tak pernah menyangka jika kapal pesiar milik seorang taipan asal Turki itu tiba-tiba di bajak ? Apakah benar begitu? " Bedebah!'' Raung Larissa saat menyadari sesuatu jika kemungkinan besar kapal pesiar itu bukan dibajak.


" Nona! Tuan Muda! para perompak itu sudah berhasil memasuki nya! Kami sedang berusaha untuk menghalau mereka tapi sepertinya mereka menyadari startegi kami! " ucap seseorang yang berlari dengan langkah tergesa nya. Larissa dan Florian tertegun seketika.


" Turunkan sekoci dalam keadaan darurat! Berikan sinyal merah sebagai tanda darurat juga! Amankan para penumpang eksklusif lainnya '' perintah Florian terdengar tegas dan mutlak ditelinga. Larissa tersenyum menyeringai begitupun dengan Xavier yang menyadari arti senyuman itu.


DOK! DOK! DOK!


Entah apa yang terjadi diluar sana hingga suara itu sangat menyakitkan gendang telinga. Rupanya beberapa orang berhasil menaiki kapal dan berhasil melukai beberapa orang yang bertugas.

__ADS_1


" Come on baby! " seringai Xavier dengan jelas hingga Florian berdecih dan memasukkan beberapa peluru nya kedalam revolver berjenis kedap suara itu.


Trang!


" Bajingan! Berani sekali kalian merusak aset milik kakekku! " pekik Florian lantang saat melihat seseorang memecahkan beberapa barang berharga di dalam dek kapal mewah milik Asyur. Namun tiba-tiba " aghhh!! " rintih Florian saat tubuhnya bergetar seperti sedang tersengat aliran listrik hingga urat-urat nya ikut menegang.


DODODODOR!


BRUKKK


" are you oke? " ucap tiba-tiba Xavier yang datang membantu cara menembak mati para perompak. Nafas Florian terlihat tersengal namun dengan cepat dirinya bangkit.


" Dimana Larissa? " dingin Florian saat menyadari jika sepupunya itu tak bersama dengan Xavier.


" Dia...


" aghh Flo!! " teriak Larissa lantang hingga Xavier dan Florian terkejut bukan main.


" Sialann! " desis Xavier berlari kearah sumber suara Florian gak bisa membantu karena dia pun akan turut melumpuhkan orang-orang itu bersama dengan yang lain.


Disisi lain Larissa di tangkap menggunakan sebuah jaring layaknya alat untuk menangkap ikat yang disebut dengan jala! Namun anehnya alat itu dapat mengeluarkan listrik hingga tubuh Larissa tersengat dan lunglai seketika.


DODODODOR


BRUKKK


AGHHH


" Sialann! Lancang sekali tangan kotor kalian menyentuh wanitaku! " pekik Xavier marah saat melihat Larissa seolah tak berdaya.


" Kau bagaimana bisa..uhukk " ucap seseorang hingga lirikan Xavier menajam seperti menandai.


DODODODOR!


" mati saja! " sinis Xavier yang berjalan dengan cepat kearah Larissa yang sedang meringkuk dengan wajah pucat. " Larissa.. Baby listen to me. '' ucap Xavier yang menggapai tubuh Larissa hingga manik sayu itu menatap Xavier dengan lemah.


" ckck. I'm oke " lirih Larissa " Bantu aku.. Mereka tak bisa berbuat seperti ini.. '' ucap Larissa lagi dan Xavier mengangguk saja.

__ADS_1


" Misil!!! " teriak seseorang lantang hingga


DUARRRRR


__ADS_2