
Malam itu di Gold Mansion terasa sangat hangat, Valera dan Remigio selaku tuan rumah menjamu para tamunya dengan hidangan makan malam yang terasa mewah dan menggiurkan.
Athena makan dengan tenang dan elegan bahkan dirinya memakai sebuah dress berwarna merah yang melekat indah di tubuhnya, George tak pernah melepaskan pandangannya pada gadis pujaan hatinya, Karen yang duduk di samping Celia hanya bisa menahan segala amarahnya.
" Athena aku merasa heran kenapa kau menyukai jus melon itu, apa itu sangat manis dan enak ? " ucap Swann tiba-tiba memecahkan keheningan, Athena terkekeh kecil dan menyeruput jus melon itu dengan perlahan dan anggun, maniknya menatap Karen dengan tatapan sinis.
" Kau benar Swann ini sangat enak dan manis, tapi kau tau ? entah mengapa jus milikku ini tiba-tiba rasanya tak enak dan sedikit pahit.'' ucap Athena asal hingga Valera hampir tersedak dengan makanan nya sendiri, ia tahu apa maksud perkataan putrinya itu.
" benarkah ? " ucap Swann menanggapi dan Athena mengangguk pasti, " jika begitu jangan diminum " ucap Swann lagi. Athena diam dan tersenyum kecil menanggapi perkataan Swann
George makan dengan tenang begitupun dengan yang lainnya, Karen ia mencoba untuk memberi perhatian kepada George dengan suara lembut miliknya.
" Hmm makanan ini sungguh lezat, " ucap Karen menatap Valera dan Valera hanya tersenyum tipis " Aku rasanya ingin mengadakan hidangan ini pada pesta pernikahan kita George " ucap Karen menatap George dengan tersenyum.
semua orang mendadak diam tapi tidak dengan Athena ia justru menghabiskan makanannya dengan cepat tanpa memperdulikan ucapan Karen yang tak berguna itu, Kenneth melirik Kakak perempuannya itu.
" jangan membahas masalah ini dimeja makan Karen. " tegas George penuh penakanan hingga Karen menundukkan wajahnya dan berkata maaf sedangkan George memilih tak menjawab dan fokus pada makanannya.
setelah selesai para orang tua berbincang ringan di ruang keluarga, Celia tampak akrab dengan Valera begitupun dengan Remigio dan Hans. Mereka sama-sama berbincang ringan satu sama lain dengan candaan kecil didalamnya.
sedangkan Athena asyik duduk bersama dengan Swann ditaman belakang yang mempunyai pemandangan sangat indah dan menyejukkan mata itu. Tak lama George datang dan ikut bergabung membuat Athena menatap dengan tersenyum.
" Angin malam tak baik untuk kesehatan mu sayang " ucap George dengan lembut dan Swann yang mendengarnya menjadi geli sendiri, " Swann, kenapa ? apa kau baik-baik saja " ucap George melihat Swann yang memalingkan wajahnya kearah lain.
" aku ? aku baik-baik saja, kak " ucap Swann dengan terkekeh dan George mengangguk kecil. Athena memeluk tubuh George dan menghirup aroma itu dalam-dalam, Swann memilih duduk dan memainkan ponsel milik nya kembali.
Tak lama tubuh Athena di tarik paksa oleh seseorang hingga membuat Athena hampir saja terjatuh jika ia tak bisa mengimbangi tubuhnya itu, George dan Swann terkejut bukan main karena kehadiran Karen yang tiba-tiba itu.
__ADS_1
" jangan menyentuh calon suamiku gadis kecil. Ia milik ku " tekan Karen hingga Athena tersenyum sinis dan George menatap tajam pada Karen.
" Karen !! " ucap George penuh penekanan dan Karen menatap George dengan tajam.
" kenapa ? jangan menghalangiku George. Kau adalah calon suamiku dan aku adalah calon istrimu !! kau tak bisa memutuskan apa yang sudah terjadi dan disepakati antara keluarga kita George. " ucap Karen dengan tegas.
" berhenti berbuat onar Karen !! " sarkas Swann dan Karen kini menatap Swann tajam.
" jangan ikut campur Swann, ini bukan urusanmu " ucap Karen sengit menunjuk Swann. " dan untuk kau Athena. Aku tak peduli kau siapa, jika menyangkut kebahagian ku! aku akan melakukan segala cara untuk hal itu, " ucap Karen mengancam dan Athena tersenyum tipis, sungguh ia sudah muak dengan Karen rasanya ia ingin sekali membungkam bibir Karen saat ini.
Athena maju dan berhadap-hadapan dengan Karen George ingin melarang tapi Athena menggeleng pelan, agar George tak ikut campur. Manik hitam itu menusuk tajam menatap Karen hingga wanita itu sedikit terkesiap dengan tatapan mematikan milik Athena.
CEKLEK
Karen membalalakkan matanya lebar saat sebuah pistol berwarna silver tepat berada dibawah dagu miliknya, nafasnya seakan tercekat kala melihat Athena melakukan hal itu.
" Aku harap kau dapat menjaga setiap perkataan mu Karen Dexa ! agar senjata milikku tak melukai atau bahkan melubangi kepala mu yang cantik ini " ucap Athena seraya menekan ujung pistol itu hingga Karen gugup bukan main.
" kau..kau jangan macam-macam Athena. " ucap Karen gugup
" Aku tidak pernah bermain-main, karena aku adalah Athena. Kau sudah melewati batasan mu, kali ini aku tak akan segan untuk melukai ataupun melenyapkan mu dengan tangan ku sendiri " ucap Athena berwajah bengis dan Karen diam saja hingga bola mata itu menatap intens manik hitam milik Athena.
" George.. kau lihat gadis ini sungguh liar bahkan ia tak segan mengacungkan senjatanya kepada ku, tidak kah ini perilaku yang tak memiliki etika dan sopan santun " ucap Karen menatap George lalu bergantian menatap senjata yang kian tak kunjung menjauh dari dirinya.
GREPPP
" ahhh lepas.. lepaskan aku Athena ..." erang Karen karena rambutnya di Jambak dengan keras hingga Karen merasakan panas diarea kepalanya.
__ADS_1
" masih berani berbicara omong kosong, akan ku buat kau menjerit tak karuan saat ini " ucap Athena menarik paksa Karen hingga langkah wanita dewasa itu sedikit terseok-seok. George dan Swann panik kala melihat itu semua alhasil mereka mengikuti nya.
Athena berhenti disebuah kandang besar berukuran jumbo, Karen bingung seketika. Athena tersenyum sinis,
" Harley " panggil Athena lantang, Karen bertambah bingung, dan tak lama seekor binatang buas berjalan dan mendekat kearah mereka, Karen gugup dan panik hingga ia memberontak tak karuan.
" kau gila Athena !! jangan main-main " pekik Karen
George tersenyum kecil saat melihat itu semua sedangkan Swann ia gugup saat melihat seekor singa jantan yang gagah perkasa dan berbulu lebat serta berbadan gempal itu.
Athena rasanya ingin tertawa tapi sebisa mungkin ia tahan dan akan menampilkan wajah sangar dan garangnya, George tau jika ini adalah sebuah permainan.
" jangan main-main Athena " sentak Karen hingga Athena terhenyak dengan tubuh yang mundur beberapa langkah, George terkejut tapi dengan cepat Athena mendorong tubuh karena hingga jatuh dan membuat Harley mengaum keras. Karen menahan segala amarah yang memuncak saat ini.
" Berani sekali kau !! " geram Athena menginjak kaki Karen hingga wanita itu berteriak kesakitan, Karen meraung dan mencoba melepaskan kakinya yang injak itu, " kau semakin menjadi jika dibiarkan terlalu lama. Ingat ini baik-baik George hanya milik Athena seorang !! " tegas Athena dan Karen meringis saja tanpa mau menjawab.
" Athena !! " pekik Valera saat melihat putrinya bertindak kasar dan Athena langsung melepaskan pijakannya pada kaki Karen. " Karen bangunlah !! " tegas Valera dan Karen segera bangkit. " Aku harap kau tidak bertindak lebih jauh lagi Karen. Athena tak akan bersikap buruk jika kau tak memulainya. " ucap Valera lagi dan Karen hanya diam saja.
Athena berlalu pergi dengan wajah yang kesal meninggalkan orang-orang disana yang sedang berbincang, George dan Valera memandang kepergian Athena dan Swann hanya menjadi pendengar saja.
" bibi tapi aku tak melakukan apapun, Athena .. " ucapnya langsung menatap Harley yang duduk menatap dirinya horor, " ia.. sungguh tak bisa dimengerti " ucap Karen lagi dan Valera hanya tersenyum sinis.
" sebaiknya kau lebih memperhatikan lagi setiap ucapan mu Karen. Bukan nya aku membela putriku tapi aku tau benar bagaimana sikap dan sifatnya itu " tegas Valera berlalu pergi tanpa mendengar jawaban Karen terlebih dahulu, George memijat pelipisnya pelan dan Swann menatap Karen dengan datar dan dingin.
" George .. " lirih Karen.
" ingat batasan mu Karen. Lain kali aku akan bertindak tegas dan tak akan membiarkan mu bersikap seperti tadi lagi " ucap George berlalu pergi diikuti dengan Swann dibelakangnya, Karen terlihat marah dan mengepalkan tangannya kembali, sakit ? tentu saja sakit tapi Karen tak akan berhenti sampai disitu.
__ADS_1
tunggu saja pembalasan dariku Athena. Sebaiknya aku meminta bantuan paman dalam hal seperti ini, aku ingin kau merasakan apa yang aku rasakan. Sialan !! kau Athena. Batin Karen