King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Semakin bergerak


__ADS_3

Athena dan George sama-sama terkejut bukan main, bahkan Athena mendorong tubuh George dengan keras agar beranjak dari tubuhnya. Malvin yang datang dengan Madeline hanya melotot tanpa bicara apapun.


" kak Malvin " kikuk Athena dan Malvin diam saja ia merasa sedang mengganggu pasangan kekasih yang sedang asyik-asyiknya bercengkrama.


" Ckckck. Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu " kesal George melirik tajam pada Malvin yang berdiri dengan tampang polos nya.


" ohh ya. Aku lupa dan aku fikir kau sedang sendiri '' ucap Malvin lagi dengan tersenyum kikuk. Dirinya segera masuk dan mengenggam tangan Madeline tanpa merasa bersalah.


Athena yang melihat Madeline hanya tersenyum begitupun dengan Madeline.


" Kau tidak lupa dengan klien itu ? '' Picing Malvin.


" Tidak " singkat George.


" Lalu jika tidak kenapa kau masih disini ? '' kesal Malvin dan detik kemudian dirinya tersadar lalu melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan nya.


" hanya terlambat sepuluh menit, '' ucap George lagi. " Sayang kau tunggu aku disini. Aku akan segera kembali " ucap George lembut dan Athena mengangguk saja. Malvin memutuskan untuk meninggalkan Madeline diruangan George bersama dengan Athena agar kedua wanita berbeda usia itu bisa saling berbincang satu sama lain.


Malvin mengecup dahi Madeline dengan lembut begitupun dengan George. Setelah kedua pria itu pergi Athena dan Madeline terlihat berbincang satu sama lain bahkan Madeline merasa senang saat berbicara dengan gadis bermanik hitam itu begitupun sebaliknya.


Hampir dua jam mereka berbincang dan terkadang mereka tertawa dengan keras dan terkadang mereka berwajah serius, entahlah Wanita terkadang memang seperti itu.


Athena berdiri dan hendak mengambil minuman kaleng yang tersedia di lemari pendingin mini di ruangan George, ia mengambil dua botol minuman Keleng berperisa buah, namun tiba-tiba.


DORRR !!


PRANGGG


Athena dan Madeline berteriak karena terkejut. Madeline langsung merunduk di lantai begitupun dengan Athena. Laser infra merah itu terus menyusuri ruangan milik George.


" Kak.. Tetap merunduk '' titah Athena sedikit berteriak dan Madeline mengangguk patuh. Athena bergulung dan hendak mengambil remote kontrol di meja kerja milik George, tapi lagi-lagi.


DORRR !!


PRANGGG


kaca balkon itu tembus dan membentuk sebuah bulatan hingga mengenai sebuah lemari kaca yang berisi kan beberapa buku yang menjadi pajangan disana.


HAP

__ADS_1


Dapat, Athena dengan cepat menutup kaca balkon dengan keamanan yang tak bisa disentuh oleh revolver manapun.


BRAKKKKKK


George membuka pintu berwarna hitam itu dengan kasar diikuti oleh Malvin yang terkejut akan suara itu, Athena yang terduduk di lantai dengan mengatur nafasnya segera berlari memeluk kearah George.


Malvin membantu Madeline untuk berdiri dan membawa calon istrinya masuk kedalam pelukan nya. maniknya menatap tajam pada pacaran kaca serta kaca tebal yang menjadi ikon balkon di ruangan George.


" Kak.. bagaimana bisa seseorang menembak tepat keruangan ini ? " tanya Athena menatap George lekat. Manik biru yang semula menatap tajam kini berubah menjadi hangat saat menatap gadisnya.


Malvin berdiri dan melihat kearah jendela untuk melihat sesuatu, namun tak ada siapapun disana maupun gerakan yang mencurigakan lagipula ini lantai lima belas bagaimana bisa seseorang menembak tepat ke ruangan milik Presdir.


penembak jitu ? Ya pasti pelakunya penembak jitu. Batin Malvin.


" Malvin kenapa akhir-akhir ini harus terjadi hal yang menakutkan seperti ini ? aku sungguh takut '' ucap Madeline dengan tubuh yang sedikit bergetar. Hal seperti ini benar-benar memacu adrenalin nya. Malvin segera memeluk wanitanya untuk menenangkan Madeline yang tampak ketakutan terlebih kini Madeline sedang mengandung dan hal itu membuat kekhawatiran Malvin kian bertambah.


George diam entah apa yang ia fikirkan. Apakah wanita itu benar-benar ingin melenyapkan nya ! hingga menyerang sampai ke perusahaannya. George semakin waspada ia tak ingin para karyawan nya yang menjadi korban maupun umpan pihak lawan.


" Apa ada yang mengincar mu kak ? '' ucap Athena dengan penuh selidik. George terkekeh saat mendengar pertanyaan konyol dari gadisnya itu.


" Tentu saja sayang. Musuh diluar sana pasti mengincar ku dan akan seperti itu '' saut George santai dan Athena diam tak menjawab.


Akan ku pastikan kau lenyap saat bertemu malaikat maut mu yang sesungguhnya. Batin George.


*******


Dua hari setelah kejadian penembakan di GM Crop's.


" Kau yakin jika dia saat ini ada di England ? " tanya Malvin menatap George yang asyik dengan layar komputernya.


" Ya aku yakin. " tegas George.


" Kapan kita akan berangkat ? " ucap Malvin lagi.


" Nanti malam " saut George singkat dan Malvin mengangguk paham.


Malvin dan George memberikan perintah kepada anak buahnya untuk berjaga-jaga disekitar orang-orang yang mereka lindungi terlebih Madeline yang berada di rumah sendirian dan hal itu membuat Malvin meminta bantuan pada dua anggota Balck road milik Valera untuk ikut melindungi Madeline dan untung saja mereka paham akan situasinya.


Mereka akan menggunakan pesawat pribadi milik George untuk menuju England. Malvin telah siap dengan berbagai senjata yang mumpuni untuk menyerang wanita itu begitupun dengan George.

__ADS_1


Akhirnya malam itu mereka berangkat dengan beberapa anak buah yang diikut sertakan.


Disisi lain Hans Maxwell yang mendapatkan berita buruk dari George tentu saja geram bukan main, ia pikir wanita itu sudah tewas dan sebagainya tapi perkiraan nya salah ia datang dan akan membalas kan dendam nya pada sang putra, celaka ini langkah awal pertempuran sesungguhnya.


Celia datang dengan membawa teh dan beberapa cemilan untuk sang suami, Celia heran saat melihat raut wajah suaminya yang terlihat sangat gusar.


" Ada apa ? '' tanya Celia lembut seraya mendudukkan tubuhnya di sofa. Hans yang melihat kedatangan istrinya tersenyum lembut


" Tidak ada sayang. Aku hanya sedang memikirkan George. '' ucap Hans Maxwell dengan pandangan lurus kedepan. Celia mengerutkan dahinya sesaat. Ada apa dengan putra sulungnya itu ? '' Entah mengapa aku merasa hidupnya akan penuh rintangan '' gumam Hans Maxwell dengan memijat pelipisnya pelan.


" Tidak akan terjadi apa-apa dengan putra kita. Kau harus yakin jika George mampu menangani semuanya '' ucap Celia dengan penuh keyakinan dan Hans Maxwell hanya mengangguk kecil tanpa menoleh kearah sang istri.


Tak lama Swann datang dengan wajah kesal nya membuat ibu serta ayahnya heran bukan main.


'' Ada apa Swann ? '' tanya Celia


'' Tidak mom. Hanya lelah saja '' tukas Swann seraya memejamkan matanya rapat.


'' Apa ada masalah di perusahaan ? '' tanya Hans menatap putra bungsunya dan Swann menggeleng cepat.


Tak lama seseorang berlari cepat menghampiri sang tuan dengan wajah panik, Celia dan Hans terkejut saat mendengar jika ada orang yang menyerangnya di depan.


Sontak Hans Maxwell menelan ludahnya kasar begitupun dengan Celia. Swann pemuda itu dengan cepat meraih senjatanya yang selalu tersimpan rapi dibalik pinggang nya.


DUARRRR


" ohh shitt!! '' umpat Hans saat mendengar suara ledakan beserta jeritan kesakitan. Para pengawal milik Hans membalas aksi serang yang tiba-tiba itu bahkan mereka melakukan nya dengan baik.


DODODOR !!


suara rentetan senjata begitu menganggu pendengaran Celia dan Hans. Swann berteriak memanggil salah satu asisten kepercayaan sang ayah.


'' cepat bawa ayah dan ibuku, menghindar!! '' perintah Swann kepada seorang lelaki yang terengah-engah itu.


Hans menolak tegas, dirinya harus ikut melawan kepada orang yang telah berani membuat keonaran di mansion miliknya. Hans memutuskan untuk membawa Celia pergi menjauh dan Celia mengangguk cepat tak ingin membantah.


Hans menatap kepergian sang istri yang dibawa pergi oleh orang kepercayaannya, saat dirinya hendak berbalik tiba-tiba,


DORR !!

__ADS_1


" Daddy!! '' teriak lantang Swann saat melihat tubuh sang ayah terkena peluru tak disangka-sangka. Swann terperangah melihat kedatangan sosok wanita berambut merah yang tersenyum sinis penuh kemenangan.


__ADS_2