
Edgar seketika terdiam saat melihat Samuel mengakhiri semuanya dengan benar-benar kejam, bahkan ia tak pernah melihat Thomas sekejam itu selama ini.
" Heii kalian cepat kembali '' pekik Edgar dengan melambaikan tangannya kearah Gabriel dan Samuel. Kedua pemuda itu hanya mengangguk dengan santai dan Edgar seketika memijat pelipisnya pelan.
Athena dan Aisley langsung terduduk begitu saja dengan nafas yang tersengal, Edgar melirik dua gadis disampingnya kini dengan tatapan tak percaya nya, Athena sibuk memainkan senjata berjenis revolver itu.
DORR !!
AGHHH !!
suara jeritan itu sontak membuat perhatian Edgar teralihkan, Athena tersenyum sinis saat melihat seseorang yang berada di balik sebuah pohon mangga yang tak jauh dari keberadaan Samuel dan Gabriel.
" Athena, bagaimana bisa ? '' ucap Edgar dan Athena hanya mengedikkan bahunya acuh.
Lelaki itu menegang perut nya yang terluka karena peluru yang Athena hadiahkan, Samuel dan Gabriel segera menyeret paksa lelaki tersebut.
Lelaki itu memberontak tak karuan hingga alat penyadap yang kini sedang dipakainya tak luput dari rampasan Gabriel, pemuda itu tersenyum sinis karena alat itu masih berkedip dan tentu saja itu terhubung ke seseorang disana.
Samuel melirik sekilas benda itu lalu tersenyum kemudian.
BUGHHHHHH
ahhh
Samuel terkena hantaman tak terduga dari lelaki itu, kakinya di terjang begitu saja membuat Samuel merintih kesakitan, Edgar yang melihat itu diam saja bersama dengan Aisley dan juga Athena.
" Cepat bawa lelaki itu kemari '' ucap Edgar lagi, Gabriel dan Samuel hanya mengangguk saja, tapi wajah dari Samuel sudah memerah karena lelaki itu berani melukai dirinya.
BUGHHHHHH
" ahhh bocah sialan !! " erang lelaki itu saat wajahnya dihajar hingga darah mengalir dari lubang hidungnya, Samuel tak perduli begitupun dengan Gabriel ia menyeret lelaki itu dengan kasar.
BRUKKK
lelaki itu tersungkur tepat di sepatu pantopel hitam milik Edgar, Manik lelaki itu memancarkan amarah menatap salah satu anggota king.
" mungkin serangan kedua akan tiba '' ucap Gabriel saat memperlihatkan sebuah alat kecil berwarna hitam, yang mengejutkan Edgar, Aisley dan Athena.
Nafas Edgar menderu menatap lelaki yang kini sedang menyeringai penuh kemenangan, Athena berlari menuju ruang kendali untuk melihat kawasan sekitar diikuti oleh Aisley dibelakangnya.
BIPPP BIPPP
__ADS_1
suara itu sontak mengejutkan Edgar dan yang lainnya, Samuel dan Gabriel bersiaga dengan senjata di tangannya begitu pun dengan Edgar.
DORRR !!
Edgar menembak mati lelaki yang sebelumnya terluka karena peluru milik Athena, tak jauh dari sana para anak buah king melakukan formasi dibagian terdepan.
DODODODOR !!!
" sial, mereka cepat sekali datang " umpat Gabriel berlari melindungi dirinya dari serangan kedua dari pihak lawan, begitupun dengan Samuel dan Edgar.
Athena dan Aisley sibuk memperhatikan layar monitor dimana kini markas utama dikepung dari berbagai arah, Athena segera mengaktifkan senjata otomatis yang melindungi bangunan itu.
SHOTTT
JLEBBB
DODODORDODODOR !!!
Athena menekan tombol berwarna hijau, dimana senjata otomatis dibagian belakang telah berjalan dengan sempurna, Aisley tersenyum miring dibuatnya.
" Apa mereka tak tau dengan semua ini ? tapi aku rasa ya " ucap Aisley lagi.
" Baiklah, semuanya akan berjalan dengan sendirinya. Kita hanya perlu bekerja sedikit saja let's go " ucap Athena dan Aisley mengangguk. Kedua gadis itu membawa beberapa senjata baru di ruangan khusus penyimpanan persenjataan.
DUARRRR !!
Sebuah bom terlepas ke dalam halaman markas membuat Edgar dan lainnya panik seketika, mereka berlari dan membuat jarak yang cukup jauh agar serangan itu tak melukai tubuh mereka.
" bergerak !! " pekik Edgar lantang marah.
SHOTTT
DODODODOR !!
AGHHH
DUARRRR
para anak buah king melakukan aksi balas tanpa ampun dengan serentetan senjata dan bom yang mereka berikan, terbukti suara jeritan dan erangan kesakitan saling bersaut-sautan.
Gabriel dan Samuel memicingkan matanya saat melihat para musuh mundur dan menjauh dari markas king, entah apa maksudnya itu, tapi Athena dan Aisley tak ingin melepaskan nya begitu saja.
__ADS_1
Kedua gadis itu meluncurkan sebuah bom berkekuatan tinggi kearah orang-orang yang melakukan gerakan mundur seperti menyerah begitu saja, dan seketika luncuran itu tepat mengenai kerumunan orang-orang yang menghindar.
" Tak akan ku biarkan !! Dasar bodoh " ucap Athena.
dan tak lama pihak king melihat kedatangan Dave dan Thomas dengan menggunakan mobil mereka masing-masing, Mereka melajukan kendaraannya dengan cepat tanpa batas.
CKITTTT
kedua mobil itu terhenti dengan menimbulkan suara yang nyaring, Thomas terperangah melihat apa yang terjadi.
DUARRRR
" shitt " umpat Dave saat dirinya terkejut mendengar suara ledakan dari arah kanan bangunan, matanya terbelalak melihat Aisley memegang senjata berukuran besar dengan peluru bom didalamnya.
'' oh putrimu '' ucap Thomas dengan pandangan tak tertentu, Dave segera berlari menuju dimana Aisley berada.
para musuh asing bergerak mundur dengan cepat, Athena kehilangan sebagian mangsanya ia kesal bukan main. Gabriel dan Samuel turun dengan wajah datar. Pertempuran ini tak selesai karena pihak musuh memilih untuk mundur dan melarikan diri.
keadaan mansion benar-benar kacau balau, tempat yang tadinya indah dan nyaman kini di penuhi oleh mayat-mayat yang mati mengenaskan, ditambah dampak ledakan itu membuat beberapa bagian tempat hancur berantakan.
Athena hanya tersenyum polos saat Dave dan Thomas menatap nya dengan tatapan tajam, Aisley, Samuel, dan Gabriel memilih tak mengidahkan tatapan orang dewasa itu.
Edgar hanya bisa menatap acuh saat Dave dan Thomas kini menatapnya seperti meminta penjelasan lebih, Setelah pertempuran selesai Athena keluar dengan membawa sesuatu dalam genggamannya.
" Apa itu ? " ucap Dave penasaran.
" Tidak ada !! ini hanya barang kotor milik mereka " ucap Athena polos seraya memberikan nya pada Dave, dan Dave menerimanya lalu menelitinya dengan cermat.
penyadap, disertai alat pelacak. Batin Dave.
Dave memicingkan matanya seketika, rupanya markas utama King kini sedang diincar oleh seseorang, mata-mata pun pasti ada disekitar sini, sial !! Dave mengepalkan tangannya marah.
Malam harinya Valera mendapatkan kabar tentang keributan yang terjadi di markas utama dimana beberapa barang dan properti hancur karena suatu gempuran yang terjadi dan tak terduga itu.
valera tentu saja terkejut mendengar penuturan Edgar yang mengatakan jika putrinya ikut terlibat. Valera hanya bisa menghela nafasnya pelan seraya memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.
" Mom " ucap Kenneth tiba-tiba saat melihat sang ibu seperti sedang memikirkan sesuatu, Valera menoleh dan tersenyum lembut pada putranya itu. " Ada apa ? " tanya Kenneth lagi.
" Apa Kakak mu sudah pulang ? " tanya Valera dan Kenneth menggeleng tak tau.
pada saat mereka berbincang Athena yang sedang dibicarakan datang dengan penampilan acak-acakan bahkan bajunya kotor dan ada noda darah di tangan serta wajahnya.
__ADS_1
" Apa yang terjadi ? " gumam Kenneth dengan ekspresi heran sekaligus bingung.
" Aku baru saja menyelesaikan permainan ku tadi, itu sangat menyenangkan " ucap Athena lagi dengan senyum tipisnya " nanti kita bicara lagi, aku tau mommy pasti ingin berbicara denganku bukan ? dan sekarang biarkan aku membersihkan diri terlebih dahulu. " ucap Athena seraya pergi meninggalkan keduanya yang masih saling terpaku dan bungkam enggan berbicara.