King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Season 3 ~ Menjemput Serena.


__ADS_3

Brazil, waktu setempat.


Dua hari telah berlalu Serena gadis cantik berambut panjang itu sudah cukup membaik walaupun luka yang dialaminya masih terasa basah dan sedikit ngilu serta berdenyut jika Serena melakukan aktifitas berlebihan.


Hari ini Serena diberitahukan jika ayahnya malvin akan segera tiba untuk menjemput nya hal itu membuat Serena terkejut sekaligus senang bukan main. Bibi Lui yang merawat Serena dengan baik tersenyum saat melihat wajah Serena yang tampak berseri.


" nona " ucap bibi Lui.


" Serena! nama ku Serena " ucap gadis itu lagi enggan untuk dipanggil nona oleh wanita yang seumuran dengan nenek nya. Bibi Lui tersenyum dan mengangguk saja. " baiklah. Jika itu maumu Serena. Ya nama mu sungguh cantik seperti orangnya " puji bibi Lui lagi dan Serena hanya tersenyum dan tersipu malu.


" terimakasih " ucap Serena lagi menatap lekat kearah bibi Lui hingga wanita berumur itu tampak mengerutkan dahinya pelan. " Terimakasih karena kau sudah baik dan mau merawat ku walaupun kita tak saling mengenal tapi setidaknya kau membuat aku merasa nyaman. '' ucap Serena dengan pelan hingga bibi Lui terkekeh kecil.


" Sudah sebaiknya aku begitu Serena. Aku senang bisa mengenal mu. '' ucap bibi Lui lagi.


" Namun aku masih berharap kau mengatakan sesuatu tentang ramalan itu '' ucap Serena dan bibi Lui tankan terkejut. " maaf saat itu aku menguping pembicaraan mu dengan dia '' ucap Serena lagi yang menatap kearah lain.


" belum saat nya Serena. Sebagian orang tak mempercayai tentang sebuah ramalan '' ucap bibi Lui lagi.


" Tapi aku tertarik!'' ucap Serena cepat.


" Kau akan tau nanti Serena.'' ucap bibi Lui lagi dan Serena diam saja namun mengangguk kemudian. " Apa rombongan ayahku sudah tiba ? " ucap Serena menanyakan kedatangan ayahnya.


" sepertinya belum " ucap bibi Lui lagi. " Apa kau sudah meminum susu dan buah mu? '' ucap bibi Lui lagi.


" Ya aku sudah. '' jawab Serena cepat membuat bibi Lui tertawa ringan dibuatnya.


CEKLEK

__ADS_1


" nona. Tuan Ex memanggil " ucap seorang wanita muda menunduk dengan sopan tak berani menatap kearah Serena.


" hmm " Serena hanya menyahuti seadanya saja lalu beralih menatap kearah bibi Lui. " Aku harap dia tidak membuat diriku marah bibi Lui! " ucap Serena lagi.


" Ayo temui dia. Atau mungkin rombongan ayah mu sudah tiba '' ucap bibi Lui lagi dan Serena hanya mengangguk kecil dibuatnya. Serena segera berlari kecil kearah cermin untuk melihat penampilan nya saat ini.


sedangkan disisi lain Malvin sudah tiba dikediaman mewah seseorang yang tak dikenalnya. Sifat waspada yang berada di dalam dirinya seketika muncul dengan manik yang mengawasi sekitar.


Malvin ditemani Matt dan Edgar serta empat anak buahnya bersenjata lengkap terus melangkah mengikuti seseorang yang akan membawa mereka pada si pembawa berita. Edgar salah satu anggota predator yang memiliki penglihatan yang tajam terus menelisik lingkungan asing beserta orang-orang yang berada disana.


" Silahkan tuan-tuan tunggulah disini terlebih dahulu. Tuan kami akan segera tiba.'' ucap seseorang berkata dengan sedikit datar membuat Malvin dan lainnya menatap kearah orang tersebut.


" Jangan membuat kami menunggu terlalu lama! panggil tuan mu segera mungkin '' ucap Edgar seraya mengibaskan tangan kanan nya layak nya seorang tuan rumah yang memerintahkan bawahan nya. Orang itu hanya mengangguk tanpa mau menjawab dan berlalu pergi dari sana.


" Tetaplah waspada. " ucap Malvin yang akhirnya duduk dengan wajah tenang. Edgar dan Matt pun akhinya duduk jangan manik mereka terus menatap ke sekeliling nya seperti sedang mencari sesuatu.


" Siapa kau! dan tidak perlu basa-basi! kau mengatakan tentang putriku! sekarang dimana dia? '' tajam Malvin menatap lekat Ex dengan tajam.


Ex lelaki itu duduk dengan tenang dibawah tatapan membunuh para tamunya. Gerakan nya terlihat sangat tenang seperti tak takut jika jiwa dan nyawanya terancam.


" Putrimu ada disini tuan " ucap ex tenang.


" Dimana! panggil dia dan jangan mencoba untuk menipuku! Jika itu terjadi maka kau dan seluruh bangunan ini akan hancur dalam hitungan detik '' ancam Malvin tegas dan angkuh.


Ex lelaki itu terkekeh melihat sikap arogan Malvin yang sama persis dengan serena dimana manik dan intonasi nya yang penuh dengan penekanan.


Kini lelaki itu menyadari jika para wanita yang berada di lingkungan king tak mudah untuk ditaklukan termasuk Serena gadis berwajah manis dengan rambut bergelombang indah, senyuman nya yang teduh memiliki sejuta racun didalam nya.

__ADS_1


Tak lama pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sesosok gadis yang berwajah cantik, manik gadis itu berkeliaran ke segala penjuru ruangan itu.


" Daddy! " pekik Serena senang dan berlari kearah Malvin dan langsung memeluk erat tubuh ayahnya.


" Kau baik-baik saja '' ucap Malvin lagi dan Serena mengangguk dengan tersenyum.


" Aku ingin pulang dad. Aku merindukan mommy dan juga para saudara ku. Pasti nenek saat ini mencemaskan aku bukan? ayo katakan padaku, apa nenek memarahi mu dad? '' ucap Serena manja menangkup wajah ayahnya dengan manik yang berbinar polos.


Ex mengerutkan dahinya saat melihat tingkah Serena yang jauh berbeda saat bersama nya dingin dan keras. Serena yang tangguh seolah hilang dan berubah menjadi kucing penurut yang sangat menggemaskan.


" Katakan pada Daddy bagaimana bisa kau dan Ryu tidak ada di arena ? '' tanya Malvin lagu seraya merapihkan anak rambut putrinya yang jatuh dengan bebas. Senyum Serena hilang kala ia baru mengingat tentang Ryu. " Serena. " ulang Malvin lagi.


" Aku tak tau dad. Bisakah kau bertanya dengan lelaki itu! bahkan aku belum bertemu dengan Ryu dan juga... '' ucap Serena menatap Ex dengan senyum licik nya. Ex diam saja dan menatap balas tatapan penuh arti itu. " hiks...hiks.. '' Serena tiba-tiba menangis dan memeluk ayahnya membuat Malvin bingung begitu pun Matt dan Edgar. " Daddy dia melukai ku! " ucap Serena menunjuk Ex yang duduk dengan tenang.


Malvin melirik kearah Ex dan seketika para anak buah malvin langsung menodongkan senjatanya kearah Ex yang masih duduk dengan tenang. Ex lelaki itu tentu saja terkejut namun demikian hatinya tergelitik dengan tingkah pengadu Serena.


" Apa yang dia lakukan? '' tanya Malvin dingin.


" mendorong ku hingga pecahan guci menancap di beberapa bagian tubuhku! Lihat ini.. " ucap Serena seraya menaikkan gaun panjangnya hingga kaki dan paha mulus itu terpampang jelas. Sontak Matt dan Edgar menelan ludah saat melihat putri Malvin begitu sangat berani.


" ohh astaga '' pekik Malvin saat melihat perban berdarah di kaki putrinya itu. Serena meringis seketika. '' berani sekali kau menyentuh putriku! '' pekik Malvin geram yang maju melangkah untuk menghajar Ex namun seketika.


CEKLEK.


" jaga sikap mu tuan! Kau lupa sedang berada dimana!! '' ucap seseorang dan Malvin langsung menoleh dan melihat ada beberapa orang tak dikenalnya. Entah bagaimana mereka bisa masuk dan Malvin menyipitkan maniknya sesaat.


Serena terkekeh dan menatap sinis Ex yang menatapnya dengan tajam. Matt dan Edgar menyadari pandangan mereka yang memiliki maksud dan makna lain.

__ADS_1


Wanita ini benar-benar penuh kejutan. Separuh ramalan itu mengatakan benar jika para keturunan king memang licik dan penuh tipis muslihat. Wajah polos mereka hanyalah topeng belaka.


__ADS_2