
Seperti yang Athena ucapkan kemarin jika hari ini ia akan menghabiskan waktunya bersama dengan Rayzen, sedangkan di Gold mansion kabar jika Athena tak pulang kini sampai ke telinga Remigio sang ayah.
Berkali-kali George maupun Valera menghubungi Athena tapi sama sekali tak satupun panggilan yang terjawab. Remigio bersikap tenang untuk masalah putrinya terlebih sifat Athena saat ini memang sulit untuk dimengerti.
" Sweatheart biarkan dia menenangkan dirinya terlebih dahulu. " ucap Remigio berkata lembut pada sang istri.
" tapi Remi.. dia tak pulang kerumah '' kesal Valera kepada Remigio yang menganggap hal ini sepele.
" sudahlah. Ada Sean yang akan menjaganya dari jarak jauh " ucap Remigio dan akhirnya Valera menghiraukan perkataan Remigio dan memilih pergi. Remigio hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istri serta putrinya yang sama-sama keras kepala.
Tak lama Kenneth datang dan menyapa Remigio. Remigio tersenyum hangat pada putranya itu.
" Ada apa dad ? '' tanya Kenneth seakan mengerti jika ayahnya sedang tak baik-baik saja.
" Daddy tidak apa-apa Kent. Bagaimana dengan pencarian wanita itu apakah membuahkan hasil ? '' tanya Remigio dan Kenneth menggeleng tegas. " berhati-hati lah Kent. Daddy sangat khawatir '' ucap Remigio dengan raut wajah sendunya dan Kenneth hanya mengangguk seraya memberikan senyuman hangat nya.
Disisi lain Athena sedang asyik menyusuri pesisir pantai bersama dengan Rayzen. Athena yang hari itu hanya memakai pakaian kasualnya tampak cantik alami Rayzen tersenyum geli dibuatnya.
" ini indah bukan ? '' tanya Athena tersenyum manis menatap hamparan lautan yang luas dihadapannya itu sedangkan Rayzen tersenyum tipis dengan menganggukkan kepalanya pelan menandakan jika pemandangan lautan itu memang indah dan menyejukkan. " Apakah kau pernah merindukan tempat dimana kau berdiri kokoh kak '' ucap Athena tiba-tiba hingga merubah panggilannya menjadi kakak pada Rayzen.
Rayzen terdiam maniknya menatap sendu kearah lautan lepas bohong jika dirinya tak merindukan semuanya. Dimana dirinya yang dulu adalah seorang prajurit, dimana ia belajar dari nol hingga pada saat itu tugas memanggilnya.
Tapi kini semuanya telah berubah, mereka memutuskan hak Rayzen secara sepihak dan itu sangat tak adil bukan ? Athena yang melihat Rayzen murung merasa bersalah.
" Maaf aku tak bermaksud... '' ucapannya terhenti kala melihat seseorang yang dikenalnya sedang menatap tajam. Rayzen bingung dengan ekspresi Athena lalu ia menoleh kearah pandang yang sama dengan Athena.
Seorang lelaki muda berwajah khas sedang tersenyum penuh arti sembari membuang sebatang rokok nya yang telah habis ia hisap. Rayzen mengeryitkan dahinya pelan sedangkan Athena hanya diam menampilkan wajah datarnya.
" Athena " seru George tiba-tiba sudah berada di belakangnya dan Athena hanya melirik sekilas dan memperlihatkan senyum kecilnya pada George.
Rayzen menatap lelaki bermanik biru itu lalu dirinya beralih menatap Athena yang tiba-tiba diam bagaikan patung tak bernyawa.
" ternyata kau disini ? aku menghubungi mu berkali-kali tapi tak ada satupun jawaban darimu Athena. " ucap George kini nada bicaranya mulai terdengar tegas.
" apakah kau ingat dengan kata-kata ku terakhir ? '' pandang Athena lekat-lekat wajah George yang kini sudah memerah menahan rasa kesalnya.
Rayzen merasa ini sebuah pembicaraan yang serius akhirnya ia pamit untuk menuju mobil yang terparkir tak jauh dari tempat itu dan akan menunggu Athena hingga selesai.
sebelum pergi Rayzen mengulas senyum nya kepada George dan George hanya diam seraya menatap tajam Rayzen, kini hanya ada Athena dan George saja tapi keduanya masih saling bungkam.
__ADS_1
" Harus sampai kapan kau seperti ini Athena.? kenapa kau berubah menjadi egois dan tak berfikir panjang. Kau bertindak semaunya tanpa memikirkan konsekuensi yang akan kau terima nanti, apakah kau tak tau jika aku sangat menghawatirkan mu '' ucap George menatap Athena yang hanya memalingkan wajahnya saja. '' Apa yang membuatmu seperti ini '' ucap George semakin gencar berkata tegas pada Athena.
Athena masih diam dengan keterbungkaman nya justru ia betah memandang lautan didepan matanya, hingga George merasa geram karena diabaikan.
AGHHH
rintih Athena saat George menarik kasar pergelangan tangannya yang memar, tapi George tak peduli dan kini semakin menatap Athena dengan tajam.
'' kau.. '' ucap Athena dan George semakin mengencangkan cengkeramannya hingga Athena meringis tertahan.
" bagaimana apakah sakit hmm ? " tanya George dan Athena hanya diam tetapi tangannya berontak untuk melepaskan cengkraman George. " lalu bagaimana dengan luka lain jika terjadi sesuatu padamu Athena " sentak George hingga Athena terdiam dan menatap dalam manik biru itu.
George menatap balik dengan cara yang sama, tapi kemudian George melepaskan cengkraman tangannya pada tangan Athena dan melihat bekas luka memar disana.
" Athena.. maaf.. aku tidak tau jika tanganmu memar " ucap George meraih tangan Athena untuk ia lihat, Athena bergeming menatap lelaki dihadapan nya kini " ada apa dengan dirimu Athena. Bicaralah " ucap George lirih.
DUARRRR
suara ledakan itu sontak membuat keduanya terlonjak Athena terbelalak saat melihat mobil dimana Rayzen berada di dalamnya meledak dengan hebat.
" Ray.. Rayzen !! " pekik Athena hingga berlari menuju kearah mobil yang sedang mengeluarkan api yang sangat tinggi, George terhenyak dan mengikuti langkah Athena. " No.. Rayzen !! " teriak histeris Athena saat melihat si jago merah melahap habis mobilnya.
" siapa ? siapa yang melakukannya. !! " sentak Athena meraung didekapan George.
" Athena tenanglah !! " ucap George lagi hingga suara seseorang yang terbatuk-batuk dengan rintihan kecil mengalihkan perhatian keduanya.
seorang lelaki sedang merangkak tak jauh dari mobil tersebut, George memicingkan matanya pelan lalu Athena segera berlari menghampiri lelaki itu.
" ohh tuhan Rayzen " ucap Athena senang karena Rayzen masih hidup walaupun keadaanya tak baik-baik saja. " aku akan membawa mu kerumah sakit. " ucap Athena lagi.
DODODODOR !!
Athena dan George merundukkan tubuhnya begitupun dengan Rayzen walaupun dengan keadaan yang tak memungkinkan. Athena segera beranjak dan meraih tubuh Rayzen untuk berlindung.
" berikan dia padaku. Sebaiknya kau lawan mereka. " ucap George tiba-tiba dan Athena mengangguk tegas.
DODODODOR !!
DODODORDODODOR !!
__ADS_1
Athena melakukan aksi balas pada beberapa orang yang bersembunyi, George segera berjalan dengan cepat seraya meraih tubuh Rayzen untuk menuju mobilnya.
DODODODOR !!
PRANGGG
" sial !! Matilah kalian !! " sentak Athena.
DODODODOR !!
AGHHH
DODODORDODODOR !!
" Aku tak akan tinggal diam !! " ucap Athena lagi hingga beberapa orang ambruk begitu saja. Athena meraih tubuh salah satu dari mereka untuk dijadikan tameng hingga tiba di mobil milik George.
Tapi Athena berubah fikiran saat orang tersebut masih hidup dengan pandangan sayu nya, Athena segera menarik cepat lelaki tersebut untuk masuk ke dalam mobil bersama nya.
George seketika menatap heran tapi Athena memilih untuk diam dan mencekik leher lelaki itu dengan kuat. Lelaki itu sontak terkejut dan berusaha untuk melepaskan tangan Athena yang membelenggu di lehernya tapi Athena tak mau mengalah dan justru kini dirinya naik dan duduk dipangkuan lelaki itu.
" Katakan siapa yang menyuruh mu !! '' desis Athena dengan penuh penekanan hingga mata lelaki itu terbelalak lebar dibuatnya '' tak sayang nyawa hmm ? '' ucap Athena lagi tapi lelaki itu menggeleng pelan dan perlahan maniknya mulai terpejam.
DUAKKK
Athena marah saat melihat lelaki itu mulai memejamkan matanya, seketika lelaki itu menjerit lirih kala kepalanya dibenturkan kesamping body mobil milik George.
" jangan membuatku semakin marah brengsek !! '' teriak Athena kesal hingga Rayzen yang berada di jok depan tersentak karena terkejut mendengar suara Athena yang keras dan lantang.
George hanya fokus pada kendali setirnya. Untung saja tidak ada yang mengikutinya dari arah belakang meskipun begitu ia harus tetap waspada karena membawa seorang lelaki yang butuh pertolongan.
AGHHH
jeritan lelaki itu lagi-lagi mengundang Rayzen untuk melihat apa yang terjadi. Athena menekan kejantanan lelaki itu guna mengancamnya.
" kami hanya disuruh nona. Itu saja '' ucap nya itu dengan nafas tersengal.
" itu bukan jawaban yang ku inginkan '' sentak Athena lagi. '' Chaiton !! Apa lelaki itu yang menyuruh mu ? '' ucap Athena lagi dan lelaki itu hanya diam menatap takut pada gadis dihadapannya kini.
Athena tersenyum tipis lalu memukul pelipis lelaki itu hingga jatuh tak sadarkan diri, George hanya menggeleng kepalanya pelan melihat kelakuan Athena yang melebihi ibunya sendiri. Sedangkan Rayzen hanya diam tapi sebuah senyuman terpatri di bibirnya.
__ADS_1