
Larissa dan Xavier Wang saling berhadapan satu sama lain, setelah memutuskan untuk membersihkan diri dengan memakai gaun yang telah tersedia. Larissa di giring oleh seorang lelaki berkulit hitam untuk menemui Xavier Wang.
Kini baik Larissa dan Xavier saling bertatapan dengan tajam seolah sedang berlomba tatapan siapa yang paling mematikan. Xavier bisa merasakan aura membunuh dari diri Larissa yang sama seperti dirinya yang dikenal dengan sebutan psikopat.
" Apa kau sudah tau apa kesepakatan itu? " ucap Xavier akhinya mengalah dan berbicara terlebih dahulu pada Larissa.
" Kesepakatan yang mana yang sedang kau bicarakan ? "dingin Larissa
" Tentu saja kesepakatan kita! '' imbuh Xavier lagi dengan senyum menggodanya.
" Kau sepertinya sedang bermimpi tuan Xavier! Tidak ada kesepakatan yang terjalin diantara dua orang yang tidak saling mengenal. Kesepakatan yang terjalin hanya antara aku dan Nando sialan itu! Bisa aku tebak kau sedang menginginkan sesuatu bukan? " ucap Larissa menatap Xavier dengan senyuman kecil nya.
" Benar! kau sangat cerdik Larissa! Aku yang memberi perintah kepada Nando untuk mengambil serum milik mu! Namun aku tak menyangka jika lelaki itu bergerak sangat cepat. Bukan kah itu keberuntungan ku? " ucap Xavier lagi hingga Larissa tak mengerti dibuatnya.
Kesepakatan yang terjalin antara dirinya dan Nando bukan untuk masalah ini, namun Xavier justru membicarakan soal serum. Apa ada yang tidak Larissa ketahui?
" Kau sedang memikirkan apa? " kekeh Xavier lagi. " ingat dengan kejadian beberapa tahun silam dimana kau menebar racun di wilayah Oglo? wanita ku berada di tempat itu saat kejadian dan dia tewas karena ulah mu! " ucap Xavier lagi dengan sorot mata yang kelam menatap seorang Larissa Dutton.
" Oglo? para manusia serakah yang ingin mengambil wilayah kekuasaan ku! kekuasaan seorang Larissa Dutton! Apakah kau bagian dari mereka? " tebak Larissa lagi " lalu apa hubungan nya dengan Nando! " ucap Larissa lagi
" Tentu saja aku bagian dari Oglo! Aku salah satu putra nya. Dan kau telah membunuh wanitaku! " sentak Xavier lagi hingga Larissa tertawa seketika.
" Tak ku sangka aku bertemu dengan salah satu putra Omara oglo. Lalu kau ingin apa? balas dendam? " ucap Larissa santai seperti tak takut dengan ancaman Xavier. " Lagipula kau dan aku bergelut di dunia yang sama tuan Xavier! kematian adalah hal yang kecil, anggap saja kematian wanita mu adalah bentuk karma kalian yang berani mengusik ku '' ucap Larissa dingin dengan seringai kecil di bibirnya.
Xavier yang mendengar hal itu marah dengan cepat dirinya berjalan kearah Larissa dan.
GREPPP
Xavier mencekik erat leher jenjang Larissa hingga gadis cantik itu kesulitan untuk bernafas. Terlihat jelas jika sorot manik Xavier sedang berapi-api.
PRANGGG
AGHHH
Xavier menjerit kala sesuatu benda mengenai kepalanya hingga berdarah. Larissa meraup oksigen sebanyak-banyak nya hingga nafasnya ikut tersengal.
" sialan kau! " maki Larissa yang langsung menginjak kaki Xavier hingga lagi-lagi lelaki itu mengerang kesakitan. Namun
__ADS_1
GREPPP
" menjijikan! " pekik Larissa saat sebuah tangan melingkar erat di pinggangnya. Larissa berontak dan terus meronta saat cengkraman erat ia rasakan.
" Kau memang tak bisa diajak bicara baik-baik Larissa! Jangan salah kan aku jika berbuat kasar padamu " tekan Xavier dan Larissa menatap nyalang hingga lagi-lagi tangan gadis itu mendarat di wajah Xavier.
BUGHHHH
Xavier tertegun namun seringai nya muncul pukulan itu cukup menyakitkan namun semakin rasa sakit itu nyata maka semakin Xavier menggila dengan jiwa iblis nya.
PLAKKK
PLAKKK
dua tamparan dilayangkan oleh Xavier hingga Larissa terhuyung dan jatuh dibuatnya. Tak hanya disana lelaki itu menjambak kuat rambut panjang Larissa hingga wajah mereka saling menatap satu sama lain.
" Kau membangkitkan jiwa iblis ku Larissa! " ucap rendah Xavier hingga Larissa tertawa sarkas dibuatnya
" iblis yang mana yang aku bangunkan? " tawa Larissa dengan kencang saat rambutnya masih terus dijambak erat oleh lelaki itu.
" Kau tak akan pernah bisa lepas dari genggaman ku! Kau milikku! dan kau akan menjadi pengganti wanita ku yang tewas. Namun kau cukup agresif dan aku menyukainya '' imbuh Xavier dengan menjilati sudut bibi Larissa yang berdarah hingga
" bedebah! " Raung larissa lagi tak terima dengan sentuhan menjijikan dari lelaki asing dihadapannya. " Kau salah berhadapan dengan ku sialan! jika kau berpikir dirimu iblis maka aku ratunya. Mari kita selesaikan '' seringai Larissa tercetak jelas hingga sorot matanya tak lagi sama.
DUAKKK
AGHHH
Larissa memukul dada Xavier dengan lututnya hingga tubuh gadis itu berada di atas tubuh Xavier. Tangan Larissa mencekik erat leher Xavier namun Xavier dapat melepaskannya.
BRAKKKK
Xavier menghempas tubuh Larissa ke dinding hingga terdengar suara yang keras seperti retakan tulang. Namun gadis itu tersenyum menakutkan.
" AGHHH! " teriak Larissa berlari dengan sisa tenaganya kearah Xavier.
SRETTTT
__ADS_1
SRETTTT
" tuan! " pekik seseorang yang datang tiba-tiba karena mendengar suara keributan di dalam ruangan milik tuannya. Larissa yang melihat itu segera mengambil sesuatu di atas meja milik lelaki itu.
DUAKKK
Eghhh!
lenguhan Larissa terdengar nyata saat tubuh nya terhempas lagi dengan tubuh Xavier yang kini berada di atas tubuhnya. Nafas keduanya tersengal
PLAKKK
PLAKKK
" Tuan hentikan! " ucap seseorang lagi melerai pertengkaran tak biasa yang terjadi antara sang tuan dengan tamu wanitanya. " tuan sudah! " ucap seseorang lagi namun Xavier tak mendengar dan terus menampar Larissa begitu pun dengan Larissa yang ikut balas menampar pipi Xavier hingga wajah mereka sama-sama babak belur.
AGHHH
erang Xavier saat jemari Larissa mencengkram rambutnya kasar dengan sikut yang menekuk hingga Xavier terasa tercekik. Anak buah Xavier dibuat panik saat melihat itu mereka tak menyangka jika wanita yang dibawa tuannya bukan wanita lemah. Mereka seperti seekor predator yang sedang mempertahankan daerah kekuasaannya.
BYURRRR
seseorang datang dan langsung menyiram air dingin pada mereka berdua hingga keduanya gelagapan dan saling tersengal. Rasa sakit di area pipi dengan luka robek yang mereka berdua rasakan seolah diabaikan begitu saja.
" Bawa wanita ini dan ikat kedua tangan nya! Aku belum puas menyiksa wanita ini dengan tangan ku! " teriak Xavier murka hingga Larissa dengan cepat dibawa oleh para anak buahnya dengan keadaan lemas dan bertenaga.
Xavier meremas rambutnya sendiri seolah sedang mengendalikan sisi liar dalam dirinya selama ini, julukan psikopat yang tersemat untuk dirinya seolah sedang menguasai lebih.
" ****!!! " kesal Xavier setelah berhasil menenangkan dirinya walaupun nafasnya sedikit memburu. Perkataan, sikap, dan wajah Larissa seolah sedang menantangnya!
Menantang seorang Xavier Wang yang yang banyak dijuluki iblis nya para Oglo. " kau benar-benar menantang ku Larissa! Jadi Ramalan itu benar? apa ini merupakan garis hidup ku? Larissa Dutton akan berada didalam cengkraman ku? menjadi teman hidupku dimasa mendatang walaupun banyak sekali rintangan yang harus kami lalui? hehh terdengar konyol namun aku harus segera menemui bibi Rui! Pasti Ex sudah mengetahui semuanya '' gumam Xavier lagi dengan menatap lurus kedepan.
Sedangkan di sisi lain Larissa dibawa kesebuah ruangan kosong milik Xavier. Ruangan itu pengap dan gelap hanya sebuah lampu remang yang menerangi ruangan itu.
Anehnya Larissa tidak berontak maupun menyerang para anak buah Xavier dirinya seolah rela jika diperlakukan kasar oleh lelaki yang tak dikenalnya itu.
Kedua tangan Larissa di ikat dengan posisi tubuh berdiri. Rambutnya yang panjang menjadi sangat berantakan dengan keringat yang membasahi sebagian tubuh dan wajah nya. Maniknya menyorot penuh ruangan sekitar.
__ADS_1
Takdir apa ini? Bertemu dengan lelaki brengsek itu lalu mengklaim diriku sebagai pengganti kekasihnya yang telah tewas. Bertarung dengan psikopat gila itu hingga aku berakhir disini dengan perasaan suka rela? ohh kau sudah gila Larissa! benar-benar gila. Maka lihatlah kegilaan ku mulai detik ini Xavier Wang! akan ku buat kau bertekuk lutut dibawah kaki ku! Larissa Dutton tak akan pernah main-main dengan ucapan nya. Batin Larissa bersumpah dengan penuh keyakinan.