
PLAKKK
PLAKKK
Athena menampar kedua lelaki yang ditugaskan untuk menjaga rayzen saat dalam masa perawatan nya. Matanya melotot tajam menatap kedua lelaki yang hanya menunduk dengan rasa bersalah.
'' Tidak berguna !! '' ucap Athena memekik. " Apa yang kalian kerjakan hingga Rayzen bisa menghilang begitu saja. !! '' teriak Athena lagi
" Maaf nona kami lalai '' ucap salah satu dari mereka dengan pandangan tertunduk. " Kami dikelabui " ujarnya lagi dan Athena hanya diam seraya mengerutkan dahinya pelan. Senyum tipis nya terbit begitu saja membuat kedua lelaki yang menunduk bergidik ngeri di buatnya.
" Kalian memang lalai dan kini kita tak tahu dimana Rayzen berada. Wanita sialan itu pasti dia pelaku nya '' desis Athena dengan nafas memburu, pandangan nya masih terkunci pada kedua anak buahnya.
" Lokanne ? '' picing George dan Athena mengangguk mantap tanpa menoleh kearah lelaki bermanik biru.
" Nona kita masih bisa melacak nya melalui jam tangan milik tuan Rayzen. Kami melihat jika tuan Rayzen masih menggunakan jam tangan itu " ucap salah satu anak buah nya menatap Athena dengan lekat. Athena hanya mengangguk dengan samar walaupun ia tak yakin.
Sudah empat jam Rayzen menghilang. Athena tampak gusar dibuatnya, ia tak mau terjadi sesuatu hal buruk pada Rayzen dalam kondisi seperti ini. Ledakan yang dibuat para anak buah Lokanne membuat Rayzen terluka hingga membuat putri sang Lady itu tampak berapi-api.
Athena dan lainnya bahkan dibantu oleh Alland dan juga Blue serta George untuk menemukan jejak keberadaan Rayzen dari jam tangan digital milik lelaki mantan tentara itu, namun sepertinya mereka cukup kesulitan.
Sebuah titik berwarna biru terus bergerak dan memunculkan tanda merah pada suatu titik tertentu, manik Athena melebar saat ia mengenali tempat yang telah dimunculkan oleh benda berbentuk pipih itu.
" Siapkan penerbangan saat ini juga. '' tegas Athena beranjak dari kursi kebesaran nya menatap Alland dan Blue secara bersamaan. George yang memejamkan mata nya sontak membuka dan langsung menatap kearah Athena.
" Sayang. '' ucap George namun Athena hanya tersenyum miring. " Sayang apa harus malam ini ? '' tanya George dan Athena mengangguk saja. " Tapi... '' ucapan nya terhenti kala gadis bermanik hitam itu mencium bibirnya dengan lembut tanpa menghiraukan Alland dan Blue yang langsung mengalihkan pandangan nya.
Dalam kegiatan hangat itu George melirik kearah Alland dan Blue. Kedua lelaki berbeda usia itu terlihat kikuk dalam situasi namun pada akhirnya mereka berdua memilih keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan pasangan kekasih yang sedang dilanda mabuk asmara bermesraan sebelum pergi.
*****
Ditempat Maxim berada saat ini.
DODODODODOR
DODODOR
Maxim yang pada saat itu sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat tiba-tiba diserang dari dua sisi. Maxim yang diapit di kanan dan kirinya membuat putra dari Ellara itu kesulitan.
TRANGGGG
BRAKKKK
__ADS_1
Tak hanya itu segerombol orang yang tak diketahui merusak mobil mewah milik Maxim. Anak lelaki Ornaf dan Ellara itu berusaha untuk meredam amarah nya saat ini.
'' Awas saja kalian !! '' desis Maxim detik kemudian dirinya memacu kecepatan mobil nya dengan tinggi menuju tempat sepi untuk membalas setiap serangan yang mereka lakukan.
Siystem Activ.
Maxim segera membuka dashboard untuk mengambil senjata milik nya. Kedua mobil asing masih terus mengikuti nya Manik nya berkilat marah saat ini.
DODODODORRR
DODOODODORRR
Tembakan yang Maxim layangkan tepat sasaran. Mobil musuh mulai oleng dan terlihat tak seimbang meski begitu Maxim masih merasa tak puas.
DUARRR
Kobaran api seketika langsung melahap kedua mobil yang beriringan itu pastinya mereka tak menyangka jika Maxim akan mengakhiri nya dengan cepat.
DUAKKKK
Maxim terkejut saat mendapat sebuah hantaman dari arah depan manik nya terbelalak lebar saat melihat sebuah mobil yang mirip dengan tank akan segera melindas nya. Manik Maxim menyipit kala ia mengetahui sosok itu.
" Lorenza!!! " teriak Maxim lantang dengan tangan terkepal sempurna, Tak ada pilihan lain Maxim harus segera keluar dari mobilnya sendiri demi menghindari lindasan sialan yang dilakukan oleh lelaki yang diwaspadai oleh king bahkan ibunya sendiri.
Krakkkkk
Maxim terhempas kepinggir jalan begitu saja. Suara desiran yang menakutkan baru saja ia dengar mobil mewah miliknya kini hancur dibagian depan karena dilindas dengan mudah.
DODODODORR
Dengan brutal Maxim menembakkan pelurunya begitu saja kearah target. Namun sial nya lagi mobil yang mirip dengan tank itu anti peluru hingga apa yang dilakukan oleh Maxim tak berpengaruh apa-apa dan berakhir sia-sia.
" Aghhhh sialan kalian semua !! " teriak Maxim menggelegar, nafasnya naik turun dengan sorot mata yang tajam.
DUAKKK
AGHHH
Seseorang menendang punggung nya begitu saja. Maxim tersungkur namun sedetik kemudian ia tersenyum dengan tengil. Manik nya menatap remeh pada beberapa orang yang datang mengepung nya.
" ingin bermain-main hmm ? '' ucap Maxim jenaka " Baiklah akan ku kirim kalian pada raja neraka '' desis Maxim lalu dirinya bersiap-siap dan mengambil ancang-ancang hanya sebuah senjata yang berada di tangan nya kini.
__ADS_1
Maxim berlari dan maju untuk menyerang, rupanya mereka menyambut serangan Maxim dengan penuh semangat dan mata yang berbinar. Maxim dengan gesit melakukan gerakan-gerakan handal milik nya, melawan mereka bukanlah hal yang sulit namun Maxim harus tetap waspada dengan keadaan sekitar.
KRAKKKK
AGHHHH
Maxim berhasil memutar salah satu pangkal leher dari mereka hingga berlawanan arah. Sontak aksi tersebut membuat para lelaki yang menyerang nya terkejut bukan main. Maxim terkekeh geli melihat ekspresi dari mereka yang menggelikan untuk nya.
" Baru satu hmm " kekeh Maxim dengan tenang. Namun perlahan mereka yang menyerang memundurkan langkah nya seperti takut akan sosok Maxim.
Tak.
KRAKKK
aghhh
Lompatan Maxim begitu sangat sempurna hingga dirinya berhasil meraih salah satu tangan seorang lelaki dan memutarnya dengan gerakan seratus delapan puluh derajat.
DODODODOR
Maxim tak ingin berlama-lama ia langsung menembakkan kembali peluru nya kearah musuh yang tersisa hingga tumbang. Maxim tersenyum penuh keangkuhan dan menepuk pelan telapak tangan nya seolah-olah ia baru saja memegang sesuatu yang kotor.
prokkk prokkk prokkk
Suara derap langkah kaki seseorang mengusik Maxim kembali. Putra dari Ellara itu menoleh dan mendapati pelaku yang melindas mobil nya sedang berjalan santai seraya menatap nya dengan tajam.
Maxim menyipit melihat lelaki yang usianya berbeda sangat jauh dengan nya. Lorenza ? inilah wajah Lorenza sesungguhnya. Lelaki yang tak lain paman sang ibu sekaligus adik dari Frazzes Willyam.
" Kau sangat tangguh anak muda. '' ucap Lorenza dengan sikap tenang nya. " Kau sangat hebat sama seperti ibumu yang tak tau berterimakasih itu '' sinis nya lagi.
" Diam !! " teriak Maxim lantang dengan marah karena mendengar perkataan lorenza. Lorenza terkekeh kecil saat melihat Maxim yang marah dan mulai tersulut emosi. " Seharusnya kau mati saja sejak dulu hingga kau tak jadi benalu di dunia ini. Dan aku sangat yakin kalau kau bersembunyi karena kau takut melawan kami bukan.? '' ucap Maxim dengan tenang Lorenza yang mendengar nya cukup geram namun sebisa mungkin ia tahan. Tujuannya adalah untuk membawa maxim dan melukai nya agar begitu Ellara keluar dan mencari keberadaan putranya dan pada saat itu Lorenza akan menyiksa dan membunuh Ellara seperti yang dilakukan oleh Ellara dulu pada Frazzes willyam.
SHOTTT
JLEBBB
Insting seorang Maxim sangat peka hingga dirinya berhasil menghindar dari serangan penuh tipu muslihat yang dilakukan oleh Lorenza. Maxim menajamkan pandangan nya saat ia melihat sebuah jarum tergelatak tak jauh dari tempat nya berada.
" Licik. Namun aku suka '' ujar Maxim yang seperti menikmati waktu nya kini. Lorenza mengumpat kasar dengan tangan terkepal. Melesat bidikan nya melesat hingga tak mengenai target.
" Mati saja kau !! "
__ADS_1
DORR