
sudah tiga hari semenjak Athena sadar dirinya hanya terus menetap di dalam ruangan yang mewah nan berkelas itu, walaupun Areez selalu menemuinya disaat waktu yang senggang tapi tetap saja Athena masih menjaga jarak dengan Areez.
" Kenapa aku tidak mengingat apa-apa. Bahkan nama ku saja aku tak tau apalagi keluarga dan juga teman ku. Ah..menyebalkan '' kesal Athena dengan mendudukkan dirinya dengan kasar di ranjang Quenn size bermotif floral.
Athena memutuskan untuk keluar dari kamar mewah itu, dirinya terperangah karena melihat betapa mewah dan luasnya hunian milik Areez. Athena sampai lupa caranya untuk berkedip kakinya melangkah untuk menuruni anak tangga.
pilar-pilar yang besar nan kokoh menjadi penunjang hunian besar itu, bahkan Athena dibuat terkejut saat melihat setiap anak tangga itu dilapisi emas murni begitu juga dengan beberapa hiasan kuno yang terpajang di dinding yang berwarna kuning keemasan.
Apa dia sangat kaya. Batin Athena.
" Nona " sapa tiba-tiba seorang wanita tua yang berdiri di samping kanannya saat kaki jenjang miliknya sudah menapaki lantai dua bangunan megah itu.
" ahh " kejut Athena dan wanita tua itu terkekeh saat melihat reaksi Athena. " Kau siapa ? " tanya Athena menatap waspada.
" Aku orang yang bekerja di mansion ini nona. " ucapnya sopan dan Athena hanya mengangguk saja seraya memperhatikan sekelilingnya. " Anda butuh sesuatu ? " tanya maid itu ramah.
" tidak, terimakasih aku hanya ingin berjalan-jalan saja " ucap Athena dengan ramah dan wanita tua itu hanya mengangguk tersenyum lembut. " jika begitu temani aku untuk berjalan-jalan disekitar sini. Bagaimana ? " tanya Athena menatap penuh harap.
" seperti yang kau inginkan nona " ucap wanita tua itu dengan mengangguk sopan.
Athena menatap penuh takjub pada hunian milik orang yang tak dikenal nya, ia benar-benar kagum sekaligus menyukai hunian yang hampir mirip dengan istana kerajaan.
Wanita yang berumur lanjut itu hanya tersenyum tipis saat melihat Athena yang tampak menikmati waktunya. Dirinya sudah diberikan perintah oleh tuannya jika apa yang dibutuhkan oleh Athena harus dituruti dengan baik.
Markas utama king.
Thomas dan Dave sudah berada di markas utama. Mereka tentu saja terkejut saat mendapati kabar buruk yang menimpa putri sang Lady.
__ADS_1
Bahkan Hans Maxwell dan putra keduanya Swann ikut datang ke kediaman sang Lady. Mereka sangat terkejut ketika George menjelaskan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu.
" Aku cukup yakin jika Athena ditemukan seseorang " saut Dave dan Thomas mengangguk setuju. Bahkan keempat anggota predator ikut serta dalam pencarian.
" tapi siapa ? kenapa kita tak bisa melacak nya. Bahkan Alexa.. ckckck gadis itu sangat pandai dan lihai tapi kali ini akan menjadi kegagalan pertama nya " gumam Thomas lagi.
Dave mencoba untuk menyusuri tempat kejadian di mana Athena menghilang menggunakan laptop yang tersambung dengan satelit milik king.
Luas ? tempat itu benar-benar luas bahkan Dave mengusap tengkuknya sendiri, ia bagaikan sedang mencari jarum di tumpukan jerami.
Tak lama datang Gabriel dan Maxim bersama dengan Alexandrea. Dave dan Thomas tentu saja menatap tiga pemuda itu dengan penuh tanda tanya terlebih Maxim membawa sebuah kertas ditangannya.
" Ada sebuah kapal yang meninggalkan tempat kejadian dimana kak Athena menghilang. '' saut Maxim dengan datar Dave dan Thomas saling pandang lalu mereka melihat kertas yang dibawa oleh Maxim " jika kak Athena tidak ditemukan hingga dua hari mendatang sudah dipastikan ia telah ditemukakan oleh seseorang. '' ucap Maxim lagi dengan gaya nya yang terlihat elegan untuk pemuda seusianya.
Dave melihat data kepemilikan tentang kapal yang dimaksud oleh Maxim. Manik abunya menatap sangat teliti dan begitu mendetail. Thomas hanya diam seraya memikirkan sesuatu.
" Aku akan menyelidiki nya lebih lanjut. Terimakasih atas informasinya Maxim. hmmm tapi bagaimana bisa kau menemukan hal ini ? " Picing Dave dan Maxim tersenyum tipis dan lebih tepatnya sebuah seringai kecil yang hampir tak terlihat.
'' Jangan remehkan seorang Maxim paman '' kekeh Maxim dengan gaya yang sangat mengesalkan membuat Dave mendelik sinis pada putra pasangan Ornaf dan Ellara itu. '' sudahlah jangan bahas bagaimana caranya aku menemukan itu. Paman cukup menyelidikinya lebih lanjut saja. '' ucap Maxim lagi dan Dave seketika melongo saat mendapatkan perintah secara tak langsung dari seseorang yang usianya sangat jauh.
Maxim melenggang pergi meninggalkan Dave dan Thomas yang hanya diam mematung dengan berbagai ekspresi. Gabriel seketika tertawa renyah saat melihat tampang bodoh dari seorang Dave.
'' Ada apa tuan muda ? '' tanya Dave datar dan Gabriel hanya menggeleng pelan lalu pergi diikuti oleh Alexandrea. '' ckckck. rupanya mereka lebih menyebalkan Thomas '' keluh Dave dan Thomas mengangguk mantap.
'' dan anakku lebih gila lagi dengan bermain banyak wanita. Padahal aku tak seperti itu '' keluh Thomas saat mengingat dan mengenang masa mudanya dulu bahkan bertemu dengan Aranna adalah suatu kebetulan dan keberuntungan. Dave hanya menghembuskan nafasnya pelan.
Sedangkan disisi lain Remigio dan George saling berhadap-hadapan. sisi lain dalam dirinya memaksa untuk keluar saat mengetahui jika putri kesayangannya hilang tak berjejak.
__ADS_1
George merasakan ada aura yang begitu kental pada diri ayah sambungnya itu, George menatap dalam manik kelam yang sama persis dengan Athena dan juga Kenneth.
'' Kau gagal menjaga putriku '' suara berat nan tegas itu mengalun bagaikan melodi kematian. Dingin dan tak ada raut keramahan dalam wajah Remigio yang selalu tersenyum saat melihat George.
George menelan Saliva nya susah payah, Apakah dirinya sudah gagal untuk menjaga wanita yang dicintainya. George kembali menaikkan pandangannya karena ia tak ingin di cap sebagai lelaki lemah.
'' Maafkan aku. Aku lalai, sungguh ini diluar dugaan ku. Aku akan terus mencarinya tanpa lelah. '' ucapan George membuat sosok lain dalam diri Remigio tersenyum sinis.
" Kau memang lalai dan tak bisa menjaga putriku dari serangan yang mengintainya maupun membahayakan nya George. Kau gagal satu langkah. Sebagai seorang ayah aku menginginkan hal terbaik untuk putriku termasuk pendamping hidupnya. '' ucap Remigio kian dingin tak tersentuh menatap tajam pada George yang duduk dihadapannya.
George seketika tersentak tak menyangka dengan ucapan frontal dari Remigio. Manik kelam itu justru menatapnya semakin tajam George berusaha untuk tak terintimidasi dengan tatapan membunuh milik ayah sambungnya.
" Aku minta maaf. Tapi jangan pernah meragukan perasaan ku pada Athena. '' ucap George tak kalah tegas dan kini manik birunya menatap lekat Remigio tanpa berkedip. '' Aku akan terus mencarinya '' lanjut George lagi.
BRAKKKKKK
Prince sisi kelam itu memukul meja kaca dengan tangannya hingga George terkejut tapi dengan cepat ia menetralkan kembali wajah serta perasaanya.
'' Nyatanya sudah satu Minggu kau belum juga menemukan putriku George !! '' sentak Remigio geram menatap nyalang George.
nafas George seketika memburu saat mendengar intonasi tinggi dari Remigio. Siapa yang mau kejadian ini terjadi bahkan dirinya pun enggan dan memilih untuk tidak pergi pada saat itu jika ia tahu akan terjadi sesuatu di luar sana.
" hentikan Prince, ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan. '' ucap Valera tiba-tiba yang ikut bergabung karena dirinya mendengar pembicaraan kedua lelaki berbeda usia kian tak kondusif dan semakin memanas.
George terkejut saat Valera menyebut nama lain. Dirinya bingung dengan nama prince. Valera berdiri dihadapan Remigio yang masih diselimuti oleh api amarah karena menghilang nya Athena.
'' prince ?? '' lirih George dengan ekspresi heran bukan main.
__ADS_1