
" Tunggu! " ucap tiba-tiba Valera menghentikan langkah para cucunya yang hendak pergi. " Aslan lacak kembali! Mereka tak bisa pergi tanpa tujuan! " ucap Valera tegas
Aslan mengangguk dengan cepat dan segera mengutak-ngatik tablet canggih miliknya. Hingga suara dering ponsel milik sang Lady membuyarkan semua orang.
" Hallo! "
" Maaf Lady kami melaporkan jika nona Dyora dibawa oleh seseorang! " ucap orang itu melaporkan kejadian kepada sang Lady hingga raut wajah Valera berubah kelam seketika.
" Dasar tidak berguna! " teriak Valera marah hingga suara nya begitu menggelegar di ruangan dan mamatikan sambungan yang terhubung begitu saja. Aslan terdiam saat melihat aura yang di layangkan oleh nenek nya.
" Aslan! Cepat! " pekik Ezio hingga Aslan terdiam dengan kaku. " Ada apa? " tanya Ezio lagi. Namun aslan segera menghubungi panggilan vido hingga beberapa wajah terlihat di tablet milik nya.
" Tuan muda! " sapa mereka dengan hormat.
" Blokir semua perbatasan! Baik darat maupun laut! Sebuah helikopter asing terdeteksi, mereka membawa Dyora dan juga bibi Athena! " ucap Aslan serius hingga beberapa orang itu mengangguk cepat dan panggilan langsung dimatikan.
Elmer dan Ezio terkejut bukan main saat mengetahui kabar terbaru dari Aslan tentang ibu dan adiknya. Valera diam saja tampak berpikir siapa musuh kali ini.
" maaf nenek aku harus pergi! " ucap Ezio tegas.
" Aku akan membantu! " ucap tiba-tiba seorang lelaki muda bertubuh tinggi dan berkulit putih. " Aku akan membantu kalian untuk menemukan Dyora! " imbuh nya lagi hingga Elmer menyipit tajam lelaki asing yang merupakan tamu sang nenek.
__ADS_1
" Tidak! Orang asing sepertimu tidak ku ijinkan untuk membantu " tajam Elmer.
" Baiklah ku ijinkan! Biarkan dia membantu Elmer... Siapa namamu? " tanya Valera lagi.
" Xinza! " ucap lelaki itu dengan tenang.
" Kau meremehkan kemampuan kami nenek? " picing Elmer namun Ezio terlihat diam seperti mengijinkan Xinza untuk ikut.
" Kau terlalu berdebat Elmer! cepat bergerak! " pekik Aslan sedikit berteriak hingga Elmer dan Ezio pergi begitu saja diikuti oleh Xinza.
Semua orang yang berada di ruangan itu seketika terdiam dengan pandangan saling menentu, tampak terlihat raut kekhawatiran dari wajah Remigio saat mendapat kabar buruk yang menimpa putri dan cucunya.
" Semoga tuhan melindungi Nyonya Athena dan nona Dyora " ucap Bibi Lui dengan mata terpejam terlihat khusuk. Valera dan lainnya menatap hal itu dengan seksama. " semoga tuhan melindungi keturunan kita " imbuh nya lagi hingga mata bibi Lui seperti memancarkan sinar berwarna kuning hal itu membuat para keturunan king terkejut bukan.
" Bibi Lui seperti bisa melihat masa depan, nyonya. Maaf jika kami tak sopan " ucap Ex dengan sopan hingga lady dari king hanya mengangguk pelan.
Di sisi lain keberadaan Dyora.
" No Athena!! " pekik George saat melihat sang istri harus dibawa oleh sekumpulan orang tak dikenal dengan tubuh penuh darah. " Ahhhh!! Keparatt kalian semua! " teriak nya marah dengan mengeluarkan sebuah senjata berbentuk kotak layak nya sebuah kapsul.
Trang!
__ADS_1
" Menyingkir!! " teriak pihak musuh saat melihat George melakukan perlawanan dengan melempar senjata buatan Gabriel.
DUARRRR
AGHHH
Teriakan kesakitan memenuhi arena jalanan yang tampak sepi. George terus memberondong musuh nya dengan senjata yang di milikinya. Namun manik nya terbelalak saat melihat sang putri tak sadarkan diri usai benturan hebat.
" Dyora!! " teriak George lagi karena sang putri dibawa begitu cepat oleh sekumpulan orang berbaju hitam. " Mati kalian semua! " teriak lantang George dengan mengeluarkan senjata yang mirip sebuah kaleng soda.
" itu bom beracun! " teriak seseorang hingga musuh yang terlihat berlari berhamburan begitu saja. George terlihat menutupi hidungnya dengan alat khusus hingga.
DUARRRR
AGHHH
" Daddy! " teriak Elmer dengan gagah diatas sana. George yang mendengar hal itu langsung mendongak dan melihat Elmer yang siap membidik sasaran nya.
Ezio yang datang bersama dengan Xinza memilih terbang ke sisi timur karana mendapat kabar jika musuh bergerak dan terpantau satelit di bagian timur, hal itu membuat Ezio dam Xinza bekerja sama untuk menyelamatkan Athena dan juga Dyora.
Sedangkan Elmer memilih membantu sang ayah karena musuh terlihat seperti ingin membunuh George. Hal itu membuat Elmer murka hingga menggelontorkan seluruh amunisinya tak tersisa.
__ADS_1