King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Gempuran.


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu Zizi saat ini sedang fokus bersama dengan seseorang hanya untuk membuat penawar untuk ayah serta Adik dari George.


Untuk sementara waktu Zizi memberikan sebuah serum kepada George untuk diberikan kepada ayah dan adik nya melalui orang yang Zizi kirim karena ia tak bisa terbang menuju England karena kepentingannya di Paris.


Malvin saat ini sudah membawa informasi mengenai keberadaan si wanita berambut merah, baiklah malam ini ia dan George akan menggempur habis-habisan si wanita itu.


George sudah mengirimkan anak buahnya untuk berjaga-jaga disekitar rumah sakit dimana ayah dan adik nya dirawat bahkan George dan Malvin menempatkan enam pengawal kelas atas dikamar Hans Maxwell dan juga Swann untuk menjaga keselamatannya.


" Bagaimana Malvin apa kau yakin dia ada disana ? " ucap George lagi dengan wajah serius dan manik yang menatap tajam kedepan.


" hmmm.. " singkat Malvin dan George menautkan kedua alisnya melihat Malvin yang sedang asyik melakukan panggilan Vidio bersama dengan Madeline. Rasanya ia pun merindukan gadis nakal nya terlebih George mendapatkan kabar jika Athena pergi menemui Areez di suatu tempat.


Jangan ditanya bagaimana reaksi George saat orang itu juga mengirimkan sebuah photo kebersamaan Athena dengan Areez pada saat makan malam berlangsung, rasanya George ingin sekali mengamuk dan membunuh orang-orang kala itu. Tapi sebisa mungkin George menahan rasa amarahnya kali ini.


" Hallo. Kak ? " suara lembut dan mendayu itu seketika mampu mengusir rasa kesal dihatinya. George tersenyum teduh saat melihat wajah cantik Athena dilayar ponselnya. " Kak ? kenapa kau tersenyum ? Aku merindukan mu " rengek Athena lagi dengan bibir mengerucut.


" Aku hanya ingin tersenyum saja sayang. Bagaimana harimu tanpa aku Athena ? " ucap jenaka George dengan nada menggoda saat berbicara dengan wanitanya. Athena tergelak dengan cekikikan.


" Cepatlah kembali. Apa kau tau jika uncle Alland dan uncle Brandon berada disini ? dan lebih parahnya lagi mereka selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Rasanya aku ingin Sean kembali saja " Athena berbicara dengan lesu dan maniknya yang mendelik saat membicarakan kedua orang king yang tak pernah muncul dalam beberapa terakhir. George mengerutkan dahinya seketika saat mendengar penuturan kekasihnya itu. Alland dan Brandon ? Ada apa mereka disana.


" Sayang mungkin aku akan lama kembali. Karena ayah dan adikku dalam kondisi tidak baik " sendu George


" Kenapa ? Apa yang terjadi kak. " ucap Athena bertanya dengan nada panik.


" Ditembak dengan peluru beracun " ucap George hingga Athena terkejut bukan main. " Racun itu bukan racun biasa sayang. Bahkan aku meminta tolong pada ibunya Gabriel untuk membuatkan serum penawarnya " ucap George lagi.


" Aunty Zizi ? membuatkan serum penawarnya. " ulang Athena dan George hanya mengangguk kecil. " Kak. Aku akan segera kesana. Aku ingin melihat keadaan Daddy Hans dan juga Swann, Bagaimana dengan mommy Celia apa ia baik-baik saja. " ucap Athena lagi dengan rasa ingin tahu George tersenyum kecil saat melihat ekspresi kekasihnya yang sedang khawatir itu.


" Ya mommy baik-baik saja sayang. Untuk apa kau kesini. Lebih baik kau tunggu aku disana gadis nakal " ucap George dan Athena hanya diam saja tak menjawab.


" Aku akan kesana bersama dengan Kenneth jika dia mau tapi jika tidak ya sudah aku sendiri saja " ucap Athena lagi tapi George justru menggeleng tegas saat Athena mengatakan ingin pergi sendiri " hmm tak ada jalan lagi uncle Alland dan uncle Brandon akan ikut jika begitu " keluh Athena dan barulah George mengangguk tegas.


" baiklah jika begitu. Aku tutup dulu sayang. Jaga dirimu aku mencintaimu. " ucap George lagi dan Athena melakukan kiss bye jauhnya kepada George membuat George ingin sekali memeluk tubuh gadisnya saat ini.


George tersenyum dan meletakan ponselnya diatas meja. Saat George ingin melihat malvin pintu ruangannya diketuk oleh seseorang diluar sana.

__ADS_1


" Masuk!! " perintah George. Dan ternyata salah satu anak buahnya yang ditugaskan oleh Malvin menuju suatu tempat.


" Maaf mengganggu waktu anda tuan. Target saat ini sedang berada ditempat sebagian dari kami memilih tinggal disana untuk menjadi informan atas pergerakan Terget. " lapor orang itu dan Malvin mengangguk mengangkat jempolnya senang.


" Good. persiapkan semuanya kita meluncur " ucap Malvin dan orang itu mengangguk tegas.


George bersiap dengan memakai jas anti peluru yang melindungi tubuhnya terutama bagian dada nya begitupun dengan Malvin. kedua lutut dan kedua siku nya pun ikut dilindungi hanya untuk berjaga-jaga.


Beberapa senjata mereka selipkan dengan rapi bahkan revolver keluaran terbaru dari King industri tak luput menjadi senjatanya begitupun dengan Malvin yang kini sudah siap untuk menangkap wanita licin itu.


George dan Malvin menggunakan mobil Anti peluru yang berbeda mereka sudah mengetahui titik lokasi dari wanita si rambut merah, bahkan George dan Malvin menggunakan MH inovasi yang lebih unggul dari yang digunakan oleh Valera dan lainnya.


" gempur dari segala sisi " titah George melalui MH miliknya yang terhubung keseluruhan anak buah yang terlibat.


BHOMMM


Mobil-mobil dengan tipe serupa itu melaju pesat membelah jalanan kota dimalam hari yang sudah sangat sepi. iring-iringan mobil berwarna hitam itu saling melaju dengan kecepatan tinggi di sisi kanan dan kiri jalan raya.


sebuah mansion yang tersembunyi dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian menjadi tempat persembunyian wanita berambut merah itu, George menggunakan alat teropong untuk mengintai tergetnya.


" Tidak terlalu banyak. Lumpuhkan!! " ucap George memberikan perintah.


DODODORDODODOR !!


semburan timah panas yang diluncurkan oleh anak buah George menembus tubuh para tergetnya keributan itu memacu tempat yang semula nya hening menjadi riuh. Suara senjata Laras panjang terus dikerahkan dan saling bersaut-sautan.


DODODORDODODOR !!


aksi balas dari anak buah musuh di lakukan Malvin yang berada di sayap kanan bersembunyi karena mereka diberikan rentetan peluru.


" Sial!! Ternyata tempat ini juga banyak ranjau " gerutu Malvin lalu ia mulai mengambil sesuatu didalam rompinya. lima buah bom berukuran bola pingpong dengan warna yang bebeda ia genggam.


DUARRRR


Malvin melempar kearah sekumpulan orang yang menghalangi jalan anak buahnya. Rupanya George melakukan hal yang sama dengan bom-bom miliknya.

__ADS_1


" Ada pergerakan di lantai atas. Segeralah " ucap Malvin yang terhubung ke dalam MH milik George setelah ia menyetel nya dari jam tangan mewah yang melingkar di tangannya kini.


" Rupanya dia ingin kabur " celoteh George.


PIPPPP PIPPPP


suara itu sontak membuat Malvin paham akan situasinya rupanya mereka menyalakan sebuah alarm yang entah bertujuan untuk apa. Tapi tiba-tiba.


" Berlindung !! " ucap anak buah Malvin saat melihat senjata-senjata muncul dari balik dinding mansion dihadapannya.


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


ROGER


SHOTTT


suara rentetan peluru ditembakkan serentak dengan arah lurus bahkan Malvin melihat jika senjata itu memiliki fungsi kendali.


" Sial. George kau dimana " pekik Malvin melalui HM milik nya. Tapi sayang George tak menjawab nya entah apa yang terjadi. " menghindar !! cari jalan lain. Hindari senjata itu !! " ucap Malvin kepada seluruh anak buahnya yang terhubung menggunakan MH inovasi kecil.


Rupanya George sedang fokus mencari keberadaan di wanita berambut merah itu, seluruh ruangan sudah ia cari tapi nihil target nya tidak menampakkan batang hidungnya.


BRAKKKKKK


pintu terakhir yang berada di lantai atas menjadi sasaran terakhir George, hening ruangan itu kosong tak ada tanda-tanda kehidupan disana. Tapi tunggu ? sebuah laptop yang masih menyala dengan secangkir kopi hangat baru saja tersaji.


Senyum miring tersemat diwajahnya George matanya yang tajam menandai dan mengelilingi ruangan itu.


" Ada pergerakan !! dua buah mobil baru saja bergerak dan pergi !! " pekik suara Malvin melalui MH nya sontak mata biru itu melotot lebar tak karuan.


" sial!! " umpat George ia berbalik dan segera mengejar pergerakan yang tertangkap oleh Malvin.


Sedangkan di lantai bawah keadaan sudah hancur tak berbetuk para anak buah musuh mati tergelatak tanpa sisa. Gempuran yang George dan Malvin berikan tak main-main.

__ADS_1


Walaupun pihak George tak begitu banyak tapi persiapan mereka sangat matang dan baik.


" kejar mobil itu!! " ucap George lantang dan semuanya yang mendengar nya mengangguk patuh sedangkan Malvin sudah berada didalam mobil untuk menunggu George seraya meneguk sebotol air mineral karena merasa lelah dan haus.


__ADS_2