
Amerika waktu setempat.
kebersamaan Athena dan George membuat Silla lagi-lagi memberengutkan wajahnya kesal, Silla dapat melihat jika sosok George begitu sangat menyayangi Athena.
" Nanti malam kita akan pulang " ucap George mengejutkan Athena seketika.
" pulang ? secepat itu bahkan kau baru saja datang kak " bingung Athena dan George hanya diam saja, jujur saat ini rasanya ia gelisah bukan main, terlebih keberadaan Kenov yang terus menatap gadisnya dengan pandangan penuh minat. " Apa mommy dan Daddy akan pulang juga ? " tanya Athena lagi.
" tidak sayang, mereka masih ada urusan yang harus diselesaikan, kau harus pulang bersama dengan ku " ucap George lagi dengan menarik hidung Athena dengan gemas.
Athena hanya mengangguk patuh tanpa mau bertanya lagi, George terus membelai rambut Athena yang tergerai dengan indah bahkan aroma segar menyeruak dari rambut indahnya.
George menghirup dalam-dalam rambut Athena dengan mata terpejam, bahkan kini nafasnya mulai terlihat berat aroma tubuh gadisnya ini selalu saja memabukkan.
" Bagaimana dengan luka mu ? " ucap George seraya menarik lengan Athena dengan lembut dan melihatnya dengan intens. " setelah ini aku akan membawamu ke dokter handal untuk menghilangkan bekas luka sialan ini " kesal George lalu mengecup luka tersebut dengan lembut hingga Athena mengerutkan dahinya pelan.
Tak lama Silla datang dengan Kenov, Remigio dan juga Valera, Athena menatap sekilas kehadiran mereka George terlihat canggung dengan keadaan seperti ini.
" Athena malam ini kau akan pulang bersama dengan George sayang, mommy dan Daddy tak akan pulang kemungkinan besok lusa karena ada sesuatu yang harus diselesaikan " terang Valera dan Athena mengangguk patuh.
" Sayang sekali Athena tak bisa ikut, kapan-kapan uncle akan mengajak mu untuk berkunjung ke mansion milikku, aku jamin kau pasti akan senang " saut Kenov dan Athena hanya mengangguk tapi tidak dengan George.
Remigio menatap tajam pada sahabatnya itu untuk bersikap biasa saja dihadapan George, lagipula sebagai ayah ia tak akan mengijinkan putrinya untuk berkunjung ke mansion Kenov tanpa pengawasan.
" bolehkan kapan-kapan aku berkunjung ke Paris ? " pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Silla, Athena menatap tajam pada sosok wanita yang duduk disamping Kenov.
" boleh saja Silla " ucap Valera tersenyum tipis dan Silla tersenyum senang tapi tidak dengan Athena ia terlihat kesal bukan main.
__ADS_1
PRANGGG
semua orang terkejut akan apa yang dilakukan oleh Athena, gadis bermanik hitam itu memecahkan gelas yang berada di dekatnya, George menatap gadisnya dengan bingung.
Remigio menghela nafasnya perlahan karena ia tau apa penyebab putrinya marah seperti ini, Valera terlihat menatap Athena dengan lekat dan Athena menatap balas tajam ibunya kini.
" Athena ada apa ? " bingung George tapi Athena tak menjawab ia segera berpaling dari sana, dan sontak George mengikuti Athena yang berjalan dengan cepat.
Silla terlihat biasa-biasa saja ia sangat suka melihat Athena yang marah dan emosional, Valera dan Remigio saling pandang satu sama lain begitupun dengan Kenov.
" sepertinya Athena tak menyukaiku. " keluh Silla.
" dia memang seperti itu, perasaanya sangat sensitive. Mommy harap kau tak berbicara yang salah dihadapannya " ucap Valera menatap Silla dan wanita itu hanya mengangguk saja dengan polos. " siapkan semua keperluan mu Silla, bukankah kau akan berangkat malam ini juga ? " tanya Valera lagi dan Silla lagi-lagi hanya mengangguk patuh, lalu mulai meninggalkan tiga orang dewasa disana.
******
Disisi lain Aisley, Samuel dan juga Noe tampak mencari tau mobil tersebut tapi nihil plat itu tak tertera apapun membuat Aisley semakin panik dan frustasi.
" bagaimana ini, hari sudah mulai gelap " panik Aisley dan Samuel pun ikut panik bahkan kini otaknya merasa buntu seketika.
" ayahmu tau hal ini ? " tanya Samuel lagi dan Aisley menggeleng pelan " beri tahu dia Aisley ini tak sesederhana yang kita kira, kemungkinan besar itu salah satu musuh orang tua mu atau musuh king " ucap Samuel dan Aisley hanya bisa diam fikirannya kini tertuju pada dan adik yang entah dimana keberadaanya.
akhirnya tiga orang anak muda itu memutuskan untuk pulang menemui Dave, sesampainya di mansion Aisley bisa melihat mobil sang ayah yang terparkir di halaman besar.
Samuel dan Noe menemani Aisley masuk kedalam, ternyata Gloria pun baru saja pulang dari perusahaan, Aisley langsung memeluk sang ibu dengan erat.
" sayang " suara bariton seorang pria terdengar begitu saja hingga mengejutkan Aisley yang masih menekuk sang ibu, manik Dave menatap kehadiran Samuel dan juga Noe disana tapi tunggu Isabella, dimana putri bungsunya itu.
__ADS_1
" kau sudah pulang Aisley " tanya Dave dan Aisley mengangguk lalu memeluk erat tubuh kekar sang ayah. " dimana adikmu ? " tanya Dave lagi dan Aisley langsung menatap manik sang ayah.
Samuel dan Noe jadi saling pandang, Dave merasakan jika terjadi sesuatu hal dengan putri bungsunya terlihat Aisley hanya meremas gaun yang ia kenakan saat ini.
" Isabella hilang Daddy " perkataan itu sontak terlontar begitu saja dari bibir Aisley, Dave menyimak tapi tidak dengan Gloria. " saat kami sedang berada di kedai ice Cream beberapa orang mendatanginya dan mereka memukul Isabella hingga pingsan " ucap Aisley lagi.
" lalu kau berada di mana ? " tanya Dave menatap putri sulungnya itu.
" saat itu aku sedang pergi ke toilet dad '' ucap Aisley lagi.
" ya tuhan Isabella. " panik Gloria " Dave lebih baik kau cari putri kita aku takut terjadi sesuatu dengannya '' cemas Gloria lagi.
Samuel dan Noe sedikit menjelaskan hasil pencariannya beberapa jam terakhir ini, Dave mendengarkannya dengan seksama, tangan nya terkepal sempurna siapa orang yang berani mengusik keluarganya.
" sayang kau tetap dirumah bersama dengan mommy mu. Jangan keluar dari mansion ini apa kau mengerti " ucap Dave dan Aisley mengangguk patuh begitupun dengan Gloria.
Dave segera menuju markas utama untuk melacak ulang plat mobil yang membawa putrinya itu pergi, Samuel dan Noe mengikuti Dave hingga markas utama, bahkan disana Gabriel dan Kenneth masih ada.
Samuel menggeleng pelan saat ia menatap tatapan Kenneth dan Gabriel yang meminta penjelasan, Samuel dan Noe memilih duduk karena merasa lelah.
" tidak ada tanda-tanda sedikitpun ? '' tanya Gabriel penasaran.
" tidak, bahkan mobil yang membawa Isabella ditinggalkan begitu saja disebuah dermaga. Aku yakin mereka musuh masa lalu '' ucap Samuel lagi.
'' jika benar mereka musuh masa lalu, maka kita semua harus mempersiapkan diri untuk menghadapi apa yang akan terjadi nanti '' saut Noe datar dan Samuel hanya mengangguk saja.
perkataan Noe ada benarnya, mereka para generasi akan menjadi sasaran empuk bagi para musuh terdahulu, waspada itu lebih baik, terlebih kini mereka sudah hampir beranjak dewasa.
__ADS_1
para generasi akan menjadi intaian para musuh yang menaruh dendam pada king maupun jajarannya, itu sebabnya para orang tua mendidik para anaknya dengan cukup keras diusia dini, hanya untuk antisipasi saja.
terbukti darah yang mengalir ditubuh mereka dari para orangtuanya membuat sosok para generasi berubah menjadi layaknya monster mengerikan, wajah polos mereka hanya sebuah tipu muslihat yang menutupi sosok iblis sebenarnya.