King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Wajah itu


__ADS_3

Isabella segera berlari dan meraih kimono mandinya, bahkan lelaki itu tak mempedulikan Isabella yang berjalan dengan bebas, dalam fikirannya ia harus segera pergi sebelum semuanya terlambat.


BUGHHHHHH


Isabella memukul lelaki itu dengan sebuah pas bunga yang berada di atas nakas, lagi-lagi lelaki itu harus merasakan sakit akibat keberingasan Isabella.


" Kau lihat saja nanti, aku akan membuatmu menjerit tak karuan " ancam lelaki itu dan berlalu pergi dari kamar yang Isabella gunakan, Isabella terkejut saat mendengar suara tembakan beruntun semakin mendekat, jantungnya berdebar tak karuan.


Apakah itu Daddy ?. Batin Isabella.


BRAKKKKKK


" AGHHH " teriak Isabella terkejut hingga ia menutup kedua telinganya,


" Isa " ucap Dave segera memeluk tubuh putrinya itu, Isabella yang mendengar suara ayahnya segera membuka mata dan berlari memeluk sang ayah, Isabella menangis dan meraung dalam dekapan Dave. " Kau tak apa ? " ucap Dave cemas dan lirih saat melihat penampilan anak gadisnya yang acak-acakan bahkan terdapat beberapa luka lebam di sekitar wajah nya. " Isa katakan pada Daddy apa yang terjadi !! " ucap Dave menahan amarahnya kini, tubuhnya masih memeluk sang putri yang kini bergetar hebat karena menangis. " Dimana orang yang telah menyekap mu Isa ? " tanya Dave lagi dan Isabella menggeleng lemah.


" dia pergi dad, apa Daddy tak bertemu dengan nya ? " ucap Isabella dan Dave memicingkan matanya seketika.


" ohh tuan maaf, target kabur. " ucap seseorang masuk dan memberi tahukan hal ini pada Dave, Dave tentu saja marah rasanya ia ingin sekali menghajar orang itu habis-habisan karena telah berani lancang menyentuh putri bungsunya itu.


Dave segera membawa putrinya pergi dari tempat itu, beberapa mayat tergelatak tak beryawa di sana, Isabella menatap sekelilingnya dengan cermat, kemana perginya lelaki itu apa benar Daddy nya tak menemukan lelaki bajingan itu sama sekali.


DUARRRR


Isabella terkejut bukan main, saat para anak buah ayahnya meledakkan rumah berlantai dua itu, Dave menatap datar rumah yang kini hancur dengan sebuah bom.

__ADS_1


" ayo sayang " ucap Dave menarik lembut tangan Isabella dan Isabella mengangguk mantap.


Helikopter naungan King membawa Dave dan Isabella pergi dari tempat itu, bahkan Isabella tak pernah mengetahui jika dirinya dibawa keluar pulau oleh lelaki asing yang hingga kini ia pun tak tau siapa namanya.


Dave menatap putrinya dengan sendu, berbagai macam pikiran buruk terlintas jelas di kepalanya, Dave mengingat jelas pada sebuah paket kiriman seseorang bagaimana penampilan Isabella kala itu, benar-benar tak bisa membayangkan.


Isabella memeluk kimono nya erat, ia rasanya ingin berteriak karena lelaki itu telah menyentuh beberapa bagian dalam tubuhnya, tapi Isabella bersyukur karena si lelaki itu tak sampai bertindak lebih jauh lagi.


Mansion Dave.


Gloria tampak erat memeluk putri bungsunya itu begitupun dengan Aisley, kakak beradik itu saling berpelukan dengan tangisan kecil disertainya, Dave duduk di kursi diikuti dengan yang lainnya.


Isabella tampak meminum habis air mineral yang disuguhkan oleh sang ibu hingga tandas, Gloria memicingkan matanya saat menemukan jejak kemerahan diarea leher Isabella serta beberapa lebam yang sudah tersamar.


Aisley menatap sang adik dengan sendu, Gloria terduduk dengan lemas, Dave mengisyaratkan sang istri untuk tidak terlalu menekan Isabella.


" hiks..hiks.. aku takut dad " ucap Isabella semakin memeluk erat tubuh sang ayah " Lelaki bajingan itu.. dia telah berani melecehkan ku dan hampir saja " ucapan Isabella terpotong karena ia tak mau melihat sang ayah yang murka.


" katakan Isabella, apa saja yang telah dilakukan orang itu terhadapmu " tegas Dave dan Isabella akhirnya menceritakan yang sejujurnya Dave dan juga lainnya.


Dave menahan amarah nya dalam hati, siapa lelaki bajingan itu yang telah lancang menyentuh putri bungsu nya, Gloria tampak termenung dan tak percaya akan hal ini.


amarah dalam hati Dave seketika berkobar dan siap untuk meledak, jika Dave bertemu dengan lelaki itu maka Dave sendiri yang akan menghajar nya hingga babak belur, kematian terlalu cepat untuknya, Dave akan menyiksanya secara perlahan-lahan hingga ia sendiri yang akan meminta kematian nya.


Gloria dan Aisley membawa Isabella untuk beristirahat, dan mengobati lukanya terlebih dahulu, Dave segera menghubungi seseorang untuk membuat sketsa wajah orang itu atas dasar pengetahuan Isabella, orang itu bersedia dan akan datang pada esok siang, Dave akhirnya setuju dan akan menunggunya.

__ADS_1


Keesokan harinya.


diruangan yang sangat luas dengan perabotan yang mewah dan terbatas, keluarga Dave dan juga salah satu lelaki paruh baya berkaca mata yang sedang menghisap cerutunya begitu terlihat santai.


Isabella telah diberitahu kan tentang hal ini untuk menyebutkan beberapa ciri serta bentuk wajah dari orang yang telah menculiknya beberapa waktu lalu, tampak Isabella menceritakan secara detail kepada seorang ahli pembuat sketsa wajah itu.


orang itu mulai melakukan tugasnya dengan baik dan Isabella mulai menyebutkan bentuk wajah serta keseluruhan dari lelaki asing itu, Dave dan juga Gloria yang mendengarnya hanya bisa menyimak dan menunggu hasil akhirnya.


Hampir satu jam berlalu Isabella harap-harap cemas akan akhir dari gambar tersebut, lelaki berkaca itu terlihat menyipitkan matanya sesaat lalu menatap Dave dan Gloria secara bergantian.


" bagaimana ? " tanya Gloria penasaran.


" sepertinya aku pernah melihat orang ini, tapi aku tak yakin " ucapnya dengan datar dan menyerahkan hasil nya pada semua orang, terlihat Isabella syok bukan main, tubuhnya gemetar hebat sekelibatan ingatan buruk terlintas begitu saja.


Dave menajamkan pandangannya saat menatap gambar tersebut, ia seperti mengenali wajah tersebut hanya saja ia lupa dimana, begitupun dengan Gloria wajah itu tak asing.


" Ya dia orangnya, dad. Dia bajingan itu " histeris Isabella dengan menunjuk kertas yang dipegang oleh lelaki berkaca mata " Ya... hahahaha akan ku bunuh dia. " ucap Isabella dengan tawa nya itu, Dave dan Gloria saling pandang. " hahahaha lihat saja aku akan datang dan membalas dendam pada nya suatu saat nanti " ucap Isabella dengan tatapan yang tajam seakan ia lupa saat ini sedang bersama dengan siapa. Aisley menutup mulutnya tak percaya.


" Isa " ucap Gloria memeluk tubuh putrinya bungsunya itu, " Isa tenang lah. " ucap Gloria lagi dengan mata yang berkaca-kaca. " Ya tuhan Dave putriku " ucap Gloria dengan tercekat-cekat menatap sang suami dengan sendu.


" kemungkinan putrimu trauma " ucap si lelaki berkaca mata yang biasa disebut Aje. Dave segera mengambil alih tubuh Isabella dan memeluknya dengan erat, Isabella terus bergumam akan membunuh lelaki itu suatu saat nanti. Amarah Dave benar-benar berada di puncaknya saat ini, ia tak akan rela jika harus melihat orang-orang tersayangnya terluka terlebih hingga melibatkan anak-anak nya.


setelah Isabella tenang barulah Dave melepaskan pelukannya ia bisa melihat jika sorot mata Isabella memerah dan menajam tangannya terkepal seperti hendak memukul orang.


Brengsek orang itu telah membuat putriku seperti ini, lihat saja. Lihat saja apa yang akan ku lakukan jika suatu saat nanti aku menemukannya. Batin Dave.

__ADS_1


__ADS_2