
Mansion George.
Setelah menghadiri pernikahan Kenneth George langsung menuju mansion nya karena dirinya ingin sekali membuka sesuatu yang berasal dari istrinya. Entah mengapa dadanya bergemuruh hebat saat melihat amplop berwarna merah yang ada di tangannya.
Perlahan-lahan tangan kekar itu membuka nya dengan pelan. Maniknya menatap sebuah kertas berwarna putih bercorak bunga mawar merah yang dirinya tau jika itu adalah lambang yang selalu digunakan Athena sebagai Queen.
*** untuk mu suamiku George maxwell.
Maafkan aku yang harus pergi darimu lagi kak. Aku tau jika keputusan ku sangat lah sulit untuk mu, untuk ku. Namun aku tau jika semuanya akan baik-baik saja.
Kini aku menyadari jika kau tak menerima ku sepenuh hatimu kak kau tak bisa menerima bayi yang sedang ku kandung walaupun kau berkata demikian, namun aku bisa merasakan jika terselip rasa amarah di dalam hatimu.
Perkataan mommy dan Daddy cukup menamparku. Aku bodoh yang bertindak menyalahkan bayi tak berdosa ini, aku bodoh yang pernah hampir ingin membunuhnya karena aku tak mau hubungan pernikahan kita hancur tapi sayang rupanya kehancuran itu sudah mulai terlihat kak.
Selama empat bulan ini aku banyak merenungkan diri jauh dari keluarga termasuk dengan dirimu, namun aku sadar jika semuanya salah sangat salah. Aku memilih mempertahankan bayi ku daripada harus melenyapkan nya karena aku tau jika waktu tak bisa ku ulang kembali.
Maaf sekali lagi aku minta maaf aku tau jika dirimu kecewa namun kali ini biarkan aku sendiri tanpa kau mau menunggu ku kak. Dirimu berhak bahagia begitupun dengan diriku. Namun satu hal yang harus kau tau aku Athena sangat mencintaimu***.
George merasakan sesak di dalam dadanya air matanya kian turun dan tubuhnya merosot kebawah meremat kertas di tangannya dengan hati yang sedih.
" Tidak! Maafkan aku Athena. ku mohon kembali lah " lirih George tampak tak terima dengan keputusan Athena yang pergi meninggalkan nya " Aku salah Athena, aku mohon maafkan aku dan kembalilah padaku " ucap nya lagi dengan Isak tangis yang tertahan.
__ADS_1
George benar-benar mengutuk dirinya sendiri dengan menatap tangan nya sendiri yang hampir saja membunuh istrinya. Teriakan kesakitan itu kembali terngiang-ngiang dimana Athena memohon untuk dilepaskan hingga akhinya George mendapatkan perlawanan.
PRANGGG
George melempari apa saja yang berada didekatnya hingga sebuah meja kaca hancur tak berjejak. Nafasnya naik turun dan menatap poto pernikahan nya yang tergantung indah di dalam kamar mereka.
" Kembali padaku Athena aku sangat mencintaimu. " ucapnya lagi sendu hingga George merasakan tubuhnya lemah dan tak lama kemudian George ambruk jatuh tak sadarkan diri.
Keberadaan Valera dan Remigio.
Valera tampak sudah membaca surat dari yang Athena kirimkan bersama dengan Remigio. Kedua pasangan itu saling lirik namun senyum bahagia nya tercetak jelas di wajah keduanya.
Mereka tak menyangka jika akhirnya Athena menerima semuanya dengan lapang dada. Namun disisi lain baik Valera maupun Remigio masih belum mengetahui dimana keberadaan putrinya saat ini.
" Remi '' pekik Valera yang terkejut dengan serangan sensual Remigio yang tiba-tiba itu bahkan valera harus mengimbangi gairah suaminya yang akhir-akhir ini cukup sulit dikendalikan.
Remigio menyeringai tat kala melihat istrinya yang pasrah dengan apa yang dia lakukan Remigio akhirnya melancarkan aksi nya dengan sangat mulus untuk mengerjai sang istri untuk bercinta hingga kelelahan.
Disisi lain keberadaan kenneth dan Elisya.
Kedua anak manusia itu sedang saling pandang dan gugup secara bersamaan. Elisya yang nampak baru saja membersihkan tubuhnya mendadak meremang tag kala melihat tatapan Kenneth yang begitu dalam.
__ADS_1
" Kemari lah biar aku yang mengeringkan rambut mu " ucap kenneth tersenyum lembut hingga Elisya tersihir dan hanya mengangguk berjalan mendekat kearah kenneth.
Lelaki bertubuh atletis itu dengan terampil menyalakan pengering rambut yang tersedia disana. Elisya diam saya kala Kenneth melakukan hal itu semua manik nya menatap kearah pantulan kaca untuk menikmati wajah lelaki yang kini berstatus suaminya
" Ada apa hmmm? kau gugup " tanya kenneth ikut membalas tatapan Elisya dari pantulan cermin. Manik hitam itu menatap Tampa berkedip dengan seringai kecil di bibirnya.
" Kent.. aku.. " Elisya mendadak gugup dan tak bisa melanjutkan perkataan nya. Kenneth menaikkan kedua alis nya bingung. " Aku..maaf kan aku " ucap Elisya lagi hingga benar-benar membuat Kenneth bingung.
" Apa yang terjadi ? katakan saja. " ucap Kenneth dengan senyuman yang menenangkan.
" Maaf karena malam ini kita tidak bisa melakukan nya " cicit Elisya dengan tertunduk. Kenneth diam dan sudah mengetahui kemana arah pembicaraan Elisya. " aku sedang dalam masa periode ku " ucap Elisya lagi dengan wajah murung dan Kenneth mengehentikan aktifitas nya dan memutar tubuh Elisya hingga kini mereka saling berhadapan.
Jantung Elisya berdebar tak karuan saat kenneth berada sangat dekat dengan wajahnya. Elisya diam saja namun tatapannya menatap Kenneth dengan tatapan mendamba.
" Aku sudah tau sayang, malam kita masih sangatlah panjang dan aku tidak mempermasalahkan nya. " lembut Kenneth mengusap lembut pipi Elisya dan mengecup nya disana. Elisya semakin gugup dengan wajah bersemu merah. " Ketika kau sudah siap nanti berikan aku kekuatan yang sangat indah " pinta Kenneth dan sontak Elisya mengangguk patuh. " Sekarang rambut mu sudah kering kau harus segera beristirahat karena hari semakin larut.
" Lalu kau ? " tanya Elisya lagi.
" Tentu saja aku akan mandi terlebih dahulu. Kau tidak apa menunggu hmm? " tanya kenneth yang masih menangkup kedua pipi Elisya. Gadis yang telah menjadi istrinya itu menggeleng pelan dan tersenyum tipis. " Baiklah tunggu aku. " ucap Kenneth yang berjalan melangkah ke arah kamar mandi untuk melukai ritual mandinya.
Elisya menatap kepergian Kenneth dengan senyum tipis di wajahnya namun sebelum dirinya beranjak kearah ranjang. Manik gadis itu mengedarkan pandangannya di kamar pribadi milik Kenneth yang berada di gold mansion.
__ADS_1
ya setelah pernikahan mereka usai. Kenneth memutuskan untuk membawa istrinya ke Gold mansion karena saat ini tempat itu dijaga ketat oleh anak buah king. Kenneth tak mau mengambil resiko dengan menyewa sebuah hotel ataupun lainnya disaat musuh masih berkeliaran diluar sana yang dapat mengancam keselamatan Elisya kapan saja.
Walaupun sudah beberapa bulan ini tidak ada tanda-tanda musuh yang muncul membuat keonaran namun tetap saja seorang Kenneth harus waspada dengan apa yang akan terjadi disekitarnya, apalagi dirinya terjun dan menjadi seorang mafia sekaligus putra tunggal dari dua penguasa. Hal itu membuat Kenneth harus menjaga jarak dengan siapapun saat di luaran sana.