King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* gak tau judul


__ADS_3

Hari telah berlalu, minggu pun turut berlalu tapi Athena masih belum ditemukan. Valera sudah memerintahkan pada orang-orang kepercayaan nya untuk mencari Athena hampir di seluruh Eropa, bahkan indonesia pun tak luput dari pantauan nya.


Namun nihil kabar keberadaan Athena tak dapat ditemui oleh orang-orang king bahkan para keturunan Oglo pun turut membantu tanpa sepengetahuan Valera.


" Bagaimana kabar Dyora? " tanya Xavier menatap Larissa lekat dimana kini mereka sudah bisa bebas bertemu tanpa pertentangan.


" Buruk! Dyora dalam pengawasan nenek dan juga Kakek. " ucap Larissa menghela nafas saat mengingat keadaan saudari nya itu. " Dia.. Dia tak seperti Dyora yang kami kenal Xavier " ucap Larissa lagi.


" menurutku hal itu sangat wajar sweatheart, mengingat kepergian tuan George serta menghilangnya nyonya Athena membuat jiwa Dyora sangat rapuh. Aku harap Xinza bisa menenangkan hatinya " ucap Xavier membuat Larissa melirik tajam.


" Xinza? " ulang Larissa namun Xavier hanya mengangguk pelan. " apakah dia yang ditakdirkan untuk mendampingi Dyora? " tanya Larissa lagi membuat Xavier memicingkan manik nya pelan.


" Takdir bisa berubah Sweatheart, namun sejauh yang aku lihat adikku itu memang menaruh hati pada saudari mu " kekeh Xavier membuat wanita keturunan Dutton itu mendengus kasar.


" Dan aku harap Xinza tak dipersulit oleh keluarga ku! " ucap Larissa lagi membuat Xavier tersenyum kecil seraya mengangguk pelan


BRAKKKK


Larissa dan Xavier terlonjak kaget saat sebuah pintu dibuka kasar, manik Xavier menatap tajam pada seseorang yang datang dengan terengah-engah.


" kabar buruk terjadi Xavier! " ucap orang itu membuat Xavier dan Larissa saling pandang satu sama lain. " Mereka menuju kemari! Ex sudah menahan musuh nya di gerbang utama. " ucap orang itu lagi membuat Xavier beranjak dari kursinya.


" Kali ini siapa? " tanya Xavier lagi.


" tentu saja musuh Xavier! " kesal orang itu melirik Larissa sadis. " bersiaplah! " ucap orang itu lagi " namun dia... " ucap orang itu menunjuk kearah Larissa.


" Dia wanitaku Victoria! sopan lah padanya " dingin Xavier membuat wanita itu berlalu tanpa kata. Larissa mengerutkan dahinya menatap wanita itu bengis. " Sudahlah Sweatheart dia memang seperti itu " ucap Xavier seraya mengecup dahinya lembut.


" Bolehkah aku mengoleksi matanya sayang, " kekeh Larissa dengan candaan di tengah gempuran senjata yang terdengar. Larissa segera beranjak namum Xavier menarik dan menangkup lembut wajah Larissa dan mencium bibirnya buas. Larissa terkejut dan berontak seketika. " Xavier! " tekan Larissa namun lelaki itu terkekeh dan mengecup sekali lagi dahinya. " bantu Ex.. Aku akan..


" aku mengerti! tetap lah didekat ku Sweatheart. " ucap Xavier seraya memasukkan banyak peluru pada revolver tanpa batas miliknya. Larissa mengangguk dengan malas!


DODODODODORRRRR..

__ADS_1


" Xavier mereka menerobos! " teriakan seseorang membuat dua sejoli itu secepat mungkin beraksi.


DODODORRR


Trang!


" Gila! Mereka merusak hunian ini! " pekik Xavier terkejut saat melihat bangunan megah milik sang Kakak hancur dibeberapa bagian tertentu.


Larissa menatap sekitar dengan manik tajam nya, lalu berjalan menerobos para anak buah Ex dan Xavier yang sedang bertugas hingga Xavier mengalihkan pandangan nya.


" Larissa! " teriak Xavier saat melihat Larissa menembak dengan gerakan memutar.


DODODODORRRRR


DODORRR


" Ex!! " teriak Larissa mengejutkan Ex wang yang sedang menahan serangan musuh dengan senjata panah. " Aku akan membantu! Kau maju lah " ucap Larissa namun Ex terlihat ragu " Jangan remehkan aku! " ucap Larissa lagi.


" Berhati-hatilah! " ucap Ex dan Larissa mengangguk. Lelaki itu mengambil beberapa bom dari saku celana nya. Larissa tersenyum miring melihat kelakuan kekasih dari saudarinya yang sama persis dengan Florian saudaranya.


Xavier menyisiri bagian kanan mansion dengan beberapa anak buah nya yang membawa senjata lengkap, terlihat senjata yang digunakan oleh musuh nya terlihat sudah sangat kuno.


" Tembak mereka! " teriak Larissa lantang saat melihat pergerakan lawan mulai melemah. Para anak buah Ex dan Xavier sontak menurut akan perintah Larissa yang terdengar sangat memerintah itu.


Teriakan kematian terdengar sangat menyayat hati dimana mereka tertembak dan terbunuh dengan sangat tragis. Namum dalam dunia mafia terbunuh dan dibunuh adalah hal biasa bagi mereka.


" Musuh tak tersisa! " teriak Victoria menggema diseluruh ruangan yang ada. Ex tersengal dengan darah yang mengotori pakaiannya begitupun dengan Xavier. " Kau disini? " tanya seseorang membuat Larissa menoleh dengan sekali lirikan.


" Ada apa? " tanya Larissa dengan tenang.


" Kau mengambil senjata ini dari mana? " tanya Victoria dengan manik menyipit. " Kau tidak mencurinya bukan? " ucap wanita itu membuat tawa Larissa pecah.


" Jika aku mencurinya? " tanya Larissa.

__ADS_1


DUAKKK


" oh " kejut Larissa saat tubuh Victoria terpental karena terjangan seseorang. " Victoria " gumam Larissa melihat wanita itu kesakitan begitu saja.


" Tak ku sangka putri tuan Kenneth berada di sini! " ucap lelaki asing itu tepat dihadapan Larissa. " Jadi kau berhubungan dengan mereka nona Dutton? " tanya lelaki itu tersenyum geli membuat Larissa menatap nya lekat.


Swing!


aghh


" Bajingan! Beraninya kau mendekati wanitaku! " ucap Xavier tiba-tiba datang mengejutkan Larissa dan juga Victoria. " bagaimana bisa kau masuk " ucap Xavier mengabaikan kesakitan lelaki itu yang berdarah akibat lemparan belati Xavier.


" Kau!! " erang lelaki itu saat tubuhnya di tangkap oleh para anak buah Ex dan tak lama lelaki itu datang dengan wajah marah nya.


BUGHHH


BUGHHH


Ex memukul lelaki itu berulang-ulang hingga belati yang tertancap di tubuh lelaki itu dicabut secara paksa. Larissa menghela nafasnya saat mendengar teriakan kesakitan begitu menyayat.


" Larissa! " erang lelaki itu membuat semua orang tertegun mendengarnya. " Larissa! " teriak lelaki itu lagi. " Aku mengetahui keberadaan Athena! " ucap nya dengan nafas tersengal.


" Dimana? " tekan Larissa


" Namun sebagai imbalan nya kau harus berjanji untuk melepaskan aku dari cengkraman mereka! " ucapnya bernegosiasi membuat Larissa terdiam.


" Katakan apa yang kau ketahui sialaan! " ucap Ex marah dengan memukul wajah lelaki itu sekali lagi. Larissa berjalan dan mendekat kearah lelaki itu seraya menatap lekat mata si lelaki.


" Kau bohong! " ucap Larissa namun lelaki itu menggeleng kuat. " Aku tak suka dipermainkan! " ucap Larissa lagi " Namun aku tertarik karena kau mengetahui namaku " kekeh Larissa dengan senyuman manisnya. " Ex biarkan aku membawa nya " ucap Larissa.


" Tidak! Dia akan ku bawa ke pulau kematian " ucap Ex tak terima.


" Sebagai gantinya aku akan membantu mu untuk mendapatkan restu dari paman Malvin! Bagaimana kakak ipar? Aku sudah tau jika kau berencana untuk menculik serena jika pernikahan yang kau impikan batal " ucap Larissa membuat semua orang yang mendengarnya tertegun begitupun dengan Xavier. Bahkan Victoria merasa jika Larissa bukan dari kalangan biasa.

__ADS_1


" Deal! Senang bekerja sama dengan mu adik ipar " ucap Ex lagi membuat Xavier tertawa dan mengecup pucuk kepala Larissa lembut.


__ADS_2