
Langkah mungil seorang gadis berambut coklat susu terlihat sedang tergesa-gesa. Gadis yang memiliki paras jelita dengan manik sebiru lautan itu tampak terlihat mendorong sebuah koper berwarna coklat miliknya.
kaca mata hitamnya tampak bertengger indah di hidung mancungnya. Tangannya berselancar dengan cepat pada sebuah ponsel kenamaan ternama dunia.
" Nona " ucap suara seorang bariton lelaki hingga membuat gadis itu terkejut dan dengan cepat melirik kearah sumber suara. " Maafkan atas keterlambatan kami nona. " ucapnya lagi dengan sopan.
" Kau bukan hanya terlambat namun kau membuat ku menunggu hampir satu jam! " ucap gadis mungil itu dengan wajah tak bersahabat nya. Gadis mungil itu tampak merajuk dengan mencebik kan bibir indahnya.
" Sekali lagi maafkan kami '' ucap lelaki itu lagi yang masih setia menundukkan wajahnya.
" baiklah namun tidak dengan lain kali. Aku tak suka yang namanya keterlambatan! '' ucap gadis itu lagi dengan wajah kesalnya.
" Tentu saja nona " ucap lelaki itu lagi dan akhinya gadis itu berjalan dengan menghentakkan kakinya keras hingga kedua pengawal dibelakangnya hanya bisa mengulum senyum dibuat nya.
Sebuah mobil mewah berwarna putih dengan sebuah lambang K yang terbuat dari logam mulia tampak berada gagah di depannya. Semua orang tau jika mobil itu hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang.
Gadis mungil yang memakai sebuah dress berlengan panjang sedang berjalan dengan sangat anggun menuju pintu mobil yang terbuka secara otomatis. Senyum gadis itu merekah tat kala melihat sesuatu dengan tulisan nama nya.
" Siapa yang mengirim kalian untuk menjemput ku ? '' ucap gadis itu yang tiba-tiba berhenti hingga kedua langkah lelaki yang mengikutinya ikut terhenti.
" Tuan Elmer yang mengirim kami nona. '' ucap salah satu dari mereka lagi.
" Oh jadi Graciano Elmer yang mengirim kalian.. Hmm itu artinya dia berada di mansion ? '' tanya gadis itu lagi dan kedua pengawal itu sontak mengangguk membenarkan. Seketika wajah gadis mungil itu langsung terdiam begitu saja.
Tanpa mau bertanya lagi akhirnya gadis itu segera memasuki sebuah mobil yang sudah menunggunya. Tanpa menunggu lama mobil itu segera melesat dengan kecepatan sedang. Gadis berambut coklat itu membuka kaca jendela mobil di samping kanan nya.
__ADS_1
Seketika hembusan angin menerpa wajah nya gadis itu sangat menyukai angin yang bergerak dan berhembus seirama. Senyum nya sesekali mengembang tak kala manik nya menatap setiap jalanan yang ia lewati.
Hingga tak beberapa lama mobil yang membawa si gadis telah sampai disebuah gerbang yang tinggi nan menjulang. Tampak beberapa pengawal segera membukanya dengan segera.
" Tampak tidak berubah '' gumam gadis itu dengan manik yang meneliti seluruh kawasan mansion yang disinggahinya. Mobil itu semakin maju dalam rimbun nya pepohonan yang menjadi akses pertama yang dirinya lihat. Hingga sebuah bangunan megah yang berdiri kokoh mulai terlihat oleh manik birunya.
Sudah hampir Lima bulan ini dirinya meninggalkan keluarga dan juga statusnya yang sebagai seorang putri tertawan disebuah kastil. Rasanya gadis itu ingin tertawa terbahak sekarang, saat mengingat jika dirinya berhasil kabur dan mengelabui semua orang yang ada termasuk ayah dan ibunya.
" Nona sudah sampai '' ucap sang supir dengan sopan.
" Ya aku tau '' ucap gadis itu sedikit gugup dan terlihat ragu. Wajah angkuh yang tadinya keluar seakan menghilang dan raib entah kemana. Gadis itu mengedarkan pandangannya seolah sedang mencari sesuatu.
" Nona " ucap sang supir yang bingung melihat nona nya justru seperti seseorang yang sedang mengintip. Gadis itu mendelik kesal dan mengerucutkan bibir nya yang berwarna merah itu hingga sang supir mengulum senyum nya saat melihat tingkah putri tuan nya. " Baiklah aku turun. Dan jangan lupa bawa koper ku masuk ke dalam!'' ucap gadis itu terlihat kesal dan sang supir tentu saja mengangguk.
" Selamat datang nona " ucap kedua pengawal itu serempak serta membungkuk hormat pada seorang gadis remaja. Gadis itu terlihat menganggukkan sedikit kepalanya tanda dirinya menghormati. Langkah gadis itu semakin masuk kedalam dan lagi-lagi seorang pelayan justru menyapa nya.
Apa mereka tidak merasa lelah selalu menyapa setiap orang yang masuk ke mansion ini? Huhh sungguh menyebalkan. Batin gadis itu.
" Oh lihat lah siapa yang datang? Seorang putri tertawan kini sudah kembali " ucap seseorang hingga menghentikan langkah gadis itu. Gadis itu berbalik dan melihat siapa yang berbicara. Wajah tegas dengan manik yang terukir tajam kini sedang menatap nya dengan tatapan datar. Gadis itu mengusap tengkuk nya yang tak gagal melainkan meremang dengan tiba-tiba. " Apa begitu sangat menyenangkan ? " tanya lelaki itu lagi berjalan perlahan mengikis setiap jarak yang ada.
" El..Elmer " ucapnya terbata namun masih sempat tersenyum tanpa dosa. " maksud ku kak Elmer " ralat gadis itu lagi dengan wajah lugu dan polosnya.
" Kau..kau benar-benar gadis nakal " ucap lelaki itu yang tak lain adalah Graciano Elmer. " Kau mengelabui semua orang yang berada di sini Dyora Blossom. Apa kau tau dengan dampak yang kau lakukan itu ? " tanya Elmer dengan tenang namun setiap kata yang keluar dari bibirnya membuat gadis yang bernama Dyora itu menciut.
" Kak aku..aku hanya ingin berlibur saja. Ya berlibur " ucap gadis itu dengan cepat.
__ADS_1
" Berlibur? hmm aku suka dengan alasan mu. Klasik dan tidak masuk akal bahkan terdengar seperti lelucon buruk! " ucap Elmer dengan dingin. Gadis itu semakin menunduk dengan meremas bajunya sendiri dan hal itu tak luput dari pantauan Elmer. " masuk kedalam kamar mu! dan kau boleh keluar saat makan malam tiba. Apa kau mengerti Dyora Blossom! " tegas Elmer dan gadis berambut coklat susu bermanik biru itu hanya mengangguk patuh tanpa mau membantah sedikit pun.
Dyora akhinya mengalah dan langsung menuju ke kamar pribadinya namun sebelum itu gadis bermanik biru itu melirik dan menjulurkan lidah nya kearah Elmer setelah itu dirinya berlari dengan cepat bak hembusan angin.
Elmer hanya diam dan menggeleng kepalanya pelan namun tatapan nya tak beralih hingga gadis itu menghilang dari pandangannya. Sebuah tepukan terasa menyentuh bahu Elmer hingga mengalihkan pandangannya.
" Jangan terlalu keras padanya. Kau tak lihat jika dia begitu sangat manis " ucap seorang lelaki bermanik Hazel berambut pirang. Elmer diam namun matanya mengatakan jika dia tidak suka.
" Kau selalu memanjakan nya kak! Dia pergi tanpa berkata apa-apa dan tanpa pengawalan. Apa kau tak melihat jika di luar sana banyak sekali musuh yang mengincar nya. Aku tidak ingin sesuatu buruk terjadi dengan adikku! " ucap Elmer lagi.
" dan Dyora juga adikku! Jangan lupakan itu " ucap Lelaki bermanik Hazel melirik tajam kearah Elmer.
" Andai saja aku tidak mengancam nya mungkin saat ini dia sedang bersantai seraya berjemur dan menikmati segelas minuman nya dengan berphoto ria. Huhh gadis itu benar-benar. Dia tidak tau seberapa sesuatu yang besar sedang mengintainya. " ucap Elmer lagi dan lelaki bermanik Hazel itu diam saja namun terselip tawa kecil yang keluar dari bibir nya.
" Ya baiklah. Ingat jangan terlalu keras padanya Elmer. Dyora masih muda dan tentu saja dia akan selalu bertindak sesuka nya " tegas lelaki bermanik Hazel hingga Elmer tersenyum tipis dan berlalu pergi begitu saja.
Bukan hanya kau saja yang mencemaskan Dyora, Elmer tapi aku juga. Bahkan aku mencemaskan keselamatan kalian berdua. Batin lelaki bermanik Hazel itu menatap dalam dan mengedarkan pandangannya pada bangunan tempat dirinya tumbuh. Setelah itu dia segera pergi dari sana karena tak ingin keberadaanya diketahui oleh Dyora.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nah season tiga sudah mulai up yah.. Ayo mampir dan buruan baca. Jangan lupa Like, komen, vote dan hadiah serta fav. karena owe butuh amunisi 😀
Jika Like dan komen banyak maka owe akan rajin up tanpa diminta 🤭.
TnQ ❤️
__ADS_1