
Amerika waktu setempat.
valera menemani Remigio ditanah kelahiran sang suami hanya untuk menyelesaikan masalah serta meninjau bisinis Remigio yang ada. Valera menghembuskan nafasnya pelan karena lagi-lagi salah satu anggota ORTAXS membuat masalah dengan sesama rekan bisnisnya, tentu saja Remigio yang memegang sebagai pemimpin terseret dalam kasus mereka.
semenjak Remigio memberantas habis para penghianat tanpa ampun pada beberapa tahun yang lalu, kini anggotanya tak banyak lagi. Remigio benar-benar kejam pada saat itu dalam bertindak karena sosok prince lah yang mengambil alih dalam pengeksekusian nya.
Valera yang selalu setia mendampingi sang suami tau betul akan kejadian silam itu, bahkan salah atau petinggi ORTAXS yang tak disangka-sangka akhirnya menunjukkan wajah aslinya dalam mengadu domba Remigio dengan organisasi lainnya, hal itu membuat Remigio marah dan berakhir di kursi ekseskusi.
" Remi, apa kau yakin ORTAXS tak mengetahui jika kau memiliki organisasi lainya ? '' Picing Valera dan Remigio yang asyik meminum wine seketika terhenti dan menatap sang istri.
" kenapa kau bertanya seperti itu sweatheart ? '' tanya Remigio kembali.
" Aku hanya bertanya saja " ketus Valera dan Remigio terkekeh lalu kemudian menggeleng pelan, Remigio mulai menghidupkan sebatang rokok mahal miliknya dan menghisap benda itu dengan perlahan seakan menikmati setiap rasanya. Valera diam saja dengan kaki yang bertumpu menjadi satu.
" semoga tidak sweatheart, aku membangun organisasi lain hanya untuk berwanti-wanti saja, '' ucap Remigio lagi dan sang istri masih diam " Kau tau ORTAXS banyak dengan tipu muslihat semenjak kita menikah '' terang nya lagi. " sampai saat ini bahkan aku tak mengetahui pasti apa alasan mereka menentang pernikahan kita '' ucap Remigio dan kini giliran Valera terkekeh.
" mudah, tentu saja mereka ingin mengendalikan mu Remi. Jika kau menikah dengan ku maka mereka yang ingin menjatuhkan kursi kekuasaan mu akan sia-sia. '' jelas Valera dan Remigio tersenyum samar. " kau ingat kasus Esme ? aku membunuhnya dan kau tak perduli itu membuat mereka yakin jika kau dalam pengendalian ku termasuk matinya Gracelina ! " ucap Valera lagi dan Remigio hanya diam saja '' tapi kini kasus itu mulai terkuak kembali dengan hadirnya orang yang mengaku sebagai putra mantan penasihat organisasi mu itu, bukan kah ia hanya memiliki satu putra ? '' tanya Valera heran dan Remigio pun menunjukkan ekspresi wajah yang sama tapi perkataan Kenov cukup menganggu pikirannya tentang masa lalu Gracelina yang cukup pelik itu, Remigio khawatir akan ada orang lain lagi yang mengaku sebagai anak-anak Gracelina.
ketika mereka sedang berbincang ponsel milik Valera berdering dan tertera nama putrinya di layar itu, Valera tersenyum dan langsung mengangkat panggilannya.
__ADS_1
" mommy " pekik Athena hingga Valera dan Remigio terkejut bukan main " kapan mommy dan Daddy pulang, mansion sangat sepi aku merasa bosan bahkan Kenneth pun jarang berada di mansion terlebih kak George yang harus pergi keperusahaan " ucap Athena dengan wajah cemberut.
" bersabarlah. Mommy dan Daddy pasti akan segera pulang. Lalu kenapa kau tidak keluar mansion untuk menyenangkan diri hmm ? "" tanya Valera lagi.
" kak George melarang ku mom, apa mommy tau jika Isabella di culik beberapa hari dan untung saja ia sudah ditemukan oleh paman dave, Aisley bercerita padaku jika Isabella mendapatkan pelecehan selama ia di culik. Kini paham Dave sedang memburu orang itu. " ucap Athena lagi sontak Valera yang mendengarkannya terkejut, diculik ? dilecehkan? yang benar saja. " mommy " panggil Athena karena tak ada sahutan dari sang ibu.
" ya sayang lebih baik kau diam saja di mansion, mommy akan segera pulang " ucap Valera dan Athena mengiyakan ucapan sang ibu dengan syarat harus membelikan buah tangan untuk dirinya, Valera terkekeh putrinya itu sangat suka dengan hal yang seperti itu dan akhirnya velera bersedia, lalu sambungan itu sudah berakhir.
Remigio yang melihat ekspresi istrinya berubah membuat penasaran saja, terlebih Valera seperti sedang memikirkan sesuatu.
" apa yang terjadi ? " ucap Remigio.
" kita pulang " tegas Remigio lagi.
" lalu pekerjaan mu ? lagipula George berada disana, aku sedikit lega karena ada yang menjaga putri kita Remi " ucap Valera lagi
Remigio akhirnya mengangguk patuh dan dengan segera ia menyelesaikan semuanya agar bisa kembali pulang dengan cepat, jujur berita tentang Isabella sungguh menganggu Valera dan juga Remigio, tapi mereka harus profesional dalam menjalankan peran.
******
__ADS_1
kedua lelaki bertubuh tegap dan berwajah sangar dengan memakai kaca mata hitamnya hanya bisa menatap pasrah apa yang dilakukan oleh tuan mudanya kini.
Samuel kini sedang bercumbu asyik dengan seorang gadis yang usianya berbeda jauh lebih tua dengan dirinya, tapi Samuel dapat mengimbangi permainan nya itu, Samuel tampak dewasa dengan pakaian semi formal nya dan terlihat jam tangan mewah melingkar ditangani kirinya membuktikan jika dia memang tuan muda.
" bibir mu sangat manis Nona '' ucap Samuel setelah menautkan ciumannya itu pada bibir si wanita berambut merah, Si wanita tersipu malu dan tampak tersenyum dengan pipi yang merona. Samuel memang pandai membuat hati wanita berbunga-bunga.
" Apa kau ingin lanjut dengan ku ? '' tawar si wanita dengan nada lembut penuh nan menggoda, Samuel menyeringai tipis.
" Apa yang sedang kau tawarkan padaku nona ? '' ucap Samuel tersenyum tipis dengan mencubit gemas dagu si wanita berambut merah itu.
" tentu saja memberikan mu kepuasan tuan muda " ucapnya percaya diri dan Samuel terkikik geli, senyum nan memikatnya benar-benar membuat kaum wanita terpesona, Samuel meminum wine dengan alkohol berkadar rendah gerakannya sungguh elegan untuk anak muda seusianya. kedua bodyguard yang tak jauh dari mereka hanya bisa diam saja menyaksikan hal-hal yang sudah biasa itu. " bagaimana? '' ucapnya lagi dengan mengelus dada bidang Samuel yang tentu saja sangat menggoda karena Samuel sekali menjaga bentuk tubuhnya.
'' Kau terlalu tinggi nona '' dingin Samuel dan si wanita tentu saja mengerutkan dahinya seketika " apa aku akan menerima barang bekas ? ohh tidak bisa nona '' ucapnya lagi tersenyum sinis.
" tapi aku yakin kau akan puas dengan pelayanan ku " ucapnya lagi yang sudah membuka dress nya naik hingga memperlihatkan paha putih nan mulus itu. Samuel diam saja walaupun tak luput dari paha wanita berambut merah itu " kau tak bisa menolaknya bukan ? " ucapnya dengan berani duduk dipangkuan Samuel dengan memperlihatkan belahan dadanya yang tampak berisi dan penuh itu, tangan si wanita gencar dan sibuk membuka kancing kemeja milik Samuel. '' kau sangat tampan, muda, dan tentu saja kau terlihat sangat jantan '' ucapnya seraya membelai wajah tegas Samuel hingga rahangnya.
Samuel pun adalah lelaki normal yang tak bisa menahan diri jika diperlakukan seperti ini, tapi Samuel tak mau barang bekas ia hanya suka bermain-main layaknya seorang Casanova.
" menyingkir dariku " dingin Samuel lalu menyingkirkan secara kasar tubuh si wanita itu hingga tersungkur, kedua bodyguard hanya bisa mengangguk tawanya akan tingkah Samuel yang cukup menggelikan. " aku tak suka barang bekas " ucap Samuel dengan penuh penekanan " minggir lah dan segera pergi dari sini '' ucap Samuel dengan memberikan beberapa lembar uang kehadapan di wanita.
__ADS_1
si wanita berambut merah itu menatap tajam pada Samuel lalu bangkit dan mengambil uang itu dengan kasar, Samuel tersenyum miring dibuatnya dan ia segera merapihkan kembali kancing bajunya yang terbuka dan berlalu pergi dari tempat itu diikuti oleh kedua bodyguard.