King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Season 3 ~ Actions in 2


__ADS_3

Kabar penyerangan di kediaman Athena dan George tentu saja membuat syok para jajaran king, pasalnya sudah lama para musuh tak bertindak nekat maupun melakukan hal lainnya. Namun kini mereka justru terang-terangan mendatangi dan menyerang kediaman Athena dan George dengan sangat cepat.


Ayes blood Kata-kata itu terdengar sangat asing ditelinga. Bahkan Valera dan Remigio baru mendengar nama itu. Mungkin kah itu sebuah organisasi atau nama semacamnya? entahlah mereka belum menyelidiki nya lebih lanjut.


George dan Athena kini berada di Gold mansion usai Aslan putra Alexandrea itu melihat sebuah tanda asing di dalam tablet nya yang berputar menuju kediaman Athena dan George. Namun siapa sangka kegesitan dan kecerdasan Aslan membuat para senior kagum bukan main.


" Ayes blood. Harusnya kakak beradik itu mengetahui nya. '' saut Aslan tiba-tiba bergabung dengan para orang dewasa seraya membawa minuman kaleng soda miliknya.


" Apa maksud mu ? " kini Alexandrea bertanya pada putra semata wayangnya. Aslan remaja itu hanya menatap malas sang ayah. " Siapa yang kau maksud Aslan ? '' Picing Alexandrea lagi.


" Tentu saja Elmer dan Ezio! '' kesal Aslan.


" Maksud mu mereka mengetahuinya? '' ucap Valera yang ikut menimpali perkataan remaja itu dan Aslan mengangguk mantap. " hmm baiklah jika begitu kesimpulannya adalah masalah mereka. Tapi..


" Ayes blood bergerak dalam sebuah tambang ilegal dan berbagai prostitusi serta penyeludupan narkoba ke berbagai wilayah di Amerika. '' terang Aslan lagi hingga semua orang tercengang dibuatnya. '' Jangan bertanya apapun. Aku hanya membobol sistem pertahanan mereka melakui identitas palsu ku. Tak perlu risau mereka tak akan menemukan keberadaan ku '' tandas Aslan lagi setelah itu remaja lelaki itu berlalu pergi begitu saja tanpa kata hingga semua orang hanya menatap kepergian remaja berambut blonde karena baru saja di semir.


" Apa dia baik-baik saja '' tanya Ed menatap kearah Alexandrea yang sedari duduk dengan tenang.


'' Dia baik-baik saja dad. Jangan cemas aku akan memantau nya. '' ucap Alexandrea lagi dan Ed hanya menganggukkan kepalanya pelan.


Hari itu mereka sibuk membahas kasus penyerangan yang terjadi di mansion Athena dan juga George hingga melibatkan ketiga cucu sang Lady. Dyora gadis itu menjadi perbincangan hangat seluruh keluarganya usai Athena mengatakan nya pada sang ibu dengan apa yang terjadi pada putrinya.


Untung saja mereka masih memiliki hunian yang lain untuk mereka tempati sementara waktu hingga waktu yang ditentukan. Sementara itu Ezio dan Elmer sedang pergi kesuatu tempat untuk memastikan sesuatu.


Keesokan harinya.


" lihatlah mansion itu benar-benar hancur. '' seloroh Aria seraya menunjukkan tablet nya kepada beberapa orang yang duduk didekatnya. Evander melirik malas dengan manik yang tajam.


" Ya kau benar Aria bahkan mereka menggunakan misil untuk menggempur mansion itu! '' ucap Larissa lagi. Kedua remaja itu hanya diam dan mengangguk kecil membayangkan betapa brutal serangan yang terjadi kala itu. Namun tiba-tiba saja suara ringkikan kuda jantan berwarna hitam itu meraung membuat Aria dan Larissa menoleh seketika.


" Evan ada apa ? '' tanya Aria bingung.


" Oh ****!! Siapa mereka!! '' pekik Evan saat melihat jika di depan sana terjadi sesuatu hingga para anak buah king tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Sontak Larissa dan Aria menyiagakan senjata nya masing-masing.


DODODOR !!


Aummmm


" Lexi!! " pekik Larissa lantang saat melihat seekor singa jantan tumbang dengan luka tembak yang bersarang di tubuh nya. " Ahhh Lexi!! " pekik Larissa lagi namun Aria menarik lengan Larissa untuk menghindari dari serangan yang ada.


Sekelompok orang telah membobol pertahanan tempat dimana para anak mafia berlatih. Para anak buah king yang tersisa sudah membentuk sebuah formasi dimana kini mereka membentuk sebuah pertahanan.


DODODOR !!


DUARRRR


" Halangi mereka!! " pekik Evander lantang dengan membawa sebuah basoka di tangannya yang siap untuk diluncurkan.


" Evan now! " pekik Aria memberi instruksi kepada Evan untuk segera melakukan serangan yang ada.


DODODOR !!


DODODODOR !!

__ADS_1


Evander pemuda itu melesatkan peluru senjatanya kearah orang-orang yang tak dikenalinya. Mereka mengerang dan ambruk seketika. Larissa melihat sekelilingnya dimana tempat yang sangat nyaman mulai terusik.


" tidak akan di maafkan! '' pekik Larissa berlari kencang menuju sebuah pos kecil yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Namun


DODODOR !!


Larissa gadis itu bergulung dan setelah nya melompat untuk menghindari peluru yang akan bersarang di tubuhnya. Manik nya menggelap dan mengejek sekumpulan orang-orang yang sedang berusaha melepaskan diri dari cengkraman Aria karena gadis itu menggunakan kawat listrik untuk menyengat korbannya.


Tettttt


System active!


SHOTTT


JLEBBB


DODODODOR !


rupanya sebuah senjata otomatis yang berkamuflase terbuka aktif dan melakukan tugasnya dengan baik. Benda itu menandai orang-orang yang tak dikenalnya lalu mengoyak tubuh mereka dengan begitu kejam.


Evan dan Aria mereka berdua seolah sedang bekerja sama untuk memukul mundur para tikus liar yang datang secara tiba-tiba disaat tempat ini terbilang sepi. Larissa melirik sendu seekor singa jantan milik nya yang sudah tewas begitu saja dengan bersimbah darah.


" Tak akan ku biarkan kalian hidup! " geram Larissa lagi dengan tangan yang terkepal sempurna.


Aria gadis itu sangat pandai menggunakan sebilah pedang tajam untuk menyambit korban nya bermaksud untuk menyiksa nya secara brutal. Aria gadis itu seperti kurang tertarik dengan senjata api dan lebih memilih mengambil pedang untuk ikut bertempur.


" Aria!! " pekik Evan saat melihat seseorang siap melempar sebuah benda tajam pada sepupunya itu. Namun Aria gadis itu bergulung dan memanfaatkan tanah serta rumput untuk menghalau pandangan para musuhnya. Gerakan Aria lebih mirip teknik kungfu dari negeri tirai bambu.


KRASSSS


sebuah kepala terlepas dari tubuh nya begitu saja. Para anak buah king bergidik ngeri saat melihat kebrutalan Aria seorang gadis berwajah polos pemilik senyuman semanis madu.


Ngikkkk


Suara ringkikan kuda kembali terdengar. Evander menoleh dan mendapati Larissa menunggangi kuda dengan membawa sebuah senjata Laras panjang dan revolver di kedua tangannya.


" Menyingkir! " pekik Larissa marah pada anak buah king hingga para lelaki bertubuh tegap itu menyingkir memberikan jalan untuk Larissa menuju pintu gerbang yang sudah rusak. Evander dan Aria terbelalak lebar saat melihat Larissa bak seorang putri kesatria yang sangat tangguh.


" Ledakan tempat itu! " pekik seseorang menunjuk kearah Aria dan Evan berada sontak kedua remaja itu mengerutkan dahinya pelan.


" Go!! " Pekik Aria lantang. Namun


DUARRRR


Evander dan anak buah king lainnya terpental karena dampak dari ledakan yang terjadi hingga merusak lahan yang begitu indah menjadi arena pertempuran. Aria yang melihat itu semakin marah dan bertekad untuk melepaskan sekumpulan serigala dan singa lainnya hasil dari didikan Alland dan Brandon.


" Listen to me! Serang mereka dan koyak tubuhnya hingga habis tak tersisa. Go! " pekik Aria lantang memerintahkan para sekumpulan hewan predator dengan manik nya yang begitu bengis. Evander yang melihat itu tersenyum miring walaupun wajah nya sedikit terluka.


sepuluh ekor serigala jantan beserta Lima ekor singa yang berhasil dilepas oleh Aria seolah mengerti ucapan gadis berambut pirang itu. Hewan predator itu bergerak dan berlari begitu kencang dengan taring nya yang begitu runcing.


Sedangkan disisi lain Larissa terus mengendalikan kuda hitamnya dengan begitu gagah seraya menembak habis para musuhnya. Namun maniknya menangkap seseorang yang sedang bersembunyi. Senyum iblis nya terbit seketika.


SHOTTT

__ADS_1


DORRR


BRUKKK


seseorang yang sedari tadi mengintai kini ambruk dengan peluru yang bersarang di tubuhnya. Namun manik Larissa menajam saat peluru itu tak menembus karena targetnya menggunakan pakaian khusus.


Lelaki itu terbelalak lebar saat kuda yang Larissa kendalikan berlari kencang kearah dirinya. Sontak lelaki itu panik dan hendak menembak Larissa namun sayang kaki panjang kuda hitam itu lebih dulu mendarat di tubuh si lelaki hingga jatuh terjungkal.


BRAKKKK


Ngikkkkk


" Lancang! " bengis Larissa yang turun dari kudanya dengan cara melompat. lelaki itu mengerang kesakitan namun manik nya menatap tajam kearah Larissa. " Siapa kau? " tekan Larissa lagi. Namun


DUAKKK


AGHHH


Larissa mengerang kala kaki si lelaki itu mendarat tepat di perutnya. Larissa merintih dan merasakan sakit yang mulai menjalar hal itu di manfaatkan si lelaki asing itu untuk kabur, namun langkah nya terhenti karena melihat dua ekor serigala dengan mulut berlumuran darah dan matanya yang menatap nyalang seperti siap untuk menerjang.


" Ohh duo white " kekeh Larissa saat melihat dua ekor serigala berbulu putih bertubuh gempal seolah menghadang jalan si penyusup. Lelaki itu menelan ludahnya kasar melihat ancaman tepat di depan wajah nya.


" Sialan! " geram lelaki itu menatap Larissa yang hanya tersenyum kecil.


BUGHHHH


uhukkk


aummmm


lelaki itu terjungkal sekali lagi dengan lolongan kedua serigala yang saling bersahutan seolah menertawakan si lelaki itu.


" kau! " geram nya, namun


SRAKKKK


" Wow? Sebuah kamera pengintai ? hahaha kita diawasi " kekeh Larissa saat mendapati sebuah kamera kecil di baju si lelaki yang berkamuflase.


" Lancang! " pekik nya lagi namun. " Aghhh! " lelaki itu berteriak kesakitan karena gigitan hewan predator berbulu lebat. Larissa menatap datar korbannya yang sedang kesakitan itu. " singkirkan hewan ini dasar sialan! " teriak nya lagi namun Larissa hanya tertawa senang.


" Apakah kamera ini berfungsi ? " bingung Larissa lagi namun wajah si lelaki itu semakin pucat karena luka yang dideritanya.


" Mona hentikan! " perintah Larissa menatap seekor serigala yang hendak menyerang kembali. Serigala yang dipanggil Mona itu sontak terdiam patuh menuruti kata-kata Larissa. " See mereka hanya patuh padaku. Jawab pertanyaan ku ini. Siapa yang mengirim kalian ? " ucap Larissa lagi namun lelaki itu bungkam tak mau menjawab. " Mona dan Sammy akan mencabik mu kembali " ucap Larissa lagi. " Jawab! " teriak Larissa lantang. Namun lelaki itu hanya menggeleng kuat dan Larissa hanya diam namun matanya menatap kearah kamera itu. " ohh baiklah. Kamera ini seharusnya berfungsi bukan? dan mereka yang sedang menyaksikan ini dapat melihat bukan ? " seringai Larissa begitu jelas di lihat tanpa dirinya ketahui jika pertempuran sudah usai dengan Evan dan Aria yang berada tak jauh dari sana. " Aku hanya ingin berkata jika apa yang kau kirimkan ini sungguh lemah dan bodoh. See mereka tak bisa disebut seorang petarung. Lihat wajah ku baik-baik. Aku Larissa Dutton akan datang padamu membawa kematian karena kau telah mengusik kami bahkan membunuh hewan kesayangan ku! " pekik Larissa lagi.


KRAKKK


lelaki itu tewas usai leher nya di pelintir kuat oleh Larissa. Aria dan Evan berjalan santai dengan para serigala dan singa lainnya yang mengikuti langkah remaja itu. Para anak buah king yang melihat itu hanya bisa diam saat menyaksikan keturunan mafia sejati membantai kejam para musuhnya. Evan mengambil kamera itu dengan sengaja untuk tujuan sesuatu.


" Kumpulan mayat mereka dan kirim ke Piana! " ucap Aria lagi menatap anak buah king tegas dan sontak mereka mengangguk patuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


maaf telat yah. Owee udah nulis bab ini cukup panjang sebagai ganti keterlambatan dari jadwal tayang yahh.

__ADS_1


Tetap dukung owe dengan beri semangat like, komen, vote, serta hadiah hingga fav.


__ADS_2