King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Berduka.


__ADS_3

nafas para kubu Elena tersengal dan tak teratur ditambah keadaan Ed, Elena dan Leam yang terlihat lemah namun kesadaran mereka masih terjaga. Melani heran apa yang telah terjadi pada mereka bertiga.


Alexandrea membuka tas ransel mini milik nya untuk mengeluarkan kotak medis pribadi, beberapa cairan berwarna bening telah Alexandrea keluarkan beserta beberapa jarum suntik disana.


'' Apa yang ingin kau lakukan ? '' seru Melani menatap Alexandrea dengan penasaran. Namun Alexandrea tak menjawab dan langsung menyuntikkan cairan ke tubuh orangtuanya beserta Leam disana.


" Five minute " lirih Alexandrea.


Syina dan Roz berjaga-jaga didekat sekitar untuk menghalau sesuatu yang buruk beserta Alexa disana. Benar saja setelah lima menit berlalu Ed, Elena dan juga Leam mulai bereaksi mereka mulai memuntahkan cairan berwarna kuning dari mulutnya masing-masing.


Melani terkejut namun ia merasa lega karena keadaan temannya itu jauh lebih baik sebelumnya. Namun tiba-tiba terdengar teriakan Alexa disana.


Alexa berteriak kencang karena melihat sesuatu yang mengerikan disana. Tubuh seseorang tergantung dengan keadaan tak berpakaian bahkan Alexa bisa melihat jejak-jejak kekerasan yang dialami oleh orang itu.


" Ada apa ? " panik Alexandrea menepuk pelan bahu sang adik. Yang lainnya ikut menuju ketempat dimana Alexa berada. Elena dan Syina tertegun saat melihat seorang wanita tergantung di ketinggian yang cukup. Nafas keduanya terasa tercekat seakan menghimpit


" Greta!! " teriak keduanya histeris saat melihat tubuh teman nya yang sudah dianggap menjadi keluarga itu digantung dibagian rambut nya dengan tangan terikat. Syina roboh meratapi kondisi Greta yang sudah terlihat membiru.


Ed merasa tak percaya akan semuanya. Sedangkan Alexa dan Alexandrea terdiam sendu meratapi sosok yang mati-matian mereka selamatkan. Elena menangis seraya memeluk tubuh Ed.


SHOTTT


Brukkkk


Alexa memotong tali yang menjerat tubuh Greta hingga jatuh kebawah. Syina dan Elena memalingkan wajahnya kearah lain dengan air mata yang berlinang begitupun dengan Ed yang masih memeluk erat tubuh sang istri.


Roz memberanikan diri untuk melihat keadaan Greta yang sudah membiru dengan tak bergerak sedikit pun, Roz terlihat miris dengan keadaanya.

__ADS_1


'' Dia tewas! " ucap Roz menatap kearah Syina dan Elena. tangis kedua wanita itu menjadi-jadi mereka tak percaya jika salah satu jajaran nya tewas dengan cara seperti ini. Alexa menatap tubuh polos yang tak bergerak itu dengan sendu.


Hari itu mereka pulang dengan kabut hitam diwajahnya. Greta dibopong Roz dan juga Leam untuk menuju kesebuah tempat dimana beberapa helikopter akan membawa mereka menuju sebuah landasan pribadi seseorang. Diam-diam Alexandrea menempatkan sesuatu benda disana tampa sepengetahuan orang lain.


Alexandrea menghubungi beberapa orang mengenai tewas nya Greta. seluruh jajaran king terkejut bukan main terlebih Valera mereka semua tak menyangka jika pada akhirnya Greta tewas.


Tiga hari berlalu. Markas utama King.


Semua orang dalam jajaran king berkumpul menjadi satu di markas utama kebanggaan king. Para mafia yang berada dibawah naungan king ikut berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Greta.


Peti berwarna putih telah disiapkan oleh Valera secara langsung. Wajahnya yang datar kian dingin tak tersentuh tat kala mendapatkan kabar mengejutkan ini, bahkan Thomas tak kuasa membendung rasa sedih nya untuk Greta.


Diam-diam Valera telah melakukan pemeriksaan ulang pada tubuh Greta untuk mengetahui apa yang terjadi. Semua orang kalut dengan kesedihan.


" Selamat datang kembali di markas besar king para saudara mafia ku semuanya. Hari ini kita kembali dipertemukan dalam keadaan berkabung dimana salah satu orang ku gugur " ucap Valera dengan lantang dan tegas tapi wajahnya menyiratkan kesedihan yang mendalam. " Greta, sudah mengikutiku sejak usianya masih belia. Namun tak ku sangka kematian merenggut nyawanya dengan cara seperti ini '' sendu Valera lagi.


Semua orang larut dalam kesedihan. Mereka sama-sama menatap kearah peti yang berada di hadapan sang Lady. Greta satu nama yang tak akan pernah terlupakan. Keempat anggota b.woman tak kuasa menahan air mata kematian Greta mengingatkan mereka pada kematian L kala itu.


" Aku bersumpah akan menyeret orang yang telah berbuat hal ini pada Greta mati ditangan ku " ucap tiba-tiba Elena dengan lantang hingga semua orang ikut melirik kearah dirinya. " Aku bersumpah !! " tegas nya lagi dengan manik yang menajam.


" Mereka harus mati. Mereka tak layak untuk hidup " saut Syina menimpali, semua orang hanya melirik sendu kedua wanita yang sedang diliputi dengan amarah itu. Valera hanya diam seakan tak bisa berkata-kata lagi. Hatinya marah dan dendam pada orang yang telah berbuat hal keji pada Greta namun Valera akan membalas dengan cara nya sendiri.


Akhirnya Valera memerintahkan beberapa anak king untuk membawa peti milik Greta ke tempat peristirahatan terakhir. Greta akan dimakamkan di tempat yang sama dengan Macky.


Iring-iringan mobil mewah memadati jalanan ibukota, bahkan pihak berwajib ikut mengamankan perjalanan atas perintah sang Lady walaupun sempat terjadinya adu mulut diantara Dave dan beberapa pihak kepolisian, namun siapa yang tak mengetahui seorang Valera Harson. Bahkan mendengar namanya saja para pihak berwajib ikut seakan dibuat tak berkutik.


pintu gerbang berwarna hitam yang tinggi menjulang itu terbuka lebar kala sekumpulan para mafia akan memasuki wilayah pemakaman khusus milik king. Seratus orang anak buah king dibagi menjadi dua bagian untuk melakukan penghormatan terakhir untuk Greta.

__ADS_1


Langkah tegas sang lady seakan membuat hanyut suasana, pakaian hitam seirama membuat hari itu benar-benar kelam. Valera memberikan ijin saat enam anak buahnya ingin menurunkan peti kedalam lubang yang telah tersedia.


Tenang, sunyi, dan kelam mereka rasakan. Seluruh jajaran king yang tersebar di beberapa negara ikut berkumpul bahkan kelompok yang dulunya Zizi naungi bersama Lotus dan Elion ikut hadir untuk memberikan penghormatan terakhirnya.


" Selamat jalan Greta. Maafkan aku yang terlambat menyelamatkan mu. " lirih Valera dengan menyeka air matanya perlahan. Sorot manik Hazel itu menajam setajam silet. Dadanya kembang kempis saat mengingat betapa hancurnya Greta tewas.


Taburan bunga pertama disemai begitu saja oleh Valera selaku pemimpin tertinggi dalam jajaran nya. Lalu beberapa orang pun turut menaburkan bunga segar diatas gundukan tanah yang masih basah.


Makam Greta bersebelahan tepat dengan makam Macky. Valera melihat nisan keduanya dengan sendu. Bahkan di tempat itu ada beberapa makam para jajaran king terdahulu seperti paman Jiro dan nyonya Mecca.


Pada saat semua orang larut dalam keterdiaman nya tiba-tiba salah satu anak buah king datang membisikan sesuatu kearah sang lady. Valera memejamkan matanya sesaat lalu membuang nafasnya dengan kasar.


Semua orang tiba-tiba terkejut karena kedatangan empat orang lelaki berseragam aparat berwajib, mendadak semua orang siaga dengan senjata nya masing-masing.


'' Selamat sore nyonya. Maaf mengganggu waktumu. Langsung saja pada intinya. Iring-iringan mobil kalian di jalan raya ini menimbulkan pembicaraan miring warga sipil. Beberapa dari mereka berasumsi negatif. Bisakah kalian semua bubar untuk menghindari sesuatu hal terjadi. '' ucap tegas seorang lelaki muda dengan wajahnya yang dingin, semua jajaran king diam dengan mengatupkan bibir nya.


Valera membalikkan tubuhnya dan langsung menatap tajam lelaki itu. Semua orang terlihat tegang kala sang lady sudah melayangkan tatapan protesnya. Namun lelaki yang berprofesi sebagai pihak berwajib itu terlihat sangat tenang.


'' Aku akui nyali mu cukup baik datang kesini hanya untuk berbicara omong kosong. '' datar Valera. '' Tidak kah kau lihat aku sedang apa ? '' sinis Valera menatap tanpa berkedip pada lelaki yang mengganggu acaranya.


'' maaf jika saya lancang. Hanya saja kegiatan..''


DUAKKK


AGHHH


Valera menendang kuat dada lelaki asing itu dengan beringas sebelum dia menyelesaikan ucapannya hingga membuat lelaki itu mengerang dan memegang dadanya yang nyeri sontak aksi Valera membuat para jajaran king tersenyum sinis.

__ADS_1


'' Enyah dari hadapan ku!! sebelum aku membuatmu pergi ke alam lain!! '' teriak Valera lantang dengan amarah di dalam hatinya. Belum juga usai acara pemakaman Greta kini datang lagi seseorang yang tak diundang hingga membuat sang Lady murka seketika.


Para anak buah king menodongkan senjata nya pada keempat polisi yang masih berada disana hingga mereka tak bisa berkutik apapun. Valera menyuruh mereka untuk pergi dari hadapannya, dan beberapa anak buah king langsung mengusir para polisi itu dengan cepat. Namun sebelum itu lelaki yang ditendang oleh Valera melayangkan tatapan tajam nya sebelum akhirnya diapun ikut diseret secara paksa.


__ADS_2