King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* bertemu 2


__ADS_3

Wanita yang bernama Madeline tentu saja jauh lebih terkejut daripada Diandra, Madeline termenung serta terpaku saat melihat ibu dari lelaki yang dicintainya itu tiba-tiba berada di hadapannya dan dipertemukan dalam keadaan seperti ini.


" Nyonya Diandra " lirih Madeline dan Diandra mengangguk lemah serta tersenyum lembut, terakhir kali dirinya bertemu dengan Madeline sudah beberapa tahun yang lalu, tapi kini ia kembali bertemu dalam keadaan seperti ini " nyonya !! " teriak Madeline saat tubuh Diandra roboh tapi kesadarannya masih tetap terjaga. " Apa yang terjadi nyonya. '' ucap panik Madeline dan Diandra hanya diam saja tapi maniknya menatap lekat wajah Madeline.


" tolong aku Madeline. Bawa aku pergi cepat '' ucap Diandra lagi dan Madeline makin bing ung dengan keadaan hingga suara seorang lelaki membuyarkan lamunan Madeline. " cepat pergi Madeline. '' pekik Diandra terkejut saat melihat Chaiden meneriaki nama nya.


Madeline tentu saja panik dengan cepat membawa tubuh Diandra berlari menuju kearah mobilnya, jantung Madeline berdebar tak karuan karena ia merasa menjadi kejaran para perampok dan sebagainya.


BRUKKK


ahhh


Diandra berteriak saat kaca mobil mewah itu digedor kuat dari arah luar, Madeline seketika gugup bukan main, bahkan untuk mengemudikan mobil pun terasa berat dan susah.


" Diandra berhenti melarikan diri !! atau aku akan membunuh putrimu itu '' ancam Chaiden dengan terus menggedor-gedor kaca mobil milik Madeline.


pikiran Madeline seketika kosong saat mendengar ancaman lelaki yang tak dikenalnya itu, tapi suara pekikan Diandra yang menyuruhnya cepat untuk pergi membuat nyali Madeline berkobar seketika.


BHOMMM


Madeline mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tentu saja rasa gugup dan takut ia rasakan kini, Diandra menghela nafasnya secara perlahan dengan mata terpejam.


Diandra memperhatikan jalanan yang di lalui oleh Madeline dan juga dirinya ternyata ini adalah sebuah kawasan pantai wisata, tapi bagaimana mungkin Chaiden mempunyai hunian lain disekitar sini serta pertemuannya dengan Madeline yang tiba-tiba itu.


" Nyonya kau ingin kemana ? " tanya Madeline hati-hati saat melihat keadaan cukup aman, karena sebentar lagi dirinya akan keluar dari kawasan wisatawan.


" entahlah .. " ucap Diandra bingung mendengar pertanyaan Madeline " bolehkan aku ikut bersama mu Madeline ? aku butuh bantuan mu " ucap Diandra dengan penuh harap dan Madeline tentu saja mengangguk walaupun sejuta pertanyaan menumpuk dalam benaknya " terimakasih " lirih Diandra dan Madeline lagi-lagi mengangguk kecil.


******


" Kak apa mommy belum ditemukan ? " ucap Elisya menatap wajah kakak nya lekat.


" Kau tenang saja Elisya. Mommy pasti baik-baik saja, bukan nya Daddy sedang mencari nya hmm ? " ucap lembut Malvin dan Elisya diam saja. " Daddy pasti menemukan mommy kau tenang saja " ucap Malvin lagi.


" Kak jika kakak ingin mencari Mommy maka pergilah aku tak apa disini " ucap Elisya tiba-tiba dan Malvin hanya terkekeh lalu mengelus lembut pucuk kepala adik perempuannya itu.


" Jangan fikirkan hal ini Elisya. " ucap Malvin dan Elisya hanya diam tapi manik nya menatap tajam sang Kakak. " sebaiknya kau beristirahat " ujar Malvin lagi.


" Elisya " panggil tiba-tiba Kenneth dari arah belakang berjalan dengan gagah menuju kakak beradik yang sedang berbincang.


Elisya tersenyum saat melihat kedatangan Kenneth dan Malvin menyadari hal itu, Kenneth duduk di samping Elisya seraya menatap manik Malvin lekat.

__ADS_1


Malvin tersenyum simpul lalu melihat kearah Kenneth dengan tajam dan beralih pada adiknya yang sedang menatap Kenneth dengan tatapan hangatnya.


ckckck Dimana-mana aku melihat aroma percintaan. Batin Malvin.


Entah mengapa dirinya teringat akan Madeline wanita yang beberapa bulan terkahir ini memutuskan untuk pergi menjauh dari dirinya, Malvin seketika tersenyum tipis saat mengingat bagaimana perhatian Madeline yang selalu ia berikan walaupun Malvin menolak bahkan berkata buruk yang membuat Madeline sakit hati.


Malvin memilih untuk pergi dan membiarkan Elisya serta Kenneth berbincang.


" Aku ingin mengajak mu keluar ? " ucap Kenneth menatap wajah ayu Elisya yang sedang menatapnya penuh kehangatan.


" Kemana ? " Picing Elisya.


" suatu tempat " ucap Kenneth dan Elisya mengangguk saja tanpa mau bertanya lebih, Kenneth bangkit lalu di ikuti oleh Elisya dibelakangnya. Athena yang melihat itu hanya tersenyum sekilas melihat adik nya yang hendak pergi entah kemana.


Sepanjang perjalanan Elisya tampak menikmati kota Paris yang saat ini sedang diguyur hujan karena akan masuk ke musim dingin setelah nya, Kenneth sengaja mengecilkan suhu pendingin yang berada di dalam mobil mewahnya.


Manik kelam Kenneth memperhatikan setiap pergerakan yang ada, ia tau jika orang suruhan sang ibu berada dibelakangnya. Kenneth memilih acuh dan tak tau apa-apa.


'' ice cream ? '' tanya tiba-tiba Kenneth


" vanilla '' cepat Elisya dan Kenneth tersenyum tipis.


Kenneth tau jika Elisya saat ini sedang bersedih perihal ibunya yang belum ditemukan, untuk menghibur hatinya yang sedang gundah itu Kenneth mengajak nya untuk memakan ice cream ditempat kesukaan sang kakak.


" Ayo " ajak Kenneth saat mereka telah tiba disebuah kedai ice cream yang cukup terkenal, Elisya mengangguk dan keluar secara perlahan, Kenneth terus mengenggam erat tangan Elisya " Kau tunggulah disini. Aku akan memesan nya terlebih dahulu '' ucap Kenneth terdengar tegas ditelinga nya.


" Baiklah " ucap Elisya lagi.


Kenneth berlalu dan Elisya memandang kepergian Kenneth, dua orang suruhan Valera berada tak jauh dari tempat mereka berada.


" vanilla mu '' ucap Kenneth tersenyum manis seraya menyodorkan ice cream kesukaan Elisya. Gadis manis itu menerimanya dengan hati senang.


'' kau tak makan ice cream ? '' tanya Elisya dengan kesal dan Kenneth hanya terkekeh kecil. '' ckckck.. percuma kau mengajakku ke sini jika tidak memakan ice cream '' kesal Elisya dengan sikap manjanya itu.


" makan lah " ucap Kenneth lagi dan Elisya hanya mengangguk lalu mulai memakan nya dengan lahap.


Kenneth tersenyum tipis saat memperhatikan gadis dihadapannya itu. Hidung, mata, bibir Elisya tak luput dari pantauan Kenneth. Elisya tak menyadari jika lelaki dihadapannya itu sedang memperhatikannya dengan lekat.


" Kau seperti anak kecil Elisya '' ucap Kenneth dengan mengusap lembut bibir Elisya yang terkena noda, Elisya seketika tersentak saat Kenneth justru menjilat tangan nya dengan senyum polos. " manis, sangat manis '' ujar Kenneth lagi.


" Kau !! '' kesal Elisya dan Kenneth terkekeh acuh seraya memperhatikan keadaan sekitar, maniknya bersitatapan dengan salah satu anak buah king suruhan ibunya, seketika mereka menunduk saat Kenneth menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


Markas utama.


PLAKKK


Nafas Gloria menderu saat melihat wajah yang telah berani menyekap serta melakukan pelecehan terhadap putri bungsunya. Nafasnya naik turun tak karuan dengan tangan yang sedikit bergetar.


" Johan !! kau. Bajingan '' teriak Gloria marah dengan mata yang melotot lebar.


DUAKKK


AGHHH


Gloria menendang dada Johan dengan beringas, sedangkan Dave menatap lelaki itu dengan datar, tangannya terkepal sempurna saat mengetahui siapa dalang dari penculikan Isabella.


Apakah ayah mertuanya terlibat dalam hal ini ? seketika Dave memikirkan hal lain tentang tuan Gil yang sampai saat kini tidak ada kabar sedikitpun, setelah tak diijinkan memasuki Paris oleh Valera.


" Hahahaha... Ada apa Gloria ? kenapa kau marah hmm.. Lama tak berjumpa. " ucapnya pelan dengan seringai tipis di bibirnya.


" bajingan kau !! sialan. Seharusnya kau mati saja '' teriak Gloria dengan terus memukul Johan dengan beringas tanpa henti.


DUAKKK


BUGHHHHHH


AGHHH


" sialan kau Gloria !! " teriak Johan lantang dengan mata terpejam menahan rasa sakit yang menyerangnya kejantanan nya. Gloria tersenyum miring dan justru menekan kuat benda keramat milik Johan.


nafas Gloria terengah-terengah saat Dave menarik dirinya lembut, Gloria menatap Dave dengan tajam.


" biar aku yang mengurusnya sayang '' bisik Dave lembut dan Gloria menetralkan kembali nafasnya agar lebih teratur.


" ckckck. ternyata ibu dan anak sama saja. Sama-sama seksi saat dalam keadaan marah seperti ini. Tapi menurutku Isabella jauh lebih menggoda dia lebih agresif dan mampu membangkitkan hasrat ku '' ucap Johan tanpa rasa malu berbicara seperti itu.


BUGHHHHHH


" Aku akan merobek mulut mu jika kau berbicara mengenai istri dan putri ku sialan '' pekik Dave marah setelah memberikan bogeman mentah pada Johan.


CEKLEK


dua orang gadis berusia muda masuk dengan wajah tanpa ekspresi, mata nya menyorot tajam kearah Johan. Johan yang ditatap seperti itu hanya bisa memberikan senyuman penuh godaan, hingga.

__ADS_1


DORR


__ADS_2