King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Mulai mengamuk.


__ADS_3

Sesaat ruangan itu senyap dan hening. Valera terdiam dan masih berdiri dengan menatap Brandon dan Alland sedangkan kedua lelaki itu hanya bisa menunduk merasa telah mengabaikan ultimatum yang telah lady nya berikan.


belum juga Greta ditemukan kini seseorang meminta Alland dan Brandon untuk menjadi orang nya. Valera tak mau memberikan nya begitu saja karena mereka sudah seperti saudara dan keluarga tapi dengan entengnya seseorang memintanya.


" Kau tak bisa menolak nya. '' ucap tegas lelaki itu dan Valera sontak membalikkan tubuhnya untuk melihat lelaki yang kini sedang tersenyum kecil menatap nya.


" Jika aku menolak ? " ucap Valera santai.


" Maka aku pun tak segan untuk membunuh mu " ucapnya tanpa ragu sontak Dave, Alland, Brandon dan Samuel terkejut mendengarnya. Perjanjian ? apa yang sedang mereka bahas sebenarnya. Valera hanya tersenyum santai menanggapi perkataan konyol dari rivalnya.


" Benarkah ? kau ingin membunuhku ? '' ujar Valera dengan sikap yang tenang namun sorot matanya mengunci lelaki itu.


" Kau bisa mencoba nya dan jangan hanya mengujiku " tekan lelaki itu dan Valera hanya tersenyum tipis dibuatnya.


'' Jika begitu silahkan kau lakukan. Karena aku menolak keras untuk memberikan orang-orang ku. " tegas Valera tanpa ragu.


" Lady!! " pekik Dave,Alland dan Brandon secara bersamaan. Lelaki itu tersenyum meremehkan melihat Valera yang justru tak bisa berkutik dan terkesan seperti orang yang pasrah namun ia juga harus tetap berhati-hati karena wanita yang bergelar lady itu mempunyai banyak cara untuk melakukan aksinya.


" Kenapa? lakukan saja, jika perlu saat ini juga '' ucap Valera santai dengan senyum tipis diwajahnya.


" Lady apa yang kau katakan ? kenapa kau menyuruh dia untuk membunuhmu ? '' ucap Brandon memberanikan diri bertanya pada wanita yang berada di hadapannya itu. Valera hanya menatap datar dan melirik Brandon sekilas.


" tentu saja mempertahankan kalian '' ketus Valera lagi dengan kesal.


" Percuma saja kau memintaku untuk membunuh mu aku tidak mau gegabah asal kau tau. Tapi untuk masalah ini aku tetap tak mau mengalah. Berikan mereka padaku!! '' ucap lelaki itu dengan tegas dan tak bisa bernegoisasi lagi.


" Hanya omong kosong " desis Valera lagi dengan sorot mata yang tajam.


'' Jika begitu kau tau dengan konsekuensinya. " ucap lelaki itu dengan senyum penuh misteri. Valera memicingkan maniknya sehingga menyipit. Perkataan orang itu sungguh menggelikan membuat Valera mengulum senyumnya kecil.


'' Konsekuensi ? seharusnya aku yang mengatakan hal itu pada mu. Apa kau lupa siapa aku ? '' ucap Valera dengan angkuh dan lelaki itu hanya mengangguk kecil '' Aku tidak pernah mengusik mu maupun orang-orang mu walaupun terkadang beberapa orang mu selalu saja membuat aku kesal jika berkunjung kedalam salah satu bisnis club' milikku. Perjanjian itu tentu saja aku masih mengingatnya. Aku telah memberikan sebagian wilayah dari tempat ini sebagai kompensasi atas apa yang telah kakek ku perbuat dulu. " Lanjut Valera lagi dengan dingin tanpa ekspresi. Setiap kata-kata nya ia tekan untuk menyadarkan apa yang sudah ia lakukan saat dulu.

__ADS_1


" Namun orang-orang mu melanggar nya !! '' pekik lelaki terpancing emosi karena Valera mengungkit masa lalu.


" Dan kau tak pantas meminta orang-orang ku!! " teriak Valera lantang dengan manik ya g memerah tajam. "


" AGHHH !!! Mereka harus menjadi orang-orang ku !! " teriak nya marah bahkan melemparkan gelas kristal di hadapannya ke dinding hingga semua orang melihat kearah pecahan kaca yang berserakan " Kau melanggar nya !! Kita sudah membuat perjanjian bahkan dihadapan beberapa orang dan sekarang kau ingin menyangkalnya '' teriak nya lantang.


'' dengan meminta orang-orang ku ? '' ucap Valera dengan dingin.


'' yes " lantang nya.


DORR


cukup!! sudah cukup lelaki itu menguji serta memancing amarah dalam dirinya. Valera menembak dada lelaki itu hingga tersungkur dengan tatapan sayu. Apa yang dilakukan oleh Valera membuat lelaki berpakaian hitam tak bisa berkutik apapun, mereka sangat sayang akan nyawa nya jika harus berhadapan dengan wanita iblis berwajah bak malaikat itu.


" Jangan membuat lebih dari ini !! Aku tidak pernah melanggar perjanjian. Tapi kau justru meminta hal yang tidak bisa aku kabulkan. Jangan menghayal tinggi '' sinis Valera dengan penuh penakanan. " Dan kalian. " tunjuk Valera pada beberapa orang yang berdiri dengan wajah terkejut " bawa tuan mu kerumah sakit. Katakan padaku jika dia siap untuk melawan ku maka dengan senang hati aku akan menyambutnya '' ucap Valera tegas dengan seringai yang tercetak jelas di wajah cantiknya membuat lelaki berpakaian hitam merinding


Valera melihat kearah Dave dan juga Samuel. sontak kedua orang itu tertegun dengan tatapan tak biasa yang dilayangkan oleh Valera.


Valera menarik Alland dan juga Brandon dengan kasar. Dave dan Samuel hanya mengikuti langkahnya dari belakang. Hari itu Valera berhasil membawa ketiga orang yang menjadi tawanan seseorang walaupun harus dengan cara yang tak biasa, tapi setidaknya Valera bisa mempertahankan kedua jajarannya.


Markas utama.


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


Valera memukul Alland dan Brandon dengan keras hingga kedua lelaki itu meringis dan tersungkur ke lantai. Para anak buah king yang melihat tak berani mendekat dan mereka memilih untuk menjauh saat melihat kemarahan sang lady yang telah lama tak muncul.


" Lady " ucap Alland lirih.


" jangan mengucapkan apapun Alland!! bukan kah aku sudah memperingati kalian dan lainnya untuk tidak menginjak tempat yang aku tandai huh ? " ucap Varela dengan berteriak lantang " kenapa kalian melanggarnya !! " teriak Valera lagi marah.

__ADS_1


" maafkan aku lady, itu semua ulah ku " saut Alland dengan wajah menunduk, Valera menatap tajam bak seorang predator yang memindai mangsanya. Mengerti akan arti tatapan lady nya Alland menghela nafas secara perlahan. " kami mencari nona Athena. Dan kami mendengar ada suara adu senjata di kawasan itu tanpa memikirkan konsekuensinya aku menerobos masuk " ucapnya dengan nada bersalah.


" Ya kau memang salah sangat salah !! " desis Valera lagi akan tetapi sorot matanya masih saja menatap tajam kearah Alland. Namun tiba-tiba Samuel datang dengan langkah tergesa-gesa hingga membuat Valera mengerutkan dahinya perlahan.


BUGHHHHHH


" ohh " ucap Valera dan orang-orang yang berada di dalam sana, mereka terkejut karena tiba-tiba Samuel datang dan langsung menghajar Alland secara membabi buta. Wajah putra Thomas itu memerah dengan sorot mata yang gelap.


BRUKKK


Brandon terpental kearah samping dimana tubuhnya menubruk dinding karena ingin menangkap tubuh Samuel untuk berhenti menghajar kawannya itu.


" Samuel !! pekik Thomas tiba-tiba dengan nada geram. Samuel menghentikkan aksinya dengan nafas memburu menatap Alland dengan tajam.


BUGHHHHHH


Samuel memekik kecil saat Thomas kembali memukul wajah putranya itu berharap Samuel akan sadar atas apa yang ia lakukan nya ini.


" Apa yang kau lakukan Samuel. Kau memukul Alland ? untuk apa huhh!! " pekik Thomas marah sekaligus geram. Samuel menyeringai dingin tatapannya menghunus tepat di manik sang ayah.


" Tanyakan saja pada dirimu sendiri. Kau sudah memukul ku dua kali tanpa mau mendengar penjelasan ku terlebih dahulu. '' dingin Samuel dengan sudut bibir yang berdarah karena pukulan Thomas. Alland segera di singkirkan dari ruangan itu menuju ruangan medis atas perintah sang Lady. '' Kau marah karena aku ikut menjadi tawanan mereka ? Apa kau tau kenapa aku pun ikut tertahan !! itu semua ulah lelaki sialan itu !! Aku sudah menahan nya untuk tidak melakukan nya tapi dia nekat dan justru menerobos begitu saja karena ingin mencari kak Athena. Apa dia ingin menjadi pahlawan kesiangan !! " pekik Samuel lantang dihadapan ayahnya. Valera diam saja seperti menikmati adegan ini. Sungguh anak-anak yang ia didik sedari kecil hingga sekarang justru tumbuh melebihi ekspektasi.


" Samuel kau!! " geram Thomas namun Samuel justru terkekeh dengan renyah seakan tak mempedulikan amarah ayahnya. Maniknya menatap kearah Valera lalu ia tersenyum tipis dan berlalu begitu saja dari sana meninggalkan semua orang yang masih tertegun dengan kejadian beberapa saat yang lalu.


" Apa yang kau lakukan Thomas ? '' Picing Valera menatap punggung Thomas, lelaki itu berbalik dan menatap sang Lady.


" Aku memukulnya " ucap Thomas tanpa ragu.


" Kenapa ? apa karena ia ditawan oleh lelaki itu ? Aku sudah menyelesaikan nya. Jangan khawatir namun kau seharusnya tidak bersikap seperti itu. Samuel justru lebih mirip dengan Asyur, pamannya " ucap Valera tanpa ragu dan Thomas hanya menunduk tak berani menatap kearah sang lady.


sedangkan Alland tampak diobati oleh seseorang di ruangan medis. Luka lebam di wajah nya sungguh banyak bahkan kaki nya pun terdapat luka tembak. Valera melihat sebentar kondisi Alland dan kemudian mereka berbicara empat mata.

__ADS_1


__ADS_2