
Malvin berdiri dihadapan pintu ruang dimana Madeline sedang berjuang antara hidup dan matinya, pikirannya terus tertuju pada Madeline yang dalam keadaan tenang walaupun manik wanita nya menatap sendu kearah nya.
Akan ku hancurkan orang yang telah membuat keributan dimomen anak ku lahir..Lihat saja. Setelah aku mendengar tangisan anak ku. Maka kalian semua akan menerima ganjaran nya.
Tak berselang lama tangisan kencang memenuhi ruangan itu, Malvin terpaku menatap kearah dokter yang sedang menggendong anak nya dalam keadaan darah masih berlumuran. Madeline menangis dan menghembuskan nafas nya lega.
" Sayang.. " kelu Malvin.
" Tuan selamat bayi nya perempuan cantik seperti ibunya " ucap dokter itu dengan tersenyum walaupun ketakutan melanda dirinya. Malvin mengusap air matanya perlahan dan mencium bibir Madeline dengan penuh perasaan setelah itu Malvin melangkah kearah bayinya berada dimana seorang perawat sedang membersihkan sisa-sisa darah yang menempel.
" Serena.. Ya namanya Serena. Akan ku sematkan nama belakang ayahku. Serena Bruno. " ucap Malvin tersenyum dan mengusap lembut pipi bayinya sebelum ia melangkah keluar.
Dakkkkk Dakkkkk
" jaga baik-baik putriku. " tegas Malvin pada seorang perawat.
Di luar sana rupanya Alexa sudah menghabiskan dua nyawa dari lelaki asing yang menyerang nya bahkan Alexa menekan sesuatu tombol disamping lift agar benda itu terhenti dan kehilangan fungsi jalan nya.
DODODOR !!
TRANGGG
DODODOR !!
kedua lelaki itu berambisi untuk melumpuhkan Alexa sebelum mereka melakukan tugasnya untuk melenyapkan bayi serta wanita dari seorang Malvin Bruno. namun sayang nya kehadiran Alexa yang tak disangka-sangka membuat sebagian rencana nya kacau berantakan.
SRETTTT
AGHHH
CRATTT
" Jangan menguji kesabaran ku!! " desis Alexa bengis lalu dia melihat kearah pintu yang mulai terbuka dimana malvin berdiri tegap dengan mata yang melebar sempurna dimana Alexa melakukan tindakan yang mirip dengan seorang psikopat.
DUAKKK
AGHHH
DORRR !!
" NO!! " teriak seorang lelaki saat Alexa menembak mati orang itu telah di dahinya. Alexa tersenyum miris dan menatap bengis. " Kau!!! " sentak nya seraya menunjuk kasar kearah Alexa " aghhhh " teriak nya.
__ADS_1
DORRR
BRUKKK
sebelum orang itu menyerang Alexa. Malvin terlebih dahulu menembak kaki si lelaki hingga jatuh tersungkur. Malvin mendekat dan menatap kearah lelaki tajam.
" Kau..." ucapnya ragu saat Malvin seperti menyadari wajah lelaki itu " bukankah kau teman Gevariel " Picing Malvin bingung.
DUAKKK
ahhh
" Kakak! " pekik Alexa saat dahi Malvin sengaja dibenturkan oleh lelaki asing itu hingga Malvin dibuat linglung dan pada saat Alexa hendak menolong justru lelaki itu malah mengayunkan sebuah belati kearah kaki putri dari Ed itu.
SRETTTT
" Eghhh.." rintih Alexa.
DORRR
AGHHH
" Ringkus dia!! " titah yang terdengar mutlak itu tak bisa di bantah oleh siapapun. Pengawal yang dibawa oleh nya dengan sigap meringkus lelaki itu dan membawanya kesuatu tempat.
Ya Valera mendapatkan kabar jika Madeline akan segera melahirkan namun diluar dugaan musuh datang dan memanfaatkan keadaan disaat Malvin sedang menemani kelahiran bayinya, dan tentu saja Valera segera memerintahkan para anak buah nya untuk memblokir area tersebut untuk keselamatan Madeline dan juga bayinya.
" Kau tak apa ? " ucap Valera kepada Alexa.
" Hanya luka biasa.. " ucap Alexa.
" Segera obati dengan cepat Alexa. Jangan meremehkan nya '' tegas Valera dan Alexa mengangguk paham tak bisa membantah perkataan Valera yang terdengar dingin ditelinganya.
" Apakah bayimu sudah lahir ? '' tanya Valera menatap kearah Malvin dan lelaki bertubuh tegap dan berparas tampan itu mengangguk dengan tersenyum
'' Dia perempuan dan sangat cantik '' lirih Malvin dan Valera diam saja namun detik kemudian dirinya memeluk Malvin dengan erat. Putra semata wayang dari orang kepercayaan nya dulu Macky Bruno kini telah tumbuh menjadi lelaki bertanggung jawab bahkan Valera tak menyangka jika anak lelaki yang sudah ditinggal mati oleh ayahnya bisa tumbuh menjadi anak yang kuat bahkan kini Malvin sukses dalam dunia dan karir nya.
" Aku ucapkan selamat padamu Malvin. Selamat kau telah menyandang gelar sebagai seorang ayah. Jaga putrimu dari kejam nya dunia " ucap Valera yang kini terdengar lembut dengan senyum damai diwajah sang Lady.
" Terimaksih.." ucap malvin tersipu malu dan valera terkekeh dibuat nya.
Hari itu itu juga Valera menyarankan agar Madeline dirawat di blue mansion dengan membawa kedua dokter ahli serta peralatan yang sudah tersedia disana. Awalnya Madeline enggan karena terlalu banyak merepotkan namun Valera tak menerima penolakan baginya kini Madeline adalah keluarganya beserta sang putri yang telah ia anggap sebagai cucu perempuannya Serena Bruno.
__ADS_1
********
Blue mansion, dua hari kemudian.
Bayi cantik yang kini sedang terlelap tidur dalam sebuah box berwarna pink muda itu mendadak menjadi perhatian semua orang bahkan tuan Ramius merasa senang karena dirinya mempunyai seorang cicit perempuan.
Athena tersenyum dan mencoba mengelus lembut pipi bayi yang baru dua hari itu lahir. Bahkan semua orang kini menatap kearah Athena yang nampak nyaman menatap Serena.
" Sayang.. " ucap George mengelus lembut punggung sang istri.
" Aku tidak apa-apa kak. Aku yakin suatu hari nanti kita pasti akan mempunyai seorang bayi yang lucu " ucap Athena tersenyum tulus George mengangguk dan mengecup lembut pipi sang istri.
" Jangan berkecil hati Athena...pasti kau akan segera memilikinya " lembut Madeline dan athena tersenyum lembut seraya menatap bayi Serena yang semakin terlelap dari tidur nya.
Hari itu bayi Serena mendapatkan banyak hadiah dari semua orang yang membuat Madeline tampak terharu dan bahagia karena bayinya begitu sangat dicintai oleh semua orang. Bahkan Asyur memberikan sebuah hotel bintang tiga untuk Serena sebagai aset masa depan Serena ketika besar nanti.
Bukan hanya Asyur yang memberikan hadiah senilai fantastis bahkan Remigio dan Valera pun memberikan sebuah mansion lengkap dengan isi dan sebuah mobil bernilai miliaran. Tentu saja Malvin dan Madeline sangat berterimakasih atas hadiah yang akan diterima putrinya nanti ketika besar nanti.
Tak hanya pasangan yang dijuluki pasangan iblis Athena dan George memberikan sebuah villa limited yang baru saja rilis di tahun ini. Malvin merasa Serena menjadi bayi yang kaya mendadak. Kebahagian itu muncul ditengah-tengah kerusuhan yang terjadi.
Keesokan harinya Valera mengadakan sebuah rapat dadakan yang diadakan di sebuah markas utama mengingat beberapa orang telah mereka ringkus dan akan diinterogasi oleh Valera.
Kabar kematian tuan Gil sudah sampai ke telinga Gloria, putri semata wayangnya itu merasa sedih namun tak bisa berbuat apa-apa bahkan hubungan nya dengan sang ayah menjadi tidak baik setelah menikah dengan Dave.
" Katakan lah " ucap Valera menatap Elion dan Lotus dengan tajam.
" Maaf lady. perihal kematian Greta masih bersangkutan dengan tuan Gil namun hal lain yang cukup mengejutkan dimana salah satu anggota ORTAXS ikut campur didalam nya. " ucap Elion dan Valera mengerutkan dahinya sesaat
" ORTAXS " gumam Valera.
" Namun kami masih dalam penyelidikan karena kau tau sendiri jika Amerika bukan kekuasaan penuh diriku mungkin dengan bantuan tuan Remigio kita akan segera mendapatkan nya '' ucap Elion tenang.
ORTAXS ? apa semua ini masih berkaitan dengan esme dan antek-antek nya. Batin Valera.
BRAKKKK
" Lady maaf.. Namun kabar buruk harus disampaikan.. istana di Lamora dihancurkan oleh pihak tak bertanggung jawab bahkan beberapa tawanan berhasil kabur meski sebagian nya berhasil di tangkap kembali " ucap seseorang dengan wajah pucat. Valera yang mendengar kabar itu sontak mengepalkan tangannya erat hingga manik nya memerah menahan segala amarah hingga tanpa sadar Valera memecahkan cermin hiasan yang berada disana.
PRANGGG
" Siapkan semuanya. Kita akan berangkat, pasti anak itu yang melakukan nya!! " tegas valera dengan datar dan dingin hingga semua orang bingung dengan ucapan Valera seolah tau siapa yang melakukan nya.
__ADS_1