
Amerika serikat, waktu setempat.
kedatangan Remigio dan Athena disambut baik oleh sang ayah dan beberapa orang kepercayaan tuan Arzetto, Athena langsung memeluk kakeknya dengan sangat manja.
" wahh kau bertambah berat sayang " goda tuan Arzetto memeluk cucu perempuannya hingga Athena mendengus kesal karena perkataan sang kakek.
" dimana Oma ? " tanya Athena seraya melepaskan pelukannya kepada sang kakek.
" oma mu berada di kamarnya sedang beristirahat. " ucap tuan Arzetto dan Athena hanya mengangguk mengerti.
Remigio menyapa sang ayah dan tuan Arzetto saling memeluk secara jantan, beberapa barang bawaan segera dimasukkan oleh beberapa orang pelayan yang berada di sana.
Athena berjalan terlebih dahulu, hingga langkah kakinya terhenti saat mendengar pekikan seorang wanita disana.
" Daddy !! " ucapnya seorang wanita disana hingga Athena menatap kearah wanita itu yang berlari dan memeluk daddy nya erat, dahi Athena mengeryit menatap penuh keheranan pada wanita yang terlihat senang akan kehadiran Remigio. " kenapa kau baru berkunjung kemari, aku sangat merindukan mu " ucapnya dengan suara lembut dan sedikit manja, Remigio hanya tersenyum dan mengelus lembut rambut wanita yang berada di hadapannya ini lalu detik kemudian maniknya menatap sang putri yang kini sedang menatapnya dengan tajam.
" Silla, ayo kita masuk " ucap remigio dan Silla mengangguk patuh tuan Arzetto hanya bisa diam saat melihat Athena berdiri dengan sorot mata yang tajam, manik Silla bertatapan dengan Athena yang kini menatapnya lekat-lekat.
Silla tertegun karena kedatangan Remigio bersama seorang gadis yang Silla yakini jika itu adalah Athena putri dari seseorang yang kini panggil Daddy olehnya.
Remigio berjalan dan menghampiri sang putri lalu membisikan sesuatu disana, Athena hanya mengeryitkan dahinya pelan dan menatap sang ayah dengan datar.
nyonya Rosalina sangat senang karena Athena datang dan berkunjung bersama dengan Remigio, Athena memeluk sang nenek dengan erat. Remigio, Silla, dan juga tuan Arzetto hanya menatap dua orang berbeda usia itu.
" kau semakin cantik sayang, " puji nyonya Rosalina dengan mengelus lembut pipi Athena yang bersemu merah.
" Oma pun masih terlihat cantik walaupun sudah tak muda lagi, " ucap Athena sedikit memberikan lelucon untuk neneknya yang sedang sakit itu.
__ADS_1
kedatangan Athena seakan menjadi obat alami untuk nyonya Rosalina, sedari tadi mereka berdua tak henti-hentinya bercerita ringan dengan sedikit candaan tawa disana.
tuan Arzetto senang saat melihat sang istri yang tampak baik-baik saja setelah kedatangan sang cucu, hingga malam berlalu kini mereka semua sedang duduk dengan tenang di meja makan.
beberapa pelayan sibuk menyiapkan hidangan kesukaan Athena hingga Silla yang melihatnya merasa ini terlalu berlebihan, Remigio sedang duduk bersama dengan sang ayah dan juga sang adik Romanio yang baru saja tiba sore tadi.
" wahh lihatlah semuanya terlihat sangat menggiurkan " ucap Athena senang dan semua orang hanya mengulum senyum nya. " perutku sudah terlalu lapar " ucap Athena lagi.
" makanlah yang banyak, Oma tak mau jika kau sakit seperti diriku. " celetuk nyonya Rosalina dan Athena terkekeh dibuatnya.
" Daddy, biar aku yang melayani mu " ucap Silla tiba-tiba yang sudah mengambil piring Remigio dan menaruh beberapa hidangan diatasi piring mewah itu.
" Silla tak perlu, Daddy bisa sendiri '' ucap remigio lembut dan Silla hanya tersenyum kecil. Athena tampak memperhatikan Silla yang memanggilnya dengan sebutan Daddy seperti dirinya, nyonya Rosalina dan tuan Arzetto hanya saling pandang saat Athena terdiam begitu saja.
makan makan terasa hangat saat itu, bahkan Athena dan sang paman tak sungkan untuk berdebat di meja makan hingga membuat kegaduhan yang ada.
Silla hanya memperhatikan Athena begitu saja dengan tatapan datar nya, kehadiran gadis itu seakan berpengaruh untuk semua orang disini.
kini Athena duduk dihadapan sang ayah dengan sorot mata yang tajam, kehadiran Silla sedikit mengganggu fikirannya saat ini, apalagi Silla memangil dengan sebutan Daddy seperti seorang putri pada umumnya.
" siapa dia dad ? " ucap Athena lagi, Remigio menghembuskan nafasnya secara perlahan, Athena tidak tau menahu soal ini apalagi tentang Silla. " kenapa diam ? kenapa dia memanggilmu dengan sebutan Daddy ? " Picing Athena heran.
" sayang, dia Silla " ucap Remigio lembut " Silla salah satu anak didik sahabat Daddy. Paman Kenov kau masih ingat bukan sayang " ucap remigio dan Athena diam saja menyimak " dia memang memanggil Daddy dengan sebutan itu sayang " ucap Remigio lagi memberi penjelasan sedikit kepada Athena.
" Lalu ? apa dia tinggal disini ? " ucap Athena lagi.
" ceritanya panjang sayang, Silla tidak tinggal disini hanya sesekali datang dan setelah itu ia akan dijemput oleh paman Kenov " ucap remigio menjelaskan
__ADS_1
" tapi kenapa dia harus memanggilmu Daddy " ucap Athena merasa tak terima dengan penuturan sang ayah kali ini, Remigio tau jika putrinya saat ini marah dan kesal karena kedatangan Silla yang begitu tiba-tiba.
Silla gadis yang diselamatkan oleh para jajaran king pada kala itu, gadis itu awalnya tinggal di markas utama selama kurang satu tahun sebelum pada akhirnya Remigio dan sang istri berunding secara matang agar Silla di didik oleh Kenov yang mempunyai tempat khusus bagi anak- terlantar kurang lebihnya.
Silla memang manggil Remigio dengan sebutan Daddy dan memanggil Valera dengan dengan mommy karena pada saat itu mereka terbilang cukup dekat, sebelum pada akhirnya Silla harus pergi bertolak ke Amerika untuk hal lainnya.
" sayang sudah jangan marah, Daddy menyayangimu melebihi apapun sayang " ucap Remigio mendekap Athena dengan lembut dan mencoba menenangkan sang putri.
" Daddy " ucap Silla tiba-tiba yang berada di belakang keduanya, Remigio menoleh dan tersenyum sedangkan Athena hanya menatap tajam pada Silla.
" ada apa Silla ? " ucap Remigio lagi.
" hmm apa mommy tak ikut ? " ucap Silla ragu-ragu hingga lagi-lagi Athena terkejut bukan main, mommy ? mommy yang mana yang dimaksud oleh Silla.
" tidak Silla. Mommy masih banyak urusan dan kemungkinan besar ia akan menyusul, ada apa ? apa kau merindukan nya " ucap remigio lagi dan Silla mengangguk membenarkan walaupun saat ini Silla merasakan hawa lain di ruangan ini, panas tapi bukan api.
" Hai.. kau pasti Athena bukan ? " sapa Silla dengan ramah dan Athena diam saja " aku Silla " ucap Silla lagi mencoba untuk berinteraksi dengan Athena yang dingin dan datar.
Remigio hanya menghela nafasnya perlahan, saat Athena tak menjawab pertanyaan dan sapaan ramah dari Silla. Athena memilih pergi dari ruangan itu dengan segera tanpa memperdulikan dua orang yang ditinggalkannya.
" Dad, apa Athena tak menyukai ku ? sepertinya iya " ucap Silla sedikit lesu dan Remigio hanya tersenyum tipis menanggapi.
" Dia memang seperti itu Silla, tapi percayalah jika dia sebenarnya gadis yang sangat menyenangkan. Hanya saja kalian baru saja bertemu jadi wajar ia bersikap seperti itu " jelas Remigio dan Silla hanya mengangguk saja lalu duduk disamping Remigio.
sedangkan didalam kamar Athena justru merasa kesal bukan main, ia memang tak tau dengan cerita masa lalu yang berkaitan dengan kedua orangtuanya, tapi entah mengapa Athena merasa tak suka jika Silla memanggil Daddy pada Remigio.
cemburu ? mungkin ia karena selama ini Athena hanya satu-satunya putri dari seorang remigio Adomson, Athena tampak berpikir lain tentang Remigio karena sebelumya ia dilarang untuk ikut berkunjung ke rumah Oma dan opa nya
__ADS_1
" ckckck.. kenapa harus Daddy ku yang kau panggil seperti itu " tukas Athena kesal " masih banyak yang lainnya, dasar menyebalkan. Awas saja jika kau berusaha untuk merebut mereka dariku, akan ku hadiahkan peluru-peluru cantikku di tubuh mu itu nanti. " ucap Athena tak henti-hentinya nya menggerutu tak jelas.
hingga Athena memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya dan mulai memejamkan kedua matanya secara perlahan, tanpa Athena sadari jika ia tak memberi kabar pada George tentang kepergiannya itu.