
Rupanya Kenneth datang dengan tiba-tiba dan menembak target buruan dari anak buah Malvin dan juga George. Mereka serempak menunduk sopan saat melihat sosok Kenneth ya v telah membantu. Kenneth melihat wanita yang ditembaknya tadi berlari lagi berusaha untuk menjauh dengan kaki yang pincang.
'' See ! buruan kalian hendak melarikan diri lagi " ucap Kenneth dengan menunjuk kecil wanita berambut merah yang sedang melarikan diri dengan terpogoh-pogoh. Sontak semua manik menatap kearah wanita yang dimaksud oleh tuan muda nya. " bereskan semua. !! " ucap Kenneth dengan datar dan dingin. Para anak buah Malvin dan George hanya mengangguk patuh. Setelah mengatakan hal itu Kenneth segera menuju ketempat George dan Malvin berada.
Rupanya kedatangan Asnee disana membuat George dan Malvin terkejut bukan main. Lelaki yang berasal dari Thailand itu sekaligus pengasuh saat George masih kanak-kanak kini wajah itu kembali berada di hadapannya. Asnee dengan cepat membantu George untuk berdiri.
'' cepatlah bergerak. Kalian sungguh lelet '' ucap tiba-tiba Kenneth dengan wajah tanpa ekspresi namun senyum tipis masih tersemat di wajah tampannya. Lagi-lagi George terkejut akan kedatangan adik lelakinya itu.
'' kau ? bagaimana bisa ? '' ucap Malvin dengan wajah bingung namun anak lelaki dari sang penguasa itu hanya melirik sekilas kearah Malvin.
'' cepatlah sedikit. Wanita jelek berambut merah itu sudah aku lumpuhkan. Tidakkah kalian memberikan ku sebuah pujian ? '' ucap Kenneth hingga George dan Malvin terdiam bukan main pasalnya Kenneth yang mereka kenal tak pernah banyak berbicara.
mendengar tak ada yang berkata apapun Kenneth berjalan mendahului mereka begitu saja. Asnee segera membisikkan sesuatu pada mantan tuan kecilnya dulu jika tuan muda nya yang sekarang ini tak ingin mengulangi kata-kata nya dua kali. Lebih baik mereka segera pergi dari sana sebelum ada pihak lain yang melihat.
Rupanya kedatangan Kenneth dan Asnee terbilang cukup rapi. Mereka tak membawa pengawal maupun anak buah, hanya berbagai senjata dan alat-alat lainnya yang berada di dalam mobil yang Kenneth dan Asnee gunakan, benar-benar tak disangka bukan.
Disisi lain ditempat Syina dan Elena berada.
Melani sedang berbicara serius dengan seorang laki-laki dewasa yang berusia sekitar empat puluh tahunan, namun wajah dan postur tubuhnya masih terlihat sangat segar. Syina tampak memperhatikan mereka dalam diamnya.
Sudah dua hari mereka berada disebuah tempat pribadi milik Melani. Jujur Syina sangat penasaran akan sosok Melani yang sesungguhnya. Ia rasa Melani bukan dari kalangan biasa terlihat dia memiliki aset dan beberapa kekayaan yang tak pernah diperlihatkan.
" Syina. '' ucap Elena tiba-tiba hingga mengejutkan Syina yang sedang asik dalam pikirannya. " Lady berpesan agar Greta segera ditemukan. Kita tak bisa menikmati waktu senggang terlalu lama. Greta pasti sedang membutuhkan kita saat ini dan juga keadaan disana semakin tak kondusif '' ucap Elena dengan pelan hingga kawannya itu hanya bisa mengangguk kecil. " Apa yang sedang kau lihat ? " ucap Elena penasaran.
" Mereka " jawab Syina tanpa ragu. Elena hanya mengerutkan dahinya saat melihat Melani sedang berjalan kearah nya bersama dengan seorang lelaki dewasa.
" Hai guys. " sapa Melani kepada Syina dan juga Elena. Kedua anggota king itu hanya tersenyum untuk membalas sapaan dari Melani. '' bagaimana jika sore ini kita bisa berangkat untuk menuju pulau itu? '' ucap Melani lagi.
__ADS_1
" Ya lebih baik begitu. " timpal Syina dan Melani hanya tersenyum tipis.
Elena dan Syina setuju jika sore ini mereka akan melakukan perjalan lagi menuju pulau yang diyakini dengan keberadaan Greta. Rupanya lelaki yang berbicara dengan Melani akan ikut serta dalam misi itu tentu saja Elena tak keberatan karena itu adalah hal yang baik.
Waktu menunjukkan pukul empat sore. Sebuah kapal barang telah siap untuk berangkat. Jika sebelumnya mereka menggunakan kapal pribadi tapi kali ini tidak. Mereka akan melakukan sedikit tipu muslihat, karena Melani mendapatkan kabar jika di dermaga akan ada periksaan ketat untuk setiap orang yang datang.
Elena dan Syina hanya diam saja akan hal itu mereka berdua mempercayainya hal ini pada Melani. Keempat orang yang akan menjalankan misi sudah siap mereka menggunakan mobil sewaan atas perintah Melani karena tak ingin terlacak oleh siapapun terlebih mereka telah melewatkan hari yang buruk.
Lima jam mereka melakukan perjalanan melalui jalur laut, Sebuah kapal barang yang menurut Elena cukup bagus itu mempunyai beberapa sekoci disamping kiri dan kanannya.
" Sepuluh menit lagi kita sampai. " ucap Melani tiba-tiba mengejutkan Elena dan Syina yang sedang menikmati waktunya dengan minum minuman berperisa orange juice.
" Ya " saut Syina dengan tenang.
Sesampainya di pulau X berada.
Kedatangan rombongan Melani cukup mencolok karena wajah mereka yang Eropa dan benar dugaan informan milik Melani jika kedatangan mereka tentu saja diperiksa secara ketat, entah bagaimana caranya mereka lolos begitu saja.
" Dia.. " ucap Elena terbata-bata saat melihat penampilan manusia yang menurutnya jadi-jadian.
" sudahlah ayo. Greta !! Kawan mu pasti menunggu " ucap Melani lagi dan
Elena dan Syina mengangguk cepat dan mulai menaiki mobil yang terlihat mirip seperti mobil pembawa barang, hanya sebuah terpal berwarna hitam yang melindungi dari sisi kiri, kanan dan bagian atas nya. Syina mengerutkan dahinya pelan.
" Leam " ucap lelaki itu memperkenalkan dirinya dengan gaya manja. Lelaki itu mempunyai kulit putih dan memiliki otot-otot yang kekar namun sayang kelakuan dan gaya bicaranya terlihat seperti seorang wanita yang genit.
Mobil berwarna putih itu membawa rombongan Melani kesebuah desa yang jauh dari kawasan penduduk. Rupanya pulau itu memang benar-benar milik pribadi bahkan Syina dan Elena jarang melihat orang-orang yang berkeliaran.
__ADS_1
Akhirnya selama menempuh perjelanan yang melelahkan mereka tiba juga disebuah rumah yang mirip dengan sebuah gubuk usang. Syina dan Elena terbelalak kaget melihatnya.
" Melani. Apa ini tak salah ? '' tanya Elena dengan tatapan heran kearah Melani.
" Tidak. Sebaiknya ayo masuk. Angin semakin dingin di luar. " ucap Melani dengan berjalan terlebih dahulu. Seorang lelaki hanya menatap dengan senyum tipis kearah Syina.
CEKLEK
" masuklah terlebih dahulu. Setelah ini mari kita bertempur dengan sesungguhnya. Aku harap orang yang kalian cari ada di pulau ini '' ucap Melani dengan penuh harap.
" Ya semoga saja " ucap Elena dengan manik yang terpejam karenanya sudah merebahkan tubuhnya di sebuah sofa berukuran minimalis.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini tepat pada pukul tiga dini hari. Elena dan Syina yang tertidur beberapa jam saja terpaksa harus dibangunkan oleh Melani karena misinya. Elena dan Syina dengan cepat beranjak dan segera mempersiapkan alat-alat miliknya. Rupanya Melani cukup memperhitungkan segalanya. Ya wanita itu sangat tahu Selak beluk pulau pribadi milik seseorang ini karena dirinya pemasok bisnis legal seperti mayat-mayat para penjahat yang akan ia jual ke pulau ini.
" let's go " ucap Melani saat mengajak Elena dan Syina menaiki sebuah motor trail. Syina tersenyum miring dibuatnya. Ya tiga buah motor telah berada dihadapannya. rupanya Leam ikut serta akan misi ini, ia menaiki motor trail seorang diri. " GO !! " ucap Melani kepada kawan-kawan nya.
Motor-motor trail itu berjalan melewati jalanan setapak dengan hutan belantara menuju sebuah hunian yang berada di tengah-tengah hutan. Jalanan yang berkelok dan terjal menjadi pemanis tersendiri. Elena dan Syina sangat senang karena mereka berdua bisa melakukan hal ini lagi seperti masih muda dulu.
" Sisi barat !! " pekik Leam ikut bersuara karena lelaki setengah wanita itu rupanya cukup memahami rute jalanan ini, Melani yang membonceng Elena reflek berbelok karena arahan dari Leam, Syina melakukan hal yang sama dirinya memegang kendali kemudi sedangkan seorang lelaki dibelakangnya termegah bersiap-siap dengan sebuah senjata kedap suara. " NOW !! " pekik Leam tiba-tiba sontak lelaki dewasa yang diketahui bernama Roz itu berdiri dengan sigap saat motor yang di kemudikan oleh Syina melaju dengan kecepatan sedang.
JLEBBB
SHOTTT
DODODODOR !!
******
__ADS_1
Maaf yah reader up nya cuma satu episode perhari karena beberapa hari di daerah owee tiba-tiba sedang dalam keadaan cuaca buruk dimana angin kencang dan hujan terjadi begitu saja ditambah jaringan internet yang terganggu, jadi owee gak bisa up disiang hari dan owee akan tetap up pada malam hari saja. Semoga kembali pulih
see you ❤️❤️