King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Kekesalan Samuel.


__ADS_3

Dua hari telah berlalu Isabella telah sadar dan sedang melakukan pengobatan lainnya bersama dengan Ornaf dan juga Elion yang datang dari Rusia. Rupanya kabar Isabella terbaring di ranjang telah menyebar luas hingga ke telinga valera sang Lady.


Selama itu juga Maxim selalu ada disamping Isabella namun gadis itu terlihat enggan menatap maupun berbicara. Maxim hanya bisa bersabar agar Isabella mau memaafkan nya kembali bahkan ia terlihat tak bersemangat beberapa hari ini terlebih dirinya mendapatkan banyak ancaman dari Dave.


" Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri Dave. '' ucap Valera santai.


" Tapi dia telah melukai putriku! " ucap Dave merasa tak terima. Valera mengangguk membenarkan, dirinya pun seorang ibu yang bisa saja marah saat melihat anak-anak nya terluka maupun di lukai.


" berikan mereka waktu Dave. Aku melihat jika Maxim benar-benar menyesal. Mereka masih muda jadi wajar saja, pertikaian akan selalu ada semasih kita tak bisa bersikap bijak '' imbuh Valera seraya menyerap teh beraroma Jasmine kesukaan nya. Dave larut dalam diam manik nya menatap lurus kedepan. Ucapan Valera sedikit mengusiknya. " Lebih baik kau siapkan sedikit demi sedikit pernikahan Aisley dan juga Daniel '' ucap Valera namun rupanya Dave terlihat terkejut pasalnya kabar pernikahan putrinya belum ada yang mengetahuinya.


" Jangan lupa Daniel masih tanggung jawab ku sebelum dia menikah Dave. Walaupun kini dia telah sukses dan memenuhi kriteria lelaki idaman tapi tetap saja dia telah ku anggap sebagai adikku sama seperti Aldo. '' ucap Valera lagi dan Dave hanya mengangguk canggung.


" Baiklah jika begitu aku pamit terlebih dahulu. '' ucap Dave sopan Valera mengangguk mengiyakan. Entah mengapa walaupun Dave telah menikahi keturunan keluarga Harson sikap dan sifatnya tak pernah berubah pada valera yang selalu sopan dan terlihat segan.


Setelah kepergian Dave Valera melirik kearah cctv yang berada di sisi kirinya lalu tersenyum tipis. Tak lama pintu terbuka dan muncul Maxim dengan wajah datar hingga Valera hanya terkekeh kecil.


" Kau sudah dengar bukan ? " tanya valera dan Maxim mengangguk tegas.


" Aku menyesal. Namun sepertinya kata maaf ku tak membuat paman Dave mau menerimaku, terlebih lagi Isabella kini tak mau berbicara padaku. '' keluh Maxim dan Valera mendengarnya dengan seksama.


" Berjuang lebih keras lagi max. Namun ingat kau harus berlatih sekali lagi agar ketika amarah menguasai mu kau tak akan menyakiti orang terdekat mu seperti yang sudah-sudah, kau sama seperti suami dan putriku yang memiliki altar ego, namun jika kau dapat mengendalikan nya maka semuanya akan baik-baik saja. '' ucap Valera tegas dan Maxim menyetujui hal tersebut.


" Terimakasih bibi. Kau sangat membantuku, aku tak akan lupa dengan semua nasihat mu. Jika begitu aku pamit. '' ucap Maxim dengan wibawanya


" hati-hati '' imbuh valera dan Maxim hanya menimpali nya dengan senyuman tipis


*******


Disisi lain Samuel sudah bersiap dengan pakaian kasualnya, Sebuah kaos hitam ia kenakan hingga otot lengan nya tercetak jelas. Senyum nya tampak mengembang pagi ini, ya karena hari ini samuel hendak menemui gadis yang telah mencuri perhatiannya.

__ADS_1


'' kau akan kemana ? '' tanya Alexandrea dengan heran karena kini Samuel tampak memakai pakaian kasual.


'' ckck.... kau tak perlu tau '' kesal Samuel dengan menggerutu tak jelas hingga Alexandrea melihatnya dengan tatapan aneh '' Myra ? '' tebak kembarannya Alexa dengan bibir menyungging tipis. Samuel mengangguk antusias lalu setelah itu ia pergi menggunakan motor sport kesayangannya.


Dalam perjalanan Samuel selalu mengamati sekelilingnya. Bahkan pengawal bayangannya tampak mengikuti tuan mudanya dari jarak jauh. Senyum Samuel semakin lebar kala melihat gadis Asia yang sedang sibuk dengan bunga jualannya.


Samuel turun dari motor dan berjalan dengan elegan. Myra gadis itu tampak tak menyadari jika ada seseorang dibelakang nya.


'' kau semakin cantik saja Myra '' ucap Samuel tiba-tiba hingga gadis Asia itu terkejut bukan main. Manik Myra terbelalak lebar saat melihat seorang lelaki yang selalu mengganggu pikirannya kini terlihat nyata dihadapannya.


Samuel tampak tersenyum mempesona. Myra yang menatapnya hampir lupa berkedip jika Samuel tidak mencolek hidungnya, gadis Asia itu mendadak salah tingkah seketika.


" Untuk apa kau datang ? '' ketus Myra namun Samuel terkekeh dibuatnya. Gadis Asia itu masih saja galak saat bertemu dengan dirinya namun demikian Samuel tak menyerah dibuatnya.


" Tentu saja untuk bertemu dengan mu Myra ku. " ucap Samuel dengan menyentuh lengan Myra namun gadis itu segera menepis nya dengan cepat dan berlalu pergi dengan tergesa. Samuel mengerutkan dahinya seketika lalu ia pun mengikuti kemana pun langkah Myra. " Myra.. Myra tunggu! '' panggil Samuel lagi hingga ia berhenti dan memberikan tatapan tajam pada Samuel. " ada apa hmm ? '' bingung Samuel dengan wajah polos.


'' kau pergi tanpa memberikan kabar, lalu kau datang dengan sesuka hati mu. Menyebalkan '' ucap Myra dengan ketus. Samuel tersenyum menyeringai dibuatnya. Myra yang melihat itu mendadak salah tingkah dan meruntukki kebodohannya yang telah berbicara seperti itu.


" sam !! " pekik Myra saat Samuel justru gemas mencium pipinya yang bulat itu. Samuel terkekeh lalu melepaskan Myra dengan lembut dari dekapannya. Gadis Asia itu mengerucut dengan kesal.


" Myra ikutlah denganku. '' ucap Samuel tiba-tiba. Namun Myra terlihat menyipitkan maniknya saat mendengar perkataan Samuel. " ikutlah dengan ku Myra. Kau bisa menempati rumah yang lebih layak untuk mu '' ucap Samuel hati-hati namun Myra terlihat sendu dengan pandangan yang menunduk kebawah. " Jangan salah paham Myra. Aku melakukan ini untuk mu. Aku ingin melindungi mu dengan nyawaku. '' ucap Samuel kini ia berkata dengan sangat tegas dan terkesan serius.


" kenapa ? apa kau tak mau berkunjung kerumah ku ini lagi ? ini tidak layak untuk mu ? " tanya Myra " walaupun demikian rumah ini yang selalu melindungi ku dari terik dan hujan walaupun kau anggap ini tak layak '' sendu Myra. Entah apa yang sedang gadis itu pikiran namun samuel bisa melihat jika tatapan gadis itu sangat terluka.


'' Jangan salah paham Myra. Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu tolong mengerti aku. '' pinta Samuel lagi.


" Tapi.. ''


DORRR

__ADS_1


Myra dan Samuel terkejut saat mendengar suara selongsong senjata yang tak jauh dari arah rumahnya.


DORRRR


PRANGGG


AGHHH


Myra berteriak histeris saat kaca depan rumahnya ditembak dan pecah berantakan. Samuel segera melindungi Myra dan membawanya ketempat yang jauh lebih aman.


" sial... apa-apaan ini '' umpat Samuel dengan meraba senjata dibalik pinggangnya. Myra menutupi kedua telinganya saat suara itu kembali terjadi. Samuel yakin jika anak buah bayangannya sedang melakukan sesuatu diluar sana.


" Sam.. apa yang terjadi '' cicit Myra dengan panik.


" tenanglah. " ucap Samuel lagi dengan melindungi Myra dari hal apapun. Gadis Asia itu tampak ketakutan saat mendengar suara selongsong senjata yang baru pertama kali ia dengar Samuel mengumpat sekali lagi.


DODODODOR !!


PRANGGG


Myra berteriak dan Samuel segera meraih tubuh gadis itu dan membawanya berlindung di sebuah meja kayu untuk sementara waktu, Samuel melihat jam tangan yang ia kenakan untuk melihat sesuatu.


Hening tak ada suara keributan lagi diluar sana membuat Samuel dan Myra saling tatap satu sama lain, jantung gadis Asia itu berdebar tak karuan dengan berdetak kencang. Dadanya kembang kempis saat baru saja melewati tragedi mengerikan.


'' Tadi itu apa Sam ? '' tanya Myra dengan cemas.


'' tidak apa-apa. are you oke ? " tanya Samuel lagi namun Myra hanya mengangguk pelan dengan tubuh bergetar.


" Tuan muda! '' pekik seseorang diluar sana Samuel menoleh dan mendapati beberapa pengawal nya yang sudah mengepung kediaman kecil milik Myra. '' tuan muda anda tak apa-apa '' ucap seorang lelaki bertubuh tegap hingga pasangan Myra begitu lekat pada lelaki itu.

__ADS_1


'' tuan muda " ucap Myra bingung.


" Aku tak apa, pergilah. '' ucap Samuel memberikan kode pada para pengawal nya. Akhirnya mereka mengangguk mengerti Samuel menatap Myra yang tampak linglung namun pemuda tampan itu segera membawa Myra keluar dari rumah itu dengan motor kesayangannya.


__ADS_2