King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Menyusup


__ADS_3

akhirnya Kenneth tiba di sebuah pulau yang diyakini tempat stefy dan para antek-anteknya tinggal, sebuah mobil sudah siap untuk mengantar tuan mudanya.


Kenneth keluar dan memasang wajah tanpa ekspresinya, seperti biasa beberapa orang dewasa menunduk sopan pada tuan mudanya. Kenneth melihat jam pada pergelangan tangannya, sebuah jam pengendali yang cukup unik menurutnya.


Perjalan hampir memakan dua jam lamanya, Kenneth sibuk mengamati sesuatu pada tablet yang dibawa olehnya, manik kelam nya yang sama persis dengan sang ayah menajam kala melihat sesuatu disana.


" tuan muda, apa kau yakin akan bertindak seperti ini ? " tanya sang supir dan Kenneth menatap punggung kekar lelaki itu. Asnee dan Pram yang berada disana hanya bisa diam tanpa mau berkata apapun, jujur mereka pun cemas jika terjadi sesuatu pada tuan mudanya, terlebih Remigio dan Valera tak mengetahui hal ini.


" jangan remehkan aku paman, aku paling tak suka jika seseorang menilai tanpa melihat hasil kerjanya " tegas Kenneth dan datar lalu memalingkan pandangannya kearah lain, terlihat jalan yang mereka lewati cukup terbilang sepi dan melewati beberapa jalanan yang sedikit terjal.


" maafkan saya tuan muda " ucap sang supir dengan nada bersalahnya.


Akhirnya mereka telah tiba, ditempat terakhir persembunyian stefy selama dirinya berada di Prancis, Kenneth tersenyum miring ternyata seseorang bersembunyi di wilayah kekuasaan sang ibu.


" gunakan ini tuan muda. " ucap Asnee dan Kenneth mengambilnya tanpa ragu lalu mulai mengintai menggunakan teropong dengan edisi terbatas dimana jarak jauh dapat terlihat jelas oleh benda tersebut. Terdapat beberapa orang yang menjaga mansion tersebut dengan persenjataan laras panjang. Kenneth yakin jika stefy wanita yang akhir-akhir ini menerornya sedang berada di sana.


" mereka sekitar sepuluh orang berada di area depan " ucap Kenneth datar. " Berarti kita gunakan senjata yang ini " ucap Kenneth seraya menunjuk senjata revolver berukuran sedang. Asnee dan Pram mengangguk mantap lalu mereka mulai mengambil posisi nya masing-masing terlihat Kenneth memainkan senjatanya lalu mulai memasukan peluru-peluru andalannya.


senjata yang digunakan saat ini tak akan menimbulkan suara kebisingan seperti senjata pada umumnya, Kenneth telah mempersiapkan semuanya dengan cermat dan teliti.


SHOTTT


JLEBBB


DODODORDODODOR !!


Asnee, Pram, dan Kenneth membidik secara bersamaan, para anak buah king yang lainnya sudah berada di posisinya masing-masing sembari memantau pergerakan yang ada disana.


Orang-orang yang berada di halaman mansion seketika tergelatak tak bernyawa, Kenneth tersenyum puas lalu memberikan instruksi pada anak buah king lainnya yang kini memposisikan diri di bagian samping kanan dan kiri bangunan.


" lakukan dengan hati-hati " ucap Kenneth melaju MH yang sudah terpasang keseluruh anak buah yang terlibat.


" baik tuan muda " saut beberapa orang dan Kenneth menatap lagi dengan menggunakan teropong.


Kenneth dengan cermat mengamati keadaan sekitar begitupun dengan Asnee dan juga pram yang ikut terlibat, mereka sangat hati-hati dan terlihat waspada.


Hanya menunggu sepuluh menit saja, para anak buah king sudah melakukan tugasnya dengan baik, mereka menggunakan senjata api kedap suara yang hampir mirip dengan senjata bius milik king.


" Rasanya aku ingin cepat-cepat bertemu dengan wanita itu !! " ucap Kenneth pelan, lalu langkahnya semakin maju ke depan, sontak Asnee dan Pram mengikuti tuan mudanya dan berhati-hati dengan menyiagakan senjata dikedua tangannya masing-masing.


gerakan Kenneth terbilang halus dan cukup hati-hati, mansion yang tak begitu mewah kini telah sunyi dan senyap, Kenneth menginjak salah satu penjaga yang tergelatak tak berdaya disana.


" Heii... siapa disitu !! " ucap seseorang tiba-tiba yang datang entah dari mana, Kenneth sontak menatap kearah lelaki yang berteriak itu hingga.

__ADS_1


DORR !!


Pram menembak lelaki itu hanya dengan satu kali bidikan tepat di dahinya, tapi karena suara teriakan itu membuat orang dan lainnya makin bersiaga.


Kenneth tersenyum miring kala melihat beberapa orang yang berada di hadapannya kini, Pram dan Asnee terlihat bersiaga ditempat.


" penyusup !! " teriak lantang salah satu dari mereka.


DORR !!


" berisik " keluh Kenneth setelah menembak mati orang itu.


suara alarm peringatan terdengar nyaring di seluruh bangunan, para anak buah king yang mendengar nya sontak mengambil tindakan lain untuk mempercepat waktu. Mereka menembak orang-orang yang terlihat tanpa ampun.


BUGHHHHHH


Kenneth berlari dengan tubuhnya yang dilindungi oleh orang-orang king, lalu kakinya menerjang tubuh seseorang. Kini Kenneth lebih suka menghajar musuhnya dengan tangan kosong.


BUGHHHHHH


SRETTTT


AGHHH


Kenneth nekat menerobos masuk kedalam mansion dengan wajah nya yang terlihat bengis dan sorot mata yang tajam. Rupanya para anak buah stefy tak banyak, buktinya pihak Kenneth bisa memasuki mansion dengan mudah.


" ohh aku kedatangan tamu tak diundang rupanya " ucap tiba-tiba seorang wanita berjalan begitu anggun berlenggak-lenggok bak seorang model profesional. Kenneth menatap wanita itu dengan mata yang menyipit. " pemuda yang tampan rupanya " ucap stefy tersenyum manis.


ternyata stefy tak sendiri dibelakangnya terlihat tiga orang lelaki bertubuh tegap berwajah garang yang sedang menyeringai terhadap para tamu-tamu nya.


Kenneth malah bisa bersikap tenang, tapi tidak dengan Asnee dan Pram, mereka berfikir jika pihak lawannya mengetahui kedatangan nya ketempat ini.


" ckckck. rupanya seorang wanita tua " cibir Kenneth bermulut pedas, hingga stefy yang mendengarnya terperanjat kaget dengan mata yang terbelalak lebar. Dada stefy mulai naik turun tat kala mendengar cibiran yang dilayangkan Kenneth. wanita tua ? yang benar saja.


" sialan !! " pekik Stefany hendak menembak tapi Kenneth lebih dulu menembak kaki sang lawan.


DORR


AGHHH


" jangan mencoba bergerak !! atau juga membalas, aku tak segan melempar bom kearah kalian semua " ancam Kenneth bengis menatap tegas pria yang hendak menyerangnya juga, stefy memegang erat paha nya yang tertembak, sial dia kalah telak oleh seorang anak muda saja.


stefy memberi kode kepada anak buahnya untuk diam dan menunggu aba-aba darinya terlebih dahulu, ketiganya mengangguk dan memilih diam. Semua itu tak luput dari pengawasan Kenneth.

__ADS_1


" katakan padaku apa maksud mu selalu mengusikku ? bahkan kita tak saling mengenal '' ucap Kenneth santai.


" memangnya kenapa jika kita tak saling mengenal ? tidak ada kamusnya bukan '' sengit stefy dan Kenneth hanya tersenyum tipis.


'' kau mengusikku beberapa kali, dan kini kau tinggal disini. Ingat ini adalah wilayah kekuasaan penuh king yang artinya ini wilayah ibuku, apakah ibuku mengetahuinya ? hmm akan seru jika para orang-orang ibuku mengetahui penyusup yang sedang bersembunyi '' ucap Kenneth tengil.


stefy geram dan mengepalkan kedua tangannya erat,sikap angkuh Kenneth mengingatkan ia pada sosok Remigio dulu, manik keduanya sama-sama menatap tajam.


" tuan muda hati-hati dengan mereka, aku merasa mereka sedang merencanakan sesuatu '' bisik Pram pelan dan matanya masih menatap kearah sekitar, Kenneth mengangguk pelan dan sedikit berdehem, pada saat Kenneth hendak membidik suara teriakan dari arah luar memecah fokusnya.


AGHHH


sontak Kenneth dan lainnya menoleh kebelakang.


DORR !!


AGHHH


" tuan muda !! " pekik Pram dan Asnee bersamaan saat melihat lengan Kenneth berdarah akibat sebuah tembakan,


DODODORDODODOR !!


pihak Kenneth diberondong peluru oleh pihak stefy, Kenneth berlari menghindar peluru sialan itu sedangkan Pram dan Asnee melakukan hal yang sama.


" hahahaha " tawa stefy menggema di ruangan itu " keluarlah jangan bersembunyi bagaikan seorang pengecut. Ohh pucuk dicinta ulam pun tiba " ucap stefy terlihat senang " aku tak perlu bersusah payah untuk menculik keturunan Remigio sialan itu, tak dapat anak gadisnya maka putranya pun tak masalah " ucap stefy berjalan dengan sedikit pincang tak memperdulikan rasa kebas pada pahanya karena ia terlalu senang target datang dengan sendirinya.


para anak buah king yang mendengar suara itu sontak berdebar tak karuan mereka tak tau suara peluru itu dari pihak dirinya atau pihak lain. Kenneth yang bersembunyi tak jauh mencoba untuk mengatur nafasnya terlebih dahulu agar lebih baik.


GREPPP


stefy mengenggam erat bahu Kenneth dan sontak Kenneth terkejut dan berusaha untuk melepaskannya, sedang kan Pram dan juga Asnee berusaha untuk melumpuhkan tiga orang lelaki yang bersama dengan Stefy.


DUAKKK


" uhhh " rintih stefy saat dahinya terbentur oleh dahi Kenneth. " sialan kau !! " pekik stefy marah dengan menegang dahinya yang terasa berdenyut.


BUGHHHHHH


stefy mendapatkan pukulan lagi dibagian perutnya, Kenneth tak mau mengalah dengan seorang wanita, stefy bangkit dan kini menendang dada Kenneth hingga pemuda itu sedikit meringis ngilu dengan tubuh yang terbaring di atas lantai marmer, stefy mengungkung tubuhnya dengan cara menindih tubuh Kenneth.


" ahhhhhhhh singkirkan tubuh mu dari ku " pekik Kenneth mencoba untuk mendorong tubuh stefy yang kini semakin erat dan justru menekan benda keramat miliknya, stefy terkejut saat ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana.


DUAKKK

__ADS_1


AGHHH


__ADS_2