King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Mereka mengetahui.


__ADS_3

" Ada apa ? '' tanya Melani penasaran melihat raut wajah Syina yang tampak syok sekaligus penasaran dengan manik yang bergerak tak beraturan. Elena menyingkirkan Syina dan justru kini dirinya ikut mengintip dari kaca yang sedikit telah usang.


" tidak mungkin. Jelas-jelas dia sudah mati " kini Elena berbicara dengan tak percaya. Syina masih diam seribu bahasa mencoba mengingat kejadian beberapa tahun silam. Frazzes wilyam jelas-jelas sudah mati ditangan Elara putri kandung nya. Lalu wajah itu siapa dia ?


Dok!!! Dok!!! Dok!!!


" ****!! mereka menemukan tempat ini !! " pekik Melani saat dirinya ingin mengintip dan melihat sekumpulan pria berusaha untuk masuk dengan sebuah benda di dalam genggaman nya.


" Go!! " pekik Roz namun Elena dan Syina justru. menyeringai dalam. " Elena Syina. Mereka membawa bom !! " kali ini suara Melani meninggi karena melihat dua wanita itu justru tersenyum dengan penuh makna


" silahkan kalian pergi. Aku akan dengan senang hati menyambutnya " desis Elena tajam.


BRAKKKKKK


PRANGGG


pecahan kaca yang dibuat oleh Leam kini pecah dan hal itu membuat sebagian dinding ikut roboh dibeberapa titik. Elena dan Syina menyeringai ketika melihat beberapa pria dihadapan nya yang sedang menodongkan senjata. Melani, Roz dan Leam sontak mengangkat kedua tangannya bersamaan.


" Serahkan diri dan jangan melawan maupun bertindak. Atau peluru kami yang bersarang di kepala kalian masing-masing !! " tegas seseorang disana. Syina memasang wajah datar dengan senyum misterinya.


DODODODOR !!


Elena tiba-tiba bergerak dengan cepat dan menembak beberapa target dihadapan nya itu, Melani, Roz dan Leam sontak melakukan aksi perlawanan karena mereka tak ingin tertangkap.


JLEBBB


SHOTTT


DODODODOR !!


Melani menembaki orang-orang yang kian berdatangan karena suara senjata milik Elena yang membuat perhatian dari kawanan lainnya. Leam berusaha bertahan dari serangan itu karena dirinya tengah sibuk mencari sesuatu di dinding.


" Akan ku habisi kalian jika terbukti menculik Greta!! " pekik Syina dengan terus menembak secara brutal tanpa segan.


KLEKKKK


AGHHH


jeritan kematian terdengar memilukan karena tiba-tiba dinding yang jebol keluar besi dengan ujungnya yang runcing mirip seperti pisau panjang. Benda itu seketika menghancurkan tubuh beberapa orang. Roz mendadak isi perutnya bergejolak seketika. Elena dan Syina hanya tersenyum miring.


" Leam, bagaimana bisa ? " tanya Melani dengan wajah pucat karena melihat adegan yang membuat dirinya terasa ingin muntah


" Kita harus segera pergi. Besi-besi itu hanya akan bertahan sepuluh menit saja sebagai bentuk pertahanan. Setelah itu pintu ini akan terbuka lagi " ucap Leam sontak mereka berlari dengan cepat untuk keluar dari gua yang berbetuk lorong. Bertarung ditempat yang sempit sungguh membuat Elena dan lainnya terasa sesak karena gerakan mereka terasa dibatasi.


Saat sudah setengah perjalananan terdengar suara ledakan dari arah belakang hingga membuat lorong itu terasa bergetar dengan sempurna. sial mereka ingin menghancurkan tempat ini dan mengubur pihak Elena hidup-hidup. Leam terhenti saat sudah mencapai pintu exit.


" Senjata !! aku takut mereka mengepung " pekik Leam panik. Elena dan Syina mempunyai beberapa bom berukuran bola pingpong. Sedangkan Melani dan Roz yang akan membidik mereka ketika keadaan darurat. Leam menarik nafas dalam.

__ADS_1


KLEKKKK


kosong ? tidak ada siapa-siapa. Leam menghela nafas panjang begitupun dengan yang lainnya. Leam segera menutup kembali pintu dinding itu dan segera menuju ketempat motor mereka yang disembunyikan.


" penyusup ulung " teriak seseorang sontak mengejutkan Roz yang hendak menyalakan motor trail nya.


NGENGGG !! NGENGGG !!


ketiga motor trail itu bergerak cepat meninggalkan tempat itu namun mereka rupanya dikejar dari arah belakang mengunakan motor yang sama.


" Fokus aku akan melumpuhkan mereka !! " pekik Syina kepada Roz hingga lelaki itu mengangguk tegas. Elena melakukan hal yang sama dirinya harus melindungi Leam yang berada di depan sana sebagai pemandu jalan. Syina dan Elena kompak memutar tubuh mereka menghadap kebelakang.


DODODODOR !!


AGHHH


CRATTTT


suara erangan kematian terdengar bersaut-sautan. Untung saja kedua anggota king itu menggunakan senjata kedap suara untuk melumpuhkan mereka yang mengejar. Sial !! belum juga tiba mereka kerumah yang dimaksud, pihak Elena sudah ketahuan oleh musuh. Apa mereka sudah mengetahui nya dari awal ? apa mungkin di hutan ini terdapat cctv yang tak disadari oleh Elena dan Syina ?


KLANGGG


BRAKKKKKK


" Leam!! " pekik Melani saat melihat tubuh anak buahnya terhempas dengan motor yang menghantam ke sembarang arah. Rupanya ada pihak lain yang datang menghadang dari arah depan. " sial !! " umpat Melani marah.


DODODODOR !!


Melani memanfaatkan satu tangannya untuk menembak, dirinya berusaha untuk membidik orang yang terlihat oleh manik nya. Leam meringis dengan tubuh yang kotor.


DUARRRR


tak ada pilihan akhirnya Syina melemparkan bom kearah belakang untuk melumpuhkan musuh yang terus berdatangan. Kematian menjadi terakhir pilihan Syina. Sial mereka terkepung dari segala sudut sedangkan Leam sudah ditodongkan senjata oleh lima orang lelaki membuat Lelaki gemulai itu hanya bisa pasrah seraya mengangkat kedua tangannya keatas layaknya seorang penjahat.


Melani, Elena, Syina dan Roz hanya bisa diam menatap tajam pada sekumpulan lebah yang mengerumuni mereka layaknya madu.


" Penyusup ? hmm tapi sebutan itu tak pantas untuk kalian. Kalian ketahuan tanpa di sadari bukan ? " ucap tiba-tiba seorang lelaki berwajah mirip dengan Jack. Elena dan Syina menelan ludahnya karena lelaki itu benar-benar Jack dan mirip dengan Jack yang sudah tewas ditangan sang Lady.


" Lalu. Kau mau apa hmm ? '' ucap Elena dengan tengil seakan ia tak merasa jika dirinya sedang dalam bahaya. Melani hanya bisa tersenyum tipis melihat keberanian Elena saat ini.


" tentu saja menangkap kalian dan menempatkan kalian semua ditempat yang seharusnya. " ucap lelaki yang mirip dengan Jack. Sontak Elena dan Syina tertawa renyah secara bersamaan.


" Waw.. I'm scared " desis Syina dengan tawanya yang menghanyutkan.


DORRR !!


Syina mengelak dengan cepat saat manik nya menangkap pergerakan dari lelaki berwajah Jack itu. Elena terperangah dan kian waspada begitupun dengan Melani dan Roz.

__ADS_1


" Kurang ajar!! " pekik Syina marah dirinya menarik langsung senjata yang dibalik pinggangnya.


DODODODOR !!


beberapa lelaki ambruk karena peluru dari Syina, lelaki berwajah Jack itu mengumpat kasar ia terus membidik kearah Syina maupun Elena namun Melani menyadari hal itu.


DUAKKK


" Dasar lelaki pengecut yang hanya mengincar seorang wanita " Roz berhasil menendang punggung lelaki itu hingga tersungkur dengan senjatanya yang terlepas.


DUAKKK


AGHHH


" ini baru dua pukulan tapi kau sudah berteriak dan tak mampu untuk bangkit lagi " tajam Roz dengan datar.


" Sialan!! " teriak orang itu dengan menggebu-gebu.


BUGHHHHHH


kaki si lelaki itu berhasil mengenai wajah Roz namun Roz hanya tersenyum miring.


DODODORDODODOR !!


DUARRRR


Melani dengan terpaksa mengeluarkan bom yang diberikan oleh Elena sebelumnya. Erangan kematian terdengar di hutan itu pagi yang cerah dengan matahari yang bersinar terang harus tercemar dengan noda darah manusia.


Namun tiba-tiba suara deru Helikopter terdengar dari jarak dekat. Semua orang telungkup untuk mengindari sapuan angin yang terasa melayangkan tubuh.


DODODODOR !!


Elena terkejut saat melihat orang yang berdiri tegap dibalik pintu Palka. Alexa putrinya datang dan mengetahui tempat ini. Tak lama Alexandrea menembak habis musuh yang terlihat oleh maniknya, Ed suaminya pun ikut berada di helikopter kedua.


" Shitt!! " umpat Syina saat dirinya harus tersungkur karena menghindari serangan yang ada.


DUARRRR


DUARRRR


Lelaki berwajah Jack itu sungguh dibuat babak belur oleh Roz. Namun otak liciknya seketika berputar dirinya menarik Leam untuk mengancam Roz.


" Aku akan mencabut nyawa orang itu jika kau berani bertindak !! perintahkan pasukan mu untuk mundur dan menyerah. " ucap nya kepada Roz.


" tidak akan!! " pekik Roz lantang. Hingga teriak Leam terdengar saat ujung pisau itu sudah menggores kulit lehernya. Roz panik seketika.


JLEBBB

__ADS_1


" Seharusnya kau yang mati. Pergi saja ke neraka dan sampaikan salam ku padanya. " ucap seorang pemuda tiba-tiba menusuk punggung lelaki yang menawan Leam. Roz terperangah seketika melihat aksi tersebut. Leam memekik kesakitan saat lehernya berdarah hebat. Tak hanya satu kali rupanya pemuda itu justru menusuk tempurung kepala lelaki berwajah Jack dengan bengis.


__ADS_2