King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
season 3 ~ Dinner situasi.


__ADS_3

Kediaman pribadi milik sang Lady selalu saja ramai dengan suara para penghuni mansion bahkan setiap ada kesempatan maka sang Lady selalu mengadakan acara makan malam besar bersama di Gold mansion.


Terlihat para pelayan sibuk menyajikan hidangan dari menu terkecil hingga besar dan beberapa desert sebagai hidangan penutup dengan beberapa buah segar yang terlihat sangat manis.


" Nyonya para tamu sudah berdatangan dan menunggu di tempat biasa. " ucap seorang pelayan dengan sopan berbicara dengan Valera.


" Baiklah. " ucap Valera yang terlihat bersiap dengan gaun malam nya yang sangat mempesona. Walaupun usianya tak muda lagi namun wibawa nya serta kecantikan parasnya masih sangat terlihat semakin menawan.


Setiap ketukan langkahnya terdengar mengalun merdu bak sebuah melodi menghanyutkan. Wajahnya yang tegas dibaluti riasan yang sangat sesuai dengan pewarna bibir berwarna merah.


Semua orang terlihat berdiri saat kedatangan sosok yang begitu di sanjung dan di hormati. Valera tersenyum dan mempersilahkan para tamunya untuk kembali duduk. Manik Hazel yang tenang itu mengedarkan pandangannya pada seluruh orang yang hadir


" Kalian masih saja sama. Jangan terlalu sungkan dan mari kita nikmati '' ucap Valera lembut. " Ryu akhir nya kau datang juga '' ucap Valera yang melihat seorang lelaki yang duduk disamping Brandon. Ryu terlihat tersenyum dengan canggung saat semua mata tertuju kearahnya.


" Terimakasih atas undangan nya nyonya '' ucap Ryu lagi.


" Jangan sungkan '' ucap Valera lagi. Mereka mulai menikmati hidangan lezat yang tepat berada di depan mata. Olahan daging, ikan, bahkan ayam terasa sangat lengkap disana. Mereka benar-benar dimanjakan dan merasa jika solidaritas dan kekeluargaan sangat lah kental.


Makam malam itu berlangsung hampir dua jam lamanya. Hidangan yang tersaji banyak ludes tanpa sisa hanya tersisa beberapa buah seperti apel, melon dan juga potongan mangga.


" Akhirnya aku bisa merasakan masakan Indonesia lagi '' ucap Elion yang hadir dengan istrinya. begitupun dengan yang Lain. Mereka akan merasakan masakan khas Nusantara di saat makan malam besar bersama dengan sang Lady. Itu sebabnya valera selalu memasak makanan khas Indonesia untuk beberapa acaranya karena untuk mengenang kepergian mendiang Nyonya Sofia.


Namun tiba-tiba seorang pelayan muda datang dengan wajah panik dan ketakutan. Semua orang tentu saja terkejut bukan main. Valera menyipit kan maniknya sesaat.


" Nyonya. Seorang pengawal menemukan Nona Dyora dalam keadaan tidak sadarkan diri di luar gerbang. '' panik pelayan muda itu. Dyora? Jadi gadis itu ada disini? sungguh kedatangan Dyora hanya segelintir orang yang tau. Valera terkejut dan dengan cepat mengikuti seorang pelayan untuk melihat keadaan cucunya.

__ADS_1


Dyora dibaringkan di ranjang milik nya dengan hati-hati. Pengawal itu segera berlalu saat melihat kehadiran Lady nya. Valera dengan cemas memeriksa keadaan cucunya namun tidak ditemukan apa-apa.


" periksa cctv! Dyora dibius.! '' pekik Valera lantang kepada para pengawal yang berjaga di pintu kamar yang selaku Dyora tempati. Sungguh valera marah karena ada seorang penyusup yang memasuki kediaman nya.


Untung saja Ornaf berada disana dan menghadiri undangan makan malam itu. Jadi dia bisa memeriksa keadaan Dyora saat ini. Beberapa pengawal terlihat menutup semua pintu akses keluar nya masuk Gold mansion tanpa diperintah.


" Bagaimana ? " tanya Valera cemas.


" Ya dugaan kita benar. Dyora di bius Namun orang itu menggunakan dosis yang tinggi jadi kita hanya bisa menunggu Dyora sadar dengan sendirinya mungkin dua atau tiga hari '' imbuh Ornaf lagi dan valera tentu saja geram bahkan terlihat ingin meledakkan sesuatu untuk melampiaskan amarahnya.


" biar aku saja yang menjaga Dyora nenek. " ucap Larissa yang datang dengan membawa sebuah tongkat bisbol di tangannya. Valera mengeryit seketika. " Aku sudah menangkap orangnya dia berada di tempat biasa '' imbuh Larissa lagi.


" Baiklah jika begitu '' ucap Valera melenggang pergi dari kamar Dyora dengan tergesa.


********


" Berani sekali kau berulah di wilayah ku! '' ucap Valera dingin dan wanita itu langsung terkejut dengan menciut seketika.


" Tidak! Mereka bohong '' ucap wanita itu.


PLAKKK


Valera menampar pipi si wanita itu dengan keras hingga mengeluarkan cairan berwarna merah di sudut bibirnya. Wanita itu ketakutan saat merasakan Valera menamparnya.


" Bisa kau jelaskan? '' ucap Valera lagi. " Dan siapa kau? '' ucap Valera dengan marah.

__ADS_1


" a..aku.. Aku .'' ucapnya terbata hingga sebuah pukulan mendarat tepat di kepala nya. Valera terkejut saat tiba-tiba wanita itu jatuh tersungkur.


" Untuk apa nenek menginterogasinya! Dia akan tetap bungkam dan membuang waktu. '' ucap Larissa tiba-tiba.


" Larissa kau? '' ucap Valera terkejut.


" Dyora sudah ada yang menjaga nya nenek! Jangan khawatir '' seru Larissa lagi dan Valera diam saja. '' Lebih baik dia mati dari pada tetap hidup karena apa ? itu semua percuma nenek dia tak bisa memberitahu siapa yang menyuruhnya. '' ucap Larissa dengan dingin dan valera diam saja menatap tubuh tak bergerak yang sudah mengeluarkan darah dari kepalanya. " Sebaiknya nenek tetap mengawasi para pelayan di sini. Larissa yakin jika diantara mereka ada yang menjadi perantara dari musuh sesungguhnya.


" Ya baiklah. Ayo kita pergi '' ucap Valera dengan bingung namun tetap mengiyakan ucapan Larissa yang menurutnya masuk akal. Larissa adalah seorang gadis yang tidak bisa dibohongi watak nya sama seperti ayah nya Kenneth namun Larissa memiliki tingkah yang sedikit agresif dalam bertindak.


Malam itu para pelayan dan para pengawal digiring kesuatu tempat untuk melakukan sedikit introgasi bergetar. Dimana mereka akan dudukkan pada sebua kursi listrik yang akan menyengat tubuh mereka jika mereka berbohong.


Remigio yang saat itu sedang berada di Amerika untuk melakukan pertemuan penting dengan para tetua ORTAXS lainnya memutuskan segera pulang tat kala mendapatkan kabar kurang mengenakkan dari sang istri.


" Nenek! Apa dosis nya tinggi sehingga Dyora belum sadarkan diri? '' tanya Elmer yang tiba-tiba datang setelah mendapatkan kabar dari seseorang.


" Elmer '' ucap Valera lagi. Pemuda itu menatap datar kearah Dyora yang sedang damai dala tidurnya. Larissa yang duduk disamping sepupunya segera beranjak tat kala Elmer mulai berjalan ke sisi ranjang.


Entah apa yang Elmer pikirkan saat melihat tubuh adiknya tergolek lemah karena obat bius. Tangan kekar itu mengelus lembut surau coklat susu Dyora.


" Nenek sekarang kau sudah tau kenapa aku selalu bersikap keras pada adikku ? Ya seperti ini yang aku takutkan. Aku takut para musuh menargetkan Dyora yang tak mengerti apa-apa nenek. '' ucap Elmer lagi tanpa ekspresi. Valera mengangguk dan mengelus punggung kekar milik Elmer.


" Ya nenek tau. Jauh dalam lubuk hatimu kau sangat menyayangi adik mu. Kau berusaha menjadi kakak yang baik untuk Dyora begitu ? " ucap Valera dan Elmer diam saja. " Nenek mengerti maksud mu Elmer. Jangan cemas Dyora akan baik-baik saja '' imbuh valera menjelaskan dengan tenang pada sosok Elmer si pemarah.


Tentu saja hal mengejutkan ini membuat Valera melakukan protokol satu untuk mengawasi para cucunya lebih ketat. Entah mengapa kini para musuh mulai mengincar cucu sang penguasa untuk mencapai tujuan.

__ADS_1


King selalu saja dikelilingi lintah dan parasit membuat Valera harus siap dan waspada dengan segala bentuk ancaman yang ada. Namun Valera tidak akan membiarkan mereka para lintah mengusik para cucunya.


Cukup dirinya yang merasakan pahit hidupnya sebagai seorang mafia dan pemimpin tapi tidak dengan pada keturunan nya dan cukup hanya sampai Athena yang merasakan pelik nya hidup tapi tidak dengan para keturunan nya. Mereka masih muda dan tidak harus menanggung beban dendam dari musuh sebenar nya.


__ADS_2