King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
season 3 ~ Petaka seorang Larissa akan dimulai.


__ADS_3

Xavier berusaha untuk menghentikkan pendarahan yang terjadi beberapa menit terakhir dimana sebelumnya Xavier sudah berhasil menghentikan pendarahan itu.


Namun entah mengapa luka tusuk yang dilakukan oleh Xaraza seolah tak bisa dihentikan oleh seorang Xavier. Rasa panik dan cemas seketika melanda dirinya.


" Tuan biar kami saja '' ucap salah satu wanita yang rambutnya sudah dibungkus oleh sesuatu yang khusus layaknya seorang perawat yang steril.


" Tidak! aku bisa menanganinya. '' tegas Xavier lagi tak ingin jika tubuh Larissa disentuh oleh orang lain selain dirinya. Xavier mencoba mengoleskan dan menyuntikan cairan khusus seperti serum miliknya " Tolong kau ambil itu! '' ucap Xavier seraya menunjuk sebuah botol kecil dengan cairan berwarna biru tua.


" Tuan ini.. " ucap wanita itu lagi ragu.


" Tidak ada pilihan Lana! Pendarahan nya semakin banyak lukanya menembus dinding rahim! " pekik Xavier panik hingga Lana akhirnya mengangguk cepat.


Sedangkan di luar sana bibi Rui dan Xaraza tampak duduk disebuah kursi yang sudah disediakan anak buah Xavier, ini sudah hampir dua jam mereka didalam jamuan Xavier belum juga keluar.


" Ya Tuhan semoga semuanya baik-baik saja '' ucap bibi Rui dengan manik yang terpejam seraya tangannya menempel di dada.


" Kenapa kau mencemaskan nya bibi? " tanya Xaraza dingin.


" Karena dia akan menjadi istri Kakak mu Xaraza! " ucap bibi Rui lagi tegas.


" Masih percaya ramalan sialan itu? " tanya Xaraza lagi dengan terkekeh kecil. Bibi Rui diam saja Xaraza sosok yang sulit dikendalikan bahkan bibi Rui sedikit kewalahan untuk meluluhkan Xaraza yang tubuh menjadi sosok lelaki menakutkan seperti mendiang kakek nya Sagara Oglo. Namun tak menutup kemungkinan para keturunan Oglo tak jauh berbeda dengan para keturunan king.


" Semoga suatu saat nanti akan ada seorang gadis yang bisa membuat mu sadar dan mengerti apa artinya itu cinta Xaraza! bibi hanya akan berdoa yang terbaik untuk mu dan juga saudara mu. '' ucap bibi Rui lagi tegas dan Xaraza diam saja menundukkan pandangannya kala mengingat perkataan kecil di masa lalu dimana akan datang sosok wanita yang tak disangka-sangka dalam hidupnya.


CEKLEK.


Pandangan bibi Rui dan Xaraza beralih pada sosok lelaki yang baru saja keluar. Xavier menyorot tajam kearah Xaraza hingga bibi Rui bisa memastikan jika telah terjadi sesuatu.


BUGHHHH!


" Sialan! Kau melukai wanitaku! bahkan kau merusak rahim Larissa! " teriak Xavier lantang hingga Xaraza tersungkur dengan sudut bibir yang berdarah. Sedangkan bibi Rui diam mematung tampak terkejut dengan perkataan Xavier tentang kondisi Larissa. '' kau merusak masa depan wanitaku Xaraza! " lantang Xavier lagi dan memukul kembali adiknya yang tampak tenang tak berekspresi.


" maaf " cicit Xaraza dengan wajah tertunduk.


" maaf? maaf kau bilang? " tawa Xavier semakin nyata kala Xaraza menyatakan kata maaf sebagai bentuk penyesalan. Xavier mencengkram erat kemeja Xaraza hingga wajah mereka saling berdekatan dan menyorot tajam.


" aku sudah meminta maaf Xavier! '' ucap Xaraza lagi tegas.


BUGHHHH

__ADS_1


BRAKKK


" Xaraza! " teriak bibi Rui saat Xavier membanting tubuh adiknya dengan keras hingga terdengar suara retakan tulang yang patah. Xaraza berteriak kesakitan memegangi pangkal pahanya yang berdenyut hebat. " Xavier hentikan! " teriak bibi Rui lagi marah " dia adikmu! " ucap bibi Rui lagi berarti dan segera meraih tubuh Xaraza yang kesakitan.


" dia.. dia telah membuat semuanya semakin runyam bibi! '' teriak Xavier lagi marah bahkan kemeja nya sudah terbuka begitu saja dan terlihat serampangan dengan noda darah disana.


" Hentikan Xavier! jika saja kau tak mengejar dia maka tak akan pernah terjadi hal seperti ini. Xaraza tak sengaja dan kau pun tau hal itu. Takdir! ini adalah takdir Xavier ingat itu! '' tegas bibi Rui lagi dengan air matanya yang mengembun dan memerah.


AGHHHH


Xavier berteriak marah dan menendang apa saja yang berada didekatnya. Bibi Rui diam saja dan membiarkan Xavier yang mengamuk untuk menyalurkan rasa marahnya.


" pengawal! pengawal! " teriak Xavier lagi hingga beberapa lelaki bertubuh tegap datang dengan cepat " bawa Xaraza pergi dari sini! '' ucap Xavier lagi dingin, namun belum saja para pengawal itu melakukan tugas nya di luar mansion terdengar suara keributan hingga Xavier mengerutkan dahinya seketika.


aghhh sial? Larissa menghubungi keluarganya, itu artinya mereka sudah sampai. Batin Xavier lagi.


" Bawa bibi Rui dan Xaraza menuju pintu darurat! ingat gunakan jalur air " tegas Xavier lagi.


" Xavier ada apa ini! " cemas bibi Rui saat mendengar suara selongsong senjata yang tak jauh dari sana. Xavier segera mendekat dan menenangkan bibi Rui.


" bibi pergilah dari sini bersama Xaraza! Larissa menghubungi keluarganya sebelum dia tertusuk! " ucap Xavier lagi.


" jika begitu kembalikan dia Xavier. Kau tak bisa menawannya terus menerus " ucap bibi Rui namun Xavier menggeleng tegas. " lupakan kesepakatan itu! bibi sudah mengetahui semuanya. Tidak ada kesepakatan yang terjalin seperti ini Xavier. " tegas bibi Rui lagi.


" tuan mansion di serang! " teriak anak buah Xavier yang datang terpogoh-pogoh. Xavier melirik adiknya dan Xaraza dengan cepat membawa bibi Rui untuk menyelamatkan wanita yang sudah dianggap ibu oleh mereka.


Xavier menghembuskan nafasnya pelan dan menatap kearah Larissa yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


" halangi mereka dan sebisa mungkin lawan mereka! Aku akan menyusul. Go! " perintah Xavier terdengar nyata. Setelah itu Xavier masuk kedalam ruangan dimana Larissa terbaring. " kalian keluar! dan selamatkan diri lewat pintu darurat kedua." ucap Xavier lagi hingga kedai wanita yang sudah membantunya mengangguk dengan cepat.


sedangkan disisi lain tiga buah helikopter asing mengudara dan mengelilingi mansion Xavier dengan melepaskan peluru-peluru nya kearah mansion.


tentu saja hal itu membuat anak buah Xavier melakukan aksi balas dengan ikut menyerang tiga buah helikopter yang mengudara disekitar wilayah Xavier.


DODODODOR !!


" lumpuhkan mereka! " teriak seseorang yang tak lain adalah Kenneth. Lelaki matang bermanik hitam itu menyorot tajam bangunan yang diyakini tempat Larissa ditawan.


serangan itu tak membuat anak buah Xavier menyerang justru mereka semakin kekeh untuk mempertahankan wilayahnya dari orang asing.

__ADS_1


DODODOR !!


CRATTT


AGHHHH


beberapa orang terluka akibat peluru tajam milik king yang mengoyak tubuh mereka hingga menimbulkan rasa panas.


" berondong mereka tanpa ampun! '' perintah Kenneth lagi pada anak buah Asyur yang dibawanya itu. Kenneth nekat melompat dari helikopter yang membawanya hingga mendarat disebuah taman bunga matahari yang tumbuh subur di tanah gersang itu.


Kenneth menyiapkan senjata tajam nya yang dia genggam erat. Lelaki matang itu dengan cepat menyusup masuk kedalam mansion melalui jendela yang terbuka lebar. Kenneth mengingat betul dengan tanda bunga matahari yang dikirim oleh Larissa.


" ya itu ruangan nya aku yakin jika Larissa berada disana! " gumam Kenneth saat melihat sebuah pintu berwarna coklat yang balkon nya langsung menghadap ke arah taman bunga matahari. Namun


DUAKKK


AGHHH


Kenneth mengerang kala merasakan punggungnya di hantam benda tumpul. Kenneth meringis namun tak lama lelaki matang itu berbalik dan melihat sosok lelaki gagah di hadapan nya.


" berani sekali kau memasuki wilayah ku! " ucap seorang lelaki yang tak lain adalah Xavier. Kenneth menyipit saat melihat wajah yang sangat asing di matanya. " Apa yang kau cari disini? menyusup dan melakukan kekacauan di tempat wilayah kekuasaan ku! '' ucap Xavier lagi dengan sorot mata yang tajam.


" Dimana Larissa putriku! '' ucap Kenneth tanpa basa-basi.


" tidak ada! " ucap Xavier lagi asal hingga Kenneth mengayunkan sebuah benda tepat kearah Xavier namun lelaki itu dengan cepat menghindar hingga.


PRANGGG


" Hentikan! " teriak seseorang hingga pandangan Xavier dan Kenneth beralih satu sama lain. Kenneth menatap tajam pada sosok wanita paruh baya yang sedang cemas. Xavier mengumpat karena mendapati bibi Rui belum juga pergi. '' tolong hentikan! Larissa ada bersama ku! Tuan Kenneth jangan khawatir '' ucap bibi Rui lagi hingga dahi Kenneth mengeryit kala seorang wanita paruh baya yang akan memasuki usia senjanya mengetahui nama dirinya. " Tolong hentikan kekacauan ini '' ucap bibi Rui lagi.


" Bibi apa yang kau bicarakan? '' teriak Xavier tak terima bantuan bini Rui diam saja dan menggeleng pelan. Ramalan itu terasa nyata dimana para keturunan Oglo akan selalu mendapatkan kesusahan seperti ini. Bahkan dada bibi Rui berdebar hebat saat mengingat betul jika garis keturunan king dam Oglo ditakdirkan untuk terikat satu sama lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hai hai guys happy weekend yah semoga Minggu kalian sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta kalian ❤️


owee up awal yahh untuk menemani Minggu kalian hihii 😁 jangan lupa terus dukung owe yah.


Di tunggu like, komen, vote, hadiah dan fav yahh...

__ADS_1


ohh ya owee nunggu kalian pembaca novel owee yang belum fav silahkan fav terlebih dahulu yahh.


tnQ ❤️


__ADS_2