King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* wedding Malvin dan Madeline.


__ADS_3

Malvin dan Madeline sepakat mengadakan upacara pernikahan secara tertutup yang hanya dihadiri keluarga saja. Tentu saja hal itu disambut baik oleh keluarga nya terutama Madeline yang memang kurang suka akan keramaian.


Hari ini seluruh keluarga berkumpul di suatu tempat yang jauh dari hiruk pikuk penduduk lainnya bahkan terkesan tertutup dan misterius. Bahkan mereka yang berkunjung harus menggunakan pesawat pribadi untuk menempuh perjalanan.


Madeline tampak sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih yang melambangkan kesucian, rambutnya ia sanggul dan menambah kesan anggun dalam dirinya. Begitupun Malvin yang menggunakan sebuah baju tuxedo senada dengan Madeline.


" Kau sangat cantik kak '' ucap Athena yang berjalan menghampiri Madeline bersama dengan Isabella, Aisley, Elisya dan Alexa. Madeline tersenyum melihat kedatangan para saudara suaminya walaupun tidak sedarah namun ikatan yang terjalin diantara mereka sangat lah erat.


" Dimana Serena ? " tanya Elisya karena sedari tadi dirinya tak melihat bayi mungil nan lucu itu.


" Serena sedang bersama dengan pengasuhnya Elisya. " ucap Madeline tersenyum lembut.


" Kenapa aku jadi membayangkan menggunakan pakaian seperti ini " gerutu Isabella seraya memukul pelan dahinya hingga gumaman nya membuat semua orang yang berada disampingnya menggeleng pelan.


" Suatu saat nanti kau pasti akan mengenakan Isabella " ucap Madeline dan Isabella mengangguk tersenyum.


" ckck.. namun aku tak akan membiarkan dirimu menikah sebelum aku menikah " saut Aisley tenang hingga Isabella mengerucutkan bibirnya kesal.


" aku tau! " kesal Isabella hingga tawa kecil dari para wanita itu tercetak begitu jelas.


Sedangkan disisi lain Malvin sedang menatap kearah cermin seolah sedang berbicara dengan seseorang. Wajah mendiang sang ayah saat ini terlintas di kepalanya hingga membuat malvin seperti sedang meminta restu nya.


Lihatlah dad . Putramu akan segera menikah walaupun aku sudah mempunyai anak sebelum pernikahan namun acara ini tetap saja suci dimata ku, Terimakasih karena dirimu aku lahir ke dunia ini dan mungkin saja merepotkan mommy dimasa lalu, namun kini mommy sudah bahagia dad. Seseorang sudah menggantikan dirimu dihatinya namun demikian kau tak akan pernah terganti walaupun kita belum bertemu sekalipun. Batin Malvin.

__ADS_1


CEKLEK


Malvin mengusap air matanya pelan saat terdengar sebuah pintu yang terbuka. Diandra tersenyum melihat putra nya sedang berdiri gagah dihadapan sebuah cermin yang besar. Malvin tersenyum dan segera memeluk erat tubuh ibunya.


" Kau akan segera menikah nak. Mommy sangat bahagia " ucap Diandra tersenyum seraya menatap wajah Malvin yang sangat mirip dengan Macky.


" Aku pun demikian mom " ucap Malvin lagi dengan senyum tulus diwajahnya.


" Jadilah lelaki bertanggung jawab untuk keluarga kecilmu nanti nak. Jangan pernah kau membuat istri mu bersedih ataupun sebagai nya seandainya kau marah lebih baik kau memilih menghindar daripada terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Mommy tau putraku tak akan melakukan hal demikian " wejangan yang diberikan sang ibu diterima dengan baik oleh Malvin bahkan Malvin berjanji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak dan istrinya kelak.


Malvin mengangguk dan memeluk tubuh ibunya erat dengan manik terpejam sebelum ia menunggu di altar suci pernikahan dimana Madeline akan didampingi oleh tuan Asyur sendiri.


Seluruh keluarga sudah berkumpul seraya menunggu kedua mempelai mengucapkan janji suci pernikahan. Bahkan Valera yang duduk dengan Remigio dan Kenneth disebelahnya tampak tersenyum tipis.


Malvin sudah menunggu dengan gagah pengantin nya hingga manik nya tak pernah lepas dari sebuah tirai tinggi berwarna putih dimana Madeline akan datang dari arah sana, dan benar saja Madeline berjalan dengan anggun bersama dengan tuan Asyur Dutton sebagai pendamping.


" majulah. Mereka semua sudah menunggu " ucap Asyur hingga Malvin dan Madeline serempak mengangguk.


Acara itu sangat khidmat dan penuh haru walaupun tak megah tapi tetap saja momen ini begitu sangat berharga. Malvin dan Madeline tak mengapa jika pernikahan nya tak mewah asalkan mereka tetap bersama dalam suka maupun duka.


" Ya aku bersedia '' ucapan lantang malvin membuat jantung Madeline berdetak tak karuan. Air matanya lirih begitu saja walaupun bibirnya tersenyum menandakan jika dirinya sedang bahagia.


'' Ya aku bersedia " ucap madeline menimpali perkataan seorang pendeta tanpa keraguan di hati nya sedikit pun. Madeline tak menyangka akan berada ditahap saat ini dimana dulu dirinya selalu mendapatkan penolakan dari Malvin namun seiring berjalan nya waktu Malvin akhinya menyadari jika dirinya sudah terlalu menyakiti hati Madeline.

__ADS_1


Suara riuh tepuk tangan terdengar begitu meriah sesaat setelah Madeline dan Malvin bersentuhan bibir dan saling bertautan. Madeline sangat bahagia bahkan sangat bahagia.


" Jangan menangis sayang. Aku mencintaimu. Dan sekarang kau sudah menjadi istriku. Ingat istri dari seorang Malvin Bruno. " ucap Malvin dengan lembut dan terdengar sedikit tegas saat mengucapkan tanda kepemilikan.


" Ya aku mengerti dan aku pun sangat mencintai mu " ucap Madeline lagi dan Malvin mengecup dahi Madeline lembut sebelum suara seseorang mengusik keduanya. Seorang gadis cantik menggunakan sebuah dress berwarna kuning yang melekat indah ditubuhnya sedang menggoda pasangan pengantin baru itu, hingga keduanya terkekeh dibuatnya. Elisya Dutton ya putri semata wayang Asyur Dutton bersama dengan Diandra.


" Selamat ya kak. " ucap Elisya kepada Malvin dan madeline.


'' Terimakasih Elisya " ucap Malvin dan madeline bersamaan.


" huhh sekarang kakak ku sudah menikah jadi aku merasa sangat kehilangan '' ucap Elisya dengan sedikit mengerucutkan bibirnya sebelum sebuah tangan merengkuh indah pinggul nya hingga membuat si mpunya tersentak bukan main.


" Jangan begitu sayang. Sekarang kau memiliki aku disisi mu, jangan lihat lelaki lain walaupun itu kakak mu karena mulai saat ini aku yang akan menjaga mu sayang '' ucap Kenneth menatap Elisya dengan seringai kecil diwajah nya hingga membuat Elisya bergidik ngeri.


Satu persatu para keluarga mengucapkan ucapan selamat kepada Madeline dan Malvin bahkan beberapa dari mereka memberikan sebuah kado pernikahan untuk keduanya. Baik Malvin maupun Madeline mengucapkan rasa syukur dan terimakasih nya atas perhatian mereka semua.


Sejenak setelah acara berjalan akhirnya mereka semua berkumpul disebuah ruangan yang tampak sederhana beralaskan karpet bulu berwarna putih disana hingga suasana kekeluargaan tampak begitu kental.


Valera dan Diandra bahkan tampak berbincang ringan bersama dengan Serena yang berada dipangkuan Diandra hingga bayi itu merasa tak perduli dengan suara orang-orang dewasa disekitar nya.


Baru saja Malvin menyelesaikan acaranya itu seseorang menghubunginya dan mengatakan jika mereka para anak buahnya sudah menemukan titik keberadaan keluarga Gevariel. George yang melihat Malvin berbicara serius dengan seseorang segera menghampiri nya.


" Ada apa ? " tanya George Langsung.

__ADS_1


" Anak buah ku sudah menemukan titik keberadaan keluarga Gevariel. Entah mengapa perasaan ku mengatakan jika mereka sedang tak baik-baik saja. " ucap Malvin dan George diam saja.


" Semoga mereka baik-baik saja. " ucap George yang sangat berharap itu. Malvin menghembuskan nafas nya perlahan karena setelah ini dirinya akan ikut melakukan misi untuk membantu yang lainnya. Bahkan Malvin masih menempatkan Blue mansion sebagai tempat teraman untuk madeline dan juga putrinya Serena dari ancaman bahaya apapun yang mengintai.


__ADS_2