
Satu Minggu telah berlalu, Malvin sudah menemukan sang pelaku yang saat ini sedang berada di suatu tempat yang dijaga ketat oleh para anak buahnya. Baik Malvin maupun George belum sempat menemui dan mengintrogasi sang pelaku karena kesibukan yang ada.
Saat ini Athena sedang berada di kamar milik Kenneth karena adik lelakinya itu ingin mengatakan sesuatu hal yang penting, alhasil Athena memilih menceritakan hal ini dikamar milik Kenneth.
sebuah ruangan yang berwarna putih dengan sentuhan klasik dari berbagai perabotan yang ada terlihat mewah dan sangat luas, bahkan ada sebuah komputer yang lengkap dengan unit peralatannya yang lain di sebelah kanan ruangan yang sangat mewah.
Athena duduk disebuah kursi disamping Kenneth yang saat ini sedang menatap tajam visual seorang wanita yang muncul di layar komputernya.
Athena mengeryit dan merasa asing dengan wajah tersebut, tapi apa hubungannya dengan Kenneth sang adik ?
" siapa wanita itu ? " ucap Athena penasaran hingga Kenneth menoleh kearah Athena.
" Hati-hati kak. Dia sedang mengincar kita, pada saat itu aku yang menjadi target nya dan kemungkinan besar kau pun akan menjadi target selanjutnya. " ucap Kenneth.
" omong kosong ! " kesal Athena.
" jangan remehkan para musuh yang ada kak, bahkan kita tidak tau musuh-musuh yang mana yang akan berurusan dengan kita. Bahkan musuh Daddy dan mommy pun akan berimbas pada kita berdua ! berani bertaruh ? " smirk Kenneth dengan gaya santai dan elegan bagaikan ia sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
Athena mengeryitkan dahinya pelan. Mereka, musuh dan musuh seperti nya kata-kata itu menjadi boomerang dalam kehidupan dirinya dan juga keluarganya.
" Stefy Phalloma ! wanita yang lahir di Amerika dan besar di Italia " ucap Kenneth lagi.
" Amerika.. " gumam Athena hingga fikirannya tertuju pada sang ayah " apa kemungkinan salah satu musuh Daddy ? " ucap Athena lagi.
" firasat ku mengatakan ya. Tapi aku akan mencari detail tentang wanita ini " ucap Kenneth lagi dan Athena diam saja. " berhati-hatilah kak. Minta paman Sean jangan berjauhan dengan mu, jika terjadi sesuatu hal terhadapmu mommy dan juga Daddy pasti sangat khawatir bukan ? terlebih kak George " ucap Kenneth.
" Lalu kau tak merasa begitu ? '' sentak Athena kesal dan Kenneth terkekeh mendengarnya.
" Aku ? hmm aku pasti akan menghajar orang yang berani menyakitimu " tajam Kenneth hingga Athena tersenyum kecil saat melihat ekspresi sang adik yang seperti itu " jangan tertawa ! " ketus Kenneth lagi.
" hmm baiklah. Terimakasih atas informasinya " ucap Athena lagi " jika begitu aku keluar terlebih dahulu " ucap Athena dan Kenneth hanya mengangguk kecil tanpa menoleh kearah Athena yang mulai beranjak dan perlahan keluar dari ruangan pribadinya.
Keesokan harinya Remigio mendapatkan kabar dari sang ayah jika sang ibu jatuh sakit, tentu saja ia terkejut bukan main, mau tidak mau Remigio harus segera bertolak menuju Amerika.
__ADS_1
Valera meminta maaf karena tak bisa ikut bersama tapi ia janji akan menyusul dan menyelesaikan sedikit pekerjaannya, Remigio mengangguk paham dan mengerti keadaan satu sama lain.
'' Dad, boleh aku ikut ? " rengek Athena dengan manja bergelayut pada sang ayah.
" tapi... " ucapan Remigio kala Athena menekuk wajahnya dengan kesal " Daddy hanya sebentar sayang tidak akan lama " ucap remigio membelai lembut rambut sang putri yang tergerai dengan indah bahkan aroma nya sama persis seperti sang istri begitu sangat menenangkan.
" Tapi dad, aku sudah lama tak bertemu dengan mereka " keluh Athena lagi dan Valera diam saja mendengar perdebatan kecil antara putri dan suaminya " please. Boleh yah " pinta Athena dengan wajah gemas, sungguh gadis bermanik hitam itu pandai merayu dengan ekspresi wajahnya yang begitu menggemaskan.
" baiklah. Kau boleh ikut mereka pasti senang melihat cucu nakal nya ini '' kekeh Remigio hingga Athena memeluk senang karena bisa pergi dengan sang ayah.
Athena sangat-sangat merindukan hal seperti ini bersama sang ayah, dimana saat usianya masih kecil ia selalu berpergian dan berlibur dengan Remigio kala Valera tak bisa menemaninya untuk berlibur.
Athena memeluk Remigio dengan erat, Valera hanya tersenyum melihat kedekatan mereka, tak bisa di pungkiri Athena lebih dekat dan lebih manja dengan sang ayah ketimbang dengan dirinya.
" lalu kapan kalian akan berangkat ? " tanya Valera lagi dan Remigio melirik sang istri yang sedang cemberut saat ini. " malam ini ? " tebak Valera dan Remigio mengangguk membenarkan " baiklah, aku akan bersiap untuk barang keperluan mu selama disana " ucap Valera beranjak
" mommy aku menyayangimu '' ucap Athena lagi hingga langkah sang ibu terhenti dan menatap putrinya dengan senyuman lembut dan menghangatkan.
Athena memilih menyandarkan kepalanya di dada sang ayah, dan Remigio hanya memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang sekali mengecup puncak kepala Athena dengan lembut.
******
Malvin saat ini sedang berada disebuah ruang rawat dimana Madeline berada, ia bisa melihat jika wanita yang tulus mencintainya, wanita yang keras kepala dan bersabar menerima sikap dinginnya yang terkadang menoreh rasa sakit di hati kini sedang terbaring lemah dengan beberapa alat medis yang menempel di dalam tubuhnya.
Malvin menatap semuanya dengan nanar, ada rasa penyesalan dalam dirinya tapi ini semua bukan kah keinginannya untuk bertindak demikian, Malvin hanya masih mengingat pada saat kejadian itu.
" Kenapa semua ini harus kita rasakan Madeline ? kau wanita baik dan penuh kesabaran. Kenapa kau mencintai lelaki seperti diriku ini Madeline '' gumam Malvin dengan lirih menatap tubuh tak berdaya itu dalam diam " andai saja itu semua tak terjadi mungkin kita tak seperti ini " lanjut Malvin lagi.
Madeline begitu tenang dalam tidurnya, Malvin terus menatap wanita yang sedang terbaring dengan begitu damai, hanya ada suara alat-alat medis yang terdengar disana.
Malvin sudah menyiapkan dua orang penjaga untuk menjaga Madeline karena ia sendiri belum tau apa motif si pelaku melakukan semua ini kepada Madeline, apa hanya kebetulan ? apa memang sudah direncakan, entahlah Malvin akan segera tau hal ini.
satu jam sudah Malvin terus menatap Madeline wanita yang bersabar dan selalu mencintainya walaupun hati Malvin belum terbuka untuk seorang Madeline, akhirnya lelaki bertubuh kekar tegap itu memutuskan untuk kembali ke rumahnya karena saat ini ia membutuhkan waktu beristirahat dengan baik.
__ADS_1
Mobil mewah pun pergi melesat dengan begitu cepat meninggalkan salah satu rumah sakit ternama disana, Malvin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari menikmati pemandangan sore di kota Paris saat ini.
maniknya menangkap seseorang yang sangat ia kenal di sana, Kenneth ia sedang melawan empat orang lelaki bertopeng, Malvin memutuskan untuk membantu Kenneth saat ini.
BUGHHHHHH
Kenneth terkena pukulan telak di wajahnya hingga sudut bibirnya pecah dan sedikit mengeluarkan darah, Malvin yang melihat itu langsung menerjang di pelaku.
BUGHHHHHH
uhukkk
lelaki asing itu terpental dengan topeng yang terlepas dari wajahnya, Kenneth menatap kedatangan Malvin dengan datar lalu beralih pada lelaki yang sedang merintih kesakitan akibat tendangan kuat Malvin di punggung nya.
Malvin diserang begitu saja dan Kenneth tak mau tinggal diam kali ini ia lebih bersemangat karena lawannya tadi berhasil melukai tubuhnya dan kini sosok Kenneth yang kejam mulai terlihat dimana manik nya kini menyorot dengan tatapan yang penuh amarah.
KRAKKKK
AGHHH
Kenneth mematahkan pergelangan tangan seseorang dari mereka hingga suara jeritannya mengundang perhatian lawan mainnya, kini beberapa orang mulai muncul entah dari mana.
Malvin bingung dengan apa yang terjadi, tapi pastinya nyawa Kenneth terancam karena ini pasti ulah salah satu musuh yang mengincar.
Kenneth tersenyum menyeringai kala melihat beberapa orang muncul dari beberapa titik tertentu, tanpa aba-aba Kenneth langsung memutar leher seseorang yang masih dalam cengkraman nya saat ini.
KRAKKKK
semua orang tertegun melihat aksi berani Kenneth dan Malvin hanya diam saja melihat itu semua, seakan sudah terbiasa.
" kalian semua akan mati jika berani mengusikku '' ancam Kenneth dengan nada yang penuh penekanan. Mereka yang mendengarnya hanya bisa tersenyum mengejeku Kenneth sudah memperingati mereka tapi sepertinya mereka semua tak takut hingga pada akhirnya.
DODODODOR !!
__ADS_1