
" Ada apa ? " tanya George saat menerima panggilan dari seseorang disana.
" tolong kau segera ke England. Ada sesuatu masalah yang harus segera diselesaikan, kau tau Daddy sangat pusing akhir-akhir ini " ucap Hans Maxwell hingga George mengeryitkan dahinya seketika.
" Kau sakit dad ? " tanya George sedikit cemas.
" tidak. Hanya saja ada sesuatu yang harus Daddy bicarakan dengan mu " ucap Hans Maxwell lagi.
" Kenapa tidak melalui ponsel ? " Picing George.
" tidak bisa George. " ucap Hans sedikit tegas hingga George akhirnya menyetujui keinginan sang ayah, dan panggilan tersebut putus begitu saja.
George yakin jika ini ada kaitannya dengan kedua orang tua Karen, sejak beberapa hari berlalu setelah pertemuan itu kedua orangtuanya Karen membawa putri mereka kembali ke negaranya.
George menghela nafasnya dengan kasar, tak lama Malvin datang dengan wajah semrawutnya membuat George heran menatap wajah sang sahabat.
" ada apa ? " tanya George lagi.
" tidak. Hanya saja aku mengantuk " ucap Malvin terdengar ambigu dan George menatap heran kepada Malvin, mengantuk ? apa ia tak salah dengar. " Semalaman aku mencari keberadaan lelaki itu " ucap Malvin dengan mata terpejam.
" Chaiden ? " tebak George dan Malvin mengangguk membenarkan " kau masih mencarinya ? " tanya George lagi.
" pertanyaan macam apa ini, tentu saja aku masih mencarinya, karena ia selalu saja mengirim seseorang untuk menganggu ku, bukan kah dia sendiri yang memberi celah padaku " ucap Malvin dan George hanya diam saja.
" Ya kau benar, berhati-hatilah. Besok siang aku akan pulang ke England hanya beberapa hari saja, tolong handle semuanya Malika akan membantumu " ucap George lagi.
" England ? apa ada masalah besar ? " seru Malvin.
" entahlah " ucap George terdengar pasrah dan Malvin hanya mengangguk saja, pada saat keduanya sedang berbincang ringan pintu ruangan milik George terbuka dan muncul lah sosok gadis cantik memakai sebuah dress yang terbilang seksi, sedang tersenyum manis menatap kearah George.
Athena datang secara tiba-tiba ke GM Crop's tanpa mengabarinya terlebih dahulu, Malvin tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, Athena langsung duduk di sofa single dan George hanya menatap Athena tanpa berkedip.
__ADS_1
'' apakah kedatanganku menganggu waktu kalian berdua ? " ucap Athena polos menatap George dan Malvin secara bersamaan.
" tidak Athena kami sedang berbincang saja, jika begitu aku sebaiknya kembali keruangan ku terlebih dahulu " ucap Malvin dengan lembut dan mengelus lembut rambut Athena.
Athena menatap kepergian Malvin sampai sosok itu benar-benar hilang dari pandangan nya Athena menatap kearah lelaki bermanik biru dengan intens.
'' ada apa kak ? kau tak senang jika aku datang kesini, jika begitu baiklah aku akan pergi " ucap Athena beranjak dan George langsung menahan lengan sang gadis hingga manik mereka bertatapan satu sama lain.
'' Kenapa akhir-akhir ini kau lebih suka marah-marah sayang '' ucap George meraih dagu Athena hingga hembusan nafas hangat keduanya saling terasa satu sama lain.
" entahlah '' ucap Athena singkat dan memalingkan pandangannya kearah lain. George terkekeh dan memeluk tubuh gadisnya dengan sangat erat hingga Athena merasa sesak seketika. " kak. '' pekik Athena saat George mengigit daun telinga gadis bermanik hitam itu.
" sayang, aku besok akan pergi untuk menemui orang tua ku. " seru George lagi dan Athena kini menatap nya dengan intens " ada yang harus aku selesaikan sayang " ucap George lagi.
" baiklah, Bawakan aku oleh-oleh " ucap Athena lagi dan George tersenyum manis lalu mengangguk kemudian. Athena bangkit dan kini ia duduk dipangkuan sang lelaki bermanik biru itu, kini wajah keduanya saling berhadap-hadapan dan Athena tersenyum tipis aroma gadis bermanik hitam itu sungguh terasa di penciuman George.
'' entah mengapa aku jatuh cinta pada kakak ku sendiri " ucap Athena dengan membelai wajah George, jari telunjuk itu seperti sedang menelusuri lekuk wajah George. " huhh.. sepertinya masa depan kita akan penuh dengan rintangan kak. " ucap Athena lagi.
" ckckck. ingat kak kita belum resmi menikah dan kita hanya mengungkapkan perasaan kita satu sama lain. '' desis Athena.
" kau " kesal George dan Athena langsung beranjak dari pangkuan George dan duduk disebelah nya itu, George mengelus lembut rambut Athena hingga manik hitam itu mulai terpejam dengan sendirinya.
******
keesokan harinya pesawat pribadi milik George sudah siap untuk terbang gagah mengantar sang tuan menuju tempat tujuannya, Athena mengantar George hingga ke bandara pribadi milik keluarganya.
" Hati-hati kak, jangan lupa oleh-oleh milik ku " ucap Athena sedikit mengingatkan dan George mengangguk gemas dengan mencium mesra bibir Athena di hadapan para anak buahnya hingga mereka memilih untuk memalingkan wajahnya kearah lain. " jangan mencari kesempatan " ketus Athena dan George terkekeh.
" Ya baiklah, aku tak akan melupakannya. Jaga diri mu selama aku tak ada disampingmu Athena. Ingat jangan dekat-dekat dengan lelaki manapun atau aku akan mengirimkan bom untuk meledakkan rumahnya " ucap George dengan lembut tapi penuh ketegasan didalamnya. Athena hanya diam dan mengangguk tipis lalu memeluk tubuh kekar itu dengan erat seolah enggan untuk melepaskan nya. George balas memeluk erat gadisnya itu.
setelah berpelukan George segera memasuki pesawat yang sudah siap mengudara dengan gagah itu, Athena memberikan ciuman jauhnya hanya untuk menggoda lelaki bermanik biru itu, tak lama Athena segera meninggalkan tempat itu ditemani oleh Sean yang saat ini menjadi bodyguard pribadi nya.
__ADS_1
mobil mewah itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan kota yang sedikit macet karena ada perbaikan jalan didepan sana, Athena menatap layar ponselnya dan membaca beberapa pesan dari beberapa orang termasuk Aisley.
mereka telah tiba. Batin Athena.
Athena memutuskan untuk mengunjungi kediaman mansion utama hanya untuk bertemu dengan nyonya sofhia dan tuan Ramius, Sean mengangguk patuh atas perintah nona mudanya.
Sean yang awas melihat kearah belakang jika sebuah mobil sport lainnya sedang mengikuti mobil yang sedang ia kendalikan saat ini, Athena menatap kearah belakang dan melihat jika ada yang mengikutinya.
" Paman apa mereka sedang mengikuti kita ? " tanya Athena sopan.
" sepertinya begitu nona " ucap Sean tanpa ragu hingga Sean memilih untuk melajukan kecepatan mobilnya dan benar saja mobil itu langsung melesatkan peluru sialan nya kearah mobil yang ditumpangi Athena. " Nona, pakai sabuk pengaman mu " perintah Sean dan Athena menurut seraya memegang senjatanya begitu saja.
Sean mengaktifkan sistem otomatis untuk mengendalikan setir kemudinya tanpa ia kendalikan, Athena baru menyadari jika mobil ini adalah inovasi milik King milik sang ibu.
" Biar aku yang melawannya nona, kau cukup duduk tenang saja " ucap Sean dan lagi-lagi Athena mengangguk saja walaupun tangannya saat ini sedang gatal karena ingin membidik.
DODODODOR !!!
kepala Sean tiba-tiba muncul diatas dan langsung melesatkan pelurunya kearah ban mobil si penguntit. Mereka terkejut dan langsung membanting setir kearah lain tapi sean tak hilang akal, jalan menuju kediaman mansion utama keluarga Harson terbilang sunyi dan senyap.
DODODORDODODOR !!
KRAKKKK
Sean menembak sebuah ranting pohon yang cukup besar dan tiba-tiba ranting itu tumbang dan menghantam mobil dibelakangnya hingga membuat kaca mobil mereka retak walaupun tak parah dan sial nya lagi mobil itu seperti kesulitan untuk bergerak.
" wah paman kau benar-benar lihai " puji Athena saat Sean duduk kembali di kursinya, Sean hanya menunduk sopan dengan pujian yang dilontarkan oleh sang nona mudanya. Hingga mobil mewah mereka telah memasuki kawasan steril.
Athena melihat jika apa Pram yang sedang berada di luar mansion entah apa yang sedang dilakukannya, Pram seketika langsung mengenali mobil mewah itu ketika ia berhenti.
" Paman, ada seekor kecoa yang sedang ingin bermain-main, Tolong paman urus mereka dibelakang sana " ucap Athena hingga Pram mengerutkan dahinya seketika dan pada akhirnya ia mengangguk paham dengan segera Pram menyuruh anak buah king yang betugas untuk memantau keadaan kawasan sekitar.
__ADS_1
Athena turun dari mobilnya dan langsung berlari kecil menuju mansion utama, Sean hanya geleng-geleng kepala saat melihat tingkah gadis muda itu. Ia lebih memilih meminum kopi bersama dengan yang lainnya di sebuah kedai pribadi yang tersedia di kawasan mansion utama.