
Isabella mengerjap-ngerjapkan matanya secara perlahan, gadis itu mencoba membuka matanya agar bisa melihat apa yang sudah terjadi. Gadis itu bingung kenapa tangannya terikat dengan posisi dia berdiri, terlebih Isabella hanya memakai dalaman berwarna merah saja sontak gadis itu kembali bergerak tak beraturan.
Sial, apa yang telah lelaki tua itu lakukan padaku ? lihat saja nanti aku akan membalas nya dengan peluruku sendiri. batin Isabella.
Isabella sadar jika dirinya ditembak bius oleh lelaki asing itu, dan dirinya tak merasakan sakit ataupun ngilu sehabis tertembak, Isabella harus lebih berhati-hati manik nya menatap sekeliling ruangan itu dan sial terdapat kamera pengintai tepat di depannya, Isabella menelan ludahnya kasar.
CEKLEK.
seseorang datang dengan satu maid dibelakangnya, ternyata lelaki asing itu membawakan nya beberapa menu makanan termasuk potongan buah mangga segar yang tampak mengunggah selera itu, seketika perut Isabella terasa lapar.
" ohh gadis kecil rupanya kau sudah sadar ternyata " kekeh geli lelaki itu kini ia sudah berganti pakaian dan hanya menggunakan sebuah boxer dan kaos hitam polos, Isabella melihat jika lelaki itu tampak muda saat ini. Lelaki asing itu menyuruh maid meletakkan makanan diatas meja dan setelah itu ia mengusir nya begitu saja.
" Apa-apaan kau ini pria tua. Cepat lepaskan aku " ketus Isabella menatap tajam lelaki yang kini sedang menatapnya datar.
" ckckck.. dasar gadis kecil yang bar-bar " celoteh lelaki itu lagi lalu ia membawa sebuah makanan dan kini lelaki itu berdiri tegap dihadapan Isabella. " buka mulutmu ! " tegas lelaki itu dan Isabella memicingkan matanya seketika " tidak ada racun disini " ucap lelaki itu lalu ia membuktikannya dengan memakan terlebih dahulu.
Isabella menelan ludahnya kasar saat manik itu menatapnya dengan tatapan liar, lelaki itu membelai pipi hingga leher Isabella, membuat si mpunya merasakan geli luar biasa.
" sekarang lebih baik kau menurut " ucapnya lirih tepat ditelinga Isabella, gadis itu hanya bisa menurut saat dirinya disuapi hingga habis tak tersisa, maniknya masih saja tetap menatap tajam.
setelah selesai, lelaki itu duduk di tepi ranjang sembari memperhatikan Isabella dari samping, gadis kecil itu tumbuh sempurna, kulit yang halus dan bersih ditambah bentuk tubuhnya yang terlihat indah ditambah rambut coklat bergelombang milik Isabella membuat lelaki itu menatapnya intens.
" mau apa kau !! " sentak Isabella saat sebuah lengan melingkar indah diperutnya, jantung Isabella berdetak cepat, ia kini merasa takut akan perilaku lelaki asing itu. " jangan menyentuhku bajingan " teriak marah Isabella saat nafas lelaki itu mengenai lehernya, Isabela meronta saat lelaki itu menyesap lembut lehernya seperti sedang menandai sebuah kepemilikan " sialan mati saja kau " teriak Isabella bergerak tak beraturan hingga rambutnya yang tergerai itu bergerak seirama.
" Sebaiknya kau diam, aku akan mengirim photo mu saat ini kepada ayah mu terlebih dahulu " seringai lelaki itu terbit saat menatap bola mata Isabella yang membulat penuh, nafas nya terlihat memburu seperti sedang menahan amarah.
Isabella ketakutan saat tangan kekar itu terus menyentuh tubuhnya, sekarang tubuhnya gemetaran tak karuan lelaki itu mengelilingi Isabella dengan sentuhan-sentuhan nakal dibuatnya.
" aku akan membuat tanda luar biasa di seluruh leher mu gadis kecil " ucap lelaki itu dan Isabella sontak terbelalak,
__ADS_1
" ahhh lepaskan, sialan mati saja kau. Akan ku balas suatu saat nanti " teriak Isabella tak karuan saat lelaki itu sudah melancarkan aksinya, gerakan tubuh Isabella yang memberontak membuat sesuatu yang terlarang berkedut seketika.
Isabella menangis dan meraung saat lelaki itu terus menyesap lehernya dengan ganas, Isabella rasanya ingin tidur saja dan tak mau melihat atau merasakan hal ini, Isabella memanggil nama ayah dan ibunya dalam hati, sungguh saat ini gadis itu sangat ketakutan luar biasa.
" Maha karya yang sempurna " ucap lelaki itu tersenyum puas, melihat penampilan Isabella kini, wajahnya terlihat takut dengan air mata yang mengalir deras ditambah rambutnya yang terlihat sedikit acak-acakan. " ayo aku akan mengambil photo mu terlebih dahulu. " ucapnya lagi.
Isabella hanya bisa menangis dan berusaha menahan isakan nya agar tak terdengar oleh lelaki itu, tapi air matanya tak bisa berbohong dengan apa yang gadis itu rasakan, sorot mata Isabella penuh dengan amarah dan kebencian pada lelaki itu, setelah selesai lelaki itu melepaskan ikatan tali yang menjerat tangan putih Isabella hingga meninggalkan bekas luka.
******
BRAKKKKKK
PRANGGG
" AGHHH sialan !! apa yang telah ia lakukan terhadap putriku. " teriak Dave marah saat dirinya menerima sebuah paketan yang entah dari siapa pengirimnya, nafas Dave naik turun kala melihat kondisi Isabella yang tak layak, noda merah memenuhi area lehernya, dave merasa cemas luar biasa terhadap putri bungsunya kini.
Aisley mendekat dan melihat sebuah photo yang masih digenggam oleh sang ayah, matanya nyaris keluar saat ia mengenali perempuan itu.
" Isa " lirih Aisley dengan manik yang berkaca-kaca menatap penampilan sang adik yang mengerikan saat ini " Daddy maafkan aku, aku lalai menjaganya " lirih Aisley dan Dave segera memeluk putri sulungnya dengan erat, Aisley menangis dan memeluk tubuh kekar sang ayah. " Dad sudah hampir dua hari kita belum menemukan Isabella, aku takut terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi dari pada ini. " ucap Aisley mengusap kasar air matanya yang keluar.
" Daddy akan mencarinya, lebih baik kau tunggu saja di mansion temani mommy mu, dan ingat jangan pernah keluar dari mansion ini tanpa pengawalan siapapun " ucap Dave tegas dan Aisley hanya mengangguk patuh walaupun dalam saat ini ia ingin sekali mencari Isabella.
Dave segera bergegas keluar dari mansion terlebih dahulu ia akan mencari sosok si pengirim melewati cctv yang tersembunyi, Dave membawa beberapa anak buahnya untuk ikut.
Thomas yang mendengar hal ini dari putranya sontak terkejut bukan main hilangnya Isabella, Thomas yakini jika musuh masa lalu adalah dalangnya.
hanya butuh waktu sepuluh menit anak buah Dave telah mendapati orang yang mengirim kotak itu, mereka langsung membawanya kesebuah mobil untuk diinterogasi.
lelaki itu gugup dan takut bukan main saat melihat Dave yang kini menatapnya dengan tajam, tubuhnya seketika mengeluarkan keringat dingin karena melihat beberapa senjata-senjata api yang tergelatak disana begitu saja.
__ADS_1
" Siapa yang menyuruhmu untuk mengirimkan kotak ini padaku " ucap dingin Dave seraya memperlihatkan sebuah kotak kepada si pengirim, lelaki yang usianya masih muda itu seperti sedang mengingat-ingat, dirinya hanya seorang kurir biasa yang bertugas mengantar kan banyak paketan kepada orang lain. " jawab !! " pekik Dave marah karena ia tak bisa menunggu lebih lama lagi, Isabella harus segera ditemukan.
" maaf.. tuan.. apa salahku ? " tanya lelaki itu lagi gemetaran.
" jawab saja siapa yang menyuruhmu untuk mengirimkan paketan ini padaku, '' sentak Dave tak sabaran.
" seorang pria yang menyuruhku.. tapi sungguh aku tak tau, aku hanya seorang kurir biasa tuan " gugup nya lagi.
'' Dimana dia bertemu dengan mu ? '' tanya Dave lagi.
" di kantor tempat ku bekerja " ucapnya cepat.
" apakah disana ada cctv ? '' tanya Dave lagi dan lelaki itu mengangguk, Dave sedikit lega mendengarnya. '' baiklah kita ke tempat itu sekarang juga '' ucap Dave tegas dan lelaki itu mengangguk pasrah. Mobil mewah itu segera melesat pergi menuju sebuah kantor kecil tempat lelaki itu bekerja.
Dave segera memerintahkan anak buahnya untuk berjaga-jaga diluar, dirinya akan masuk bersama dengan kurir itu, banyak pasang mata yang melihat kearah Dave, dan seorang wanita terlihat menahan Dave dan si kurir.
" maaf tuan ada keperluan apa ? '' tanya nya bingung dan heran saat melihat Dave masuk dengan lancang begitu saja.
'' aku ingin melihat rekaman cctv hari ini, jangan halangi jalanku atau tempat ini akan rata dengan tanah " dingin Dave membuat wanita itu menelan ludahnya kasar.
" tapi tuan " cegah wanita itu dan Dave sudah pergi dengan menarik paksa lelaki yang berada di sampingnya itu.
Dave menatap sebuah layar komputer yang menampilkan rekaman cctv hari ini, dengan seorang petugas keamanan yang ikut masuk kedalam sana.
Dave menatap layar itu dengan intens, semua orang tampak hening tak bersuara, hingga suara lelaki membuat Dave menajamkan pandangannya.
" ya itu orangnya tuan '' ucap kurir itu dan Dave meminta untuk diperjelas karena gambarnya buram dan sedikit tak jelas. Maniknya menajam seketika saat melihat tampilan seorang pria gemuk disana Dave tak menemukan apapun pada pria itu hingga maniknya melihat sebuah plat mobil disana.
Dave merasa cukup dan ia berterimakasih pada semua setelah itu ia pergi meninggalkan tempat itu dengan segera, tujuannya kali ini adalah Greta.
__ADS_1