King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
season 3 ~ Siapa dia?


__ADS_3

Rekaman cctv yang terjadi disebuah markas kepolisian yang dimana Larissa membantai para orang berwenang dilakukan secara siaran langsung oleh seseorang. Larissa dirinya yang tau jika dipermainkan seakan tak perduli dengan keadaan.


Bahkan para aparat senior hingga junior bergidik ngeri saat harus menyaksikan betapa kejamnya Larissa Dutton saat menyerang lawan nya. Mereka seolah tak mampu untuk mengalihkan rasa keterkejutan nya itu.


" Kau menggemparkan nya " kekeh Elmer saat ikut melihat rekaman cctv itu dimana Larissa yang kini duduk tenang dengan bertumpu kaki ikut terkekeh dibuatnya.


'' Bahkan jika aku ingin. Aku bisa meledakkan tempat itu beserta membantai seluruh orang yang terlibat. Aku tidak suka mereka! itu sebabnya ketika aku masih kecil entah mengapa aku menumbuhkan rasa kebencian untuk para tikus tak berguna itu '' ucap Larissa lagi dengan sorot mata yang tajam menyeringai penuh arti.


'' Mereka hanya sekumpulan orang yang tak penting Larissa jangan terlalu dipikirkan. Lebih baik sekarang kau beri tau aku tentang rencana mu yang akan pergi ke kota kematian '' ucap Elmer lagi menatap sepupunya dengan lekat.


Larissa terdiam dan baru mengingat jika akan pergi menuju kota kematian setelah mendapat kabar jika orang itu ingin menemuinya. Larissa mengepalkan kedua tangannya erat.


" Besok malam aku akan pergi! " ucap Larissa lagi.


" butuh teman? " ucap Elmer


" Aku akan membawa anak buah ku saja " ucap Larissa lagi dengan kesal hingga Elmer terkekeh lalu menyesap red wine nya hingga tandas.


Dering ponsel Larissa berbunyi begitu saja. Larissa mengeryit saat mendapati nama seseorang disana, lalu pandangannya beralih kearah Elmer.


" Ada apa? '' ucap Elmer bingung saat tatapan manik Larissa menajam.


" Dyora memanggil ku! '' ucap Larissa lagi seraya menerima panggilan yang masih berbunyi nyaring. Elmer diam saja saat adiknya justru menghubungi Larissa.


" Ya Dyora ada apa? " ucap Larissa seraya menghidupkan speaker pada ponsel nya hingga suara gadis berambut coklat susu itu dapat didengar oleh Elmer. " Larissa! Apa Elmer bersama mu? " ucap Dyora dan Larissa memicingkan maniknya sesaat. " Jika ya tolong katakan padanya aku akan pergi ke pusat perbelanjaan bersama dengan Alland dan Sean! '' ucap Dyora lagi terdengar kesal.


" Kenapa kau tak menghubunginya? '' Picing larissa tersenyum jenaka.


" ponsel nya mati! Dan aku juga tak berniat ingin menghubunginya. '' ucap Dyora lagi. hingga Elmer merebut ponsel Larissa secepat kilat.


'' Pergilah dan selamat bersenang-senang adikku! " ucap Elmer lagi terdengar lembut hingga Larissa menggeleng kepalanya pelan.

__ADS_1


" Ya kau! Tentu saja, aku akan berbelanja sepuas nya dengan kartu kredit yang kau berikan padaku! ingat Elmer aku akan menguras semua uang mu! berani nya kau mengirim Sean kemari! '' kesal Dyora lagi hingga Elmer tersenyum kecil dibuat nya.


" bukan aku tapi Daddy! sudahlah pergi dan nikmati waktumu! Jangan pulang terlalu larut! " ucap Elmer lagi namun Dyora sudah mematikan sambungan yang terhubung hingga Elmer menarik nafasnya secara perlahan.


" Apa lagi kali ini " ucap Larissa ikut menimpali pertengkaran kecil yang terjadi antar Dyora dan Elmer.


" little problem " ucap Elmer lagi.


" Jangan terlalu mengekangnya Elmer. Dyora tidak suka hal itu, kau selalu membatasi ruang gerak nya. Aku kasihan '' ucap Larissa lagi.


'' itu demi kebaikan nya! '' dingin Elmer dan Larissa diam saja tak mau menjawab dan akhinya keduanya larut dengan pikiran nya masing-masing.


Esok hari pukul tujuh malam.


Larissa bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah disepakati. Malam ini Larissa hanya menggunakan sebuah gaun berlengan panjang sebatas betis nya. Sepasang hills tersemat indah pada kaki jenjangnya.


" Nona " ucap keempat lelaki bertubuh jangkung memakai pakaian serupa.


Larissa memilih menggunakan sebuah helikopter atas nama ayahnya karena kota kematian berada di perbatasan suatu daerah yang memakan waktu kurang lebih tiga jam.


Para anak buah Larissa menggunakan helikopter di bawah naungan king yang nantinya akan mendarat di suatu tempat yang sudah direncakan oleh Larissa.


Selama dalam perjalanan Larissa menikmati waktunya dengan mengamati daerah sekitar. Entah mengapa dadanya berdebar tak karuan hingga Larissa memilih memejamkan kedua maniknya perlahan.


Akhinya setelah menempuh perjalanan helikoter berwarna merah itu mendarat disebuah helipad pribadi milik seseorang. Tampak kedatangan Larissa sudah diketahui oleh mereka.


Terlihat banyak lelaki bersenjata lengkap yang berdiri memasang wajah bengis nya. Larissa memejamkan kedua matanya melihat itu.


" Kau tetap berada disini! Jangan keluar maupun bertindak gegabah. Tunggu instruksi dariku kau paham! '' ucap Larissa pelan pada sang pilot yang masih merupakan anak buah king. Lelaki muda berkulit putih itu mengangguk paham walaupun tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya.


Larissa turun dengan wajah datarnya, kali ini gadis itu memakai riasan yang cukup memukau dimana manik nya yang tegas seakan lebih berkesan dengan eye shadow berwarna nude ditambah pewarna bibir berwarna peach yang sangat cocok untuk dirinya.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan! " sentak Larissa saat seorang lelaki hendak memegang tubuhnya tanpa aba-aba.


" Maaf anda harus kami periksa! '' ucap Lelaki itu lagi dan Larissa mendengus dengan wajah sebal nya.


" kau tidak akan ku biarkan menyentuhku sedikit pun! ingat itu! '' ucap Larissa lagi melenggang memasuki sebuah markas milik seseorang. Kedatangan Larissa tentu saja membuat mereka terkejut bukan main. " Dimana mereka? " dingin larissa menatap seorang lelaki yang sangat di kenal nya.


" Mari " ucap lelaki itu lagi tanpa mau berbasa-basi. Larissa mengikuti langkah kaki lelaki itu dengan perasaan yang campur aduk. Markas ini lebih setan daripada ruangan bawah milik Valera.


Sepanjang lorong yang mereka lewati hanya di terangi lampu temaram berwarna kuning sehingga kesan kejam tercetak jelas di dalam ruangan itu.


KLEKKK


" Maaf tuan menganggu. Larissa sudah berada di sini '' ucap lelaki itu lagi hingga Larissa muncul dan menampakkan wajahnya. Namun dirinya terkejut saat melihat beberapa orang lelaki berada di dalam sana.


prok prok prok


" Kau sangat pemberani nona Larissa! datang kemari hanya seorang diri? tidak kah kau merasa takut? '' ucap lelaki matang berjalan dengan senyum kecil nya dan berhenti tepat di hadapan Larissa.


Larissa tersenyum tipis menanggapi dan mengangkat dagunya tunggi seolah sikap angkuh Larissa memang tak ada tandingannya.


" Hanya seorang pengecut yang memiliki rasa takut seperti dirimu tuan Nando! dan jangan lupakan siapa aku ini! '' ucap Larissa lagi angkuh berjalan dan menatap satu persatu wajah-wajah asing itu hingga Larissa menarik kursi dan duduk tanpa permisi " Jadi tuan Nando mari kita mulai dan jangan membuang waktuku! " ucap Larissa lagi tenang.


Nando lelaki matang itu hanya mendelik sinis saat Larissa bersikap demikian. Akhirnya lelaki matang itu kembali duduk di kursinya dengan wajah datar.


'' Jadilah wanitaku! '' ucap seseorang tiba-tiba hingga membuat Larissa dan semua orang terkejut mendengarnya. Larissa menatap lekat lelaki asing di hadapannya itu. Rahang nya yang tegas serta alis dan bibirnya yang tebal benar-benar membuat lelaki itu memiliki pesona nya tersendiri.


" Siapa kau berani berkata demikian? lancang '' ucap Larissa datar menatap tajam pada lelaki itu yang kini ikut menatap nya tajam.


" Aku tidak menerima penolakan! '' imbuh lelaki itu lagi.


" Dan aku tak mau menjadi wanita mu! '' ucap Larissa lagi hingga.

__ADS_1


BRAKKKK


__ADS_2