
keesokan harinya Valera dan Remigio baru saja tiba di Paris, mereka segera menuju kediaman nya yaitu Gold mansion terlebih Valera mendapatkan kabar dari kepala pelayan nya jika Athena bertengkar dengan George hingga memecahkan guci yang menjadi hiasan ruangan mewah di lantai satu itu, dan membuat Valera heran bukan main.
sesampainya mereka di mansion Valera dan Remigio disambut oleh beberapa pelayan dan pengawal disana, bahkan salah satu pelayan segera membawa koper milik tuannya untuk naik kelantai dua.
" Mommy " Kenneth berjalan dengan memakai kaos putih polosnya dipadukan dengan celana pendek selutut, penampilannya cukup santai malam ini.
" Sayang, mommy merindukan mu " ucap Valera memeluk erat putra bungsunya itu dan Kenneth memeluk balas sang ibu, lalu Kenneth beralih memeluk sang ayah.
" kalian lama sekali " ucap Kenneth memberengut dengan tiba-tiba dan Valera melirik sang suami sekilas karena ini pertama kalinya Kenneth bertindak protes. " Aku sudah rindu dengan masakan mu mom '' saut Kenneth lagi dan Valera tersenyum manis menatap Kenneth. " Ya sudah kalian beristirahat lah, aku akan keluar sebentar saja '' ucap Kenneth dan Valera mengangguk begitupun dengan Remigio.
" Kent hati-hati " ucap Remigio dan Kenneth mengangguk mantap.
England waktu setempat.
Karen wanita itu masih tak terima perihal pembatalan pernikahannya dengan George, selain kaya dan mapan Karen pun mencintainya, entah kapan rasa itu mulai muncul.
setelah kejadian itu Karen fokus pada penyembuhannya sendiri, kedua orang tuanya menyuruh Karen melupakan George tapi dirinya enggan dan justru semakin berambisi.
" Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Aku tak akan kalah dengan gadis kecil itu '' ucap Karen dengan mengepalkan kedua tangannya erat. " kali ini aku harus bertindak sendiri, ya aku akan membalas gadis itu. " tekad Karen
Karen segera menghubungi paman nya Ryunnal dan mengatakan niat serta keinginannya kali ini, awalnya Ryunnal ragu dan sempat menolak tapi setelah dipikir-pikir ia pun perlu membalas perbuatan Athena dulu yang berani menembak kaki nya itu.
__ADS_1
akhirnya Ryunnal setuju dan akan meminta bantuan seseorang untuk menjalankan aksi nya ini, tentu saja Karen senang bukan main, ia memutuskan jika besok akan bertolak menuju Paris dan Ryunnal hanya bisa menunggu kedatangan keponakannya itu.
" lihatlah George aku tak akan mundur dengan mudah, kau itu hanya ditakdirkan untuk menjadi milik ku bukan milik orang lain maupun Athena " tegas Karen menatap photo tampan George yang terpasang besar di dinding kamarnya itu.
keesokan harinya Karen sudah siap untuk berangkat, kedua orang tuanya hanya bisa membiarkan Karen pergi menuju tempat dimana paman nya berada, mereka pun tak terima dengan pembatalan secara tiba-tiba ini.
pesawat yang akan membawa Karen sudah siap dan akan berangkat beberapa menit lagi, Karen yang saat itu memakai pakaian kasual nya terlihat cantik dengan kacamata hitam yang ia gunakan saat ini.
sedangkan di sisi lain Ryunnal menemui seseorang untuk meminta bantuan nya kali ini, seorang lelaki dewasa berusia lanjut memakai pakaian formal yang terlihat mahal dengan sorot mata yang tajam sedang menatap Ryunnal kini.
Ryunnal hanya bisa menelan ludahnya kasar dan gugup bukan main, terlebih Ryunnal mendapatkan kabar jika orang ini sangat berbahaya.
" Apa yang kau butuhkan dari ku ? '' suara itu mengalun begitu dingin dengan wajah datar tanpa ekspresi nya.
" bantuan ? jangan konyol. '' ucap lelaki itu tersenyum mengejek menatap Ryunnal yang tampak diam saja.
" Aku serius, bahkan aku mendapatkan kabar jika kau dulunya bersitegang dengan King " smirk Ryunnal hingga manik itu menatap kelam pada Ryunnal, mendengar nama king membuat kebencian dan dendamnya tumbuh kembali, sepenggal ingatan dulu kembali berputar layaknya sebuah memori.
Tangannya mengepal erat, tapi wajahnya menampilkan emosi tanpa ekspresi, Ryunnal menatap sinis pada lelaki dihadapannya kini, ia yakin jika lelaki itu akan menerima tawarannya.
" ckckck rupanya kau menggali informasi tentang diriku " sinis lelaki itu dan Ryunnal tertawa pelan, " bantuan apa yang kau inginkan dariku ? '' ucap lelaki itu menatap Ryunnal dengan tajam.
__ADS_1
Akhirnya Ryunnal menceritakan niat serta rencananya itu bahkan Ryunnal menceritakan semuanya dengan kilatan yang penuh amarah. Lelaki itu mengeryitkan dahinya pelan karena Ryunnal bertindak bodoh dan tergesa-gesa.
Lelaki itu memilih diam dan menjadi pendengar setia, Ryunnal mengutarakan semuanya tanpa terkecuali, lelaki itu hanya mengangguk samar.
" ternyata soal Harta, cinta dan pada akhirnya kau berurusan dengan mereka " ucap lelaki itu lagi dan Ryunnal diam menatap tanpa berkedip. " apa kau tau jika kau itu lelaki bodoh ? kau menginginkan harta orang lain yang jelas-jelas bukan milik mu dan kau mengumpan keponakan mu sendiri untuk itu ? ckckck benar-benar gila " celetuk lelaki itu dengan nada mencibir.
" sebaiknya kau diam " sentak Ryunnal kesal.
" dasar tidak sopan bertamu ditempat orang lain dengan sikap lancang mu itu !! bahkan aku bisa saja menembak mu disini '' ucap lelaki itu datar hingga Ryunnal terdiam seketika.
" lalu bagaimana dengan tawaranku ? '' ucap Ryunnal lagi dan lelaki itu terdiam saja " jangan takut. Aku tau kau itu takut dengan mereka aku dengar keluarga mu mati ditangan king apa itu benar ? '' ucap Ryunnal mencoba memancing amarah dalam diri lelaki itu. " jika begitu mari kita bergabung untuk membalas mereka '' ucap Ryunnal lagi.
Ryunnal menatap penuh kemenangan saat melihat wajah lelaki itu sudah memerah seperti sedang menahan amarahnya, Ryunnal dengan santai menghidupkan sebatang rokok miliknya lalu menatap kembali lelaki itu yang masih diselimuti amarah dan dendam kesumat.
" Aku bisa melakukan nya sendiri tanpa harus bergabung ataupun bekerja sama dengan mu ! '' tegas lelaki itu hingga mata Ryunnal terbelalak lebar, lelaki itu menolak penawarannya, tidak ini tak bisa dibiarkan ia harus bisa bekerja sama dengan lelaki itu sebagai penyokong.
" ckckck. Jangan terlalu sombong tuan, dimana-mana jika ingin mencapai tujuan harus bekerjasama dengan orang yang satu tujuan. Tujuan mu membalas dendam pada mereka dan tujuan ku membalas dendam pada gadis sialan itu, lengkap bukan ? jika begini kita akan lebih mudah '' ucap Ryunnal yang pandai berbicara hingga manik lelaki itu menyipit seketika, bekerja sama ? menghancurkan keluarga king ? lelaki itu hanya mengangguk samar walaupun belum memberikan jawaban yang pasti.
" Oke deal !! '' tegas lelaki itu dan Ryunnal tersenyum senang dengan penuh kemenangan. " sebagai orang yang membenci mereka, kau punya apa, persenjataan ? pasukan ? anak buah ? mata-mata ? alat yang mumpuni ? apa kau punya semuanya. Hmmm bisa aku tebak tujuan mu ingin bekerja sama karena semua itu bukan " tebak lelaki itu dan Ryunnal terlihat menyipit dengan gugup, lelaki itu tak salah menebaknya. Sial apa dia harus mengakuinya " Hahahaha kau memang penjahat kelas teri, kau bodoh dan tak berpengalaman. " cibir lelaki itu dan Ryunnal menggeram marah dalam hati dirinya tak boleh salah bicara jika tidak ia akan kehilangan sosok lelaki yang akan membantunya. " Hahahaha..ohh aku sungguh tertawa hahaha.. Jadi benar begitu..wow aku bekerja sama dengan orang bodoh, tapi aku penasaran, oke kita bekerja sama '' ucap lelaki itu dengan tegas dan Ryunnal diam saja.
setelah berbincang panjang lebar, Ryunnal akhirnya kembali ke mansion ia memikirkan banyak perkataan lelaki itu, persenjataan, anak buah, Ryunnal memang memilikinya tapi tak banyak.
__ADS_1
akhirnya Ryunnal menyuruh seseorang untuk membeli senjata terbaik untuk melancarkan aksi-aksi nya itu, dirinya tak mau dianggap remeh oleh lelaki tadi rasanya sungguh ingin menenggelamkan lelaki itu di lautan.