King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Sosok lain dalam diri Maxim.


__ADS_3

BUGHHHH


BUGHHHH


BUGHHHH


Isabella terus memukul samsak yang ada dihadapan nya tanpa henti, gadis cantik itu terus memukul hingga keringat membasahi wajah dan beberapa bagian tubuhnya.


Saat ini Isabella sedang berada di markas utama, ya beberapa hari ini putri bungsu Dave itu sudah menginap selama beberapa hari tentu saja kedatangan Isabella disambut baik oleh beberapa jajaran king yang menempati hunian megah itu.


" Sepertinya dia ada masalah, lihatlah pukulan nya terasa mematikan dan berteknik '' ucap Matt berbisik kepada Hugo. Lelaki bertubuh tegap berkulit coklat eksotis itu mengangguk membenarkan.


" Aku yakin Dave tak mengetahuinya. " jawab Hugo dan Matt mengangguk saja. Tiba-tiba manik kedua lelaki itu menoleh pada seseorang yang berjalan masuk kedalam arena. Maxim berjalan dengan langkah tegas dan wajah datanya. Matt dan Hugo saling lirik satu sama lain.


Namun tiba-tiba manik mereka melotot saat Isabella menyerang Maxim begitu saja. Maxim terkejut dan langsung menghindar tapi Isabella seperti tak memberikan jeda pada setiap gerakan mematikannya.


" Isa, hentikkan !! '' pekik maxim yang menghindari saat kaki jenjang sang kekasih hendak mendarat di dadanya. Namun Isabella seakan tuli dengan tatapan bak seekor predator nya ia terus menyerang Maxim tanpa henti dan tanpa lelah. Maxim kali ini harus mengambil tindakan, mengelak bukan jalan terbaik.


BUGHHHH


kaki Isabella dan Maxim sama-sama beradu di udara dengan suara hantaman yang keras. Matt dan Hugo rasanya dibuat sesak nafas saat mereka melakukan teknik melumpuhkan yang telah diajarkan Zizi saat keduanya dididik dibawah kendali Zizi.


" Menjauh dariku max !! " tegas Isabella namun Maxim tersenyum dan menyeringai kecil. " Aku muak melihat wajah mu " sinis Isabella namun Maxim tetap diam dan menampilkan wajah datar tanpa ekspresi. Kali ini ucapan Isabella sedikit melukai hatinya.


" Diam tenangkan diri mu mari kita bicara '' ucap Maxim masih melembutkan suaranya untuk sang kekasih. Isabella tertawa miring dengan manik yang tajam '' simpan tenaga mu Isa. Aku yakin kau lelah '' ucap Maxim lagi.


" Jangan meremehkan ku !! " teriak Isabella lantang hingga Matt yang sedang meneguk sebotol air mineral langung tersedak saat teriakan Isabella terdengar sangat lantang. Hugo diam seraya memperhatikan keduanya karena dirinya yakin jika kedua insan itu sedang ditimpa masalah.


BUGHHHH


uhukkk


Maxim beringsut saat tendangan Isabella tepat di dadanya hingga pemuda tampan itu mengeluarkan cairan merah dari mulutnya. Hugo panik dan segera berjalan kearah mereka namun Hugo terlambat karena Maxim bangkit dan kini ia pun sama-sama menyerang Isabella.


" ohh.. Hentikan !! Maxim !! '' pekik Hugo saat melihat Maxim justru tak segan menyerang balik. Isabella terlihat bersemangat begitupun dengan Maxim. Matt dan Hugo akhirnya keluar untuk melakukan sesuatu.

__ADS_1


Isabella terus menghindar saat Maxim kini beringas ingin melumpuhkan nya. Maxim terus terfokus pada Isabella yang terus ingin menyerangnya.


" Kali ini aku tak akan segan Isa !! kau keras kepala dan tak bisa diajak bicara baik-baik '' dingin Maxim seraya terus menghimpit isabella hingga ruang gerak gadis cantik itu semakin menipis.


" Heheee. Bukankah aku seperti ini Maxim ? '' ujar Isabella lagi perkataan Maxim sungguh membuat dirinya terkejut namun begitu dirinya menyadari jika sifat dan sikap nya terlalu berlebihan.


PLAKKK


Entah bagaimana Maxim berhasil menampar Isabella hingga gadis itu kini terhuyung dengan luka robek di sudut bibirnya. Maxim meraih dagu Isabella yang kini ia cengkram dengan kuat.


Isabella lupa sepandai-pandai nya ia melawan Maxim tetap saja pemuda itu tak bisa ia lumpuhkan. Dirinya lupa jika Maxim tak bisa mengendalikan dirinya jika sedang dilanda amarah.


AGHHH


teriakan Isabella terdengar saat Maxim mencengkram erat rambutnya seperti seseorang yang sedang menjambak.


" Aku terlalu lunak padamu Isa, Dari awal aku sudah memintanya baik-baik namun kau justru menyerangnya tanpa berkesudahan. '' ucap Maxim dengan menekan kan kata-katanya. Isabella terkuat kesakitan namun sorot matanya tetap angkuh dan memancarkan permusuhan.


DUAKKK


BUGHHHH


Isabella sekali lagi bisa menghajar Maxim kali ini pukulan nya tak main-main, wajah Maxim memar karena ulahnya. Maxim benar-benar dibuat marah.


DUAKKK


BRAKKKK


PRANGGG


" Maxim !! " teriak seseorang lantang hingga Maxim menoleh dan mendapati Ellara sang ibu yang berada dibelakangnya. " Apa yang kau lakukan huhh !! " teriak nya dengan berlari menuju Isabella yang terkapar lemas saat tubuh nya menghantam dinding kaca hingga pecah berantakan.


Isabella meringis dengan wajah tak berdaya. Beberapa terakhir ini tenaganya terkuras habis karena selalu berlatih dan memukul samsak setiap hari, namun kali ini serangan maxim membuat dirinya tak bisa mengelak.


" Isa. Kau tak apa ? " ucap Ellara yang membantu gadis berambut panjang itu. Ellara menyingkap kan rambut Isabella yang tergerai berantakan, maniknya membulat penuh saat pecahan kaca menancap di pipi kiri Isabella. " Isa bertahan lah " lirih Ellara lalu wanita beranak satu itu berteriak lantang memanggil Matt.

__ADS_1


Matt dengan sigap membopong Isabella dengan sedikit tergesa. beberapa goresan pecahan kaca melukai tubuh gadis itu. Isabella masih bisa menatap nanar Maxim yang kini menatapnya dalam lalu setelah itu dirinya tersenyum tipis.


" Max !! '' teriak Ellara murka pada putranya itu. Maxim diam tak berekspresi. Ellara menampar kuat putranya hingga terhuyung tak sampai disitu bahkan Ellara kini memberikan pukulan pada Maxim namun akhirnya terhenti tat kala Hugo menahan aksinya. Maxim meringis namun maniknya mengembun dan memerah. Maxim sadar telah melukai gadis yang dicintainya maksud hati ingin memberi pelajaran namun petaka menghampiri nya. " Kau benar-benar gila max !! Kau masih tak bisa mengendalikan dirimu Max '' ucap Ellara lagi lalu beralih pergi tanpa menghiraukan Maxim yang masih tergolek lemas karena serangan nya.


Hugo benar-benar bergidik ngeri saat Ellara menghajar putranya habis-habisan layaknya seorang musuh, andai saja tak dicegah maka Matt yakin akan ada tragedi mengerikan setelah ini.


Ellara segera menghubungi Ornaf dan mengatakan apa yang terjadi tentu saja Ornaf terkejut dan menyarankan jika Isabella dibawa kerumah sakit miliknya untuk segera ditangani. Tak butuh lama Isabella segera dibawa menuju salah satu ruangan untuk segera ditangani.


Ellara tampak panik karena Isabella sempat memejamkan matanya saat dalam perjalanan beruntung beberapa orang yang berada disana dapat menjaga kesadaran gadis cantik itu walaupun sedikit kasar.


" Oh. Gila Maxim benar-benar gila " seru Ornaf terkejut dengan manik terbelalak lebar saat melihat jika goresan yang menghiasi tubuh Isabella.


" Cepat lakukan !! " pekik Ellara saat merasakan jika denyut nadi Isabella mulai melemah. Ornaf seketika melakukan pekerjaan nya dengan teliti dengan dibantu oleh Ellara yang mempersiapkan semuanya. Ellara begitu ngilu saat melihat Ornaf mengambil pecahan kaca yang tertancap di pipi isabella. Ellara yakin jika setelan ini Dave akan mengamuk dan Maxim akan menjadi sasaran amarah Dave yang sudah tak terlihat itu. " bagaimana ? '' tanya Ellara dengan panik.


" Ckck.. tenangkan dirimu " keluh Ornaf lagi.


BRAKKKK


Ornaf dan Ellara terkejut saat pintu dibuka paksa. Manik nya kian menyipit saat melihat Maxim yang datang dengan wajah babak belur. Ellara memalingkan wajahnya tak peduli.


" Jangan dihiraukan. Lakukan perkejaan mu. '' dingin Ellara lagi dan Ornaf hanya mengangguk.


Maxim menatap nanar tubuh Isabella yang sedang diobati oleh sang ayah bahkan ibunya terlihat ahli dalam membantu perkejaan ayahnya untuk menangani pasien. Maxim berjalan gontai dan tubuhnya ambruk begitu saja.


" Maaf..maafkan aku Isa '' lirik Maxim didekat Isabella. Tangan nya meraih lembut jemari Isabella dan mengecupnya lembut. Ellara dan Ornaf saling pandang dengan berwajah datar. " bertahanlah... Setelah ini hukum aku sesuka hatimu " ucap Maxim lagi hampir tak terdengar.


butuh waktu satu jam untuk Ornaf mengobati Isabella bahkan Ellara yang membantu sang suami justru terlihat lebih ahli. Maxim terus saja bergumam tak jelas dan meminta maaf dalam penyesalan. Maxim bahkan mengutuk dirinya sendiri karena tak bisa mengendalikan diri hingga membuat Isabella seperti ini.


" keluarlah. Biarkan dia istirahat '' ucap Ornaf dingin dan Maxim diam tak bergeming. " Menyesal ? Sudah tak ada gunanya Max. Sudah berapa lama aku melatih mu agar dia tak muncul dan mengendalikan dirimu menjadi sosok lain. Namun rupanya aku gagal, dia tetap saja ada dan membuat kekacauan yang lagi. " tegas Ornaf melihat datar Isabella yang kini sedang tak sadarkan diri. " hubungi Dave setelah ini. Aku tak mau hal buruk lainnya terjadi '' ucap Ornaf setelah itu berlalu pergi meninggalkan Maxim yang masih diam berwajah sendu dengan memandangi Isabella.


*****


Jeng jeng jeng


babak berat dimulai dari bab ini yahhh siapkan hati dan mental 😁 Alur cerita nya memang seperti ini naik turun seperti tanjakkan.

__ADS_1


Tetap dukung dan kawal novel owee hingga tamat yah... Yuk komentar yang banyak owee pingin yang banyak 😔 boleh yahh


__ADS_2