King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Season 3 ~ problem


__ADS_3

ngikkkk


" AGHHH Morsi! " teriak Florian lantang saat melihat kuda jantan itu mengamuk entah apa yang terjadi. Larissa terkejut begitupun dengan Xavier.


DODODODOR


" Hentikan tembakkan nya! " lantang Xavier saat menyadari jika kuda itu sangat ketakutan. Namun alisnya bertaut saat menyadari sesuatu hal yang aneh.


Larissa dengan cepat berlari kearah kuda milik Valera berusaha untuk menenangkan, sebisa mungkin dirinya berhati-hati agar tidak terkena amukan liar dari kuda berjenis petarung.


" Kalian kerjakan saja yang lainnya. Aku akan berusaha untuk menenangkan nya '' imbuh Larissa dengan manik yang waspada.


" Aku akan tetap bersamamu! " tegas Xavier jamuan Larissa menolak.


" Morsi sungguh peka terhadap orang asing Xavier! '' kesal Larissa hingga Xavier mendengus seraya memasukkan pelurunya kasar. " Flo! Bagaimana dengan kau! Aku rasa waktu kita tak banyak kapal ini terus diberi gempuran. Sial mereka benar-benar memuakkan '' geram Larissa.


" Done. Tunggangi kudanya dan melompatlah '' ucap Florian lagi hingga mata Xavier terbelalak lebar. Melihat dari ketinggian tinggi? Gila! ini gila!


" Baiklah. " ucap Larissa teguh " calm done Morsi. Bekerjasama lah '' ucap Larissa tenang namun kuda jantan itu terlihat gelisah dan berputar seraya meringkik.


DODODODOR!


DODODODOR!


ngikkkk


Hap.


" Now! " lantang Florian saat Larissa berhasil menunggangi si kuda dengan lihai hingga Morsi dapat dengan mudah dikendalikan.


" Larissa No! " teriak Xavier panik saat Larissa bersiap untuk melompat kearah sekoci yang sudah diturunkan Florian. " Kau.. ! '' geram Xavier menatap tajam Florian.


" Kau tak tau pertahanan bertarung. Jadi diam saja '' ucap Florian.

__ADS_1


DODODODOR


" kapal! mulai tenggelam " teriakan itu mengusik ketiga manusia yang sedang diliputi perasaan campur aduk. Larissa terlihat gugup begitupun dengan Xavier dan Florian.


" No! Aku tak mau mati konyol! '' ucap Florian marah.


DUARRRRR


ngikkkk


AGHHH


" Larissa! " teriak Florian dan Xavier serempak saat melihat Larissa hampir saja terjatuh walaupun tubuhnya membentur kabin. "


"menyingkir! " teriak Larissa saat merasa kuda jantan bernama Morsi itu siap berlari dan melompat keluar. Xavier menghindar dan percaya akan kemampuan kekasihnya itu begitupun dengan Florian. Hingga


ngikkkk


" Now Morsi! " pekik Larissa lantang dengan gagah menunggangi kudanya ditengah kepanikan yang ada dimana kapal mewah itu mulai miring hingga empat puluh derajat.


DODODODOR!


" Kau mau kemana? Sebaiknya kita pergi! Aku tak ingin mati dengan cara tenggelam '' ucap Xavier namun Florian memicing dan acuh seketika. " Mereka sudah ada yang menangani! " imbuh Xavier lagi.


" Kau tau? " picing Florian dan Xavier mengangguk.


" Kami bertemu salah satu jajaran King saat berusaha melumpuhkan orang-orang dari sisi kiri.. Seharusnya ini sudah..


" Cepat tinggalkan kapal ini! " ucap Edgar tiba-tiba datang dengan wajah panik " Go! '' teriak Edgar lagi hingga kedua laki-laki itu dengan cepat melompat kearah sekoci yang sama dengan Larissa.


Larissa terkejut saat merasakan hantaman kuat akibat lompatan keras Xavier dan Florian yang mendarat tepat pada sayang kiri sekoci yang kini mengepung dengan sempurna.


Namun tiba-tiba..

__ADS_1


DUAKKKK


BYURRRR


" Flo!! '' teriak Larissa lantang saat melihat Florian yang terjatuh ke laut setelah salah satu jajaram king mendarat tanpa aba-aba. Edgar yang menyadari hal itu dengan cepat melontar kan tali tambang yang tersedia di sana.


" Hah..hah.." erang Florian dengan nafas tersengal setelah berhasil muncul kepermukaan laut.


" Tangkap cepat! " pekik Edgar lagi namun..


krekkkk


" Cepat!! Ada hiu! " pekik Edgar hingga nafas Florian seolah tercekat dan berenang dengan pesat ditambah Edgar yang membantu. Sirup hiu itu mulai terlihat mendekat Larissa dengan cepat membidik hiu itu agar menjauh.


SHOT


" Oh kau berhasil sayang '' kekeh Xavier tersenyum dengan manik yang menatap Dimata Florian kini ditarik oleh Edgar menggunakan mesin khusus hingga putra Samuel itu terseret karena sekoci mereka yang mulai melaju.


Edgar yang mendengar hal itu sontak mengentikan aksinya hingga manik tajam jajaran King itu menatap kearah Larissa dan Xavier.


" Dia kekasihku paman! '' ucap Larissa seolah mengerti dengan arti tatapan yang Edgar layangkan.. " Ehh..tapi tunggu! Bagaimana bisa paman berada disini? '' picing Larissa lagi Edgar hanya memalingkan wajahnya kearah lain seolah mengindari pertanyaan yang Larissa layangkan.


DOK! DOK!


" Kau gila paman! " berang Florian setelah berhasil menaiki sekoci dengan tubuh basah kuyup. Edgar hanya mengangguk dan menunduk tak berani menjawab.


" Maaf " hanya itu yang Edgar katakan namun Florian acuh dan melewati salah satu jajaran King itu yang mana maniknya sedang menatap kearah depan.


" Dimana yang lainnya? Apa mereka selamat? " tanya Larissa lagi saat menyadari para penumpang eksklusif yang ikut serta itu tak terlihat usai diamankan.


" Mereka aman dan sudah dievakuasi. '' ucap Edgar lagi dan Larissa hanya mengangguk saja tak berani bertanya lagi.


Hari itu Edgar yang membawa alat komunikasi dalam telinganya dengan cepat memberikan sebuah tanda pada beberapa orang untuk menjemputnya bersama rombongan Larissa dengan menggunakan kapal lainnya yang beroperasi.

__ADS_1


Awalnya Edgar terlihat marah pada Larissa dan Florian yang membawa Morsi karena menurut Edgar membawa hewan besar ini sungguh lah merepotkan, namun setelah mendengar ocehan Larissa yang berseru marah dengan memberondong beberapa pertanyaan itu membuat Edgar tak lagi banyak bicara selain diam.


__ADS_2