King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
England.


__ADS_3

England, waktu setempat.


kehadiran George di istana milik sang ayah Hans Maxwell disambut hangat oleh orang-orang ayahnya itu pasalnya sudah lama putra sulung pemimpin mereka tak berkunjung ke England, bahkan Celia ikut menyambut kehadiran putra nya itu.


George duduk dengan elegan dan penuh wibawa disebuah sofa single yang mana sang ayah sedang menatapnya dengan intens tanpa berkedip, Celia dan juga Swann pun berada di sana.


" Katakan hal penting apa yang ingin kau katakan dad ? " datar George dengan memijat pelipisnya pelan dengan gaya yang cukup sopan. Hans Maxwell sesaat terdiam sebelum seseorang datang dan membisikkan sesuatu pada tuan nya, Hans Maxwell mengangguk dan memberi kode kepada lelaki yang baru saja datang.


Celia dan Swann menatap bingung pada sosok disampingnya begitupun dengan George, manik birunya menatap sang ayah dengan intens lalu detik kemudian senyum seringainya terbit di sudut bibirnya begitu saja.


ohhh, mereka disini rupanya. Batin George.


" tunggu sebentar George " ucap sang ayah dan George diam tak menjawab bahkan pandangan matanya tak luput dari pintu berwarna golden tersebut, senyum tipisnya terbit tat kala kedatangan sepasang suami istri yang usianya tak lagi muda hanya saja mereka terlihat modis dan begitu elegan.


mereka datang dengan sedikit menunduk kepada Hans Maxwell tanda memberi hormat dan rasa sopan santunnya, Hans Maxwell mempersilahkan tamunya untuk duduk dan mereka mengangguk sungkan.


" baiklah, karena kalian telah datang mari kita berbicara dari hati ke hati tanpa ada keributan yang mendalami masalah ini " ucap Hans Maxwell dengan bijak manik birunya menatap sang putra yang sedari tadi diam dengan sorot mata yang tajam.


" Kedatangan kami ke mari adalah untuk membahas tentang rencana yang sudah kita sepakati waktu dulu, dimana putriku Karen dan juga putramu George akan menikah " ucap tuan Denie dengan sopan dan George hanya tersenyum sinis bahkan sang ayah hanya diam menyimak. " Tapi entah kenapa tiba-tiba putramu ingin membatalkan pernikahan yang telah disepakati antara kita berdua tuan Hans, itu semua membuat putriku terpuruk karena keputusan sepihak ini " ucap tuan Denie lagi.

__ADS_1


" Benar tuan Hans, bahkan kini kondisi putriku benar-benar buruk tak dapat dibayangkan sama sekali, dan ini semua ada berkaitan dengan batalnya acara pernikahan itu. " ucap nyonya Caroline menimpali, maniknya menatap George dengan tatapan yang sulit diartikan, terdapat sepercik kemarahan disorot mata sang nyonya Caroline.


" sebelumya aku minta maaf tuan dan nyonya, ternyata apa yang kita rencanakan tak bisa terlaksana begitu saja, mungkin dulu kita pernah berucap demikian tapi kini semuanya telah berbeda, baik putraku maupun putrimu sama-sama telah dewasa " ucap tuan Hans dengan nada yang sopan dan terlihat berwibawa menanggapi masalah ini " ternyata putraku tak mencintai putrimu, aku sebagai seorang ayah tak ingin memaksa kehendak anak nya sendiri " lanjut tuan Hans membuat nyonya Caroline dan tuan Denie terdiam di tempatnya. Karen putrinya sangat mencintai George itu yang mereka tau, tanpa mereka sadari jika sang adik Ryunnal Dexa telah memprovokator sang putri demi sebuah tujuan.


" Apa karena gadis yang bernama Athena ? " ucap nyonya Caroline menatap George " jawab aku ! Apa karena gadis liar itu kau membatalkan semuanya George ? lihatlah keluarganya memang terpandang tapi kelakuannya liar bagaikan tak beretika " ucap pedas nyonya Caroline hingga manik biru itu menatap tajam dan dingin pada orang yang telah berani menghina gadisnya itu, Celia dan Swann tentu saja terkejut bukan main. Hans Maxwell tersenyum tipis menanggapi ucapan tamunya itu.


" Jaga perkataan mu nyonya, bahkan kau tak tau apa-apa tapi kau berani berasumsi buruk terhadap orang lain " tegas dan dingin George hingga membuat bulu kuduk nyonya Caroline meremang seketika. " mari kita luruskan tuan dan nyonya. Aku memang tak pernah mencintai putrimu, bukankah aku sudah menolak nya berkali-kali bahkan sejak diadakan kesepakatan itu aku menolak secara terang-terangan dihadapan kalian semua, tapi kalian bersikukuh bahwa waktu akan dapat berubah bukan ? jadi saat ini jangan menyalahkan siapapun dengan keputusan ku yang memang gak ingin menikahi putrimu nyonya Caroline " tajam George menatap nyonya Caroline dan tuan Denie tanpa berkedip sedikit pun.


" Putriku begitu tulus mencintaimu George apa kau tak bisa melihat itu semua ? tapi kau buta dengan cintamu yang untuk gadis kecil itu, biar aku tebak bahwa usia gadis itu masih muda dan belum siap untuk menikah, fikirkan baik-baik hal ini George " ucap tuan Denie tak kalah tajam. George tersenyum sinis lalu detik kemudian ia terkekeh mendengar perkataan tuan Denie mereka seperti pengemis yang meminta-minta yang ingin diberi bekas kasih.


hening, semua orang terdiam saat George terkekeh dengan geli bahkan Hans Maxwell sang ayah hanya bisa diam tak bersuara membiarkan putranya menyelesaikan masalah yang berlarut-larut ini.


manik tuan Denie melotot menatap tajam George tapi lelaki bermanik biru itu tak peduli dan hanya menatapnya acuh, bagi tuan Denie ini seperti penghinaan besar terhadap keluarga termasuk putrinya.


Hans Maxwell tersenyum penuh arti saat melihat sikap tegas dari putra sulungnya itu, sesaat ia seperti sedang melihat istri pertamanya dulu, George benar-benar membuat Hans Maxwell rindu terhadap istri tercintanya dulu, Lalu detik kemudian ia tersadar bahwa Celia saat ini adalah istrinya dan juga Swann adalah putra keduanya.


" Jika begitu kami permisi tuan Hans. " ucap tuan Denie dengan nada tegas dan ketusnya Hans Maxwell mengangguk mempersilahkan mereka, salah satu anak buahnya mengantar sang tamu hingga pintu gerbang utama.


George menarik nafasnya secara perlahan lalu memijat pelipisnya pelan, Celia mengusap bahu kekar putra pertamanya dengan lembut dan George hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


" jangan terlalu difikirkan, kami terutama ayahmu tak akan memaksa dengan kejam, " ucap Celia dan George diam saja.


" Jadi Athena akan menjadi kakak ipar ku ? begitu ? " Picing Swann dan semua orang menatap Swann dengan heran " ohh tak seru jika begitu, aku baru saja ingin mengajak Daddy dan mommy melamar Athena untuk ku " goda Swann hingga manik biru milik George melotot lebar, Celia tersenyum tipis melihat kekonyolan anaknya yang sedang menggoda George saat ini.


Hans Maxwell hanya terkekeh melihat raut wajah George yang tidak bersahabat, dan Swann semakin ingin menggoda Kakak nya itu dengan kata-kata yang membuat hati George panas dingin.


" dad, benar kan perkataan ku. Athena mungkin lebih cocok dengan diriku bukan ? ohh hanya memikirkan gadis itu saja sudah membuat hatiku berdebar-debar tak karuan, rasanya aku ingin sekali memeluk .." ucapan Swann terpotong karena ucapan George.


" jangan bermimpi !! " tajam George langsung beranjak dan meninggalkan keluarganya yang hanya tersenyum geli, Swann tersenyum bisa menggoda kakaknya itu.


" Swann apa ucapan mu tadi serius ? " ucap Celia sedikit cemas dan Swann hanya diam dan menatap ibunya dengan biasa.


" memangnya kenapa mom ? " ucap Swann penasaran.


" Swann jangan berfikiran seperti itu, " pinta Celia memperingati dan Swann hanya tersenyum lalu mengecup pipi ibunya singkat kemudian ia beranjak dan meninggalkan kedua orangtuanya diruang tersebut.


Celia menatap kepergian putranya itu, Hans memandang wajah cemas Celia lalu ia terkekeh kemudian.


" dia hanya bercanda sayang '' kekeh Hans dan Celia hanya diam saja dan mengangguk kecil. " tapi menang ku akui putri Remigio itu mampu menarik perhatian siapapun yang melihatnya bukan. Aku bisa merasakan nya sayang. " ucap Hans Maxwell dan Celia mengeryit bingung.

__ADS_1


" tentu saja, calon menantu kita itu tidak hanya cantik dan pintar tapi gadis itu mempunyai sejuta kejutan yang akan membuat semua orang terkejut " timpal Celia dan Hans Maxwell mengangguk setuju.


__ADS_2