King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
season 3 ~ Aria part 2


__ADS_3

brakkkk


Semua orang terkejut saat mendengar suara kegaduhan itu hingga para tamu undangan terdiam seketika. Aria dan Evander hanya diam dan duduk di kursinya dengan wajah tenang.


" Tidak bisa! Aku yang memiliki benda itu terlebih dahulu dengan harga 600 juta dollar! '' teriak salah satu dari mereka terlihat marah dan berang.


" Aku sudah menaikkan harganya menjadi 800 juta dollar! itu artinya aku yang memilikinya! '' saut seorang lelaki lain lagi dengan wajah tegangnya karena menahan amarah.


Gila!! harga fantastis untuk sebuah menekin mulus itu. Evander memicingkan matanya perlahan dan menatap menekin itu dengan intens. Apa istimewanya benda itu? Evander benar-benar tak habis pikir dibuatnya.


" Tenang!! " lantang seorang wanita pembawa acara bertujuan untuk menengahi pertengkaran yang terjadi! " tenanglah tuan-tuan. Dan harap kalian patuhi peraturan nya disini! Biarkan aku yang menentukan siapa pemilik benda langka ini! " ucap wanita itu sembari menghela nafas nya perlahan " Menekin itu telah terjual dengan harga 800 juta dollar oleh tuan Rio! jadi maaf tua Saci beliau menawarkan harga yang paling tinggi untuk sebuah menekin. " terang wanita itu lagi.


" Jika begitu 850 juta dollar! " ucap tuan Saci lantang hingga wanita di pembawa acara itu tersenyum dan mengangguk.


" 900 juta dollar! " ucap tuan Rio seakan tak mau kalah. Semua orang semakin dibuat tercengang dengan harga yang dilontarkan oleh para peminat. 900 juta dollar bukan harga yang main-main.


" Bagaimana tuan Saci Apa kau sanggup untuk menaikkan tarif nya? '' tanya di wanita pembawa acara itu sopan. Tuan Saci terlihat berpikir dengan tatapan menunduk terlihat ragu semua orang terlihat menunggu hingga wanita kekar itu mulai menghitung mundur " 5..4..3..2..1 " teriak lantang wanita kekar itu dengan mengetuk meja nya sebagai tanda penjadi. " selamat tuan Rio anda mendapatkan barangnya " ucap wanita kekar itu lagi hingga Rio mengangguk dan tersenyum puas.


Evander dan Aria hanya menggeleng pelan dimana kedua lelaki yang baru saja bertengkar kini justru saling bertatapan tajam sebelum keduanya sama-sama beranjak dan keluar dari ruangan itu mengabaikan tatapan aneh dari semua orang.


" Apa selanjutnya ada barang yang bagus Aria? " tanya Evander melirik Aria sekilas hingga tatapan nya tak sengaja melihat kembali lelaki asing yang menatap Aria lekat.


" Entahlah aku tak tau semoga saja ada '' ucap Aria asal namun Evander tak menjawab dan sibuk mencuri-curi pandang pada lelaki mencurigakan itu.


" Baiklah...Selanjutnya adalah... " ucap wanita kekar pembawa acara dengan menoleh kearah samping saat beberapa orang membawa sebuah troli kaca berukuran tunggi. Semua orang menatap penuh rasa penasaran " Maaf mungkin ini sedikit gila tapi ini sudah menjadi daftar dalam acara lelang kali ini.

__ADS_1


perlahan kain berwarna hitam itu dibuka perlahan dan menampilkan dua wanita yang di rantai pada tangan dan kakinya dalam keadaan buruk. Semua orang terperangah saat melihat itu.


" Dia adalah kedua gadis keturunan bermanik langka. Lihatlah manik hijau dan orange nya sungguh menghipnotis siapa saja yang melihat. Kedua gadis itu ditemukan oleh beberapa orang saat berada di sebuah pedalaman di negara Australia. Sebenarnya aku gak yakin jika mereka berada dari sana tapi melihat mereka berada di tempat itu aku hanya mengambil kesimpulan singkatnya. Dan tenang saja mereka masih tersegel '' jelas wanita kekar itu menatap kedua gadis yang terantai dengan senyum mengembangnya. " Dimulai dengan harga 100 juta dollar '' ucap lantang wanita itu hingga terdengar gelak tawa dari semua orang. kenapa sangat murah sekali ?


" 150 juta dollar! "


" 180 juta dollar!


" 250 juta dollar!


" 260 juttla dollar!


" 300 juta dollar!


" Ada lagi tuan-tuan? '' ucap wanita kekar itu lagi menatap seluruh tamu undangan dengan senyum ramah nya. " Hanya bertahan di 300 juta dollar saja? '' picing wanita itu lagi.


" 500 juta dollar! Dan aku harap tidak ada yang menainkan tarif nya! " imbuh seseorang lagi hingga Aria melirik tajam lelaki itu.


" Bagaimana apakah ada yang mau menaikan harga dari tuan Xaraza? " imbuh wanita itu lagi hingga semua hanya diam dan menggeleng pelan. Mereka tidak mau rugi hanya membeli dua orang wanita saja. " Baiklah kita hitung mundur.. Lima..Empat...Tiga..


" 700 juta dollar! " teriak lantang suara seorang wanita hingga semua orang menoleh kearah sang sumber suara. Evander terkejut bukan main saat Aria mengangkat papan peminatnya dengan nilai yang tak sedikit.


" Wow!! Nona kau tak main-main bukan? " imbuh wanita kekar itu lagi tersenyum jenaka. " Baiklah bagaimana ? " ucap wanita kekar itu lagi.. Lima..empat..tiga...


" 800 juta dollar! " ucap lagi seseorang hingga Aria menatap tajam dibuatnya.

__ADS_1


" Wow!! 800 juta dollar? anda yakin tuan Xaraza? " ucap wanita kekar itu lagi dan Xaraza hanya mengangguk kecil " Bagaimana? " ucap wanita kekar itu lagi.


" 850 juta dollar!


" Aria!! " pekik Evander gak terima karena sepupunya itu rela mengeluarkan uang hanya untuk kedua gadis yang tak jelas asal-usulnya.


" 900 juta dollar!


" 920 juta dollar!


" 950 juta dollar!


" 970 juta dollar! "


Ucapan terkahir Aria membaut Xaraza menatap tajam. Dirinya tak bodoh untuk mengeluarkan uang sebanyak itu. Namun mendengar Aria yang seperti ingin bersaing dengan nya membuat Xaraza semakin suka.


" Bagaimana tuan Xaraza anda tak ingin menaikkan lagi? " ucap wanita kekar itu.


" Tidak! " ucap Xaraza santai hingga Aria tersenyum tipis dibuatnya.


" Lima..Empat..tiga..dua..satu!! " teriak wanita itu girang dengan memukul kembali meja nya pertanda setuju. Evander tak percaya apa yang dilakukan oleh sepupunya itu. Menggelontorkan dana yang tak sedikit hanya untuk dua orang gadis? Gila? tentu saja Evander berpikir demikian. " Selamat nona Aria kau mendapatkan nya!! " ucap wanita itu lagi dengan senyum mengembang dan dibalas senyum tipis oleh Aria.


" Aku tak akan jatuh miskin Evan! " sindir Aria hingga Evan menoleh dan berdecak sebal. " Lagipula aku memang berminat. Lihatlah mereka berdua sangat cantik bukan? Namun di sisi lain aku merasa kasihan. See mereka sangat tertekan. Anggap saja ini sebagai bentuk rasa kemanusiaan '' jelas Aria sedikit berbisik.


" Ya terserah kau saja '' ucap Evander malas dan Aria hanya terkekeh. Lalu pandangannya menatap kedua gadis yang mungkin seumuran dengan dirinya. Terlihat jika sorot mata keduanya sendu membuat Aria bergeming diam. Entah apa yang telah terjadi pada keduanya hingga Aria bisa melihat jika keduanya seperti sudah menerima perlakuan buruk karena tubuh mereka sama-sama bergetar.

__ADS_1


__ADS_2