
Gold Mansion.
iring-iringan mobil mewah dengan tipe serupa memadati kawasan Gold Mansion, para anak buah king dengan sigap melakukan pengamanan tingkat satu untuk tamu istimewa sang Lady.
Valera dan Remigio sudah menunggu kedatangan tamu yang di nantinya, aura pasangan maut ini tak bisa diremehkan walau sudah tak terjun di dunia hitam lagi karena mereka mempunyai penerus yang mumpuni.
" Lady mereka sudah datang " ucap salah satu anak buah king yang bertugas. Valera hanya balas mengangguk dan segera beranjak ditemani oleh sang suami Remigio.
Para tamu istimewa dibuat kagum dengan hunian mewah serta ornamen unik yang terpajang disepanjang kawasan Gold mansion. Mereka benar-benar tak menyangka jika kabar mengenai kekayaan king benar adanya.
Seorang wanita lanjut usia dibuat tertegun saat melihat siluet seorang wanita menggenakan dress panjang berwarna merah dengan riasan cantik nya, bahkan dirinya merasa tak menyangka dapat bertemu dengan sosok yang sangat dinantinya.
" Selamat datang di Gold Mansion " ucap Valera sopan dengan tubuh yang sedikit membungkuk karena menghormati wanita tua dihadapan nya itu.
" Salam " ucap Wanita tua itu dengan kepala tertunduk balas menghormati wanita agung di hadapan nya ini. Tak lama beberapa wanita dan lelaki muda berjalan dibelakang wanita tua dengan pakaian hitam senada.
" Salam " ucap mereka serempak menundukkan kepala nya tanda menghormati. Valera dan Remigio saling melirik dalam diam kemudian tersenyum menanggapi.
" Masuk lah, kita berbincang di dalam " ucap Remigio seraya menatap lekat wajah muda-mudi di hadapan nya itu. Wanita tua itu mengangguk dengan sungkan.
__ADS_1
Valera dan Remigio membawa para tamunya kesebuah ruangan yang terkesan lebih pribadi dimana keamanan di sana lebih efektif dan tinggi.
hunian Gold mansion benar-benar mewah layak nya sebuah istana dalam negeri dongeng, mereka berdecak kagum dibuatnya.
Ting!
Valera dan lainnya memasuki sebuah pintu pemindaian senjata dengan sangat teratur, dimana para tamu nya tak diijinkan untuk membawa senjata dengan jenis apapun dikawasan king.
" Duduklah dan jangan sungkan " ucap Valera mempersilahkan para tamu nya untuk duduk. Wanita tua itu sekali lagi hanya mengangguk dengan senyuman tipis di wajah nya.
Keheningan melanda sejenak dimana sang pemilik dan para tamunya hanya menatap satu sama lain dengan aura nya masing-masing.
" Omara Oglo seorang pemimpin bawah tanah terhebat di jaman nya, saingan terberat King saat dalam kepemimpinan Marcel Harson. " ucap Wanita tua itu tegas membuat Valera dan Remigio tertegun dalam diam. Manik Hazel itu menatap penuh penyelidikan.
" Lalu? " ucap Valera terlihat santai seraya menyajikan beberapa hidangan yang berada di hadapan nya.
" Maafkan atas kelancangan wanita tua ini ..
" Bibi! " tekan seorang lelaki membuat tatapan wanita tua itu menajam.
__ADS_1
" jangan menyela pembicaraan ku! " tekan wanita tua itu lagi membuat Valera terkekeh dalam diam. Wanita tua itu menghela nafas nya secara perlahan dan tersenyum tipis sebagai tanda permintaan maaf. " maafkan atas kekencangan cucu ku ini " ucap wanita tua itu membuat valera dan Remigio menanggapinya dengan santai.
" Tidak masalah, lelaki ini mengingatkan ku akan cucu lelaki ku nyonya. " ucap Valera dengan kekehan kecil nya. Wanita tua itu mengangguk dengan senyuman " Lanjutkan saja " ucap Valera lagi.
" Mari kita mengenang masa lalu yang mungkin kau sendiri tidak mengetahuinya. " ucap wanita itu lagi dengan wajah serius " secara besar King dan Oglo mempunyai ikatan persahabatan yang sangat erat di masa lalu. Dimana nyonya kepemimpinan kami mempunyai kisah cinta yang tragis bersama tuan Marcel " ucap wanita itu lagi membuat Valera terkejut karena baru mengetahui nya " Nyonya Samantha nama nya. Wanita yang sangat cantik dan penuh perhatian berhasil memikat tuan Marcel namun sayang adik tirinya justru mencintai lelaki yang sama dengan nyonya Samantha. " ucap Wanita tua yang tak lain adalah bibi Lui. " Aku adalah pelayan pribadi nyonya Samantha. Takdir begitu kejam membuat aku tak mati selama ini " ucap bibi Lui lagi. " Mungkin kau tak percaya jika aku ini masih hidup hingga saat ini karena aku berada di jaman yang berbeda dengan kalian. " ucap bibi Lui seraya melirik para cucunya dengan senyuman manis. " Takdir begitu kejam merenggut cinta manis antara nyonya Samantha dan tuan Marcel itu semua demi Rahima adik tiri yang sangat di sayangi oleh nyonya Samantha. " ucap bibi Lui lagi.
" Rahima? " gumam Valera.
" Ya nenek mu, hingga dia berhasil melahirkan dua orang anak, salah satunya adalah kakek mu " ucap Bibi Lui membuat jantung Valera berdetak tak karuan. " Namun nyonya samantha merelakan cintanya untuk orang lain hingga ia dijodohkan oleh seseorang penguasa dimasa lalu yang menguasai hampir seluruh asia. Wang! " ucap Bibi lui lagi " Hingga suatu ketika nyonya samantha mengucapkan sesuatu hal yang sangat sulit diterima oleh akal sehatku. Dimana akan lahir para keturunan penguasa sejati yang akan berkaitan dengan cucu para penguasa Oglo. " ucap Bibi Lui menghela nafas secara perlahan
" Apa maksud mu? " ucap Valera tak mengerti.
" Keturunan mu dan keturunan leluhurku di takdir kan untuk bersama hingga takdir akhir akan menuntun mereka. " ucap Bibi Lui lagi hingga pandangan Valera dan Remigio menatap para cucu keturunan Oglo yang hadir.
" Wang! Marga itu...
Ting!
" Hallo Lady.. Para generasi ketiga berada di Gold Mansion mencoba menerobos ruangan tamu " ucap salah satu anak buah king terdengar di sistem suara yang aktif. Valera dan Remigio saling berpandangan hingga pintu yang menggunakan sidik jari terbuka hingga memperlihatkan beberapa cucu sang Lady.
__ADS_1