
Rupanya para generasi melebihi para ekspetasi pendahulu. Dimana Kenneth yang mengetahui apa yang sedang terjadi pada George kakak angkatnya. Kini Alexa dan Alexandrea pun mengetahui jika ibunya sedang dalam bahaya.
Valera yang sudah mengetahui itu hanya mengawasi mereka dari mata-mata yang dikirim nya. Seperti yang Athena lakukan saat ini dirinya nekat mencari orang yang hendak mencelakai dirinya bahkan Valera tak bisa melarang apa yang putrinya lakukan.
Perbatasan pelabuhan titik yang sudah di tentukan oleh Anggota black road.
Athena diam-diam memperhatikan pergerakan di kawasan itu. Dirinya ditemani oleh Alland dan salah satu anggota black road milik sang lady Blue. Dahinya berkerut saat melihat wajah-wajah asing dengan memakai pakaian wisatawan layaknya seorang turis girl.
sebuah kapal pesiar baru saja bersandar satu jam yang lalu. Athena, Alland dan Blue bahkan sudah menunggu sekitar dua jam yang lalu.
Wajah itu aku seperti pernah melihatnya. Batin Athena
Seorang wanita dari jarak kejauhan tertangkap oleh teropong sensor panas milik Athena. Wajah itu membuat Athena berfikir keras. Bahkan kini dirinya ikut menatap kearah tas hitam yang di genggam wanita itu.
" oh shitt!! Dia salah satu orang yang menyerang ku!! " pekik Athena tiba-tiba hingga mengejutkan Blue yang sedang meminum soda yang selalu dibawanya. Praktis Alland menandai orang itu melalui tablet yang di genggamnya. " Aku yakin. Wajah itu tak asing " ucap Athena dengan tegas. " Alland pindai. " ucap Athena dan Alland mengangguk saja sebagai balasan.
Tetttt Tetttt
tablet Alland menimbulkan sebuah tanda. Athena menatap Alland dengan tajam sedangkan Blue langsung melihat kearah tablet milik lelaki berkulit putih itu.
" Shitt!! ternyata senjata yang berada di dalam tas nya !! " ucap Blue kesal dan Athena diam saja, benar dugaannya ia sudah menebak demikian. " Alland ikuti " ucap Blue lagi dengan merebut tablet milik Alland. " Cepat !! apa yang kau lihat ? " heran Blue lagi.
" ya baiklah " ucap Alland pasrah karena dirinya tak bisa menolak maupun membantah perkataan Blue karena bagaimana pun para anggota black road tak bisa diragukan lagi kemampuannya walaupun usia mereka bertambah.
wanita yang telah ditandai oleh Blue memasuki sebuah mobil yang cukup mewah namun Athena yakin itu adalah mobil sewaan. Athena duduk di samping kemudi dirinya sibuk memakan buah apel yang berada di dalam kotak kecil yang dibawanya.
Mobil berwarna putih itu melaju menuju ibukota. Athena mendadak tegang dan kini mendudukkan dirinya dengan posisi tegak sempurna. Club'?
'' ini salah satu club' milik mommy. " gumam Athena. Mobil yang dikemudikan oleh Alland berhenti tak jauh dari salah atau tempat usaha milik sang Lady. Athena sibuk memantau sesuatu dengan teropong miliknya sedangkan Blue sibuk dengan tablet milik Alland.
Lama Athena menunggu hingga seorang wanita keluar dengan dandanan yang berbeda. Athena mengeryitkan dahinya pelan.
'' paman. Apa kau melihat wanita itu ? '' ucap Athena dengan manik yang menatap kepergian seseorang menggunakan mobil yang baru saja tiba.
'' Hilang. Tablet ini buruk sekali hingga tidak bisa menangkap pergerakan didalam sana '' gerutu Blue hingga Alland tertegun mendengarnya. Tablet keluaran terbaru miliknya dikatakan buruk oleh lelaki tua itu. Alland memijat pelipisnya pelan.
__ADS_1
'' kejar mobil itu Alland !! '' pekik Athena mengejutkan " Kejar mobil yang tiba tadi !! " ucap Athena kesal. Alland mengangguk mengerti dirinya pun sempat melihat sebuah mobil yang tiba dan berlalu pergi membawa seorang wanita.
Alland mengemudi dengan kecepatan tinggi karena mobil itu sudah meninggalkan tempat itu sekitar lima menit yang lalu. Namun Athena yang cerdik hanya tersenyum miring. Wanita itu tak dapat menipunya.
Athena menyuruh Alland untuk menuju club' terdekat lainnya milik sang ibu, Alland awalnya bingung namun tetap menurut dan benar saja wanita itu masuk kedalam sana. kali ini Athena akan keluar ia tak lupa memasang topi dan masker untuk menutupi wajahnya.
Blue terheran-heran saat melihat Athena yang masuk dengan cepat setelah dihadang beberapa saat namun hal itu tak berlangsung lama orang-orang yang menahannya sontak membungkuk dengan hormat. Alland cemas namun ia harus mendengar perkataan dari nona nya yang tetap tinggal di mobil sampai Athena mengirim sinyal bahaya pada tablet milik Alland.
Athena mengedarkan pandangannya ke segala sisi, pengunjung saat itu tak terlalu ramai karena hari masih sore. Athena menyusuri tempat itu dengan teliti hingga manik kelamnya melihat pergerakan di ruang manajer. Terdengar suara bisik-bisik di dalam sana Athena memasang telinganya dengan baik-baik hingga jantungnya berdegup kencang saat nama sang ibu disebut-sebut disana. Darah Athena seketika mendidih dan bergejolak tak karuan.
BRAKKKKKK
tiga orang yang berada di dalam itu terkejut saat melihat kedatangan seseorang yang menutupi wajahnya dengan masker. Wanita asing itu sontak melihat kearah Athena begitupun dengan sebaliknya.
" ternyata kalian adalah parasit. Tak tau cara berterimakasih. Namun manusia seperti kalian harus ku berantas tanpa sisa " datar Athena dengan penuh penekanan.
" Siapa kau !! " ucap seorang lelaki menunjuk kasar kearah Athena. Dirinya salah satu orang yang dipercaya untuk menjaga club' milik sang Lady. Namun tak disangka jika Athena akan mendengar hal yang tak seharusnya ia dengar.
Athena tersenyum dibalik masker wajahnya. Manik nya mengunci kearah wanita berparas India. Smirk terselubungnya terbit tat kala ia harus memergoki tikus parasit yang merongrong pada sang ibu.
SWINGGG
DUAKKK
DUAKKK
BRAKKKKKK
uhukkk
" Jangan berlaga ingin menantangku jika pada akhirnya kalian berdua akan kalah " tajam Athena merendahkan kedua orang lelaki yang sudah tersungkur dengan terbatuk bahkan mengeluarkan cairan berwarna merah di mulut nya.
" No..nona Athena " gugup salah satu dari mereka saat melihat Athena yang melepaskan masker diwajahnya. Sontak wanita berparas India itu terkejut pantas saja gerakan Athena tak asing rupanya Athena adalah salah satu targetnya selain Kenneth.
" masih ingat aku ? '' ucap Athena kearah wanita berparas India dengan wajah datar dan kedua alis yang bertautan.
__ADS_1
" ckckck. Hanya gadis ingusan rupanya. Anak dari seorang pembunuh mana mungkin aku melupakannya. " balas wanita itu tak kalah tajam. Rupanya pintu ruangan itu telah tertutup dan kedap suara hingga keributan yang ditimbulkannya tak akan terdengar oleh orang lain, dan Athena tak menyadari hal itu.
" Mari kita lihat bagaimana gadis ingusan ini dapat membuat tubuhmu remuk hanya dengan pukulan saja '' ucap Athena lagi.
SWINGGG
" ohh kau curang " desis Athena saat sebuah benda tajam yang mirip dengan anak panah melesat cepat kearahnya. Namun insting dirinya yang merupakan keturunan mafia sejati tak bisa diremehkan.
" Hahaha. Jika tidak curang maka apa namanya ? Seorang penjahat harus lebih cerdik untuk mengelabui lawan nya '' kekeh wanita itu lagi.
SWINGGG
JLEBBB
" Satu sama bukan ? '' kekeh Athena dengan tengil saat bidikannya tak mengenai sang target. Wanita itu dengan cepat menghindar.
DORRR !!
" Wow. Apa sekarang aku dikepung ? '' Picing Athena saat melihat salah satu dari mereka bangkit dan menembak kearah Athena namun tak ada satupun yang mampu melukai gadis bermanik hitam itu. " Jika begitu. Let's play. " ucap Athena dengan ramah.
Kedua lelaki yang sempat dihajar oleh Athena kini berbalik menyerangnya. Mereka tak bisa mundur lagi karena putri sang Lady sudah mendengar pembicaraan mereka. Mau tak mau kedua lelaki itu harus melumpuhkan Athena walaupun mereka harus terluka.
Athena hanya tersenyum melihat kedua lelaki asing yang menyerangnya, tak dipungkiri sang ibu memilih orang yang tangguh untuk menjaga setiap bisnis ilegal maupun legal nya. Tapi sayang beberapa dari mereka membalasnya dengan air tuba.
BUGHHHHHH
kaki jenjang Athena menendang dada lelaki yang terus ingin menyudutkan nya.
KRAKKKK
AGHHH
" Ini tak sebanding dengan apa yang kalian rencanakan. " bisik Athena saat berhasil mematahkan lengan salah satu lelaki yang menyerang nya dari arah samping. Lelaki itu memekik kesakitan tangan kirinya patah bahkan untuk digerakkan sedikit saja sungguh tak bisa.
AGHHH
__ADS_1
" Sudah aku bilang. Aku tak akan membiarkan kalian mati dengan mudah sebelum aku puas bermain " ucap Athena dengan sengaja menginjak tangan lawan nya yang patah. Wajah lelaki itu berubah pucat dengan keringat membasahi tubuhnya. Athena tersenyum menikmati siksaan yang ia berikan.