King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
dua psikopat


__ADS_3

Remigio dan Kenov tetap berjaga di lantai ballroom dengan para orang-orang Remigio yang kini bersenjata, Athena merobek gaunnya untuk ia ikat pada lengan bagian atas agar pendarahannya tak semakin banyak begitupun dengan Remigio.


" Daddy aku takut " cicit Silla hingga merapatkan tubuhnya.


" Apa kau bisa diam !! " pekik Athena muak " kau hanya bisa menangis membuatku sakit kepala saja " marah Athena lagi dan Remigio merangkul lembut pundak Athena dan Silla bersamaan, tapi Athena menepisnya ia memilih sedikit menjauh dengan wajah yang kesal. " sialan dimana para penembak itu '' gerutu Athena dengan mata menelisik tempat sekitarnya.


sedangkan disisi lain Valera terus mencari orang yang membuat onar itu, tapi aneh lantai dua sangat sedikit penerangannya, hingga rasa waspada nya semakin tinggi saat menatap sebuah pintu transparan dengan seorang pria yang sedang duduk memunggunginya.


BRAKKKKKK


valera menerjangnya tapi lelaki itu hanya bisa diam dan duduk dengan tenang, lalu memutar kursinya dan tersenyum tipis menatap sosok Valera yang sedang diambang pintu.


" ohh nyonya Adomson ? atau hmm ku panggil dirimu Lady ? '' ucap lelaki itu dengan wajah tenang menatap Valera.


" pembuat onar, kau adalah sampah tak berguna " ucap Valera dengan nada menyindir dengan angkuhnya, lelaki itu hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Valera dan menatap layar monitornya dimana tampilan visual putrinya Athena disorot.


" bagaimana rasanya jika kita kehilangan seseorang, sakit ? sedih ? atau bahagia ? " tanya lelaki itu menatap penuh arti " Aku ingin mencobanya pada keluarga kalian " smirk lelaki itu dan Valera hanya terkekeh dengan lucu sikap tenangnya tak bisa diprediksi, ancaman orang lain tak berpengaruh sama sekali padanya, itu hanya sebuah lelucon biasa.


" ohh ya ? " polos Valera menatap lelaki itu lalu beralih menatap layar monitor dimana kini ruangan ballroom penuh dengan orang-orang disana, manik hazel nya menyipit mereka bukan orang-orang Remigio. " hmmm mengepung begitu maksud mu ? '' ucap Valera laku ikut duduk disamping lelaki itu tanpa ada rasa takut sedikitpun. " well, mari kita lihat. " smirk Valera dan lelaki itu tersenyum sinis.


tuan Arzetto dan nyonya Rosalina digiring oleh para orang-orang Remigio untuk bersembunyi dan berlindung diri, untung saja pergerakan itu tak diketahui pihak musuh, tersisa Remigio, Athena, Silla dan Kenov disana bahkan Remigio tak melihat keberadaan sang adik membuat fokusnya sedikit goyah.


" Habisi mereka tanpa sisa !! " ucap suara itu menggema lagi dan seketika orang-orang tak dikenal mengepung dan mengeroyok dengan liar, Silla di cengkram erat oleh seseorang dari mereka, dan tentu saja Silla memberontak tak karuan hingga ia mendapatkan sebuah tamparan yang keras di pipinya.


Athena maju dengan semangat penuhnya begitupun dengan Remigio dan Kenov yang kini sudah mengambil bagian, pertarungan yang tak seimbang itu cukup memakan waktu dan menguras tenaga, beberapa dari mereka ternyata cukup ahli dalam seni bela dirinya.


sosok Remigio seketika lenyap dan kini tergantikan sosok lain, begitupun dengan si cantik Athena, beringas dan lihai dalam setiap kali gerakan nya.


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


Uhukk


Remigio melumpuhkan dua orang sekaligus dalam satu kali pukulan hingga membuat keduanya ambruk dan linglung.

__ADS_1


" lepaskan aku !! '' teriak Silla saat dirinya ditarik paksa dari tempat itu dan seketika Kenov datang dan langsung menghajar nya dengan keras, Silla tampak ketakutan dan memeluk tubuh Kenov, Athena yang melihatnya hanya tersenyum sinis.


" sebaiknya kau bersembunyi Silla, " ucap Kenov dan Silla mengangguk patuh.


PRANGGG


BRAKKKKKK


" Hahaha " tawa Athena menggema begitu saja saat melihat lawannya bersimbah darah terkena serpihan kaca dari lampu kristal yang pecah " ohh menyenangkan " tengil Athena lagi dan pada saat seseorang ingin menerjangnya dari samping dengan sigap Athena berputar dan langsung menangkap pergerakan tangan lawan dan menguncinya dengan kuat.


KRAKKKK


" sialan !! jerit lelaki itu kepada Athena.


" selamat tinggal pada dunia paman " bisik Athena lirih hingga.


KRAKKKK


Athena dengan mudah memutar leher sang lawan dengan satu kali gerakan memutar, lelaki itu lunglai dan tewas dengan kondisi leher yang hampir berputar dengan sempurna.


disisi lain Valera tersenyum kala melihat pertempuran yang begitu sangat menyenangkan, sudah banyak korban yang berjatuhan membuat lelaki yang mengendalikan semuanya murka, dan seketika.


BUGHHHHHH


" Ahhh kalian sama saja, dasar wanita laknat. Karena mu juga ibuku dibunuh oleh lelaki bajingan itu. AGHHH " teriak frustasi lelaki yang memiliki tato hampir di sekujur tubuhnya, bahkan lehernya memiliki tato sebuah nama wanita disana.


" putra ? putra yang mana ? ohh tuhan apa lagi ini " kekeh Valera berlagak tak tau.


DORR !!


valera tersenyum saat memberi sebuah tembakan peringatan yang hanya menyerempet pelipis lelaki itu hingga mengeluarkan darah walaupun tak banyak, lelaki itu mengusap pelipisnya perlahan dan menatap telapak tangannya yang basah.


" ohh darah " seringai lelaki itu hampir tak terlihat. Valera menatap datar dengan pandangan lurus.


" Aku peringatkan jangan bermain-main dengan keluargaku. ! " tegas Valera dan.

__ADS_1


DORR !!


lelaki itu ambruk setelah mendapatkan sebuah peluru tepat dibagian dadanya, Valera tersenyum sinis dan berlalu pergi dari tempat itu, ia sangat mencemaskan keadaan yang lainnya terlebih Athena terluka.


di ruangan yang dijadikan ballroom Athena dan Remigio begitu menggila dengan melawan musuh-musuh nya, Kenov tak bisa berjauhan jarak dengan Silla karena ia pun harus menjaga wanita itu, terpaksa Kenov melawan musuh yang mendekat.


indra penciuman Kenov maupun Silla menangkap bau anyir serta amis darah diruangan itu, dekorasi indah terkena muncratan darah dan menodai nya. Athena entah bagaimana ia sudah menggenggam sebuah pisau daging di tangan nya yang indah tak ada rasa letih dalam dirinya maupun dengan Remigio.


" oh come on baby " lirih Athena menatap beberapa orang yang masih saja hidup dengan sorot mata yang siap membunuh.


Remigio telah menyelesaikan tugasnya, manik kelamnya menatap para orang-orang yang tergelatak tak bernyawa, setelan formalnya hari ini sungguh kotor dan bau amis membuat dirinya mengumpat kesal.


" Remi " ucap Valera tepat berada di belakang Remigio.


" sayang " ucap Remigio dan Valera mengerutkan dahinya sesaat, sayang ? ohh sosok prince yang tak lama muncul kini muncul kembali, Remigio menatap lembut pada sang istri dan Valera tersenyum memeluk sesaat. " putriku " ucap Remigio menatap gerakan indah Athena yang sedang melawan tiga orang lelaki sekaligus. Silla dan Kenov segera menuju Remigio dan juga Valera dengan nafas yang tersengal. " dimana Romanio ? " ucap Remigio kala teringat dengan sang adik.


semuanya mendadak diam seperti orang linglung, hingga suara jeritan memecah dan begitu terdengar pilu, Kenov dan Silla menelan ludahnya kasar saat melihat apa yang dilakukan Athena.


" ohh putrimu " ucap Kenov menatap tak percaya.


gadis bermanik hitam dengan sejuta pesonanya ternyata sosok gadis yang bisa bersikap layaknya seorang psikopat, Silla mendadak memegang lehernya sendiri kala Athena sedang asyik memainkan sesuatu disana.


" Hahaha. Dasar lemah " sinis Athena lagi, laku detik kemudian ia tersenyum menyeringai dengan senyuman manis yang menggoda dan penuh dengan tipu muslihat.


" Sayang, sudah hentikan " ucap Valera dan Athena melempar sembarang arah pisau tersebut hingga terdengar bunyi yang memantul seketika. Athena berbalik dan tersenyum polos pada sang ibu, Valera tertegun sesaat melihat ekspresi putrinya itu yang hampir mirip dengan sosok prince hanya saja ini versi wanita.


rasa kebas dan panas pada lengannya seakan kembali terasa saat Remigio memeluk erat tubuhnya, Athena bisa melihat sorot mata yang penuh kecemasan di balik mata kelam sang ayah.


" aku tak apa dad, ayo peluru ini harus segera dikeluarkan " ucap Athena sembari melirik lengannya yang terluka dan Remigio mengangguk patuh.


malam itu hotel yang menjadi tempat acara ulang tahun perusahaan sedang diawasi ketat oleh orang-orang Remigio dari jajaran ORTAXS, nyonya Rosalina dan tuan Arzetto sudah diantar pulang oleh para pengawal Remigio.


valera memutuskan menuju sebuah rumah sakit terlebih dahulu untuk menangani luka Remigio dan Athena, Kenov dan Silla mengekor dibelakangnya, terlihat Athena acuh dengan kehadiran Silla ditengah-tengah mereka.


seorang dokter berparas tampan dengan manik nya yang berwana kehijauan sedang tersenyum menatap Athena, Athena melirik tag nama yang tertera di jubah kebesaran milik sang dokter.

__ADS_1


Jacob. batin Athena.


dokter itu dengan teliti mengobati luka Athena dengan sangat hati-hati Valera yang berada disampingnya hanya diam saja sembari memperhatikan wajah Jacob yang mirip seseorang.


__ADS_2