
Kenneth berjalan dengan gagah, pemuda itu semakin tampan menggunakan pakaian santainya, manik hitam nya yang sama persis dengan sang ayah menatap Stefy yang kini sedang menatapnya tajam.
Kenneth menyunggingkan senyumannya pada Stefy yang kini cukup terluka parah, pantas saja dirinya cukup sulit menemukan keberadaan stefy jika wanita itu kini merubah penampilannya, tapi tetap saja Kenneth bisa mengetahui siapa wanita itu.
" Kent. Kau berada di sini ? '' ucap Athena dan Kenneth melirik sekilas dengan mengangguk samar " kau mengikutiku '' ketus Athena lagi.
" Diam lah kak. " ucap Kenneth acuh tak acuh dan kini justru fokus pada wanita yang sedang mengerang kesakitan seraya memegang dadanya yang sakit.
Athena memicingkan matanya saat ia menyadari jika Kenneth mengenali wanita itu, Athena menghembuskan nafasnya kasar dengan memegang dahinya yang berdarah karena ulah stefy
" Ckckck rupanya kau juga mengincar kakak ku. Tidak dapat melukai aku kini kau beralih hendak melukai nya '' ucap Kenneth tenang tapi sorot matanya menatap penuh kemarahan pada wanita yang tak berdaya itu.
" Kalian.. Kalian pantas mati '' ucap stefy yang masih saja kekeh dengan pendiriannya jika nyawa harus di balas dengan nyawa.
Kematian ibunya harus ia balas kan, cukup sulit untuk menghancurkan Remigio dan kini stefy ingin membunuh salah atau anak dari penguasa ORTAXS itu agar Remigio dapat merasakan apa yang ia rasakan saat kehilangan ibunya dulu.
'' kau mengenalinya Kent ? '' tanya Athena penasaran, Kenneth berbalik dan menggeleng tegas.
" dia hanya orang yang tak penting dengan membuat keonaran tak jelas kak. '' ucap asal Kenneth dan Athena memicingkan matanya seketika. " Dia salah atau orang yang menaruh dendam pada Daddy dan menjadikan aku dan juga dirimu untuk ajang balas dendam nya '' lanjut Kenneth lagi dan Athena mengangguk saja kini ia baru mengerti dengan keadaan.
Para musuh diluar sana pasti akan memanfaatkan situasi dengan melukai Athena maupun Kenneth, tapi itu semua tak berhasil semuanya akan sia-sia karena kedua anak dari sang penguasa itu cukup pandai bela diri dan memainkan senjata.
DORR !!
" Kenneth !! " lantang Athena saat melihat lengan adiknya berdarah karena serempetan peluru milik Stefy.
Kenneth menatap pada lukanya yang tak seberapa itu lalu menatap stefy dengan tatapan membunuhnya, rasanya Kenneth ingin memberikan pelajaran, tapi ia sendiri takut kehilangan kendali dan berakhir membunuh stefy tanpa diberikan siksaan.
" kau terluka '' seru Athena melihat ke arah lengah adiknya.
" Aku tak apa '' ucap Kenneth merasa santai dengan luka yang ia alami. '' Aku akan selesaikan wanita itu dan membawanya nanti ke markas. " seru Kenneth dan Athena hanya mengangguk saja tak lama kemudian Rayzen datang dengan bercak darah yang menodai tubuh serta bajunya Athena menatap Rayzen dalam.
" Apa kau terluka lagi ? '' tanya Athena tapi Rayzen menggeleng tegas '' bagaimana yang lainnya ? '' ucap Athena merasa cemas karena ia tadi sempat melihat Stefy menembak beberapa anak buahnya.
__ADS_1
" Beberapa dari mereka ada yang tewas Quenn '' ucap Rayzen dan Athena hanya diam saja hingga pembicaraan mereka terganggu saat mendengar suara jeritan yang memilukan.
Athena melihat jika Kenneth justru sengaja menekan luka tembak yang stefy alami, hingga wajahnya memucat menahan sakit. Rayzen menelan ludahnya pada aksi Kenneth yang cukup keji.
" AGHHH...si..sialan kau '' umpat stefy dengan suara lemahnya dan Kenneth hanya menatap datar.
" Kali ini tak ada kesempatan untuk kau kabur lagi. '' ucap tegas Kenneth dan stefy diam dengan nafas menderu nya.
DUAKKK
Kenneth memukul wanita itu hingga terkapar tak sadarkan diri, Kenneth menatap Kakak perempuannya lalu tersenyum kecil dan mengedikkan bahunya biasa.
Athena hanya diam saja melihat itu, dan menyuruh anak buahnya memasukkan stefy ke dalam mobil Kenneth untuk membawanya menuju markas utama.
" Kent. Siapa yang menyuruh mu untuk mengikutiku '' Athena bertanya dengan wajah seriusnya menatap sang adik.
" itu inisiatif ku, kau terlihat cemas saat makan malam berlangsung hingga mommy mengkhatirkan mu '' ucap Kenneth.
" sekarang kau pulang lah, dan kau obati luka mu '' ucap Athena.
Athena hanya mengangguk kecil dibuatnya, sebelum itu Athena melihat terlebih dahulu anak buahnya. Beberapa dari mereka tewas dan Athena meminta untuk mengumpulkan nya untuk di makan kan esok hari dengan layak.
Waktu menunjukkan hampir pukul sebelas malam. George serta yang lainnya menatap pintu utama dengan cemas karena Athena dan Kenneth belum juga kembali.
Valera dan Remigio hanya bisa berdoa untuk keselamatan anak-anak nya, Malvin dan Elisya dengan setia menemani Valera yang tampak begitu khawatir.
" Kenapa kalian tak melacak nya " seru Kenov menatap Remigio dan Valera bersamaan, pada saat Remigio ingin menjawab terdengar suara deru mobil dari arah luar.
tak lama kemudian Athena dan Kenneth muncul dengan penampilan acak-acakan terlebih Athena, Valera langsung menghampiri putri dan putranya itu.
" kalian terluka " seru Valera lalu menatap luka pada lengan Kenneth dan juga dahi Athena yang memerah dan mulai membiru bahkan darahnya sudah terlihat begitu mengering.
" Aku tak apa mom " ucap Kenneth berbeda dengan Athena yang diam saja.
__ADS_1
" mommy akan mengobati luka kalian " tegas Valera.
" Mom aku bisa mengobatinya di kamar ku nanti, aku lelah. Selamat malam " ucap Athena lembut dan tersenyum pada ibunya lalu menatap ayahnya sekilas yang sedang menatapnya. Athena mengucapkan selamat malam kepada semuanya dengan lambaian tangan nya.
" Aku yang akan mengobatinya " ucap Remigio bangkit dan Valera hanya mengangguk kecil begitupun dengan George yang hendak pergi menuju kamar gadis nya.
Di kamar Athena.
Athena menatap dirinya di pantulan kaca yang besar, ia melihat luka pada dahinya yang mulai membengkak itu, dengan malas ia segera mengambil kotak obat untuk membersihkan lukanya.
CEKLEK
Athena menoleh pada pintu yang terbuka dan ternyata Remigio yang muncul, ayahnya itu sedang menatap datar pada dirinya, Athena merasa gugup dibuatnya.
Remigio mengambil alih kotak obat yang berada di tangan Athena tanpa berbicara Remigio justru meraih kapas dan menuangkan alkohol setelahnya.
Athena meringis kecil saat Remigio mulai mengobatinya, Remigio tampak melihat jelas jika putrinya sedang kesakitan, dengan telaten Remigio melakukan nya dengan lembut.
" Kau tau jika Daddy tak suka melihat mu terluka. Daddy akan sangat marah jika mendapati luka sedikitpun dalam tubuh mu ini sayang '' ucap lembut Remigio menatap dalam manik putrinya yang kini ikut menatap nya. '' katakan pada Daddy siapa yang melukai mu hmm '' ucap Remigio lagi.
" Aku tidak apa-apa dad, tak perlu cemas aku dan Kenneth sudah membawa orang itu ke markas '' ucap Athena lagi dan Remigio memicingkan matanya sesaat.
" Apa yang terjadi sayang '' ucap Remigio dan Athena hanya menggeleng lemah.
Athena memeluk tubuh ayahnya dengan erat bahkan maniknya ikut terpejam, Remigio membalas pelukan putrinya tak kalah erat dengan melabuhkan ciuman lembut pada pucuk kepala Athena.
" Aku merindukan mu dad. '' ucap Athena lirih " aku ingin tertidur di pelukan mu '' ucap Athena lagi.
'' Daddy akan menemani mu hingga kau tertidur sayang '' ucap Remigio lagi dan Athena hanya mengangguk, sebelum itu Athena pergi membersihkan diri dan Remigio menunggunya di sofa seraya mengutak-atik ponsel miliknya.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Athena keluar dengan piyama bulu-bulu nya itu, Remigio tersenyum dan memeluk Athena erat.
" sekarang ayo tidur, esok kita akan berbicara '' ucap Remigio lagi dan Athena hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Athena sangat nyaman tidur dengan memeluk ayahnya, ia jadi teringat saat kecil dulu selalu begini pada Remigio bahkan dirinya akan berpindah kamar jika sang ayah tak ada di sisi nya.
Remigio mengelus lembut punggung putrinya dengan sabar, ia sangat menyayangi Athena dirinya tak akan sanggup jika melihat anak-anak nya terluka.