King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Season 3 ~ Hari penobatan resmi.


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Ezio akan menjadi pewaris seluruh kekayaan dan kedudukan milik seorang Harvey Hillarey. Sosok lelaki bermanik Hazel itu menatap pantulan cermin dimana dia melihat dirinya sendiri dengan balutan jas berwarna hitam yang sangat gagah.


Senyum menyeringai nya terbit begitu saja saat beberapa menit yang lalu Ezio melihat kiriman sebuah Vidio dari Angela. Dimana para tetua sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat dirinya malu. Namun dibalik semua itu Ezio memiliki beberapa bom untuk mereka semua sebelum senjata lain menghancurkan nya.


CEKLEK


Ezio melirik kearah pintu berwarna putih saat sesosok lelaki yang memiliki paras sama seperti dirinya tersenyum tipis saat melihat Ezio berdiri dengan gagah.


" Kau sudah siap? '' tanya lelaki itu yang tak lain adalah Harvey. Ezio hanya mengangguk dan tidak menjawab. " Kau.. hmm tampan '' ucap Harvey lagi dan Ezio memicingkan manik nya seketika. " Aku memuji mu. '' lanjut Harvey lagi.


" ya terimakasih '' saut Ezio singkat. Mereka berdua berjalan beriringan dimana sebentar lagi acara akan dimulai. Para tamu sudah memenuhi kursi nya masing-masing. Ezio bisa melihat tatapan mencemooh dari banyak orang namun dirinya tak perduli dan duduk dengan angkuh di kursi kebesaran milik nya yang berdampingan dengan penguasa dunia Lamora beserta Valera yang terkuat duduk disamping Remigio.


" Baiklah karena kalian semua sudah berada disini dan berkenan untuk hadir maka mari kita mulai saja. Ya seperti yang kalian ketahui masa kepemimpinan ku sudah habis dan aku beruntung memiliki seorang putra untuk menjadi penerus ku. Seperti yang kita ketahui setiap generasi terbaru terlebih seorang lelaki akan tetap menggantikan kursi kepemimpinan dari sebelumnya seperti kini aku yang akan menyerahkan seluruh warisan serta kedudukan ku kepada Ezio Pillipo. " ucap Harvey dengan lantang. Ezio tersenyum tipis menatap angkuh pada wajah-wajah yang tidak setuju " Aku tidak butuh persetujuan dari kalian karena aku akan tetap menyetahkan kursi ku pada Ezio! " ucap Harvey tegas menatap sekumpulan manusia yang bergabung dengan dirinya.


" Apa kau bisa menjamin jika dia berpotensi ? '' ucap seseorang mulai membuka suara. Harvey terlihat memicingkan matanya mencoba menelaah apa maksud dari ucapannya itu. " Dia masih muda Harvey! Kenapa tidak orang lain saja yang meneruskan kursi mu '' lanjut lelaki itu lagi dan Harvey tersenyum kecil.


" Lalu siapa menurutmu yang paling pantas selain putraku tetua Lang? " ucap Harvey lagi menatap tajam lelaki yang usianya sudah tak muda lagi. Tetua Lang yang ditatap seperti itu hanya bisa menatap balik dengan tegas.


" Masih ada Herry adik mu atau Lozak " ucap tetua Lang lagi dengan lantang. Semua orang mulai berdiskusi masing-masing. Herry ? Lozak ?.


" Sayang sekali tetua lang! Itu tidak akan pernah terjadi karena bukan seperti kode etik yang sudah diterapkan selama berpuluh-puluh tahun. Hanya keturunan asli sang pemimpin yang dapat meneruskan kursi kekuasaan ku! " ucap Harvey dengan tenang.


" Tapi aku tidak setuju! Dia masih muda dan kau bisa melihat jika Ezio belum layak menjadi seorang pemimpin! Bahkan dia berani menembak Tetua di hadapan batu suci para leluhur. Ezio tidak bisa menjadi pemimpin untuk kami Harvey! '' tegas Lang lagi menentang secara terang-terangan hingga semua orang diam dan mulai memihak tetapi Lang.


" Katakan apa yang sedang kau inginkan tetapi lang! Aku masih menghormatimu karena kau teman karib ayah ku! " ucap Harvey lagi.

__ADS_1


" tidak bisa! Walaupun dia keturunan mu tapi di dalam darahnya mengalir darah seorang wanita yang telah bersuami. Itu artinya dia bisa dikatakan anak haram mu Harvey! '' ucap tetua Lang dengan berani hingga semua orang terkejut bukan main. Harvey menatap tajam tetua Lang seperti ingin menelan nya hidup-hidup " Dia merupakan sebuah aib namun kau salah menempatkan nya " ucap tetua Lang lagi.


Suasana semakin panas dan mencekam. Bahkan valera dan Remigio rasanya ingin merobek mulut tetua Lang hingga mati. Ezio masih duduk dengan tenang walaupun dalam hatinya saat ini ingin sekali menghajar lelaki tua itu terlebih dia mengatakan sesuatu yang tidak ingin Ezio dengar.


prok prok prok


" Kau hebat tetua Lang! Mengutarakan pendapat mu disini. Nyali mu cukup aku kagum kan. Ingat posisi dan siapa dirimu tetua Lang. Tanpa pertolongan leluhur ku kau tidak mungkin bisa berada disini sebagai tetua yang paling di hormati di sini. Namun sayang sekali kau tumbuh menjadi parasit dan lintah yang menggerogoti disini. Liar dan menyakitkan mata! " ucap Ezio dengan tajam hingga tetua Lang menahan semua amarahnya. Tangannya sudah terkepal sempurna " Mari kita saksikan beberapa hadiah untuk kalian nikmati.'' ucap Ezio lagi.


tiba-tiba sebuah layar Vidio muncul didepan sana. Semua orang mengerutkan dahinya perlahan. Ezio memutarkan kursinya kebelakang begutupun dengan Harvey.


sebuah Vidio muncul saat seseorang lelaki sedang berbincang dengan beberapa orang untuk merencanakan pembunuhan untuk Ezio. Mereka semua menatap tak percaya.


Vidio kedua Dimana tetua Lang dengan lainnya membahas agar Lozak menjadi pemimpin dan mereka bebas menjadikan Lozak sebagai bonekanya ya bisa dikendalikan.


PRANGGG


suara pecahan gelas terdengar nyaring hingga mengalihkan tatapan semua orang. Ezio menatap kearah neneknya yang berjalan dengan langkah gusar menuju dimana tetua Lang berada. Hingga,


BUGHHHH


" Berani sekali kau! " teriak Valera marah hingga gaun yang dikenakan nya sedikit robek dan membelah dibagian pahanya. Remigio segera melepaskan jas miliknya dan membelit kan nya di pinggang Valera.


" Agh!! Sialan kau. " tunjuk tetua Lang menahan nyalang kearah valera, Remigio yang berada disana semakin murka dibuatnya.


BUGHHHH

__ADS_1


BRAKKKK


" Hentikan mereka! Ini tempat kita! Mereka hanya orang asing! '' teriak seseorang lantang dengan marah. Ezio melirik kearah Harvey dengan malas.


" aku bisa saja meledakkan mu dan juga tempat ini beserta orang-orang nya tanpa sisa! Kau!! Lancang sekali kau menargetkan cucuku! " teriak Remigio marah " Kau harus tau berhadapan dengan siapa ! '' tekan Remigio lagi menarik lengan sang istri untuk kembali duduk di kursinya.


" Tetua Lang! Kau memang gila. '' Hanya itu yang Harvey ucapkan. Maka dengan ini aku Harvey Hillarey memutuskan untuk mengangkat putra ku Ezio Pillipo sebagai penerus selanjutnya. Suka atau tidak suka semuanya akan tetap sama. '' tegas Harvey lagi hingga keheningan melanda semua orang. Ezio tersenyum dan bertepuk tangan seorang diri.


" terimakasih ayah karena kau sudah mempercayakan semuanya padaku. Sekarang aku seorang pemimpin bukankah perintah dan titah ku adalah mutlak ? '' tanya Ezio menatap lekat sang ayah.


" Tentu saja! " tegas Harvey lagi.


" begitukah? maka dari ini akan ku sapu bersih parasit yang berada di sekitar kita ayah. Aku melengserkan pada tetua secara tidak hormat dari detik ini. Aku Ezio Pillipo mencoret nama para tetua dalam daftar andil kepemimpinan yang aku pimpin. Aku tidak mau memelihara seekor anjing liar yang terus menggonggong. " ucap Ezio lagi.


" Ezio! Lancang kau ! " teriak tetua Lang lagi marah.


DORRR


AGHHHH


" Hanya satu peluru seharusnya kau tidak mati! " ucap Ezio sinis lalu manik Hazel nya menatap kearah Lozak yang sedari tadi diam dan bungkam. Namun dalam manik nya Ezio menyadari kemarahan yang sangat begitu besar disana. " membantah sama saja kalian mengantarkan nyawa padaku. Aku suka sekali membunuh orang dengan tanganku '' ucap Ezio begitu frontal hingga semua orang bergidik ngeri di buatnya.


tetua Lang jatuh tersungkur dengan luka tembak di perutnya. Ezio meliriknya datar hingga datang para anak buahnya untuk membawa tetua Lang untuk di obati.


Valera tersenyum kearah Ezio hingga lelaki bermanik Hazel itu balas menatap. Valera bangga karena cucu nya tumbuh menjadi lelaki tangguh dan berpendirian kuat. Bahkan valera yakin jika Ezio akan dikenal seantero dunia dalam kepemimpinan nya yang begitu penuh kekuasaan.

__ADS_1


__ADS_2