
Langkah seorang wanita yang memiliki rambut panjang itu terlihat sangat anggun, riasan wajah nya yang menawan memberi kesan yang sangat mahal. Kaca mata hitam dengan nama merek terkenal bertengger cantik di hidung mancungnya.
Sesaat langkah nya terhenti menatap sekelilingnya. Rasanya sangat berbeda namum Athena gak peduli hingga suara teriakan seorang wanita terdengar di telinganya.
" Wow long time no see Athena '' seru wanita berambut panjang dengan warna rambut blonde seraya tersenyum tipis.
" Frisca.'' seru Athena menatap penampilan wanita dihadapannya itu dari atas kepala hingga kebawah kaki. Berbeda ? sungguh berbeda. Frisca yang dulu tidak suka memakai gaun maupun dress namun kini? sesaat Athena tersenyum melihat penampilan Frisca jauh lebih dewasa dan anggun.
'' Yes its me! '' gerutu Frisca kesal dan langsung memeluk Athena dengan senang dan Athena pun membalas pelukan itu dengan senyum lebar miliknya. '' akhinya kau datang juga Athena. Terakhir kali kau ke sini saat usia mu sembilan tahun. '' kekeh Frisca dan Athena mengangguk membenarkan. " Jika begitu ayo kita pergi aku tak suka berlama-lama berdiri seperti ini " seru Frisca dan athena hanya tersenyum kemudian mengangguk.
Athena hanya membawa satu koper berukuran sedang saja karena Athena gak ingin merepotkan diri dengan barang-barang miliknya. Mobil mewah berjenis sport berwarna putih sudah berada di depan matanya bisa Athena tebak jika si Lambo putih itu adalah milik Frisca.
Frisca tersenyum malu saat Athena terus menatap mobil baru miliknya. Athena mengeryitkan dahinya sesaat karena melihat sebuah fitur yang sangat dikenalinya.
Gabriel innovations ?. Batin Athena lagi.
Athena masuk kedalam mobil begitupun dengan Frisca dan gak salah lagi jika mobil ini memiliki fitur hasil buatan Gabriel sepupunya. Athena menghembuskan nafasnya sesaat sebelum mobil mewah itu melaju membelah jalanan.
********
Athena menatap bangunan di depannya. Sebuah rumah mewah berlantai tiga dengan konsep minimalis turbo berdiri dengan begitu gagah. Athena tersenyum saat matanya disuguhkan pemandangan yang begitu indah.
Frisca yang kesal karena Athena yang berdiam diri akhinya menarik lengan Athena sedikit kasar hingga Athena terkejut dan mengikuti langkah Frisca yang menuju ke dalam rumah.
__ADS_1
" Mommy! " teriak Frisca menggema di seluruh ruangan hingga beberapa pekerja menoleh kearah Frisca. " Dimana mommy? " tanya Frisca kepada salah satu maid yang berada disana.
" Nyonya berada di..
" Mommy disini! " ucap Maya tak kalah berteriak hingga Athena menggelengkan kepalanya pelan. sikap Frisca tak jauh berbeda dengan Maya yang sedikit bar-bar. Wanita paruh baya itu berjalan dan tersenyum lebar saat menatap Athena. " oh tuhan kau kah itu Athena ? benarkah " pekik Maya terkejut karena melihat putri sahabatnya disini.
" bibi. " ucap Athena langsung memeluk Maya dan Maya balas memeluknya " bagaimana kabarmu ? " ucap Athena lagi.
" Baik sangat baik. Rasanya bibi seperti sedang bermimpi " seru Maya dengan senang sehingga memutar tubuh Athena hingga Frisca kesal bukan main.
" Mommy! Ada apa dengan mu? Sudahlah Athena baru saja tiba kau jangan membuat nya lelah dan merasa pusing " seru Frisca dan Maya mengerutkan dahinya pelan.
" tentu saja tidak! " ucap Maya dengan kesal " mommy tau jika Athena pasti kelelahan karena perjalanan nya bukan? Apa kau ingin makan atau..""
" Tidak apa-apa bukan? " tanya Frisca lagi dan athena menggeleng dan mengerti maksud ucapan Frisca " Baiklah jika begitu istirahat lah terlebih dahulu sebelum makam malam. dan maaf aku harus meninggalkan mu disini karena pekerjaan ku " ucap Frisca lagi.
" Frisca Terimakasih karena sudah meluangkan waktu ku untuk menjemput ku " ucap Athena tulis dan Frisca tersenyum lalu mengangguk.
Gold mansion.
Tampak pada jajaran king sedang berada di kediaman pribadi dan Lady. Terlihat Dave dan juga Gloria beserta kedua putrinya berada di Gold mansion. Tak hanya mereka Elena dan Ed beserta Maxim pun turut berada disana. bahkan Zizi dan Vyan pun juga berada disana.
" Jadi pergi? " tanya Vyan yang baru mengetahui jika Athena memilih untuk pergi secara tiba-tiba. Ya bukan rahasia lagi bagi mereka dengan apa yang menimpa Athena saat menjadi tawanan Jasmine bahkan Samuel dan Maxim yang sudah menduga hal tersebut tak bisa berbuat apa-apa selain mengutuk mereka dalam hati.
__ADS_1
" Itu sudah menjadi pilihannya kak. Kau tau Athena sangat keras kepala jika di tentang dia akan semakin berontak. Lagi pula Athena hanya menginginkan suasana yang berbeda saja. " ucap Valera dengan tenang. Tak la Vegas datang bersama dengan dua orang anak buahnya mereka menunduk sopan saat berada di tengah-tengah keluarga king. " Vegas ? " ucap Valera mengeryitkan dahinya karena gak merasa mengundang kalau bertubuh jangkung itu.
" Maaf jika kehadiran kami menganggu kalian semua yang berada disini. Hanya saja aku ingin memberikan ini " ucap Vegas seraya memberikan sebuah kotak berwarna putih berukuran kecil.
" Apa ini ? " ucap Valera bingung.
" ini racikan dari seseorang atas permintaan Queen untuk mengobati tuan Kenov yang mengalami kelumpuhan. Disana terdapat sepuluh botol berukuran kecil untuk mengobati tuan Kenov yang sedang terbaring. Maaf jika aku baru memberikan obat ini " ucap Vegas lagi.
" penawar ? " Picing maxim dan Vegas mengangguk tegas. " Apa benar paman Kenov lumpuh " ucap Maxim merasa tidak percaya.
" Terimakasih Vegas. Aku harap racikan dari orang itu dapat berguna untuk teman kami " ucap Valera penuh harap dan Vegas mengangguk kecil. " Lalu kau akan pergi Kemana ? " ucap Valera lagi saat melihat Vegas dan dua orang lelaki yang dibawanya masing-masing membawa sebuah tas ransel di punggung nya.
" Kami akan pergi untuk mencari orang yang di inginkan oleh Queen. Reno! Aku mendapatkan informasi jika lelaki itu berada di Korea beberapa hari ini " ucap Vegas hingga mata Valera menyipit.
" Benarkah ? " ucap Valera.
" Belum seratus persen. Hanya dugaan saja karena cctv yang aku retas di sana menampilkan visual lelaki itu. " ucap Vegas dan valera diam saja.
" Baiklah jika begitu aku akan membantu " ucap Valera namun Vegas menolak dengan sopan karena Vegas yakin jika seluruh lelaki itu sudah waspada kepada seluruh jajaran king maupun orang yang berhubungan dengan Athena. " Maaf hanya saja biarkan urusan lelaki itu kami saja yang mengatur. ," ucap Vegas
" Baiklah. Jika butuh bantuan hubungi aku. Apa kau mengerti! " ucap Valera tegas dan Vegas mengangguk mantap. Lalu mereka dengan cepat mengundurkan diri karena Vegas tak ingin berlama-lama di antara para jajaran king yang terlihat sangat berkuasa.
semua orang yang berada di ruangan itu menatap kepergian Vegas hingga menghilang di balik pandangan. Valera menatap sebuah kotak pemberian Vegas di meja hadapannya. sebuah serum untuk Kenov? Valera tersenyum saat mengetahui jika Athena sudah berhasil menemukan penawar nya untuk Kenov karena ulah Silla yang memberikan sebuah zat yang melumpuhkan kakinya.
__ADS_1