
England, waktu setempat.
George mengamuk setelah melihat keadaan ayah serta Adik nya Swann. Bahkan Celia menangis sejadi-jadinya saat melihat kondisi suami serta putranya dalam keadaan hidup dan mati.
Malvin yang memiliki sedikit kemapuan dalam bidang laboratorium dan percobaan serta beberapa jenis racun cukup terkejut saat melihat tubuh Hans Maxwell serta Swann dalam keadaan membiru dan lebam.
Dokter yang bertugas menangani mereka tak kuasa mengambil tindakan lebih, untung saja peluru yang berada di tubuh mereka sudah dikeluarkan.
" AGHHH!!! sial. Wanita itu harus ditemukan!! " teriak George lantang dengan urat-urat yang menonjol keluar bahkan kini manik nya yang biru seakan berubah menjadi biru pekat karena rasa emosional.
" Penawar. Kita harus segera menemukan penawarnya George " ucap Malvin tiba-tiba dan George menatap sahabatnya dengan tajam. " Aku yakin dengan analisis ku, ini racun yang sangat mematikan bahkan aku baru mengetahui jika ada orang yang membuat racun ini dengan campuran bisa ular yang mematikan. " jelas Malvin lagi dan George semakin geram bukan main.
PRANGGG
George melempar kasar benda yang berada di atas meja hingga berserakan begitu saja. Malvin terkejut bukan main bahkan ia mengelus dadanya untuk menetralkan jantungnya yang berpacu cepat saat ini.
Nafas George terdengar sangat memburu bahkan dadanya naik turun ia mengusap kasar wajah serta rambutnya.
" Wanita itu tak disangka-sangka akan menyerang mansion ayahku Malvin. '' ucap George dengan memejamkan matanya sesaat. " Penawar ? apa kau tak bisa membuat nya '' ucap George tiba-tiba hingga Malvin melirik langsung kearah George.
" Kau gila ? Kau fikir aku ahli pakar nya. Maaf aku tidak bisa George. Aku pernah mendengar seorang ilmuwan hebat yang bisa membuat banyak racun dan penawar '' jelas Malvin seraya mengingat-ingat dimana ia pernah mendengarnya.
" jika begitu cepat katakan dimana ? '' sentak George yang tak ingin berbasa-basi. Malvin diam saja dengan manik tajam menatap kearah George yang saat ini sedang diambang kemarahan. Malvin mencoba untuk tenang agar ia mengingatnya.
" Hmmm.. Kenapa kita tidak mencobanya saja pada ibu Gabriel George. Bukankah ia dulu membuat obat-obatan aneh '' ucap Malvin dengan mata berbinar dan George diam saja seraya memikirkan ucapan Malvin.
Zizi, benar! Bukankah dulu ia selalu membuat obat-obatan aneh sampai orang-orang tak tau dari apa obat-obatan itu dibuat. Jika ini sebuah racun bukan kah itu mudah untuk mendapatkan penawarnya ? Ya George harus mencobanya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi George segera menghubungi Zizi untuk meminta bantuan dan semoga saja Zizi bisa bahkan ia mempunyai penawarnya.
__ADS_1
" Hallo " ucap seorang wanita diseberang sana.
" Hallo aunty ini aku George. " ucap George mengatur nafasnya agar berbicara lebih tenang.
" Ya aku tau. Ada apa ? " tukas Zizi heran.
" Aunty maaf jika aku lancang. Bukankah dulu kau selalu membuat obat-obatan maksud ku ramuan rahasia milikmu. Ayahku baru saja diserang dan ditembak tapi peluru itu sudah dibaluri racun dan sialnya lagi tercampur dengan bisa ular bahkan adik ku pun mengalami hal yang serupa " ucap George menjelaskan sedikit dengan rinci dan padat.
" oh God. Peluru yang dibaluri racun hanya bisa disembuhkan dengan satu penawar George hanya saja jika sudah tercampur dengan bisa ular.. Aku belum menemukan kejadian semacam ini. Tapi kau tenang saja aku akan mencoba menghubungi seseorang untuk mencoba membuat penawarnya dan semoga saja bisa " jawab Zizi lagi.
" Ya baiklah terimakasih sebelumnya aunty. Sampai jumpa. " ucap George lagi untung saja Zizi mau membantu dan mencoba untuk membuatkan penawarnya walaupun keberhasilannya cukup diragukan tapi setidaknya saat ini George merasa lega.
Walaupun Zizi akan membantu tetapi mereka tak boleh lengah George akan tetap mencari penawarnya untuk berjaga-jaga jika Zizi nantinya tak bisa membantu.
Gold Mansion.
Setelah kabar jika mansion utama diserang kini gold mansion ramai dikunjungi oleh para generasi selanjutnya bahkan Vyan yang baru saja tiba segera melajukan mobilnya menuju kediaman sang adik bersama dengan Zizi.
" Nona Athena " ucap Alland sopan dan Athena melirik sekilas. " Bisa kita bicara ? " ucap Alland dan Athena mengerutkan dahinya.
" Ya bicaralah " ucap Athena lagi.
" Hanya berdua " tegas Alland sontak Isabella menatap Alland dengan intens dari kejauhan Alexa dan juga Aisley berjalan mendekat. Isabella pergi meninggalkan tempat membuat Aisley dan Alexa heran bukan main. " privasi " ucap Alland lagi dan Athena menatap tajam karena menurutnya Alland terlalu banyak bicara.
" Kau banyak bicara uncle!! Jika kau ingin berbicara maka bicara lah " dingin Athena dan Alland terkekeh bukan main.
" Baiklah nona ku. Aku hanya ingin bertanya tentang keberadaan Silla " ucap Alland dengan tenang bisa ia lihat ekspresi Athena terkejut bukan main tapi gadis bermanik hitam itu pandai menyembunyikan ekspresinya.
Athena terkekeh kecil dengan menampilkan seringai kecil diwajahnya yang cantik bahkan Alland bisa menemukan sosok lain dalam diri Athena.
__ADS_1
" Silla ? Ada apa dengan dia uncle. " polos Athena dengan mata yang mengedip tanpa dosa.
" Maaf jika ucapan ku mungkin akan membuat mu marah. Jika kau yang menawan dia lebih baik bebaskan biarkan uncle yang menjaganya di Lamora bersama dengan lainnya. Silla akan dididik lebih keras lagi ketimbang didikan tuan Kenov nona. Saya berjanji Silla tidak akan mengusik hidupmu lagi dan sebaliknya dia akan berguna untuk mu Kelak " jelas Alland lagi.
Athena mengepalkan kedua tangannya erat maniknya menatap tajam pada sosok salah satu orang milik ibunya. Silla ? dia meminta nya. Athena berjalan mendekat kearah Alland namun wajahnya terlihat biasa-biasa saja Alland memundurkan langkahnya karena nona nya itu kian mendekat bahkan jarak wajah mereka pun semakin dekat jika tidak Alland yang menghindar.
" No..Nona hentikan " ucap Alland gugup saat melihat wajah Athena tepat dihadapannya. Manik itu terlihat begitu mempesona ditambah hidungnya yang mancung kulit pipinya yang putih dan bibirnya yang merekah indah sungguh membuat jiwa kelelakian Alland naik saat ini. '' Nona " ucap Alland lagi sedikit tegas dan Athena tersenyum manis.
" Ada apa uncle ? Aku hanya ingin melihat wajah uncle saja apa tidak boleh ? " ucap Athena tanpa dosa dan kini jari-jari nya sudah menyentuh dada Alland bahkan membelainya dengan gerakan lembut.
Harus Athena akui jika semua orang-orang milik ibunya memiliki wajah dan tubuh yang indah termasuk dengan Alland dan juga Brandon. Bahkan Asnee yang berwajah Asia itu memiliki postur tubuh yang sangat memabukkan untuk para wanita.
" Nona jangan begini " ucap Alland menghentikkan tangan Athena dan sedikit mencengkeramnya, manik hitam pekat itu menatap manik milik Alland dengan lekat dan intens. Tanpa mereka sadari jika para generasi melihat keberadaan mereka berdua termasuk dengan Kenneth yang bersama dengan Gabriel.
Athena tersenyum lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Alland, jantung Alland berdetak tak karuan saat ini apalagi sentuhan hangat kulit milik putri sang Lady benar-benar berada dekat dengannya.
" Kau menginginkan Silla bukan begitu ? " Athena berbisik lirih dengan nada sedikit menggoda " Jika begitu kau harus melawan ku terlebih dahulu " ucap Athena lagi dengan tersenyum tipis setelah itu ia meniup telinga Alland dengan lembut hingga Alland merinding dibuatnya.
Samuel yang melihat itu sontak tertawa saat melihat ekspresi yang Alland berikan, wajah itu yang selalu menampilkan kesan datar kini dibuat kalang kabut dengan aksi Athena.
" Wow. Kakak ku memang luar biasa Kenneth. " ucap Samuel dengan tersenyum menyeringai. " Dia pandai menggoda orang untuk dijadikan jebakan " kekeh Samuel lagi.
" diam lah Samuel " kini Isabella yang berbicara karena ia merasa jika Samuel sangatlah berisik Samuel sontak menghentikan tawanya saat semua orang melihat kearah dirinya begitupun dengan Maxim yang menatap tajam.
DUAKKK
suara pukulan itu sontak membuat orang terkejut dan langsung melihat kearah Athena dan juga Alland.
Alland meringis saat mendapatkan pukulan di tubuhnya dari Athena. Sakit ? ini benar-benar sakit. Alland tak menyangka jika pukulan seorang gadis sangatlah kuat pantas saja Lokanne memilih pergi setelah mendapatkan serangan beberapa kali dari Athena.
__ADS_1
" Jangan pernah memancingku uncle!! Aku bukan Athena yang dulu lagi. Jika dulu aku selalu diawasi oleh kalian semua tapi kini tidak aku memilih jalan ku tanpa harus kalian ikut campur " sentak Athena geram bukan main Alland menatap tajam pada gadis bermanik hitam itu benar kata Lady nya. Jika Athena tidak bisa mengontrol emosinya sendiri, tapi Alland dapat merasakan jika Athena memang sulit untuk dikendalikan.