King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* permintaan yang membuat bingung.


__ADS_3

Gold mansion, ruang keluarga.


Valera dan Remigio duduk di kursi singlenya masing-masing tatapan mereka datar dengan ekspresi yang sama yaitu tak mudah untuk dibaca bahkan terkesan serius tapi masih menunjukkan sisi dan sikap tenang nya.


Athena menatap kedua orangtuanya dengan heran, pagi tadi ia dibangunkan oleh seorang maid untuk segera bertemu dengan Valera dan Remigio diruang keluarga, bahkan George pun berada disana, semakin membuat gadis bermanik hitam itu penasaran.


" Ada apa mom ? " ucap Athena memulai pembicaraan nya menatap kedua orangtuanya silih berganti.


" Kita hanya akan berbincang saja " ucap Valera tersenyum manis dan Athena justru menangkap senyuman tipis di wajah sang ayah yang lebih mirip dengan sebuah seringai kecil.


" tentang apa ? " ucap Athena merasa tak yakin dengan perkataan ibunya. George mengelus lembut rambut panjang Athena yang tergerai rapi dan Athena menikmati setiap sentuhan dari George.


Remigio menatap keduanya dengan intens entah apa yang dipikirkannya, Valera memilih menyesap teh nya terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan.


" Karen " satu kata yang terucap dari bibir Valera menatap putrinya dan Athena langsung mengeryitkan dahinya pelan. " Dimana kau sembunyikan dia sayang " ucap Valera lembut tapi Athena bergeming dan justru mulai mengepalkan kedua tangannya erat.


Remigio dan George menangkap sebuah rasa emosional dalam diri Athena terlihat jika kedua tangannya saling terkepal dengan sorot mata yang lurus menatap ke depan.


" Ada apa dengannya ? " ucap Athena seakan tak tau dengan apa yang terjadi.


" Athena dengarkan mommy.. " ucap Valera tapi Athena memotongnya dengan cepat.


" jangan menghalangi ku mom.. Aku cukup bersabar selama ini ketika dia mengganggu ku secara terus menerus dengan mengirimkan orang-orang nya untuk mencelakai ku. Tapi tidak kali ini rasanya aku ingin membunuhnya saja " tegas Athena dan Valera tersenyum tipis ia bisa melihat cerminan dirinya masih muda dulu tapi perbedaanya Athena lebih keras kepala dan tak bisa terbantah.


" dia berlaku seperti itu padamu ? " Picing Remigio terkejut.


" Yes. " tegas Athena membalas tatapan ayahnya dengan sorot mata yang tajam seperti menyimpan sesuatu didalamnya.


Athena mengingat dimana Valera dan Remigio membohongi dirinya tentang perihal perjodohan dan juga Karen calon istri George lelaki yang dicintainya selama ini, begitupun dengan George yang memilih berbohong dari pada harus menjelaskan nya kini, dari hal itu Athena lebih sedikit sulit untuk dikendalikan.


George menghembuskan nafasnya secara perlahan ia memandangi Athena dengan tatapan yang dikit di yang diartikan. Athena seketika tersadar dengan tatapan George begitupun dengan orangtuanya. Apakah mereka tak suka jika Athena bersikap demikian pada Karen.

__ADS_1


" Apa kalian tak suka ? '' ucap Athena datar.


" Athena bukan seperti itu... Hanya saja caramu yang menyekap Karen akan menimbulkan perkara lain nya sayang. Aku tak ingin kau terluka atau terjadi sesuatu padamu '' ucap George lembut mencoba memberikan pengertian pada gadis nya itu, tapi Athena justru memalingkan wajahnya seketika.


" Jadi kau ingin aku membebaskannya begitu ? '' ucap Athena menebak dan George mengangguk perlahan.


BRAKKKKKK


nafas Athena menderu menatap George dengan sorot mata yang tajam Valera dan Remigio memilih diam ditempat nya masing-masing sembari melihat apa yang dapat putrinya itu lakukan.


'' kau... bahkan kau tak tau apa yang telah ia lakukan padaku !! berusaha untuk melenyapkan ku George '' sentak Athena marah. '' dan kini kau memintaku untuk membebaskannya begitu ? itu juga yang ingin kau inginkan mom '' ucap Athena lagi dengan perasaan marah hatinya seakan sedang terbakar saat ini.


ketiga orang dewasa itu hanya diam sembari menatap wajah Athena lekat-lekat. Athena menyunggingkan senyumannya ia berdiri dan menatap ketiga George serta orangtuanya bergantian.


'' baiklah jika begitu '' ucap Athena datar '' aku akan melepaskannya tapi setelah itu jangan campuri urusanku lagi '' ucap Athena dengan tegas dan berlalu pergi meninggalkan mereka yang masih diam mematung.


George menatap Valera dengan sendu. Athena sungguh sulit untuk di mengerti, Remigio mengelus lembut punggung Valera. Kini anak-anak nya sudah semakin dewasa oleh karena itu Remigio dan Valera harus memaklumi semuanya.


Markas milik Athena.


Athena datang dengan wajah datar tak bersahabat. Rayzen yang kala itu sedang menikmati kopi nya dibuat bingung akan kedatangan gadis kecilnya itu yang berwajah masam.


Athena terlihat tak menyapa orang-orang ia langsung menuju sebuah ruang bawah tanah yang terletak dibelakang bangunan untuk menemui dimana Karen disekap.


CEKLEK


Athena menatap tajam pada sosok wanita yang sedang meringkuk ketakutan dengan penampilan yang terbilang tak baik-baik saja, rambutnya dibiarkan tergerai dengan buruk.


Karen yang melihat kedatangan Athena sontak menatap tajam dan berontak serta memaki Athena dengan kata-kata kasar nya, sungguh ia tak dapat menerima atas apa yang dilakukan oleh Athena.


" Kau akan menyesal Athena !! Kau akan menyesal " ucap Karen lagi seraya membentak Athena yang hanya tersenyum tipis dibuatnya.

__ADS_1


Athena rasanya ingin membunuh Karen tapi sebaiknya ia mengikuti perkataan ibunya yang harus melepaskan Karen karena sesuatu.


" selamat kau bebas Karen !! tapi jika kau berbuat macam-macam lagi aku pastikan akan membunuhmu tanpa berfikir dua kali. " ucap Athena pelan


Karen tersenyum senang Kala mendengar perkataan Athena yang akan membebaskannya. Karen tersenyum miring ia menyangka jika George yang memintanya. Hatinya kini merasa senang dan bahagia.


Karen menatap Athena dengan sorot mata yang tajam kebencian semakin meliputi hati Karen, dalam dirinya ia bersumpah akan membalas Athena dengan cara yang lebih menyakitkan.


Athena berlalu pergi setelah mengatakan hal demikian, wajahnya tampak lelah dan tak bersemangat. Rayzen tampak memperhatikan Athena yang sedang menatap kearah luar di ujung balkon.


" Ada apa hmm ? '' tanya Rayzen tiba-tiba seraya memberikan jaketnya kepada Athena untuk menutupi tubuh gadis kecil itu dari cuaca dan angin malam yang sangat dingin.


Athena tersenyum kecil dan menatap Rayzen dengan tatapan hangat nya, Rayzen mengelus lembut pucuk kepala Athena dengan penuh kasih sayang.


" Kau bisa ceritakan semuanya padaku Quenn '' ucap Rayzen lagi dan Athena hanya diam terpaku dengan keterbungkaman nya.


Athena hanya memikirkan kenapa ibu nya dan George menginginkan Karen bebas setelah apa yang ia lakukan terhadap dirinya, bukannya Athena takut tapi Athena justru heran.


" Tidak ada apa-apa Rayzen. Bagaimana dengan hasil rekrutannya ? '' tanya Athena menatap Rayzen lagi.


" mereka benar-benar pesat. Apa yang aku ajarkan ternyata melebihi ekspektasi ku Quenn '' kekeh Rayzen dan Athena hanya manggut-manggut saja.


" terus latih mereka agar lebih kuat dan tak mudah terkecoh Rayzen. Mereka akan sangat berguna untuk nanti. '' ucap Athena lagi dan Rayzen mengeryitkan dahinya pelan mendengar perkataan Athena yang menurutnya sedikit kejam tak berperasaan itu.


Athena melirik kearah Rayzen dan tersenyum tipis menanggapi dirinya tahu jika Rayzen salah memprediksi kata-kata nya itu, tapi Athena memilih diam dan tak ingin menjelaskan nya biarkan saja Rayzen berfikir demikian.


" Hmm Rayzen besok adalah hari Minggu bagaimana jika kita jalan bersama '' ucap Athena lagi dan Rayzen seketika diam dengan manik yang berkedip polos. " ada apa ? apa kau tak ingin " ketus Athena lagi hingga terdengar suara gelak tawa dari Rayzen yang begitu renyah.


" baiklah. Aku terima tawaranmu " ucap Rayzen lagi dan Athena hanya mengangguk saja tanpa mau berkata apa-apa.


Athena memilih menginap di markas sederhana miliknya membuat Rayzen semakin yakin jika Athena sedang memiliki masalah. Rayzen tak ingin bertanya, dirinya lebih memilih diam dan Athena yang kerap disebut Quenn itu menatap ke langit-langit sembari menggenggam tangannya yang dingin karena angin semakin saja menampakkan taringnya.

__ADS_1


__ADS_2