
Thomas masih berusaha untuk mengembalikan sistem milik sang Lady yang berhasil dikecoh oleh seseorang. Tapi dahi nya mengeryit saat Thomas mengetahui cara sistem asing itu bekerja.
Thomas ragu tapi dirinya yakin jika itu sistem awal milik Greta. Thomas menatap sang Lady yang tengah sibuk berkutat dengan laptop nya sedangkan yang lain diam seraya menunggu diperintah oleh sang Lady.
" Lady sistem ini milik Greta " ucap Thomas akhirnya bersuara dan Valera yang sedang mengerjakan sesuatu menatap langsung kearah Thomas begitupun dengan yang lainnya.
" Greta ? " ulang Valera dan Thomas mengangguk pasti. Ya hanya Greta yang mampu menembus sistem apapun milik sang Lady. Tapi mengapa? " Dimana dia ? '' dingin Valera dan semua orang diam karena tak tau keberadaan Greta setelah beberapa bulan berlalu semenjak Asyur menemuinya untuk meminta bantuan mencari istrinya Diandra yang ditawan oleh Chaiden.
PRANGGG
semua orang terkejut saat sang lady membanting habis barang-barang yang berada diatas meja termasuk dengan ponsel dan laptop serta lainnya. Nafas nya begitu memburu saat tau jika Greta yang berbuat ulah.
Semua orang yang berada disana hanya diam seraya memikirkan dengan apa yang terjadi termasuk Greta yang diyakini dalang dari kekacauan sistem milik sang lady.
" Lady. Sebaiknya kita cari terlebih dahulu Greta dengan hati-hati. '' ucap Elion dengan wajah tertunduk karena takut menjadi sasaran emosi dari wanita bergelar lady itu.
" Cari!! Cari dia dan seret kehadapan ku!! '' marah Valera dengan mata yang melotot lebar. Elion mengangguk patuh begitupun dengan yang lain nya.
Semua orang dengan cepat meninggalkan ruang rapat, kecuali Zizi dan Syina yang masih berada disana. Zizi berjalan mendekat kepada sang Lady sekaligus adik iparnya.
Valera terduduk dengan wajah yang datar tanpa ekspresi. Syina hanya diam dan melirik Zizi sekilas.
" Apa yang terjadi Zizi ? Greta !! Apa yang terjadi dengan dirinya. '' ucap Valera lirih dan Zizi hanya diam saja karena ia pun tak tau dengan apa yang terjadi.
" Entahlah. Tapi aku tak yakin jika itu perbuatan Greta " ucap Zizi dengan penuh ketegasan, begitupun dengan Syina. Mereka sangat tahu betul Greta seperti apa.
" Biarkan aku membantu mencari Greta. '' ucap Syina dan Valera mengangguk saja tanpa ragu.
Hari itu Valera memutuskan untuk mencari Greta secara sembunyi-sembunyi, bahkan Valera menunggu kabar baik dari para jajaran nya mengenai pemburuan Greta.
__ADS_1
Valera belum bertemu dengan Aisley semenjak hari itu rencananya Valera akan bertemu dengan putri sulung Dave siang ini untuk menanyakan tentang apa yang dilakukannya diperbatasan hingga mendapatkan serangan tak terduga.
******
Bolostum, Mansion Dave dan juga Gloria.
Dave dan Gloria berada di mansion karena mendapatkan pesan jika Valera akan berkunjung sekaligus untuk membicarakan perihal Aisley yang berada di perbatasan.
Mobil mewah milik Valera telah tiba di pelataran kediaman Dave dan juga Gloria. Dave segera menunduk hormat saat lady nya datang berkunjung.
" Aku akan langsung saja Dave. Dimana Aisley " ucap Valera dengan dingin dan Dave mengangguk lalu segera mengantarkan Valera menuju lantai dua dimana kamar Aisley berada.
Aisley saat itu sedang bermain dengan laptop nya dikejutkan dengan suara ketukan pintu membuat dirinya beranjak dan segera membuka pintu kamarnya. Aisley tampak terkejut dengan kehadiran Valera bersama dengan ayahnya begitupun sang ibu.
Valera tersenyum menatap raut keterkejutan di wajah Aisley.
" Bisa kita bicara Aisley ? " ucap Valera sangat ramah dan Aisley entah mengapa ia menjadi gugup tapi mengangguk saja mempersilahkan Valera untuk masuk.
" Aisley jawab pertanyaan ku dengan jujur. Untuk apa kau pergi ke perbatasan ? bukankah kau juga tau jika tempat itu tak bisa dimasuki dan disentuh. " ucap Valera dengan datar.
" Supirku yang membawa ku beserta teman ku tanpa sebab aunty " ucap Aisley lagi dan Valera mengerutkan dahinya pelan. " Saat itu aku sedang ingin menuju tempat latihan tapi entah mengapa aku merasa diikuti oleh seseorang dan pada akhirnya supir itu melajukan mobilnya hingga ke perbatasan " ucap Aisley lagi dan Valera hanya diam seraya menatap kearah Dave yang terlihat bingung dengan penuturan Aisley.
" Kau tau jika kedatangan mu dan juga teman mu itu adalah sebuah kesalahan bahkan mungkin kini kau ditandai Aisley " ucap Valera lagi dan Aisley hanya diam mengangguk kecil ia sudah tau jika hal ini akan terjadi terlebih di daerah perbatasan itu tinggal para penduduk dari suku awam yang tak mengenal toleransi.
'' Lalu ? '' tanya Aisley kembali dengan penasaran.
'' Tidak ada hanya saja jaga dirimu setelah ini '' ucap Valera dan putri sulung Dave itu hanya mengangguk mantap " hmm Aisley.. Apa kau pernah bertemu dengan Greta akhir-akhir ini ? '' tanya ragu Valera.
'' Aunty Greta ? tidak, bahkan aku sudah lama tidak berkunjung '' ucap Aisley dan Valera diam saja seraya menelisik raut wajah Aisley yang memang tak tau apa-apa.
__ADS_1
Setelah berbincang ringan dengan putri sulung Dave. Valera dan Gloria berbincang sesaat bahkan terlihat makan siang bersama hal itu membuat Dave segan bukan main tapi tidak dengan Gloria.
Disisi lain Athena sedang berada di markas miliknya untuk memantau para anak buahnya yang sudah siap jika mereka melakukan misi pertama.
Rayzen senang jika usahanya tak sia-sia dia bahkan bangga bisa membuat kelima puluh orang yang berguna untuk nona nya. Athena berterimakasih kepada Rayzen dan tentu saja Rayzen hanya tersenyum senang seraya mengusap lembut pucuk kepala Athena.
" Bagaimana jika kita makan malam bersama ? " ucap Rayzen dan Athena tanpa berfikir terlebih dahulu.
" Hmm baiklah '' ucap Athena akhirnya setuju dengan ajakan makan malam bersama.
saat Athena dan Rayzen sedang menikmati minum tehnya bersama tiba-tiba seseorang berlari kecil dan memberikan kabar jika ada yang mengintai markasnya dari jarak 2 km.
Athena memicing kan maniknya sesaat apa itu Alland dan Brandon ? Athena merasa tidak mungkin karena ia tahu kedua pria itu sedang bersama dengan ibunya untuk menjalankan misi yang entah apa ia pun tak tau.
Rayzen segera masuk kedalam ruang kendali untuk melihat siapa orang yang dimaksud oleh anak buahnya. Athena mengikutinya dari belakang karena ia pun penasaran.
" Apa kau mengenal nya ? '' Picing Rayzen saat mendapatkan visual orang yang mengintainya tak jauh dari sebuah batang pohon besar. Athena diam tampak memikirkan sesuatu.
Wajah orang itu kenapa tidak asing. Dimana aku melihatnya. Batin Athena.
Rayzen yang melihat wajah Athena kebingungan hanya menghela nafas kecil ia tahu jika gadis bermanik hitam di sampingnya kini mempunyai banyak musuh jadi wajar jika Athena tidak mengingatnya.
" pakaiannya seperti pakaian pengawal kerajaan. Apa mungkin dia anak buah Helion ? " gumam Athena tanpa sadar dan Rayzen mengerutkan dahinya pelan. Helion ? siapa orang itu. Rayzen semakin penasaran.
Athena terus memperhatikan gerak-gerik orang itu yang melakukan gerakan mengintai dengan ciri khasnya tapi Athena sangat tahu jika orang itu sedang benar-benar mengintai markas miliknya.
Untuk apa lelaki itu mengintai markasnya ? Athena kesal bukan main semenjak ia hilang ingatan, masalah baru terus bertambah dan kini ia terlibat dengan Areez bahkan Gilbert yang tak lain adalah Gil ayah dari bibi nya ikut menjadi musuhnya saat ini.
" Awasi !! Aku tak ingin mereka melakukan kekacauan ditempat milikku " ucap Athena dengan tegas dan berlalu pergi dari ruangan itu, Rayzen hanya melihat kepergian nona nya hingga menghilang dari pandangan.
__ADS_1
Athena menuju kearah mercusuar ia ingin mengintai tempat miliknya menggunakan teropong sensor panas milik king industri. Athena benar-benar geram saat melihat jika ada beberapa orang yang bersembunyi dan berkamuplase dengan alam sehingga sosoknya tersamarkan.