
Claudia sangat terkejut saat melihat kedatangan ibunya bersama dengan dua orang gadis berparas cantik dibelakang sana. Claudia wanita itu terpekik tak menyangka jika Dyora bisa menghadiri acara ini begitu saja.
" Dyora!! " peluk Claudia tersenyum dan langsung memeluk tubuh gadis itu erat. Dyora balas memeluk dan mengusap lembut punggung Claudia " Bagaimana bisa kau datang? " ucap Claudia lagi antusias.
" Tentu saja bisa karena aku adalah Dyora " saut gadis bermanik biru itu dengan kekehan kecil diiringi tawa Claudia yang sangat renyah, Claudia pun tak lupa untuk menyapa Lucy yang saat itu hanya melihat kearah nya " hai Lucy apa kabar? " ucap Claudia lagi ramah.
" Kabar ku baik " ucap Lucy lagi tersenyum hingga pandangannya melihat tatapan tajam seseorang yang menatap Dyora intens. Seketika Lucy merasa tegang dibuat nya.
Rupanya Carl dan Demian menyadari tatapan lelaki asing itu pada Dyora dengan sigap keduanya berdampingan disisi Dyora dan juga Lucy seraya melindunginya. Lelaki itu terkekeh kecil dibuat nya.
Hingga suara seorang pembawa acara terdengar di sana, Rupanya acara akan segera dilangsungkan baik Bee maupun Claudia tersenyum bahagia di sana. Dyora bisa melihat jika Claudia digandeng oleh seorang lelaki berkulit kecoklatan bisa Dyora pastikan jika tubuh lelaki itu cukup menarik.
pertukaran cincin itu tak begitu lama menunggu kedua pasangan itu sepertinya tak ingin menunda lagi hingga sepasang cincin manis itu bertengger di jari mereka masing-masing.
" Suatu saat nanti aku ingin mengadakan acara pertunangan ku sebaik mungkin " gumam Lucy tersenyum saat melihat pasangan yang baru saja bertukar cincin itu sedang tersenyum dan saling memandang. Dyora yang mendengarnya hanya tersenyum dan memikirkan hal yang sama dimana ia pun menginginkan acara sakral itu seindah mungkin seumur hidup.
KLEKKK
suasana yang tadinya terang meriah kini tiba-tiba gelap gulita dimana penerangan tiba-tiba padam hingga membuat sebagian tamu undangan riuh. Lucy memepetkan tubuhnya pada Dyora.
AGHHH
teriakan seseorang mengejutkan semua orang, suara itu menjerit dan terpekik secara bersamaan. Dyora dan Lucy semakin gugup dan takut dibuatnya.
DORRRR
" Claudia!! " teriak Bee saat penerangan menyala dan mendapati tubuh Claudia bersimbah darah dari area bahu nya. Sontak semua orang terkejut ketakutan dan berhamburan tak tentu arah.
DORRRR
Pranggg
__ADS_1
" Bibi! " peluk Dyora dan Lucy saat melihat Bee terkena peluru walaupun melesat. Keriuhan semakin tak terkendali karena tunangan Claudia justru melakukan aksi balas dendam. Carl dan Demian segera membawa Dyora dan Lucy untuk keluar namun mereka kalah cepat karena ruangan itu seolah sudah terkepung.
" Lancang! " teriak suara seorang lelaki yang tak lain adalah tunangan Claudia, lelaki itu tampak marah seraya menggenggam senjata api nya erat. " Berani nya mengacaukan acara ku! '' pekik nya lagi marah dengan manik yang berkilat merah, Claudia sudah terluka namun Bee dengan cepat membawa putrinya ke sisi.
'' bagaimana dengan hadiah ku? menarik bukan? " tawa seseorang pecah dibuatnya hingga semua orang menatap kearah lelaki itu dalam. Carl dan Demian sudah menyiapkan senjata apinya masing-masing untuk berjaga. Kedua lelaki itu mengumpat kasar saat kejadian seperti ini terjadi tanpa dihendaki.
" Bajingan! kau!!..
DORRRR
" Emir!! " pekik Claudia saat sebuah timah menembus tubuh lelaki berparas turki itu. Claudia berlari kearah Emir yang sedang mengerang kesakitan bahkan Bee dibuat terkejut oleh kejadian tak terduga ini.
Orang-orang yang mengepung bangunan ini tertawa mengejek melihat Emir yang terkapar dengan bersimbah darah bahkan mereka terlihat tak perduli dengan keadaan, hingga..
" waw.. Apa mereka tamu undangan disini? " ucap seseorang yang melirik Dyora dan juga Lucy dengan lekat. Dyora balas menatap dingin lelaki yang sedang menatapnya dalam. Carl dan Damien dengan sigap berdiri di hadapan kedua gadis itu. " Hahaha! " lelaki itu tertawa seketika membuat Demian dan juga Carl mengeryitkan dahinya pelan. " waw siapa mereka Emir! " kekeh lelaki itu sinis menatap Carl dan Demian lekat.
" Jangan menyentuh mereka! " ucap lantang Bee dengan tegas hingga mengalihkan tatapan semua orang. " Nona pergilah! Biarkan ini menjadi urusan kami! " ucap Bee menatap Dyora dengan tatapan memohon. Dirinya tak ingin cucu sang penguasa ikut terlibat dalam masalah yang tak seharusnya.
" Tapi bibi bagaimana bisa aku meninggalkan kalian disini! " ucap Dyora tak setuju " Kalian!! " ucap Dyora menatap sekumpulan orang yang telah mengepung itu dengan dingin " datang dan membuat keributan di wilayah kekuasaan keluargaku! " ucap Dyora dingin hingga lelaki dewasa itu memicing kan maniknya sekilas " tidak tahukan jika berbuat hal seperti ini adalah tindakan luar biasa? " ucap Dyora lagi hingga membuat lelaki itu tersenyum sinis.
AGHHH
Dyora dan Lucy terkejut saat melihat Emir yang bangkit dan melepaskan pelurunya kearah lelaki berpakaian formal itu. Lucy hampir menjerit jika Carl tidak menahan nya.
" Sialan! habisi mereka! " ucap lelaki asing itu lantang yang menahan luka tembak di lengan nya yang mulai berdarah hebat dengan kuat. Sontak Claudia dan Bee terkejut dan dengan cepat mengambil senjata nya walaupun Claudia saat ini sedang terluka.
Beberapa orang lelaki itu mulai menyerang siapa saja yang berada di ruangan itu termasuk Dyora dan Lucy yang saat ini sedang dijaga oleh Carl dan Demian. Bahkan lelaki yang sedari tadi berdiri di sudut ruangan dalam diam tak luput melihat semuanya dengan wajah malas.
" Nona! " pekik Carl saat melihat Lucy dijambak kuat oleh seorang lelaki seumuran ayahnya! Carl marah dan langsung menerjang lelaki itu, namun.
BUGHHHH
__ADS_1
" Carl!! " pekik Lucy saat melihat salah satu pengawal nya tersungkur setelah dihantam sebuah benda tumpul tepat di kepalanya. Lucy histeris melihat semuanya bahkan Demian yang sedang melawan beberapa orang ikut terkecoh sehingga dirinya pun ikut tersungkur setelah sebuah pukulan mendarat tepat di wajahnya.
" Nona!! " pekik Bee saat melihat Dyora kali ini menjadi sasaran orang-orang asing itu. Dyora mundur saat melihat sebuah senjata api tepat didepan wajahnya. Dyora gadis itu tertegun hingga.
DUAKKKK
AGHHH
lelaki itu terpekik saat benda keramat nya di tendang menggunakan hills yang Dyora kenakan. Dyora terkekeh dengan cepat memutar kakinya untuk menyerang hingga.
" aghh! " jerit Dyora saat tubuhnya terhempas begitu saja kearah dinding. Lucy yang sudah dilumpuhkan karena tak seimbang harus melawan lelaki bertubuh dua kali lipat itu hanya bisa memejamkan matanya pelan dan berharap bantuan agar segera datang.
DODODODOR!!
BRUKKK
beberapa lelaki ambruk setelah seseorang melepaskan pelurunya dari balik pilar bahkan manik nya menajam saat melihat Dyora yang tersengal dengan cairan merah yang keluar dari sudut bibirnya karena punggungnya terhempas kuat.
" Bajingan!..
DODODODOR!!
AGHHH
" Emir!! Go! " pekik suara itu lagi saat melihat kawan nya mulai kehilangan keseimbangan karena luka yang dialaminya. Emir tersenyum manis dan mulai membawa Claudia yang sudah melumpuhkan beberapa orang. Dirinya tak memikirkan para tamu undangan lagi entah kemana mereka pergi yang jelas Emir tak perduli. " Kau tak apa? " ucap lelaki itu melirik Dyora yang mulai berdiri namun tersenyum mengerikan.
" Tak apa! " ucap Dyora dingin lalu manik nya melihat Lucy yang ditarik paksa keluar hingga tangannya terkepal erat melihat sepupunya itu diperlakukan kasar. " Sampah! " lirih Dyora lagi.
swinggg
JLEBBB
__ADS_1
ughhh!
" Tuan Xinza! mari bekerja sama!! " ucap Dyora tersenyum mempesona hingga Lelaki yang bernama Xinza itu mengangguk saja tanda setuju.